Wednesday, 14 December 2022

Upaya Peningkatan Kualitas Organisasi

Selama beberapa bulan belakangan, telah terjadi pergantian pengurus di seluruh ranting Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, melalui mekanisme Rapat Anggota Ranting. Para Ketua Ranting dan pengurus yang baru pun sudah dilantik.

Agar administrasi organisasi tetap bisa berjalan dengan baik, maka Bidang Organisasi Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet mengadakan lokakarya untuk peningkatan kualitas organisasi di Sekolah Abdi Siswa Bintaro, pada Minggu 11 Desember 2022 yang lalu.

Para peserta dari ranting, sekitar 50 orang, disambut oleh Ibu Bonifacia Lanny Hidayat dari  Bidang Kesejahteraan DPC Wanita Katolik RI Santa Bernadet, di meja depan, untuk absen. Selanjutnya dipersilahkan untuk masuk ke ruang pertemuan.

Lokakarya dimulai jam 10.15, diikuti sekitar 50 orang peserta dari Dewan Pengurus Ranting Wanita Katolik RI Santa Bernadet   Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars WKRI. 

Agnes Widi Astuti, Ketua Umum DPC Wanita Katolik RI Santa Bernadet, dalam sambutannya mengatakan agar urusan administrasi pelaporan jangan sampai menjadi beban bagi para pengurus ranting yang baru. Laporan dibuat sebagai wujud transparansi dan tanggungjawab para pengurus kepada anggota, terutama karena Ranting Wanita Katolik RI merupakan ujung tombak organisasi.

“Karena di organisasi ini, tidak akan ada cabang, jika tidak ada ranting, begitu seterusnya sampai ke pusat,” jelas Widi.

Sesi pertama dibawakan oleh  Laurensia Rida Yulina Coren yang merupakans alah satu anggota Bidang Organisasi DPC Wanita Katolik RI Santa Bernadet. Rida secara khusus membahas AD/ART 2018. Buku ini penting dan harus selalu menjadi pegangan para anggota Wanita Katolik RI dalam menjalankan kegiatan.

Pembahasan menyeluruh membahas satu satu ayat dalam AD/ART 2018. Banyak anggota yang mengajukan pertanyaan  lewat WAG Ketua Ranting. Pada akhir sesi, pertanyaan  dijawab oleh  Rida dibantu para pengurus cabang yang lain.


Acara dilanjutkan dengan penjelasan mengenai RKR (Rapat Koordinasi Ranting) dan simulasi pengisian data untuk laporan RKR oleh ex Ketua DPC Wanita Katolik RI Santa Bernadet,  Stephani Natalia.

Sesi terakhir dibawakan oleh Theresia Flaviana Widyati, Ketua Bidang Organisasi DPC Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet tentang LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) per tiga bulanan dan per satu tahunan.

Lokakarya Peningkatan Kualitas Organisasi ini, diakui oleh Ibu Iin Purwadi, Wakil Ketua Ranting Maria sangat bermanfaat baginya, sebagai pengurus ranting. “Terutama ada penjelasan soal iuran dan job desk,” katanya. Ia mengusulkan, jika mengadakan acara serupa, hendaknya dibagi menjadi dua hari. Satu hari membahas AD/ART dan mengupas penjelasannya, dan satu hari lagi untuk detail pelaporan.

"Adanya PKO ini adalah pencerahan dan menjadi jelas tentang bagaimana organisasi Wanita Katolik RI berjalan. Terutama pemanfaatan iuran ranting yang disetor per tahun ke cabang. Ternyata dimanfaatkan untuk banyak kegiatan sosial. Menghapus keraguan saya akan image  organisasi yang selama ini saya dengar. Semoga Wanita Katolik RI selalu melakukan banyak kebermanfaatan untuk orang banyak,” ujar Stefani Sumanti Susilowati wakil ketua ranting Yohanes atas acara PKO Kali ini.

Rangkaian acara ditutup pukul 14.30 dengan doa bersama yang dipimpin  Anastasia Elianti Kuntadi, anggota Bidang Pendidikan DPC Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet. (Intan)

Sunday, 23 October 2022

 
Menerapkan Pola Konsumsi Makanan Sehat

Dalam rangka Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 16 Oktober 2022, Bidang Pendidikan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Santa Bernadet mengadakan webinar dengan tema pangan. Webinar dengan narasumber Romo Ferry Sutrisna Widjaja Pr ini mengambil tema Menerapkan Pola Konsumsi Makanan Sehat dan Ekonomis.

Webinar diikuti oleh 79 peserta dari kalangan Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet. Dimulai jam 14 WIB, webinar dengan moderator Hendrika Yunapritta dimulai dengan doa pembukaan (dipimpin oleh Ibu Dwi Ratnani). Setelah sambutan dari Ibu Widi Astuti, Ketua Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, moderator memperkenalkan sosok Romo Ferry.

Romo Ferry merupakan salah satu pendiri Eco Learning Camp Foundation. Beliau sangat konsern dengan isu-isu lingkungan hidup dan sejak 2014 berkarya di Eco Camp, Dago Pakar, Bandung.

Eco Camp mengampanyekan tujuh aspek Kesadaran Baru Hidup Ekologis, kepada seluruh masyarakat lintas agama. Salah satu aspeknya adalah hemat demi keadilan sosial. Untuk satu aspek ini dan dalam rangka HPS,   kita bisa berperan aktif. Pasalnya, menurut Kementerian Lingkungan Hidup, 39,8% dari sampah yang dibuang di Indonesia adalah sampah makanan. Kalau dihitung, dikutip dari Surat Gembala Uskup Agung Jakarta,  di Tangerang, orang membuang sampah makanan senilai Rp 5 juta per tahun.

Romo Ferry memulai presentasi dengan sumber-sumber polusi yang merusak alam secara keseluruhan. Salah satu kontributor terbesar gas rumah kaca adalah industri pertanian (24%), selain pengadaan listrik (25%). Industri pertanian diselenggarakan secara besar-besaran untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia. Di sisi lain, terjadi sistem pengolahan pangan yang tidak sehat dan tidak adil yang dikendalikan oleh sistem politik dan ekonomi yang dikuasai nafsu mencari keuntungan setingginya dari perusahaan-perusahaan di dunia.

Ketidakseimbangan pasokan pangan telah mengundang keprihatinan Gereja Katolik. Pada 24 Mei 2015, dalam Ensiklik Paus Fransiskus tentang Perawatan Rumah Kita Bersama, disebutkan kebiasaan memboroskan dan membuang (makanan) telah mencapai suatu tingkat yang belum pernah ada sebelumnya (LS 27). Selain itu, kita tahu bahwa kurang lebih 1/3 dari seluruh makanan yang diproduksi dibuang dan setiap kali makanan dibuang, seolah-olah kita mencuri dari meja orang miskin (LS 50).

Tidak perlu kulkas besar

Indonesia, dalam paparan Romo Ferry, merupakan juara kedua produsen sampah pagan terbanyak di dunia setelah Saudi Arabia (Food Sustanaible Index 2018). Penduduk Indonesia tiap tahun membuang 13 juta ton sampah makanan atau setara Rp 27 triliun, menurut data BPS 2017. Di lain pihak, kita juga mengalami ketergantungan impor bahan pangan. Misalnya saja, Impor gandum kita, misalnya Rp 2,7 triliun setahun, dari Ukraina dan Kanada, lantas impor kedelai (94% dari Amerika), buah-buahan (Australia dan Thailand), dan beberapa komoditas lain.

Nah, apa yang bisa kita lakukan? Mulailah mengonsumsi makanan organik dan bahan pangan lokal. Harga bahan pangan organik sedikit lebih mahal, namun lebih menyehatkan. Asalkan kita punya akses pembelian, harga bahan pangan organik tidak beda jauh dengan harga pangan biasa.

Selain itu, mulai mengurangi konsumsi daging dan ikan, perbanyak makan sayur hasil panenan lokal. Banyak mitos yang sejak dulu sudah tertanam di masyarakat, misalnya konsumsi kacang-kacangan menyebabkan asam urat. Padahal, kandungan purin terbanyak ada di jeroan. Hal ini banyak dijelaskan melalui video wawancara dengan dokter Susianto, MKM, ahli nutrisi yang mendalami gaya hidup vegetarian. Asumsi bahwa protein paling banyak ada di daging, ternyata salah kaprah. Menurut dr. Susianto, telur mengandung protein 12%-13%, daging 9%-21%, ikan 16%-23%, sedangkan tempe 34%.


Romo Ferry juga menyarankan agar selalu memasak dalam jumlah secukupnya, bahan pangan dan masakan yang fresh adalah yang terbaik. Tidak perlu mempunyai kulkas yang besar, karena dengan demikian kita cenderung menyimpan makanan. Bahkan, kadang sampai lupa, hingga akhirnya makanan dan bahan makanan itu kadaluwarsa dan dibuang.

Acara webinar ini ditutup sekitar pukul 15.50 dengan doa oleh Ibu Elianti Kirana dan berkat penutup dari Romo Ferry.

Friday, 30 September 2022

Cooking Class : Cookies Green Matcha dan Cookies Cornflakes

Hari Sabtu 24 September 2022, pukul 10.00 WIB, Dewan Pengurus Wanita Katoik RI Cabang Bernadet Bidang Pendidikan mengadakan Cooking Class di Aula Tarki Pinang.  Pesertanya adalah anggota ranting Wanita Katolik RI Pinang.

Di pintu masuk, peserta Cooking Class melakukan pendaftaran ulang. Mereka juga mendapatkan lembar resep dan kupon pengambilan kue.

Cooking class kali ini bertujuan membuat cookies green matcha dan cornflakes.

Cooking class dipandu oleh Ibu Bonifacia Lanny Hidayat, anggota Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Bidang Kesejahteraan.  Beliau sendiri sudah  menjalankan usaha bidang  per baking an sekitar selama 20 tahun.

Di Cooking Class ini, Bu Lanny memberikan penjelasan langkah demi langkah pembuatan cookies matcha dan cookies cornflakes, termasuk mengajarkan sejumlah tip dan trik membuat cookies. Misalnya saja, menjelaskan apa bahan yang digunakan, bagaimana pengocokan menggunakan mixer yang benar, cara mengaduk adonan, hingga langkah memanggang kukis agar berhasil matang sempurna.

Bu Lanny meminta agar para peserta untuk mengenal jenis oven masing masing, karena akan mempengaruhi suhu yg tepat dan lama waktu pembakaran.

Para peserta juga berkesempatan dan antusias melakukan praktek pengocok menggunakan mixer, mengaduk adonan dan mencetak cookies menggunakan spuit.

Di sela-sela menunggu cookies matang, Bu Lanny menerima pertanyaan  seputar resep dan cara membuat cookies. Lengkap proses membuat 2 jenis cookies, bu Lanny melanjutkan penjelasan dan tanya jawab tentang PPUK kepada  peserta.

Ke depan, akan dibuat grup kuker, merupakan kerjasama Bidang Pendidikan dan Bidang Usaha Wanita Katolik RI, untuk membuat kue kering isian parsel. Hasil penjualan akan dikumpulkan untuk membantu pembangunan gereja.


 

Dijeda Doa Malaikat Tuhan, antusiasme para peserta membuat acara  molor hingga jam 13.00, atau lebih satu jam dari jadwal semula.


Acara ditutup doa dan pengambilan contoh kue yang sudah jadi, dengan kupon yang diambil waktu pendaftaran ulang. ***(Humas)

Thursday, 1 September 2022

Ngobrol Sore Bersama Para Mantan Ketua

Tak kenal maka tidak sayang, adalah pepatah yang tidak salah. Berumur 32 tahun, anggota Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet tentu mengalami perubahan. Ada banyak penambahan anggota baru, yang kurang tahu sejarah organisasi massa tempat mereka bergabung ini.

Untuk itulah, pada Selasa, 23 Agustus 2022, Bidang Humas Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Santa Bernadet menyelenggarakan Ngobrol Sore, Sejarah dan Peranan Wanita Katolik RI Selama 32 Tahun di Paroki Santa Bernadet. Ngobrol Sore mengundang para  pembicara yakni mantan Ketua Dewan Pengurus Cabang,untuk sharing pengalaman mereka melalui Zoom. 

Acara yang dimulai pukul 17.00 tersebut, diikuti oleh anggota Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet yang berminat ikut mendengarkan apa saja peranan Wanita Katolik RI Santa Bernadet selama ini.

Sesi pertama, dibuka oleh Ibu Lucia A. Langelo, Ketua Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet masa bakti 1990-1993. Ini adalah masa-masa pendirian organisasi, yang diawali dengan kumpulan ibu-ibu Katolik di Kompleks Ciledug Indah 1. Atas dorongan Pastor Ludo Reekmans, CICM, tak lama setelah kelahiran Paroki Santa Bernadet Pinang, dibentuklah Wanita Katolik RI tersebut. Meneruskan Ibu Lucia, Ketua Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet dipimpin oleh alm. Ibu Lasmi Sugeng Waluyo (1994-1997).

Selanjutnya, Ngobrol Sore dilanjutkan oleh Ibu Anastasia Syanne Darwin Passat (Ketua Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet 1997-199), dan Ibu MA Endang Widiyanti Andreas yang menjabat sebagai Ketua Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet tahun 2000-2006.

Ibu Fransisca Sri Rejeki, yang menjabat Ketua Wanita Katolik RI 2006-2009 berkisah bagaimana penutupan cikal bakal Gereja Santa Bernadet di Sekolah Sang Timur membawa dampak pada organisasi ini. Kegiatan nyaris terhenti, anggota diam di rumah karena trauma. Dalam kondisi seperti itu, Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet berhasil menerbitkan Warta Cabe sebagai sarana komunikasi antar anggota. Para pengurus cabang juga datang ke ranting-ranting, sembari mengenalkan Doa Pasrah agar anggota tetap kuat.

Sharing diteruskan oleh Ibu Ida Ambarwati (Ketua Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Santa Bernadet 2009-2012) dan Ibu Corens Rida Yulina, Ketua Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Santa Bernadet periode 2012-2015.

Ibu Agnes Eti Heri Susanti, Ketua Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Santa Bernadet 2015-2018 melanjutkan sharing apa saja yang dilakukan pada masa kepengurusannya, misalnya menginisasi pembuatan Rosario merah putih, sesuai permintaan Dewan Pengurus Paroki, untuk menyambut 70 tahun Republik Indonesia.

Selanjutnya, Ibu Stefany Nathalia Soetedjo, Ketua Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet tahun 2018-2022 sharing tentang bagaimana organisasi berjalan semasa Pandemi Covid 19 menggila.*** (Humas)

Sunday, 14 August 2022

Teladani Kerendahan Hati Maria dan Elisabeth

Hari Minggu, 14 Agustus 2022, Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet menggelar misa syukur ulangtahun. Tahun ini, tepatnya 29 Juli 2022, Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet berumur 32 tahun. 

Misa syukur ini dipersembahkan oleh Romo Romo Lammarudut HPH Sihombing CICM dan dihadiri oleh perwakilan dari 25 ranting Wanita Katolik RI Santa Bernadet. Selain itu, beberapa mantan Ketua Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Santa Bernadet pun berkenan menghadiri misa.


Misa ulangtahun ini terasa istimewa, karena diadakan bersamaan dengan Peringatan Santa Maria Diangkat ke Surga. Rangkaian misa didukung oleh paduan suara, lektor, pemazmur, dan prodiakon dari jajaran Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet.

Dalam homilinya,  Romo Lamma mengajak umat untuk mencermati dua tokoh wanita dalam bacaan Injil hari ini : Maria dan Elisabeth. Keduanya ternyata memiliki kesamaan yakni sikap rendah hati.



“Meski Maria mengandung Yesus, Juru Selamat, tapi dia tidak menganggap dirinya lebih hebat daripada Elisabeth. Begitu pun Elisabeth yang usianya lebih senior, tapi tetap menghormati Maria,” kata Romo Lamma.

Kerendahan hati Maria dan Elisabeth, membuat perjumpaan mereka membawa kerukunan dan saling melengkapi. “Hal ini bisa menjadi inspirasi dalam hidup,” lanjut Romo Lamma.

Selain itu, Romo Lamma juga menggarisbawahi sikap Maria yang mau bekerjasama dengan Allah. Ketika mendengar kabar dari Malaikat, Maria sempat bertanya, bagaimana hal itu bisa terjadi. Setelah Malaikat menjawab bahwa itu semua adalah karya Allah, Maria pun mengatakan, “Aku ini hamba Tuhan. Terjadilah padaku menurut perkataanMu.”


Kita juga diharapkan bisa saling bekerjasama dalam organisasi massa Wanita Katolik RI. Menurut Romo Lamma, kehadiran Wanita Katolik RI merupakan garda depan, sehingga kehadiran gereja jadi terasa dalam masyarakat.


Usai misa, dilanjutkan acara ramah tamah. 

Agnes Widi Astuti, Ketua Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet  menyampaikan apresiasi kepada perwakilan ranting yang hadir dalam misa syukur ini. “Karena yang punya anggota itu adalah ranting. Cabang itu kan tidak punya anggota,” kata Widi.

 Ia juga berharap agar  Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet bisa melanjutkan karya-karya di masyarakat. “Wanita Katolik RI sebagai organisasi massa Katolik membuktikan bahwa ibu-ibu kalau berkumpul tidak hanya bisa berisik dan menggosip,” ujarnya.



Romo Lamma sekali lagi mengucapkan selamat ulangtahun kepada Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet. “WKRI sebagai ormas Katolik, lebih leluasa untuk bergerak di masyarakat, misalnya di tingkat RT, RW. Selamat untuk WKRI Cabang Santa Bernadet, ranting-rantingnya, daun-daunnya, semuanya,” canda Romo Lamma.

Semua acara ini ditutup dengan tiup lilin ulangtahun oleh Ketua dan Wakil Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet yakni Agnes Widi Astuti, Christina Gilar Buntari, Theresia Maya, didampingi oleh Romo Lamma serta para mantan ketua Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, yakni Ibu Stephanie Natalia, Ibu Endang Widiyanto, Ibu L. Rida Yulina Coren, serta Ibu Yeanne Passat.*** (humas)



Sunday, 12 June 2022

Sosialisasi Rapat Anggota Ranting

Bertempat di sekolah Abdi Siswa Graha Raya Bintaro, Minggu 12 Juni 2022, Wanita Katolik RI Dewan Pengurus Cabang Santa Bernadet mengadakan Sosialisasi Rapat Anggota Ranting (RAR). 


Sosialisasi  dihadiri  oleh para ketua  atau perwakilan dari 25 ranting yang ada di wilayah Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet. Ini merupakan pertemuan tatap muka pertama para ketua ranting, setelah dua setengah tahun tidak ada pertemuan tatap muka, karena pandemi Covid 19.

Acara dipandu oleh ibu Theresia Flaviana Widyati, Ketua Bidang Organisasi Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet.

Acara dibuka dengan doa, oleh Ibu Maria Magdalena Nawang, dilanjutkan dengan perkenalan pengurus Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet tahun 2022-2025 Oleh Ibu Agnes Widi Astuti selalu Ketua Dewan Pengurus Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet.


Setelah perkenalan singkat para pengurus cabang yang baru, acara dilanjutkan dengan penjelasan mengenai RAR. Untuk memudahkan penjelasan, diadakan simulasi pelaksanaan RAR yang diwakili Ibu Suprapti Rahayu dari Ranting Antonius yang mengambil peran ketua ranting dan Ibu F. Sri Werdiningsih dari ranting Fabiola 4 & 5 yang berperan sebagai sekretaris.

Kurang lebih 1 jam simulasi, diisi dengan tanya jawab, acara dilanjutkan penjelasan mengenai LPJ (Laporan Pertangung Jawaban) oleh Ibu Fransiska Ida sebagai anggota Bidang Organisasi. Sesi LPJ juga diisi dengan tanya jawab oleh  wakil dari ranting.


Selanjutnya, penjadwalan RAR dijelaskan oleh Ibu Maria Immaculata Prapti Utami. Diselingi Doa Angelus pukul 12.00 Wib, acara ini berakhir sekitar 12.30.

Acara Sosialisasi Rapat Anggota Ranting tersebut, lantas ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ibu Anastasia Maria Elianti Kuntadi. (smi)

Wednesday, 25 May 2022

WARTA CABE EDISI MEI 2022


Sebagai salah satu organisasi masyarakat (ormas) Katolik, Wanita Katolik RI bisa lebih tegas mengambil bagian dalam hidup bernegara dan bermasyarakat. Lebih jauh, ormas Katolik diharapkan bisa menyuarakan persoalan umat dalam kehidupan bernegara. Hal ini terungkap dalam talkshow Ormas Katolik : Masihkah Punya Daya Tarik yang diadakan oleh Radio Katolikana secara online, akhir April 2022 lalu.

Salah satu pembicara, Benediktus Papa, Ketua Presidium PP PMKRI mengatakan, “Ketika Gereja tidak boleh berpolitik, maka ormas Katoliklah yang mengambil alih peran itu, untuk jadi corong, menyuarakan umat dalam kehidupan bernegara.”

Ormas Katolik bisa menjadi pemimpin untuk isu-isu yang terjadi di masyarakat pada umumnya. Kita, sebagai anggota Wanita Katolik RI, bisa menjadi leader untuk isu gender. Adapun ormas Katolik lain, seperti Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) jadi leader urusan teknologi dan Pemuda Katolik serta PMKRI di bidang kemahasiswaan.

Hal ini sejalan pula dengan homili Romo Lammarudut HPH Sihombing CICM dalam misa pelantikan pengurus cabang Wanita Katolik RI Santa Bernadet, 12 Mei 2022. “Kepakkan sayap selebar-lebarnya,” kata Romo Lamma, karena Wanita Katolik RI menjadi bagian dari tugas perutusan gereja di masyarakat. ***


KEGIATAN CABANG

PELAKSANAAN KONFERCAB WANITA KATOLIK RI SANTA BERNADET

Pada hari Sabtu, 12 Maret 2022, Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet menyelenggarakan Konferensi Cabang.

Konferensi Cabang merupakan musyawarah tertinggi di tingkat Cabang yang wajib dilaksanakan oleh Dewan Pengurus Cabang berkaitan dengan berakhirnya satu (1) masa bakti kepengurusan.

Acara ini diadakan melalui Zoom Meeting. Maklumlah, kasus positif Covid-19 kembali tinggi dengan varian Omicron, sehingga tidak memungkinkan diselenggarakan secara offline. 

Acara dimulai pukul 08.00, dimulai dengan laporan dari Ketua Panitia Pelaksana Konfercab, Theresia Flaviana Widyati.

Konferensi Cabang ini dihadiri oleh 82 utusan ranting dengan surat mandat, mewakili 634 anggota Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, 7 orang peninjau, di antaranya Sanny Matilda Tapilatu - Presidium Wanita Katolik RI DPD Jakarta, Hotna Sihaloho - Koordinator TPA Bernis Tangerang, Ana Handayani - Kabid Organisasi DPD Jakarta, para mantan Ketua Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, yakni Lucia Langelo, Jeanne Pasat, dan Fransiska Sri Rejeki. Hadir pula dalam Konfercab ini, Penasehat Rohani Romo Lammarudut HPH Sihombing CICM dan Koordinator Bidang Kategorial dan Teritorial I DPH CMA Lannywati.


Pada sambutannya, Ketua Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet 2018-2022 Stephanie Natalia mengatakan bahwa tantangan kepengurusan ini adalah terjadinya pandemi Covid-19 yang membatasi ruang gerak untuk melaksanakan program.

"Tapi kami tidak menyerah dengan keadaan, berbagai kreativitas kami temukan untuk menyesuaikan diri seiring merabaknya virus," tuturnya. Transformasi digital dilakukan untuk semua ranting dan cabang, semua kegiatan dilakukan secara online.

Ia mengakui bukan hal yang mudah untuk meyakinkan anggota. Ketua harus bisa memotivasi anggota, walau sering ditafsirkan sebagai paksaan.

"Di sini kami merasakan campur tangan Tuhan. Walaupun Tuhan tidak pernah menjanjikan langit selalu biru, tapi Dia selalu menyertai. Inilah yang jadi dasar pemilihan tema konfercab Memuliakan Tuhan, Meluhurkan Martabat Manusia," jelasnya.

Adapun dalam sambutannya Romo Lamma mengucapkan terimakasih atas kehadiran Wanita Katolik RI di Paroki Santa Bernadet, yang sudah memberi warna tersendiri bersama paroki melaksanakan tugas pastoralnya di gereja dan masyarakat.

"Ketika kita memuliakan Tuhan, tentu harus tampak dalam tindakan, bagaimana kita memperlakukan manusia itu sendiri," ujar Romo Lamma.

Sany Matilda Tapilatu, yang menyampaikan sambutan setelah Romo Lamma, mengatakan DPD Jakarta sangat mengapresiasi ibu-ibu di cabang Santa Bernadet yang tetap semangat mempersiapkan konfercab ini, meski diadakan online.  

"Semoga konfercab dapat menghasilkan  pemimpin terbaik pilihan anggota untuk bersama pengurus nanti membawa Cabang Bernadet jadi cabang yang memuliakan Tuhan," katanya. 

Konfercab digelar dalam lima sidang pleno dan satu sidang komisi. Sidang pleno I membahas tentang kuorum, tata tertib, dan acara Konfercab, dengan pimpinan sidang Stephanie Natalia. 

Sidang Pleno II dipimpin Ketua Rita Setiarini, Sekretaris Maria Caliopha Iva. Sidang ini membahas laporan pertanggungjawaban pengurus cabang Wanita Katolik RI Santa Bernadet 2018-2022. Laporan disampaikan jajaran pimpinan Wanita Katolik RI Cabang, berisi keadaan cabang dan kepengurusan. Saat ini Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, memiliki 25 ranting dari 17 wilayah, dari 21 wilayah Paroki. Ada pemekaran dua ranting, yakni Antonius I dan Fabiola 1,2,3,7 dengan total anggota 634 orang. Sempat mengalami perpindahan wilayah tahun 2018, dari wilayah II ke wilayah I, mengikuti perubahan paroki Ciledug dari Dekenat Tangerang II ke Dekenat Tangerang I.

Laporan disusun dari pendahuluan, uraian pelaksaan tugas dewan pengurus cabang, evaluasi, kesimpulan dan saran, serta penutup.

Dalam evaluasi, disampaikan beberapa poin. Faktor penunjang keberhasilan adalah kerjasama dan dukungan keluarga, sistem komunikasi dan jaringan internet untuk memperlancar, komitmen dari para pengurus dan anggota, dukungan donatur, dan sebagainya. Sedangkan faktor penghambat, antara lain kesulitan membagi waktu, kesulitan merekrut anggota berusia muda karena masih sibuk dengan karier dan anak yang masih kecil, keterbatasan kemmampuan dalam bidang IT, dan keterbatasan dana di masa pandemi.


Agenda selanjutnya, sidang komisi. Para peserta, peninjau, dan undangan bergabung dalam tim pemilihan (Erna Sulistyawati), tim verifikasi keuangan (Anastasia Maria Elianti), komisi peningkatan dan pengembangan kualitas organisasi (Agnes Widi Astuti), dan komisi rencana kerja (Agnes Eti Herisusanti).

Sidang Pleno III digelar dengan Ketua Rosinta Sijabat, Sekretaris Bernadeta Wahyu Indriyani. Ini  merupakan pleno laporan dari tim dan komisi. Antara lain tim verifikasi keuangan yang dilakukan 12 Maret 2022 menyampaikan bahwa cocok antara pengeluaran, pemasukan, dan saldo.

Berikutnya tim pemilihan membacakan syarat-syarat pemilihan, kriteria bakal calon ketua, dan sebagainya.  Pemilihan dilakukan secara online oleh utusan yang membawa surat mandat, dengan Google Form. Masing-masing utusan memilih 3 nama berbeda

Hasil pemungutan suara 

  1. Agnes Widi Astuti 68 suara
  2. Christina Gilar Buntari 37 suara
  3. Theresia Maya 55 suara
  4. Teresia Widiastuti 24 suara
  5. Hendrika Y. 22 suara
  6. Fransiska Minna 34 suara

Dengan hasil pemilihan tersebut, Konfercab memasuki sidang pleno V dengan Ketua FM Ajiarti, Sekretaris Laurensia Suprapti Rahayu, untuk membacakan Surat Keputusan Konfercab Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet.

Surat Keputusan ini menyangkut rencana kerja, pertanggungjawaban pengurus 2018-2022, pengembangan dan peningkatan kualitas organisasi, serta penetapan hasil perolehan suara dan penetapan pimpinan terpilih Wanita Katoik RI Dewan Pengurus Cabang Santa Bernadet Masa Bakti 2022-2025.

Rangkaian pemilihan pimpinan Wanita Katolik RI ini diakhiri dengan pelantikan para pimpinan oleh DPD Wanita Katolik RI Jakarta. Hal ini ditandai dengan pembacaan janji pimpinan terpilih, yakni Agnes Widi Astuti, Theresia Maya Estiningrum, dan Christina Gilar Buntari.

Adapun seluruh rangkaian acara Konfercab ditutup dengan berkat dari Penasehat Rohani Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, Romo Lammarudut Sihombing CICM.***

 

SUMBANGAN MINYAK JELANTAH UNTUK PEMBANGUNAN GEREJA

Kebanyakan orang membuang minyak jelantah atau minyak bekas pakai, ke saluran air. Padahal, cara ini bisa merusak ekosistem di sekitar kita. Selain itu, minyak jelantah laku dijual. Itulah awal niat kami untuk menambah kas ranting sekaligus melestarikan lingkungan hidup. 

Berdasarkan referensi dari ibu Linda, Ketua Cabang Wanita Katolik RI St. Albertus Bekasi, kami berkenalan dengan  Pak Budi. Beliau merupakan pengepul minyak jelantah bersertifikat  yang mengolah jelantah menjadi bio diesel. Biasanya, Pak Budi membeli jelantah dengan harga Rp 40.000-Rp 45.000 per jerigen 18 liter.

 

Beberapa ranting di Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet sudah melaksanakan program minyak jelantah secara mandiri ini. Tak lama, kami mendapat informasi dari ranting Theresia bahwa Pak Tonny dari Wilayah Maria Goreti sanggup membeli minyak jelantah dengan harga Rp 70.000 -  Rp 75.000 per jerigen 18 liter. Beberapa ranting lantas menjual minyak jelantah kepada Pak Tonny. Pengakuan dari Ranting Loyola bisa mendapatkan sampai Rp 300.000 dari kegiatan ini, yang sangat  membantu untuk menambah kas ranting.

Minyak jelantah juga menjadi perhatian PSE KAJ yang bekerjasama dengan OKB (Olah Kebaikan Bersama), sebagai pengepul minyak jelantah yang bersertifikat. PSE KAJ menjalin kerjasama dengan seluruh PSE Paroki se KAJ yang diwajibkan menggandeng Wanita Katolik RI sebagai penggerak. OKB memasang harga Rp 8.000 per kg. Hanya saja, karena tak ada tempat yang cukup memadai untuk menampung pengumpulan minyak jelantah di lingkungan gereja di Pinang maka PSE urung berpartisipasi.

Karena kepedulian Wanita Katolik RI Santa Bernadet terhadap lingkungan hidup, maka program ini diambil alih. Setelah mendapat ijin dari Romo Paroki , pengumpulan minyak jelantah boleh menggunakan lahan di samping Aula Tarakanita, hanya untuk serah terima ke OKB. Setelah disepakati bersama dengan seluruh ranting, uang hasil penjualan minyak jelantah disumbangkan untuk pembangunan Gereja Santa Bernadet.

Untuk mekanisme penjemputan dari ranting-ranting, Wanita Katolik RI bekerjasama dengan Seksi Dana Pembangunan Gereja.

Setelah dipertimbangkan, kalau hanya sebatas ranting hasil yang didapat kurang maksimal maka kami mengajak seluruh umat Paroki berpartisipasi. Untuk mengedukasi umat diselenggarakanlah  webinar "Minyak Jelantah Menjadi Berkat" dengan narasumber dr. Antonius TS Prabowo MARS Ketua Seksi Kesehatan Paroki.

Mekanisme kerja disusun untuk merespon animo umat. Pengumpulan bisa melalui Ketua Ranting masing masing, dibantu dengan e-flyer yang ditayangkan sebelum misa live streaming, dan e-flyer yang disebar ke seluruh  WA group yang ada di Paroki.

Dari pengumpulan perdana 28 Januari 2022 diperoleh  266,7kg dengan harga jual Rp 8.000/kg. Jadi, diperoleh Rp 2.133.600, yang seluruhnya disumbangkan untuk pembangunan gereja. Program ini direncanakan selama satu tahun sampai pembangunan gereja selesai.

Dari sampah yang tidak bermanfaat, yakni minyak jelantah, bila dikelola dengan baik dapat menghasilkan sesuatu yang berguna bagi pembangunan gereja. Semoga gerakan ini mendapat respon yang baik dari seluruh umat Paroki dan membangun kesadaran untuk selalu menjaga lingkungan agar ekosistem terjaga baik. (fani)


PELANTIKAN WANITA KATOLIK RI DEWAN PENGURUS CABANG SANTA BERNADET

Minggu, 8 Mei 2022, pengurus baru Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet 2022-2025 dilantik dalam misa yang dipimpin oleh Romo Lammarudut HPH Sihombing CICM. Sebanyak 30 orang pengurus dilantik pada misa yang berlangsung di Gereja Santa Bernadet, Pinang ini.

Misa dihadiri oleh para pengurus Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet 2022-2025, para mantan Ketua Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, utusan ranting di wilayah Ciledug, serta perwakilan dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) Jakarta, yakni Julianita Pandiangan, Anggota Presidium 2 Wanita Katolik RI DPD Jakarta, serta Hotna Sihaloho, Koordinator Tempat Penitipan Anak (TPA) Bermis, Tangerang.

"Sebanyak 15 orang merupakan orang-orang dari pengurus lama, dan yang 15, orang baru," ujar Agnes Widi Astuti, Ketua Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, Ciledug. Dalam masa kepengurusan Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet Ciledug hingga tahun 2025, Widi didampingi oleh Theresia Maya, sebagai Wakil Ketua I dan Christina Gilar, sebagai Wakil Ketua II.


Pada saat homili, Romo Lamma menyampaikan terimakasih yang mendalam atas kehadiran Wanita Katolik RI, khususnya Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet karena telah menjadi bagian dalam tugas perutusan gereja di masyarakat. Romo Lamma menekankan area Paroki Ciledug luas, karena melingkupi 7 kecamatan. Hanya saja, karya sosial gereja masih terbatas. 

"Karena tidak semua orang terpanggil untuk ikut serta. Nah, salah satu tujuan Wanita Katolik RI adalah ambil bagian dalam hal ini," jelas Romo Lamma. "Maka, untuk Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, kepakkan sayap selebar-lebarnya!" sambung Romo Lamma. 

Dalam sambutannya setelah misa selesai, Ibu Julianita mengucapkan terimakasih kepada para mantan ketua Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet yang sudah merawat organisasi masyarakat berusia 32 tahun ini di kawasan Ciledug. 

"Kami melihat bahwa pastor paroki di sini sangat mendukung keberadaan Wanita Katolik RI. Dengan komitmen yang kuat, Tuhan mengutus kita untuk melayani," ucapnya. 


Ia juga berpesan agar para pengurus Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet yang baru dikukuhkan senantiasa hadir dengan penuh kasih di tengah gereja dan masyarakat. "Terutama, hadir di tengah keluarga," ujar Julianita.

Stephanie Natalia Sutedjo, Ketua Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet masa bakti 2018-2021 berpesan agar ibu-ibu yang terpilih menjadi pengurus cabang pintar untuk mengelola waktu. Saat ini, pandemi Covid-19 masih berlangsung, sehingga tetap ada banyak pembatasan.

"Tapi kita tidak boleh kehabisan akal. Saya percaya, masing-masing orang punya kreativitas, tapi tidak semua mau mewujudkannya. Di organisasi memang harus mau repot," tutur Stephanie. Ia juga menyoroti masalah tanggungjawab yang harus diemban oleh para pengurus yang baru dikukuhkan.

"Semangatnya luarbiasa. Semoga tidak sebatas simbolis saja, tapi harus diwujudkan dengan kinerja," kata Stephanie yang berharap para pengurus benar-benar menyadari bahwa tanggungjawab itu sangat besar.***


PENGURUS WANITA KATOLIK RI CABANG SANTA BERNADET

Pengurus Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet masa kepengurusan 2022-2025 segera bekerja, setelah dilantik oleh Romo Lammarudut HPH Sihombing CICM pada 12 Mei 2022 lalu. Salah satunya, pada 14 Mei 2022, para pengurus melakukan rapat kerja melalui Zoom Meeting. Rapat kerja membahas banyak program yang sudah digariskan untuk sepanjang tahun 2022 ini.


Adapun struktur kepengurusan Wanita Katolik RI Dewan Pengurus Cabang Santa Bernadet, tidak berbeda dengan kepengurusan sebelumnya. Para pengurus baru ini adalah :


Ketua                   : Agnes Widi Astuti
Wakil Ketua I      : Theresia Maya
Wakil Ketua II    : Christina Gilar Buntari
Sekretaris I         : Teresia Widiastuti
Sekretaris II        : Sulistyani Widyastuti
Bendahara I        : Chatarina Yenny Christianita
Bendahara II      : Agnes Sri Wahyuni

Ketua Bidang Organisasi : Theresia Flaviana Widyati
Anggota :             1. Laurensia Rida Yulina Coren
                             2. Maria Immaculata Prapti Utami
                             3. Ursula Suprihatiningsih
                             4. Fransiska Ida Susantiningsih
 
Ketua Bidang Kesejahteraan : Fransiska Minna
Anggota :             1. Maria Magdalena Nawangsih (Liturgi)
                             2. Ermina Bekti Sulistyarini (GOTA)
                             3. Bonifacia Lanny Hidayat (PPUK)
                             4. M.A. Endang Widiyanto (Posyandu)
                             5. Rosinta Sijabat (Kesehatan)
                             6. Benedicta Sumartini (Lingkungan Hidup)
 
Ketua Bidang Pendidikan : FX. Aning Kristiyawati
Anggota :             1. Anastasia Maria Elianti Kirana
                             2. Theresia Astati Noverita
                             3. Dwi Ratnani
                             4. Anastasia Sih Subiakti
 
Ketua Bidang Humas: Hendrika Yunapritta
Anggota :             1.Carolina Lukita Mira Akirima
                             2. Anastasia Intan Kristiani
 
Ketua Bidang Usaha : Paulina M. Utama
Anggota :             1. Aloysia Ade Manalu
                             2. Elisabeth Heni Listiany
                             3. Theresia Diah Ayu
                             4. Chaterine MA Lannyawati
                             5. Justina Maria Wong   

Selamat bekerja bagi para pengurus baru Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet. Semoga amanah mengemban misi dan visi organisasi. ***


BAKTI SOSIAL MEI 2022 WANITA KATOLIK RI CABANG SANTA BERNADET

Bakti sosial merupakan salah satu wujud kepedulian bagi sesama. Hal ini pula yang mendasari bakti sosial Wanita Katolik Republik Indonesia, ke Yayasan Bhakti Luhur, Pamulang pada Rabu, 25 Mei 2022 lalu.


Para anggota Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet bisa ikut berpartisipasi, melalui pengumpulan dana yang dilakukan dari ranting-ranting. "Selama sekitar satu minggu pengumpulan, diperoleh dana Rp 5.250.000," jelas Fransiska Minna, Ketua Bidang Kesejahteraan Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet yang menjadi koordinator acara bakti sosial ini.

Minna berkoordinasi dengan Panti Asuhan Bhakti Luhur Cabang Jakarta, untuk mengetahui apa yang yang dibutuhkan oleh yayasan. "Kita menyalurkan dalam bentuk barang," sambung Minna. Bantuan yang diberikan, di antaranya, beras 100 kg, minyak goreng 3 dus, kecap 2 jerigen 5 liter, gula pasir 10 kilogram, peralatan mandi, dan sebagainya.


Karena situasi masih pandemi Covid-19, Bhakti Luhur memberlakukan pembatasan pengunjung. Mereka yang datang juga tidak dapat berinteraksi langsung dengan anak-anak panti. Alhasil, dari Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet dikirim 5 orang perwakilan pengurus dan ranting. Mereka yang berangkat menyerahkan bantuan adalah Fransiska Minna, B. Lanny Hidayat, Hendrika Y, dari perwakilan pengurus. Selain itu, ada Maria Calliopha Iva dan Susan, sebagai perwakilan ranting.

Menurut Rika, pengurus Panti Asuhan Bhakti Luhur, mereka mengampu 45 orang di 4 rumah sekitar Pamulang. "Usianya antara 8-57 tahun. Jadi, memang ada satu oma di sini," ujarnya.

Ada sejumlah 25 pengasuh yang mendampingi mereka. Tantangan utama mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus adalah harus sabar. "Biarpun kadang kami jengkel atau apa, tapi selalu ingat, bahwa harus sabar," kata Rika yang ikut mengasuh di Pamulang sejak tahun 2019 ini.


Salah satu suster di panti asuhan menyampaikan terimakasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet ini. "Selama pandemi, ya kondisi susah. Tapi semua kan tetap harus makan dan sehat. Jadi, kami sangat berterimakasih atas perhatian yang diberikan," kata suster tersebut.***





KEGIATAN RANTING

ZIARAH WANITA KATOLIK RI RANTING PETRUS I

Senin, 16 Mei 2022 Ranting Petrus 1 bersama beberapa Wanita Katolik RI Dewan Pengurus Cabang  Santa Bernadet berziarah ke Gua Kanada, Rangkasbitung. Peserta yang ikut sebanyak 24 orang, menggunakan tranportasi kereta api dari Stasiun Sudimara. Rombongan berangkat pukul 06.53 WIB dari Stasiun Sudimara dan tiba di Gua Kanada sekitar pukul 09.00 WIB.


Ziarah ini diawali dengan jalan salib versi singkat, mengingat kondisi karena banyak peserta yang sudah lanjut usia.  Acara dilanjutkan dengan doa pribadi di depan Gua Maria. Pukul 11.00, rombongan mengikuti misa kudus di kompleks Gua Maria.

Dalam kotbahnya, Romo menyampaikan Tuhan mengajarkan umat-Nya untuk saling mengasihi. Tujuannya agar orang mengerti bagaimana menerima berkat dari Tuhan dan dapat mensyukurinya pula. Sebagaimana kasihmu pada orang tersayang, kasih pada Tuhan harus lebih besar. Kita harus mengasihi sesama walaupun itu musuh kita.

Romo juga memperhatikan bahwa umat yang mengikuti misa didominasi dengan kaos warna biru dan merah. Menurut Romo, warna biru menganut Bunda Maria dan warma merah menganut Yesus. “Kaos warna warni entah menganut siapa,” canda Romo. Romo menyampaikan warna jadi lambang dalam hal sumbangan amplop yang kita berikan,  uang warna biru, merah, coklat bahkan abu-abu.

Setelah misa, rombongan acara bebas, foto-foto. Sebagian peserta berkumpul di bawah pohon beringin karena teriknya sinar matahari, sambil makan bekal. Sebagian peserta makan siang di Kantin.

Pukul 13.30 WIB rombongan menuju Stasiun Rangkasbitung dan tiba di rumah kembali pukul 15.30 WIB. Semoga kita semua selalu di beri kesehatan dan mempunyai semangat melayani yang tulus sesuai dengan kaos yang dipakai dengan tulisan “TULUS”. (Humas Ranting Petrus 1)

 

ARISAN TATAP MUKA WANITA KATOLIK RI RANTING YOHANES

Setelah dua tahun terkungkung dalam pandemi Covid19 dengan PPKM-nya, maka di awal tahun 2022 hasrat untuk berkumpul sesama ibu-ibu anggota WK Ranting Yohanes bernyala-nyala.

Selama pandemi, arisan diadakan melalui online dengan aplikasi Zoom. Pada bulan Maret, diusulkan kemungkinan untuk melakukan arisan secara tatap muka. Setelah didiskusikan oleh para pengurus dan dengan melihat kondisi, akhirnya disepakati arisan perdana tatap muka akan dilaksanakan pada bulan April 2022.


Tempat pelaksanaan arisan tatap muka pun diputuskan dan selanjutnya dilakukan pemungutan suara anggota arisan. Sebanyak 62,5% setuju diadakan arisan tatap muka.

Arisan dilaksanakan dengan lancar pada di Sabtu 9 April 2022, dengan tetap memakai masker. Selain itu, juga disiapkan sabun cair dan tissue di pintu masuk, pun duduk diatur berjarak.

Seperti biasa, arisan dimulai dengan ibadat sabda, ditutup dengan mengocok arisan lalu ramah tamah. Untuk mengurangi resiko karena membuka masker, maka konsumsi disediakan dalam bentuk nasi kotak untuk dinikmati di rumah.

Sebagai arisan perdana tatap muka, kegiatan berjalan dengan lancar dan meriah, dimulai jam 16.30 wib dan ditutup selepas magrib jam 18.30 wib. Semua yang hadir berharap agar pandemi segera berlalu dan arisan dapat dilaksanakan rutin setiap bulan secara tatap muka. (smi)

 

DOA ROSARIO WANITA KATOLIK RI RANTING FABIOLA 4&5

Pada hari Jumat, 6 Mei 2022, Wanita Katolik RI Ranting Fabiola 4&5 kembali mengadakan doa rosario melalui Zoom Meeting.

Selain dalam rangka bulan Maria, rosario secara online ini juga diujubkan untuk mendoakan Ibu Felicitas Ernawati, anggota ranting Fabiola 4&5 yang pada Jumat sore tersebut, dipanggil Tuhan karena sakit. Semasa sehat, Bu Erna aktif pula dalam tim dekorasi Gereja Santa Bernadet.


Doa rosario dimulai pukul 19.15, diikuti oleh 26 orang. Para peserta ini, tidak hanya anggota Wanita Katolik RI Ranting Fabiola 4&5 saja. Kebetulan para pimpinan Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, yakni Agnes Widi Astuti, Theresia Maya, dan Christina Gilar Buntari berkenan untuk bergabung. Selain itu, ada ibu-ibu dari Paroki Santa Bernadet, seperti Ibu Pran, yang juga bergabung dalam doa rosario.

Ibadat dipimpin oleh Hendrika Y. Adapun doa-doa rosario, secara bergantian didaraskan oleh Desy Kurniawati, Deslina Sutjiati, Dwi Priswanti, Evi Katharina, dan Ameria Giriyanti.

Dalam ibadat, beberapa Ibu juga menyampaikan kenangan manis tentang mendiang Ibu Ernawati, yang jiwa sosialnya sangat tinggi dan selalu bersedia membantu kegiatan, baik di ranting maupun sebagai utusan untuk acara di cabang. (ika)


Penyusun : Tim Humas Wanita Katolik RI Santa Bernadet
Penanggungjawab : Agnes Widi Astuti

Sunday, 9 January 2022

WEBINAR "MINYAK JELANTAH MENJADI BERKAH"

Webinar "Minyak Jelantah Menjadi Berkah", dengan narasumber dr. Antonius TS. Prabowo. MARS  diadakan pada hari minggu, 9 Januari 2021 mulai pukul 13.00 - 15.00 WIB via zoom, yang difasilitasi oleh Ibu Erna Kusuma dari Ranting Fabiola 1,2,3,dan 7, diikuti oleh 77 peserta Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet.

Webinar ini terselenggara berkat kerjasama Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet dengan Seksi Kesehatan Paroki Ciledug dan Seksi Dana Pembangunan Gedung Gereja.

Dalam rumah tangga pasti ada minyak jelantah, tahukah kita bahwa minyak jelantah berbahaya bagi lingkungan hidup kalau kita buang secara sembarangan dan juga bagi kesehatan? 

 


 

Siapa yang tidak kenal dengan gorengan, kita sebagai masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan makan masakan yang digoreng karena lebih kriuuuukkkk dan maknyus......

 

 

 

 

Tetapi jangan salah tidak selamanya minyak goreng itu jahat karena ada beberapa manfaat minyak goreng yang berguna bagi tubuh kita. Di dalam minyak goreng ada kandungan asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Asam lemak jenuh disebut juga lemak jahat karena sering menyebabkan kegemukan, kolestrol, hipertensi, stroke dan jantung koroner. Sedangkan asam lemak tak jenuh memiliki nilai gizi yang lebih baik karena mempunyai antioksidan di dalam tubuh kita.

Apa itu minyak jelantah? Minyak yang telah digunakan dua atau tiga kali penggorengan, minyak jelantah mempunyai pengaruh negatif bagi tubuh manusia contohnya bisa menimbulkan penimbunan lemak, tumbuhnya jamur dan jantung koroner. Jadi sebaiknya dalam pemakaian sehari-hari hindari menggunakan minyak jelantah berualng-ulang hanya boleh digunakan 2 sampai 3 kali pemakaian saja, tetapi jika baru satu kali digunakan sudah hitam sebaiknya disimpan (ditampung). 

Minyak jelantah dibalik efek negatif bagi tubuh kita kalau digunakan dengan tepat bisa menjadi hal yang bermanfaat contohnya untuk Bio Diesel. Dalam mengolah minyak jelantah menjadi Bio Diesel hanya Pabriklah yang bisa mengolahnya. Di akhir kata dr. Anton menyampaikan semoga pengumpulan minyak jelantah sebagai sumber dana pembangunan gereja segera terealisasikan.  Untuk 

Untuk mengetahui apa sih Minyak Jelantah Menjadi Berkah monggo buka link youtube di https://bit.ly/LiveStreaming-Webinar

(Humas)


 

Mengikuti Ekaristi Penutupan Selebrasi 100 Tahun Wanita Katolik RI

Pada Sabtu, 18 Januari 2025, beberapa anggota Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santa Bernadet, mengikuti peray...