Saturday, 29 February 2020

WARTA CaBe
Wanita Katolik RI Cabang St.Bernadet



Syaloom,

Selamat Tahun Baru 2020 dan Tahun Keadilan Sosial 2020
"AMALKAN PANCASILA: KITA ADIL, BANGSA SEJAHTERA"

Memasuki Tahun baru 2020, bersama dengan seluruh umat Keuskupan Agung Jakarta, kita memasuki Tahun Keadilan Sosial dengan tema “Amalkan Pancasila: Kita Adil, Bangsa Sejahtera”. Kita sampai pada permenungan sila kelima Pancasila: “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Tema ini mengajak kita untuk mohon rahmat pertobatan bersama (memperbaharui diri terus menerus dan berbelarasa), dan adanya gerakan konkret, bersama dan berkesinambungan serta memberi kesempatan kepada seluruh umat Katolik di KAJ menjawab panggilan untuk mewujudkan keadilan sosial yang merupakan tugas perutusan bagi setiap orang beriman dan harapannya, kita sebagai Wanita Katolik RI menjadi pribadi-pribadi yang semakin adil karena ketika bangsa kita semakin sejahtera, wajah Tuhan Sang Kasih, akan semakin nyata. Apa Yang Kamu Perbuat Ketika Aku Sakit, Tunawisma, Lapar, Dan Haus, Tidak Punya Pakaian, Di Dalam Penjara ? (Lihat : Mat 25:31-46)

Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. ~ Mat 25: 40
Patung Yesus sakit, tunawisma, lapar dan haus, serta patung tidak punya pakaian merupakan salah satu penanda "Tahun Keadilan Sosial" Keuskupan Agung Jakarta. Representasi ini untuk mengingatkan kita supaya semakin peduli kepada Saudara-saudara kita yang lemah, kecil, miskin, tersingkir, dan difabel. Khususnya Wanita Katolik RI Santa Bernadet diharapkan benar-benar menunjukkan suatu gerakan berupa aksi nyata bagi saudara-saudari kita yang belum mencicipi dan merasakan keadilan tersebut. Lagi-lagi dalam bentuk yang sangat mungkin dikerjakan.   Apabila kita dalam melakukan pekerjaan dan pelayanan dengan gembira maka semuanya akan terasa lebih mudah dan lebih menyenangkan. Semoga Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet pada Tahun Keadilan Sosial ini semakin bisa menghayati makna, melayani dengan tulus hati dan mengamalkannya secara nyata di lingkungan maupun masyarakat sekitar Amin. (Maya)


KEGIATAN CABANG


RAPAT KOORDINASI CABANG
Minggu, 17 November 2019






         
  




Rapat Koordinasi Cabang bertempat di  Sekolah Abdi Siswa  Graha Raya Bintaro diadakan untuk mengevaluasi Kegiatan Cabang yang sudah berjalan 1,5 tahun dengan mengambil tema “Merajut Kasih dalam Bingkai Kebhinekaan dan Keadilan Sosial”. Rapat Koordinasi Cabang dihadiri oleh Pengurus Cabang, Pengurus Ranting dan Ketua Presidium DPP Ibu Justina Rostiawati.

       hiasan-undangan-png-2.png
MAKAN SIANG NUSANTARA



Mendahului Tahun Keadilan Sosial Wanita Katolik RI Cabang St. Bernadet  mengadakan program Makan Siang Nusantara yang merupakan adaptasi dari Makan Siang Natal pada tanggal 25 Desember 2019. Dengan mengambil tema “Senyummu bahagiaku” kami mencoba menerapkan Arahan Dasar Tahun Keadilan dengan memperhatikan kaum KLMTD (Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir, Difabel) dan sasaran kami jatuh pada para pahlawan lingkungan hidup yang biasa kita kenal dengan pemulung.

Tidak mudah dalam menentukan target sasaran, berawal dari keinginan kami memberikan pelayanan kepada kelompok yang benar-benar marjinal sehingga timbul ide kepada para pemulung. Tapi kemana harus kami cari  kelompok mereka. Pucuk dicinta ulam tiba dari rekan kami memberi info bahwa di dekat rumahnya ada perkumpulan mereka. Datanglah kami survey ke sana yang terletak di area Ranting Sisilia 1,3,4 Sudimara Timur dan mendapat sambutan yang positif dari mereka bahkan kami mendapat masukan dari mereka bahwa di Kebantenan pun (area Ranting Yohanes) ada juga. Akhirnya kami putuskan 2 ranting tersebut menjadi target sasaran kami. Alhasil terkumpullah 151 orang yang terdiri dari Bapak, Ibu dan anak-anak.


Kami pilihkan tempat yang layak untuk menjamu mereka di RM Ampera Ciledug. Kepanitiaan kami bentuk dengan 53 volunteer local yang berasal dari Cabang, Ranting dan beberapa anak muda dari anak-anak kami yang mempunyai jiwa pelayanan. Selain menjamu mereka kami juga menyiapkan hadiah yang mereka butuhkan dan juga goodie bag dari para sponsor yang sangat perduli terhadap kebahagiaan mereka. Untuk pendanaan kami dibantu dari Panitia Pusat yaitu Pemikat KAJ dari pendanaan makan siang, hadiah dan goodie bag sedangkan konsumsi para volunteer dll tanggungan kas cabang.

Kami pilihkan jam 10.00 – 13.00 untuk menemani, melayani makan dan menghibur mereka dengan hati dan kasih. Sungguh suatu kegembiraan yang luar biasa yang mereka expresikan dalam acara yang kami kemas, bernyanyi, berjoget bersama bahkan para volunteerpun tidak ketinggalan berephoria bersama para undangan. Tamu VIP yang kami undang Romo Paroki yang diwakili Frater Steve, Sie HAAK (tidak hadir), Ketua Presidium DPD Jakarta yang diwakili Ibu Yulianita Pandiangan, Sie Komsos Paroki Bpk. Bambang bersama rekannya. Berkat kepiawaian MC acara dapat berjalan dengan lancar dan meriah.

Tibalah saatnya pembagian hadiah dimana terdapat expresi yang beragam dari para undangan, ada yang gembira, terharu dan ada juga yang menangis dari seorang anak kecil yang mendapatkan boneka berambut ternyata anak tersebut takut dengan rambut bonekanya..aahh..sungguh suatu kebahagiaan tersendiri bagi kami yang tercermin dalam tema yang kami buat yaitu “Senyummu, bahagiaku”.
Dari 151 yang kami undang yang datang hanya 131 orang. Walaupun kami sudah berhati-hati menyembunyikan identitas kami rupanya tercium pula oleh beberapa dari mereka yang alasannya agak rasis.Memang tidak semua hal baik yang kita lakukan dapat diterima dengan baik oleh orang lain. Tapi hal tersebut tidak menyurutkan niat kami untuk terus dapat menjalin persahabatan dengan mereka yang masih mau menerima kami apa adanya sesuai amanat yang disampaikan oleh Romo Yosephus Edi Mulyono SJ selaku Pembantu Uskup di Bidang Kategorial.
Semoga apa yang kami lakukan dapat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan. 



Teks  : Fanny, Foto: Maya
hiasan-undangan-png-2.png
DAPUR UMUM BANTUAN KORBAN BANJIR



                                        
Banjir melanda kota Jakarta dan Tangerang terlebih daerah ciledug dan sekitarnya, sebagai tindakan berbelarasa dan untuk membantu wilayah yang terkena musibah banjir maka Ibu Stephanie selaku Ketua Wanita Katolik RI Santa Bernadet bekerjasama dengan, ranting dan OMK membuka dapur umum pada hari Jumat, 3 Januari 2020 pukul 10.00 – 19.30 bertempat di Kantin St. Angelina Pondok Lestari.




Selain itu juga Wanita Katolik Santa Bernadet memberikan alat-alat kebersihan seperti sapu, alat pel, ember, dan kasur lipat ke ranting-ranting  bagi yang mengalami musibah banjir. (Gilar)

hiasan-undangan-png-2.png
PENERBITAN KALENDER 2020 – WANITA KATOLIK RI



Bidang Usaha dalam mencari dana salah satunya adalah dengan menerbitkan kalender tahun 2020, agar kalender bisa terbit maka harus mencari donatur dengan pemasangan iklan di kalender tersebut, Puji Tuhan banyak yang memasang iklan sehingga kalender 2020 bisa terbit. Penjualan kalender melalui ranting-ranting dan anggota cabang . Akhirnya seluruh kalender yang dicetak habis terjual. Puji Tuhan....(Maya) 
hiasan-undangan-png-2.png

RAKER DPC ST. BERNADET



                                
Minggu, 26 Januari 2020 pukul 11.00 – 16.00 WIB tempat ruang TK Absis Graha Raya diadakan Raker DPC St. Bernadet. Raker dihadiri oleh 18 orang yang terdiri dari ketua-ketua bidang beserta jajarannya. Acara dibuka oleh Ibu Tina selaku Sekretaris dilanjutkan dengan Ibadat yang di pandu oleh Ibu Eli selaku Ketua Bidang Kesejahteraan.


Setelah ibadat selesai acara segera dimulai oleh Ibu Fanny selaku Ketua Wanita Katolik RI St. Bernadet Beliau menjelaskan tentang hasil Konggres yang berisi Korupsi dan Radikalisme, Lingkungan Hidup dan IT.  Pada pukul 12.00 kita berdoa Angelus dipandu oleh Ibu Nawang, dilanjutkan dengan santap siang bersama. Setelah santap siang bersama masuklah ke Pemaparan Rencana Kerja Wanita Katolik RI St. Bernadet tahun 2020 antara lain membicarakan tentang RKR, RKCW, penerbitan KTA, Pelatihan Kepemimpinan dan kaderisasi, Sosialisasi AD/ART, Posyandu, PPUK, LH, GOTA, Baksos, Kunjungan Panti Jompo, MSN, Lomba Tumpeng, MSO, pelatihan jurnalistik dan Ziarek.
Pukul 15.35 dilanjutkan dengan evaluasi MSN, berhubung peserta Raker sudah lelah maka Raker segera diakhiri  tepat pukul 16.00 dengan doa penutup. (Maya)


hiasan-undangan-png-2.png

PANITIA LOMBA TUMPENG DALAM RANGKA HUT PAROKI KE-30




Juara I - Wil. FX


Juara II - Wil. Maria

Juara III - Wil. Monika

Minggu, 16 Februari 2020 di Gereja Santa Bernadet mulai pukul 07.00 – 08.30 Wanita Katolik RI menjadi panitia lomba tumpeng dalam rangka HUT Paroki ke-30. Lomba tumpeng diikuti oleh 29 peserta yang terdiri dari  21 (dua puluh satu) wilayah dan 9 (sembilan) kelompok kategorial. Juri mengambil dari dosen Universitas Bina Nusantara Jurusan Perhotelan yang terdiri dari :

  • Dr. Arif Zulkarnain, SE,MM,CHE Kaprodi Manajemen Perhotelan, Chef
  • Sarim, S.ST, MM.Par, Dosen Manajemen Perhotelan, Chef
  • Ummu Hani - UMKM Binaan BINUS, Juara I CDA BINUS UMKM Festival, Wirausaha Kuliner
Setiap peserta mendapat subsidi dana sebesar Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah), ada 10 jenis tumpeng yang dilombakan diantaranya nasi (gudeg, uduk, rames, jamblang, bali, pecel, liwet, tumpeng kuning, tumpeng putih dan sambel tumpang).
Setiap peserta menyiapkan :
  • Wilayah 115 porsi dengan rincian 15 porsi dalam bentuk tumpeng untuk dinilai dan 100 porsi dalam kemasan ramah lingkungan untuk dibagikan kepada umat.
  • Kelompok Kategorial 65 porsi dengan rincian 15 porsi dalam bentuk tumpeng dan 50 porsi dalam bentuk kemasan ramah lingkungan untuk dibagikan kepada umat.
Lomba tumpeng dimenangkan oleh Juara I - Wilayah FX, Juara II - Wilayah Maria dan       Juara III - Wilayah Monika. Teks & Foto: Gilar


KEGIATAN RANTING
      

Ranting Ignatius Loyola

TALI KASIH UNTUK KORBAN BANJIR DI TAJUR DAN MAHARTA
                                       
Banjir diawal tahun 2020, melanda pemukiman Tajur dan maharta.  Saat itu, kondisi sangat memprihatinkan. Salah satunya adalah banjir yang melanda perumahan Tajur. Banyak anggota Ranting Ignatius Loyola yang tinggal di Tajur. Saat itu, kira kira ada 60 – 70% yang terkena banjir dari total jumlah anggota Ranting Ignatius Loyola.


Lalu, apa yang bisa kita perbuat dengan adanya banjir ini ? Pada tanggal 1 s/d 3 Januari 2020 sebagai WKRI yang berada di Ranting Ignatius Loyola, kami selaku pengurus membantu para korban banjir terutama yang berada di tajur dan maharta. Kami bekerjasama dengan pengurus Wilayah dan umat di Wilayah Ignatius Loyola membantu korban banjir. Bersama – sama kami menyalUrkan bantuan dari PSE (Pengembangan Sosial Ekonomi) 

Paroki Santa Bernadet Ciledug, berupa nasi bungkus, alat kebersihan, minuman, kasur lipat. Khusus di Tajur kami juga membantu membersihkan rumah – rumah yang terkena banjir. Kondisi saat itu sangat memprihatinkan. Dikarenakan saat banjir surut, mati lampu dan tidak tersedianya air bersih

Tidak hanya sampai disitu saja. Kami pengurus Ranting Ignatius Loyola juga tergerak hati untuk membantu korban banjir yang kondisinya sangat memprihatinkan. Baik dilihat dari segi kehidupan ekonominya, kondisi kesehatannya yang memprihatikan / sudah tua, dan parahnya banjir yang masuk ke dalam rumah. Bantuan yang kami berikan pada tanggal 25 Januari 2020, kami sebut “TALI KASIH”

Kami sebut TALI KASIH karena ini merupakan tanda kasih kami dalam membantu sesama disekitar kami yang membutuhkan (baik warga katolik dan non katolik). TALI KASIH tersebut berasal dari dana swadaya (dana kas dan hasil kolekte seluruh anggota WK Ranting Ignatius Loyola). Puji Tuhan, niat baik kami bisa terlaksana pada 25 Januari 2020. Kami bisa memberikan sedikit uang tunai, buah dan biskuit ke 9 orang yang sebelumnya telah kami tentukan bersama.  Bantuan yang kami berikan, semoga bisa bermanfaat bagi yang menerimanya.


Indahnya berbagi kepada sesama disekitar kami…

Garis Pembatas.png


RANTING YOHANES

BANTUAN NASI BUNGKUS UNTUK KORBAN BANJIR

Musibah banjir terjadi secara tiba-tiba di awal tahun 2020 dan melanda wilayah Tangerang dan sekitarnya, termasuk dirasakan oleh sebagian dari umat Wilayah Yohanes. Dengan semangat peduli dan saling berbagi, ibu-ibu wilayah Yohanes dengan sigap berinisiatif membantu mereka yang terkena musibah dengan menyediakan nasi bungkus untuk dikonsumsi.

Di bawah koordinasi PSE dari Paroki Ciledug, ibu-ibu Wilayah Yohanes membuka dapur umum selama dua hari,  tanggal 2-3 Januari 2020. Bertempat di rumah salah satu warga,  hari pertama dapat menyediakan 120 nasi bungkus untuk makan malam dan pada hari berikutnya 100 bungkus untuk makan siang dan 170 bungkus  untuk makan malam.

Kegiatan ini dilakukan secara gotong royong baik dari segi dana ataupun tenaga, semua saling bahu membahu. Tidak ketinggalan anak-anak OMK membantu mendistribusikan nasi bungkus tersebut. Semoga semangat cinta kasih ini dapat menjadi sebuah bentuk nyata dari kepedulian kita agar bisa menjadi sahabat bagi semua orang. (Intan)


TIRAKATAN UNTUK ROMO NOEL


Kabar duka berpulangnya Romo Noel sangat menyentuh hati dam kalbu umat wilayah Yohanes. Secara spontan pada tanggal 4 Februari 2020, ibu-ibu di wilayah tersebut mengadakan Tirakatan Doa untuk Romo Noel yang sangat diasihi. Doa pengantar dipimpin oleh Ibu Dora dan doa rosario dipimpin oleh Ibu Rani.
Engkau yg memberi dan Engkau yg mengambil, dirumah  Bapa sdh tersedia tempat bagimu Romo, Selamat jalan Romo Noel, bahagia bersama  para kudus di Surga. Kami sebagai umat Katolik Paroki Ciledug sangat kehilanganMu.
Semoga  doa yang didaraskan dapat menyertai setiap langkah Romo Noel menghadap Bapa di surga. Sugeng tindak, Romo Noel, Berkah Dalem. (Intan)



Garis pembatas bawah.jpg


RANTING MONIKA

WKRI Ranting Monika Belajar Tanam Kangkung dengan Metode Hidroponik




Kangkung hasil praktek medode hidroponik.

Minggu sore, 24 November 2019, sebanyak 15 orang anggota WKRI Ranting Monika belajar menanam sayur dengan metode hidroponik untuk memenuhi kebutuhan dapur sendiri. Kegiatan itu dilakukan setelah dibuka dengan doa dan renungan singkat yang dibawakan oleh Ibu Titik.
Ibu Melati, selaku anggota Sie Kesra dan Lingkungan Hidup WKRI Ranting Monika, mengenalkan metode hidroponik sebagai salah satu alternatif menanam sayur yang mudah diterapkan, praktis, dan ekonomis, mengingat tidak semua rumah memiliki tanah atau halaman yang cukup untuk ditanami, termasuk sayuran.

Peserta lebih dulu mengikuti doa dan renungan.
Prinsip dasar menanam dengan sistem hidroponik adalah tidak menggunakan tanah sebagai media tanam (soilless culture atau budidaya tanpa tanah). Tanaman  bisa tumbuh dan berkembang dengan subur karena memperoleh nutrisi yang cukup melalui akar yang terendam dalam air.
Karena hanya menggunakan air dan nutrisi, maka sistem ini disebut juga metode non substrat. Metode ini sangat ekonomis, tidak membutuhkan banyak biaya, dan ramah lingkungan karena bisa memanfaat styrofoam untuk bak penampungan.
Nutrisi  yang baik diserap melalui akar, hasilnya bagus.
Pengadaan media tanam dan pemilihan benih yang berkualitas harus teliti dengan mencermati tanggal kedaluwarsa dan persentase tingkat tumbuhnya (disebut germinasi atau perkecambahan).




Kangkung sehat

Pada pertemuan yang bertempat di rumah Ibu Chin Chin, Bougenville Loka Blok M5 No 6,  itu diperkenalkan cara menanam kangkung (ipomoea aquatica) yang mudah ditemukan di pasar. Beberapa orang jadi enggan karena banyaknya informasi di berbagai media online yang manampilkan gambar ulat, siput, telur lintah yang menempel dan hidup di dalam batang kangkung.
"Saya jadi lebih mengerti dan pingin segera praktek menanam sendiri karena ternyata nenanam kangkung itu mudah. Saya bisa memetik sewaktu-waktu dan memasak sesuai kebutuhan. Sudah gratis dan gak perlu susah-susah menyimpan di kulkas karena segar terus," kata Bu Elly Soeratmi, istri Pak Yohanes Gandung, mantan Korwil Monika, sesaat setelah menyimak penjelasan yang diberikan.

Cara membuat rockwool atau mineral wool, media tanam hidroponik.
Kangkung termasuk tanaman sehat  karena  mengandung vitamin A dan C yang sangat tinggi, selain kalium, kalsium, zat besi, dan fosfor. Meskipun kaya akan nutrisi, kangkung  termasuk rendah kalori.
Maka tidak mengherankan jika kangkung bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata, anti radang, mencegah diabetes, kerusakan hati/liver, mengatasi anemia (kurang darah), mencegah dehidrasi,  dan mengurangi risiko terkena penyakit kronis.

Rockwool dan praktek penyemaian benih.
“Jadi jangan takut makan sayur kangkung asal dalam porsi secukupnya,” imbau Bu Melati di pengujung acara.
Teks & Foto: Maria Melati K Satriyani





PELATIHAN-PELATIHAN


BEAUTY CLASS WK RANTING YOHANES



Dengan tujuan untuk memberi pengetahuan tentang perawatan wajah dan bagaimana meriasnya, WK Ranting Yohanes mengadakan pelatihan tata rias wajah yang diadakan pada tanggal 22 November 2019.Pelatihan ini merupakan salah satu bagian dari rencana  Pengembangan Diri WK Ranting Yohanes.

Filosofi BERBAGI RAHASIA , yakni berbagi pengetahuan antar anggota, maka pelatihan ini juga menggunakan nara sumber dari anggota WK Ranting Yohanes yaitu Ibu  Yohana Sunarti. Pelatihan diikuti oleh 6 orang peserta yang secara intensif mengikuti dengan tekun selama 3 jam dan diakhiri dengan santap siang bersama. Manfaat yang diperoleh para peserta adalah mendapatkan ilmu dan trik-trik tata rias wajah terbaru agar dapat tampil makin percaya diriTeks & Foto: Intan



MEMBUAT ROSARIO BERBAHAN TALI

Pada 29 November 2019 bdrtempat di Rumah Putih Japos, dilaksanakan pelatihan membuat rosario berbahan tali oleh Ibu Olivia, salah satu umat Yohanes. Terdorong oleh keinginan Ibu-ibu Yohanes untuk dapat memproduksi sendiri Rosario yang indah, maka disepakati untuk berlatih membuat rosario sendiri.

Bahan baku rosario dibeli sendiri di Pasar Pagi Asemka yang memang terkenal sebagai pasar grosir berbagai macam bahan aksesoris. Manik-manik bunga mawar dan tali kulit menjadi pilihan yang mudah dan terlihat cantik.

Dengan penuh kegembiraan dan ekstra ketelitian, ibu-ibu ternyata dengan cepat mampu membuat rosario yang indah. Pelatihan ini diikuti oleh 9 orang dimulai pukul 13:00 sampai 17:00 wib. Tanpa terasa, selama pelatihan mereka mampu menghasilkan 56 untaian rosario.
Dengan bekal kemampuan ini diharapkan ibu-ibu wilayah Yohanes mampu membuat sendiri rosario apabila ada kebutuhan  seperti  souvenir. Juga dapat menjadi komoditas nilai tambah bagi uang kas WK Ranting Yohanes.  Teks & Foto: Intan




MEMBUAT SANDAL DARI TALIKUR




Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet khususnya Bidang Pendidikan mengadakan pelatihan membuat sandal dari talikur. Pelatihan diadakan pada hari Minggu, 15 Desember 2019 pukul 10.00 – 12.00 WIB bertempat di ruang PPRI Gereja Santa Bernadet Ciledug.

Pelatihan ini diikuti oleh 33 peserta yang berasal dari Ranting-ranting dan sebagian dari cabang. Sebagai pengajar dalam pelatihan ini adalah Ibu Sita James dari anggota Ranting Ign. Loyola. Peserta dalam mengikuti pelatihan ini sangat antusias, dan beberapa peserta berharap agar diadakan lagi pelatihan atau kegiatan untuk pengembangan diri, supaya bisa menghasilkan uang sehingga membantu keuangan keluarga. Teks & Foto: Gilar


LAIN - LAIN


PERAYAAN ULANG TAHUN GEREJA SANTA BERNADET

Tepat tanggal 11 Februari 2020 genaplah Gereja Santa Bernadet Pinang berusia 30 tahun. Dalam rangka memperingati hari jadinya Panitia HUT Paroki Ciledug mengambil tema Tiga Dasa Warsa Merajut Asa. Sabtu 15 Februari 2020, sejak siang hari tenda bawah gereja Pinang sudah ramai oleh para peserta lomba senam, Dance Competition, pendukung, dan penonton.




Lomba senam, Dance Competition dengan pilihan lagu Salah Apa Aku tidak hanya diikuti oleh internal gereja tetapi juga dari warga disekitar Gereja. Salah satunya warga dari RW.05 RT.04 Kelurahan Sudimara Pinang. Setelah mereka selesai tampil saya mendekati managernya yaitu Bp. Davi, ternyata mereka tahu ada acara ini dari Bp. Rikkie - Seksi Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan,  kata Bp. Davi untuk tampil dalam lomba mereka mempersiapkan diri selama 2 (dua) minggu tapi hasilnya luar biasa....saya tanya apa kesan Bapak kok mau ikut dalam acara tersebut “sebagai warga sekitar gereja Pinang ayuk kita ikut memeriahkan Ulang Tahun Gereja Santa Bernadet Cileduk bersama-sama dengan warga gereja”. 



Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet tidak ketinggalan turut serta dalam lomba senam, Dance Competition.









Dari hasil penilaian dewan juri, lomba  senam dimenangkan oleh Davi Dancer sebagai juara 1, Mom Cer juara 2, dan Simeon-Hanna juara 3.


Sabtu, 15 Februari 2020 pukul 20.00 WIB merupakan Malam Seni Budaya 30 tahun Gereja Santa Bernadet, di tenda bawah Pinang.
Wanita Katolik RI Santa Bernadet mendapat tugas sebagai panitia konsumsi. Acara Pesta Rakyat dan Lenong Parodi dimulai dengan permainan band. Pastor Kepala Paroki Ciledug Romo Lamma, mengungkapkan bahwa Gereja Santa Bernadet ingin menjadi sahabat dan berkat bagi siapapun. Romo Lamma sedikit menjelaskan latar belakang kenapa paroki ini mengambil nama pelindung Santa Bernadet. “Santa Bernadet seorang gadis belia yang sangat rendah hati, sederhana, dan mendapat pengalaman iman berbicara dengan Buda Maria, Suatu ketika seorang suster bertanya kepadanya apakah ia merasa bangga karena dipilih oleh Bunda Maria.
"Bagaimana mungkin," Bernadet cepat-cepat menjawab, "Bunda Maria memilih saya justru karena saya inilah yang paling hina." Suatu jawaban dari kerendahan hati yang paling dalam! kemudian Santa Bernadet menyerahkan diri kepada Allah. Gereja ini mengambil pelindung Santa Bernadet karena ingin meneladani kesederhanaan dan ketekunannya untuk mengarah kepada kehendak Allah,” kata Romo Lamma.

Dalam sambutannya Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) KH Amin Munawar menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Gereja Bernadet.  Kita bersama dalam perbedaan.“Jadi jangan saling menghina,” katanya.

Sambutan Kementrian Agama Kota Tangerang bahwa dalam usia yang ke-30 tahun ini berharap semoga Gereja Santa Bernadet bisa diterima masyarakat sekitar dan harus lebih maju dan dewasa dibanding usia yang ke-29 tahun kemarin.
Pesan kebangsaan malam itu sudah mulai terasa sejak dinyanyikannya lagu Indonesia Raya dan lebih jelas lagi pada hiburan Parodi Lenong “Kampung Pancasila” 







Menyanikan lagu Indonesia Raya..foto diambil dr. https://santabernadet.id

Malam itu Pastor Paroki, Ketua Panitia HUT, dan Wakil Ketua DPH memotong kue HUT Gereja yang kemudian membagi-bagikannya kepada para tamu undangan yang beragam latar belakangnya. Serta memberikan santunan secara simbolis kepada 100 anak yatim dari Sudimara-Pinang. Malam itu juga diumumkan para juara Lomba Dekorasi Altar dan Lomba Senam yang berlangsung sore harinya.



Juara lomba dekorasi altar, Yohanes (1), Loyola (2), Fabiola (3). foto diambil dr. https://santabernadet.id

Banyak door prize dalam acara tersebut dan 4 grand door prize seperti kulkas, blender, dan tv acara diakhiri pada  pukul 23.30 dengan lantunan bersama lagu Kemesraan.


Garis Pembatas kerlip.gif

Minggu, 16 Februari 2020 menjadi perayaan puncak Ulang Tahun Gereja Santa Bernadet Pinang yang ke-30 tahun.
Misa Syukur dimulai pada pukul 08.30 dipimpin oleh Uskup KAJ Kardinal Ignatius Suharyo selaku konselebran utama, didampingi Pastor Paroki Ciledug Romo Lammarudut Sihombing, CICM, dan Romo Derikson A Turnip, CICM., 

Misa Syukur dimeriahkan oleh Paduan Suara dari Bahana De Loyola dan Tata Laksana oleh Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, misa dihadiri -/+ 2.900 umat, banyak umat yang tidak mendapatkan tempat duduk tetapi umat mengikuti misa dengan khidmad dan tertib walaupun banyak umat yang berdiri dan kepanasan.




Dalam khotbahnya Bp. Uskup mengucapan syukur dan terima kasih karena umat paroki ciledug sudah terbukti kesetiaannya kepada Yesus. Keteguhan Iman, kesabaran, persaudaraan sudah terbukti dengan berjalannya waktu. Ada pedoman 3 kata kunci yang penting yaitu :

Ø  Injil : Kutipan Injil dalam Sabda di bukit
Ø  Surat Rasul Paulus bacaan kedua : berbicara mengenai hikmat
Ø  Putra Sirakh : memilih

Sabda, Hikmat, memilih

Bila kita pengikut Kristus dan berusaha menjalankan sedikit-sedikit Sabda di Bukit maka kita akan menjadi pribadi yang berhikmat dan mampu untuk memilih mana yang benar dan mana yangtidak benar.

Kotbah di Bukit

Diingatkan akan Bukit Sinai/bukitnya Yesus / bukitnya Musa
Musa disuruh Allah membebaskan Mesir dan membawa ke tanah terjanji. Dengan perantaraan Musa diberi 10 perintah Allah, sehingga ketika suatu bangsa memegang 10 perintah Allah akan menjadikan bangsa yang Kudus, bangsa yang berhikmat dan menjadikan berbeda dengan bangsa lainnya yang tidak diberi 10 perintah Allah.

Yesus sebagai Musa yang baru membebaskan kita semua dari perbudakan dosa. Pada jaman baru Yesus sebagai Musa baru memberikan kotbah di bukti yang sama seperti 10 perintah Allah supaya kita yang dibebaskan dari dosa berpegang dengan kotbah di bukti sehingga kita menjadi bangsa yang berhikmat dan yang Kudus.

Indikatornya kita bisa memilih yang benar dan baik bukan sekedar hal yang menyenangkan saja atau hal yang buruk saja.

Dengan mendengarkan kotbah di bukit kita diingatkan agar kita murid Yesus terus bertumbuh didalam kesempurnaan kasih, kesucian, dan dalam berhikmat dengan caranya selalu memilih yang benar dan baik.

Contoh:
Seorang ibu pergi berbelanja bertemu tetangga dan bercerita dan mulai bergosip membicarakan orang lain. Dalam hati kecilnya mengatakan “saya tidak akan membicarakan orang lain “ , ini satu langkah menuju hikmat. Sampai rumah kondisi lelah anaknya minta untuk membicarakan mimpi , ini adalah pilihan dia mau membicarakan mimpinya atau tidak,  (satu langkah menuju kesucian, kesempurnaan, hikmat).

Hari berikutnya berdoa rosaria (satu langkah menuju hikmat)
Hari berikutnya ketemu pengemis, menyapa, (satu langkah menuju hikmat)

Harapan:

Hari demi hari bertumbuh menjadi pribadi yang semakin berhikmat dan dapat memilih pilihan2 yang dapat dipersembahkan untuk kemuliaan Tuhan dan persaudaraan bersama.

Selesai misa, Uskup Suharyo  menuju area lomba tumpeng, didampingi Romo Lamma. Di sana sudah  banyak umat yang menunggu.  Romo Lamma menyampaikan satu dua patah kata kepada umat mari kita semakin mempererat tali persaudaraan dengan saudara kita dimana kita tinggal dalam lingkungan maupun masyarakat dan semoga paroki kita semakin diterima oleh warga sekitar sini. Romo Lamma  mengucapkan terima kasih kepada pemerintah setempat RT, RW, dan Keamanan gereja ini karena telah memberikan kenyamanan dan ketertiban di sekitar kita, Kalau kita diatur oleh petugas parkir mari kita patuhi supaya tertib dan memberi sapaan kepada security kita beri mereka sapaan yang terindah. Sebelum memotong tumpeng Bp. Uskup mengajak umat untuk menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa dilanjut dengan penyampaian satu dua patah kata bahwa hidup ini adalah kesempatan dan Bp. Uskup bernyanyi bersama umat. Selesai menyanyi barulah tumpeng dipotong dan diserahkan kepada Romo Lamma. 



 
Selesai acara potong tumpeng Bp. Uskup bersama Romo Lamma dan panitia menuju tenda bawah untuk santap siang bersama.




Teks & Foto: Maya

                        Garis Pembatas kerlip.gif

TERUSLAH BERSAHABAT SAMPAI ALLAH BERKATA WAKTUNYA PULANG



  • Ketika ada kesempatan, pergilah bersama teman teman lama.
  • Berkumpul - kumpul, bukan sekadar makan, minum dan bersenang, tetapi ingat, waktu hidup kita semakin singkat.
  • Maka dari itu, bangunkanlah Persaudaraan*
  • Mungkin lain waktu kita Tidak akan bertemu lagi.*
  • Mungkin lain waktu kita sudah semakin Susah untuk berjalan.*
  • Menghabiskan sebagian waktu dengan Teman atau Sahabat akan membuat Hidup lebih Sehat secara Mental dan Fisik.
  • Umur itu Seperti es batu, Dipakai atau tidak akan tetap mencair dan berakhir.
  • Begitu juga dengan umur kita. Digunakan atau Tidak Digunakan, umur kita akan tetap berkurang,  dan Akhirnya kembali ke hadirat ILLAHI.
  • Tersenyumlah dan berfikir positif.
  • Air yang Mengalir tidak dapat berbalik arah.
  • Kita tidak mungkin dapat berbalik menjadi muda lagi.**
  • Kita akan menjadi tua, sakit, dan meninggal..
  • Jalani hidup ini dgn ceria,  sabar dan santai.*
  • Jangan suka mau menang sendiri,  sementara orang lain selalu salah.
  • Terimalah persaudaraan. Jangan suka mengeluh atau membenci.
  • Hidup ini terlalu singkat untuk selalu benar sendiri (Pentingkan diri sendiri)
  •  Jangan buang sahabat cuma karena tak sepakat.
  • Satu keburukan teman, bukan bererti hilang sembilan kebaikannya.
  • Perbanyaklah waktu untuk berkumpul dengan teman teman dan saudara saudara kita.
  • Siapa tahu mereka nanti akan menjadi penolong kita di akhirat kelak.
  • Buanglah jauh jauh sifat egois dan iri hati*
  • Terimalah kekurangan dan kelebihan dari sahabat.
  • Bertemanlah dengan apa adanya, bukan karena ada apanya.
  • Nikmati semua waktu, senda dan tawa.
  • Hargai semua perbedaan. Percayakan kemampuan teman kita.*
  • Jaga perasaannya, tutupi aibnya.
  • Bantu ketika dia jatuh, Sediakan bahu ketika dia menangis.*
  • Tepuk tangan dan gembira ketika dia sukses.
  • Sebut namanya dalam doa kita.*
  • Bertemanlah dengan hati yang baik dan tulus.
  • Ketika hatimu baik dan tulus, percayalah, Allah juga akan selalu bersama mu.*
  • Teruslah  bersahabat sampai Allah berkata waktunya pulang. Teks : Ade



COMING SOON...!
BAKSOS KACAMATA


HARI / TANGGAL : MINGGU, 8 MARET 2020
W A K T U : PK. 08.00 – 12.00 WIB
T E M P A T : PB. Saimo JL. Mesjid XV No.11 RT.04/08 Sudimara Timur





Penanggung Jawab : Stephanie Natalia Sutedjo
Redaksi : Maya  | 0812 8760 1297
Anggota Redaksi :
Ø  Patricia  | 0896 9117 0888, Lusia  | 0821 1703 9638, Rina |0813 8130 2810

Mengikuti Ekaristi Penutupan Selebrasi 100 Tahun Wanita Katolik RI

Pada Sabtu, 18 Januari 2025, beberapa anggota Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santa Bernadet, mengikuti peray...