WARTA CABE EDISI MEI 2022
Sebagai salah satu organisasi masyarakat (ormas) Katolik, Wanita
Katolik RI bisa lebih tegas mengambil bagian dalam hidup bernegara dan
bermasyarakat. Lebih jauh, ormas Katolik diharapkan bisa menyuarakan persoalan
umat dalam kehidupan bernegara. Hal ini terungkap dalam talkshow Ormas Katolik
: Masihkah Punya Daya Tarik yang
diadakan oleh Radio Katolikana secara online, akhir April 2022 lalu.
Salah satu pembicara, Benediktus Papa, Ketua Presidium PP PMKRI
mengatakan, “Ketika Gereja tidak boleh berpolitik, maka ormas Katoliklah yang
mengambil alih peran itu, untuk jadi corong, menyuarakan umat dalam kehidupan
bernegara.”
Ormas Katolik bisa menjadi pemimpin untuk isu-isu yang terjadi di
masyarakat pada umumnya. Kita, sebagai anggota Wanita Katolik RI, bisa menjadi
leader untuk isu gender. Adapun ormas Katolik lain, seperti Ikatan Sarjana
Katolik (ISKA) jadi leader urusan teknologi dan Pemuda Katolik serta PMKRI di
bidang kemahasiswaan.
Hal ini sejalan pula dengan homili Romo Lammarudut HPH Sihombing CICM
dalam misa pelantikan pengurus cabang Wanita Katolik RI Santa Bernadet, 12 Mei
2022. “Kepakkan sayap selebar-lebarnya,” kata Romo Lamma, karena Wanita Katolik RI menjadi bagian
dari tugas perutusan gereja di masyarakat. ***
KEGIATAN CABANG
PELAKSANAAN KONFERCAB WANITA KATOLIK RI SANTA BERNADET
Pada hari Sabtu, 12 Maret 2022, Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet
menyelenggarakan Konferensi Cabang.
Konferensi Cabang merupakan musyawarah tertinggi di tingkat Cabang yang
wajib dilaksanakan oleh Dewan Pengurus Cabang berkaitan dengan berakhirnya satu
(1) masa bakti kepengurusan.
Acara ini diadakan melalui Zoom Meeting. Maklumlah, kasus positif
Covid-19 kembali tinggi dengan varian Omicron, sehingga tidak memungkinkan
diselenggarakan secara offline.
Acara dimulai pukul 08.00, dimulai dengan
laporan dari Ketua Panitia Pelaksana Konfercab, Theresia Flaviana Widyati.
Konferensi Cabang ini dihadiri oleh 82 utusan ranting dengan surat
mandat, mewakili 634 anggota Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, 7 orang
peninjau, di antaranya Sanny Matilda Tapilatu - Presidium Wanita Katolik RI DPD
Jakarta, Hotna Sihaloho - Koordinator TPA Bernis Tangerang, Ana Handayani -
Kabid Organisasi DPD Jakarta, para mantan Ketua Wanita Katolik RI Cabang Santa
Bernadet, yakni Lucia Langelo, Jeanne Pasat, dan Fransiska Sri Rejeki. Hadir
pula dalam Konfercab ini, Penasehat Rohani Romo Lammarudut HPH Sihombing CICM
dan Koordinator Bidang Kategorial dan Teritorial I DPH CMA Lannywati.
Pada sambutannya, Ketua Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet 2018-2022
Stephanie Natalia mengatakan bahwa tantangan kepengurusan ini adalah terjadinya
pandemi Covid-19 yang membatasi ruang gerak untuk melaksanakan program.
"Tapi kami tidak menyerah dengan keadaan, berbagai kreativitas
kami temukan untuk menyesuaikan diri seiring merabaknya virus," tuturnya.
Transformasi digital dilakukan untuk semua ranting dan cabang, semua kegiatan
dilakukan secara online.
Ia mengakui bukan hal yang mudah untuk meyakinkan anggota. Ketua harus
bisa memotivasi anggota, walau sering ditafsirkan sebagai paksaan.
"Di sini kami merasakan campur tangan Tuhan. Walaupun Tuhan tidak
pernah menjanjikan langit selalu biru, tapi Dia selalu menyertai. Inilah yang
jadi dasar pemilihan tema konfercab Memuliakan Tuhan, Meluhurkan Martabat Manusia,"
jelasnya.
Adapun dalam sambutannya Romo Lamma mengucapkan terimakasih atas
kehadiran Wanita Katolik RI di Paroki Santa Bernadet, yang sudah memberi warna
tersendiri bersama paroki melaksanakan tugas pastoralnya di gereja dan
masyarakat.
"Ketika kita memuliakan Tuhan, tentu harus tampak dalam tindakan,
bagaimana kita memperlakukan manusia itu sendiri," ujar Romo Lamma.
Sany Matilda Tapilatu, yang menyampaikan sambutan setelah Romo Lamma,
mengatakan DPD Jakarta sangat mengapresiasi ibu-ibu di cabang Santa Bernadet
yang tetap semangat mempersiapkan konfercab ini, meski diadakan online.
"Semoga konfercab dapat menghasilkan pemimpin terbaik pilihan anggota untuk
bersama pengurus nanti membawa Cabang Bernadet jadi cabang yang memuliakan
Tuhan," katanya.
Konfercab digelar dalam lima sidang pleno dan satu sidang komisi.
Sidang pleno I membahas tentang kuorum, tata tertib, dan acara Konfercab,
dengan pimpinan sidang Stephanie Natalia.
Sidang Pleno II dipimpin Ketua Rita Setiarini, Sekretaris Maria
Caliopha Iva. Sidang ini membahas laporan pertanggungjawaban pengurus cabang Wanita
Katolik RI Santa Bernadet 2018-2022. Laporan disampaikan jajaran pimpinan Wanita
Katolik RI Cabang, berisi keadaan cabang dan kepengurusan. Saat ini Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, memiliki 25 ranting
dari 17 wilayah, dari 21 wilayah Paroki. Ada pemekaran dua ranting, yakni
Antonius I dan Fabiola 1,2,3,7 dengan total anggota 634 orang. Sempat mengalami
perpindahan wilayah tahun 2018, dari wilayah II ke wilayah I, mengikuti
perubahan paroki Ciledug dari Dekenat Tangerang II ke Dekenat Tangerang I.
Laporan disusun dari pendahuluan, uraian pelaksaan tugas dewan pengurus
cabang, evaluasi, kesimpulan dan saran, serta penutup.
Dalam evaluasi, disampaikan beberapa poin. Faktor penunjang
keberhasilan adalah kerjasama dan dukungan keluarga, sistem komunikasi dan
jaringan internet untuk memperlancar, komitmen dari para pengurus dan anggota,
dukungan donatur, dan sebagainya. Sedangkan faktor penghambat, antara lain
kesulitan membagi waktu, kesulitan merekrut anggota berusia muda karena masih
sibuk dengan karier dan anak yang masih kecil, keterbatasan kemmampuan dalam
bidang IT, dan keterbatasan dana di masa pandemi.
Agenda selanjutnya, sidang komisi. Para peserta, peninjau, dan undangan
bergabung dalam tim pemilihan (Erna Sulistyawati), tim verifikasi keuangan
(Anastasia Maria Elianti), komisi peningkatan dan pengembangan kualitas
organisasi (Agnes Widi Astuti), dan komisi rencana kerja (Agnes Eti
Herisusanti).
Sidang Pleno III digelar dengan Ketua Rosinta Sijabat, Sekretaris
Bernadeta Wahyu Indriyani. Ini merupakan
pleno laporan dari tim dan komisi. Antara lain tim verifikasi keuangan yang
dilakukan 12 Maret 2022 menyampaikan bahwa cocok antara pengeluaran, pemasukan,
dan saldo.
Berikutnya tim pemilihan membacakan syarat-syarat pemilihan, kriteria
bakal calon ketua, dan sebagainya.
Pemilihan dilakukan secara online oleh utusan yang membawa surat mandat,
dengan Google Form. Masing-masing utusan memilih 3 nama berbeda
Hasil pemungutan suara
- Agnes Widi Astuti 68 suara
- Christina Gilar Buntari 37 suara
- Theresia Maya 55 suara
- Teresia Widiastuti 24 suara
- Hendrika Y. 22 suara
- Fransiska Minna 34 suara
Dengan hasil pemilihan tersebut, Konfercab memasuki sidang pleno V
dengan Ketua FM Ajiarti, Sekretaris Laurensia Suprapti Rahayu, untuk membacakan
Surat Keputusan Konfercab Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet.
Surat Keputusan ini menyangkut rencana kerja, pertanggungjawaban
pengurus 2018-2022, pengembangan dan peningkatan kualitas organisasi, serta
penetapan hasil perolehan suara dan penetapan pimpinan terpilih Wanita Katoik
RI Dewan Pengurus Cabang Santa Bernadet Masa Bakti 2022-2025.
Rangkaian pemilihan pimpinan Wanita Katolik RI ini diakhiri dengan
pelantikan para pimpinan oleh DPD Wanita Katolik RI Jakarta. Hal ini ditandai dengan pembacaan
janji pimpinan terpilih, yakni Agnes Widi Astuti, Theresia Maya Estiningrum,
dan Christina Gilar Buntari.
Adapun seluruh rangkaian acara Konfercab ditutup dengan berkat dari
Penasehat Rohani Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, Romo Lammarudut
Sihombing CICM.***
SUMBANGAN MINYAK JELANTAH UNTUK PEMBANGUNAN GEREJA
Kebanyakan orang membuang minyak jelantah atau minyak bekas pakai, ke
saluran air. Padahal, cara ini bisa merusak ekosistem di sekitar kita. Selain
itu, minyak jelantah laku dijual. Itulah awal niat kami untuk menambah kas
ranting sekaligus melestarikan lingkungan hidup.
Berdasarkan referensi dari ibu Linda, Ketua Cabang Wanita Katolik RI
St. Albertus Bekasi, kami berkenalan dengan
Pak Budi. Beliau merupakan pengepul minyak jelantah bersertifikat yang mengolah jelantah menjadi bio diesel.
Biasanya, Pak Budi membeli jelantah dengan harga Rp 40.000-Rp 45.000 per
jerigen 18 liter.
Beberapa ranting di Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet sudah
melaksanakan program minyak jelantah secara mandiri ini. Tak lama, kami
mendapat informasi dari ranting Theresia bahwa Pak Tonny dari Wilayah Maria
Goreti sanggup membeli minyak jelantah dengan harga Rp 70.000 - Rp 75.000 per jerigen 18 liter. Beberapa
ranting lantas menjual minyak jelantah kepada Pak Tonny. Pengakuan dari Ranting
Loyola bisa mendapatkan sampai Rp 300.000 dari kegiatan ini, yang sangat membantu untuk menambah kas ranting.
Minyak jelantah juga menjadi perhatian PSE KAJ yang bekerjasama dengan
OKB (Olah Kebaikan Bersama), sebagai pengepul minyak jelantah yang
bersertifikat. PSE KAJ menjalin kerjasama dengan seluruh PSE Paroki se KAJ yang
diwajibkan menggandeng Wanita Katolik RI sebagai penggerak. OKB memasang harga
Rp 8.000 per kg. Hanya saja, karena tak ada tempat yang cukup memadai untuk
menampung pengumpulan minyak jelantah di lingkungan gereja di Pinang maka PSE
urung berpartisipasi.
Karena kepedulian Wanita Katolik RI Santa Bernadet terhadap lingkungan
hidup, maka program ini diambil alih. Setelah mendapat ijin dari Romo Paroki ,
pengumpulan minyak jelantah boleh menggunakan lahan di samping Aula Tarakanita,
hanya untuk serah terima ke OKB. Setelah disepakati bersama dengan seluruh
ranting, uang hasil penjualan minyak jelantah disumbangkan untuk pembangunan
Gereja Santa Bernadet.
Untuk mekanisme penjemputan dari ranting-ranting, Wanita Katolik RI
bekerjasama dengan Seksi Dana Pembangunan Gereja.
Setelah dipertimbangkan, kalau hanya sebatas ranting hasil yang didapat
kurang maksimal maka kami mengajak seluruh umat Paroki berpartisipasi. Untuk
mengedukasi umat diselenggarakanlah
webinar "Minyak Jelantah Menjadi Berkat" dengan narasumber dr.
Antonius TS Prabowo MARS Ketua Seksi Kesehatan Paroki.
Mekanisme kerja disusun untuk merespon animo umat. Pengumpulan bisa
melalui Ketua Ranting masing masing, dibantu dengan e-flyer yang ditayangkan
sebelum misa live streaming, dan e-flyer yang disebar ke seluruh WA group yang ada di Paroki.
Dari pengumpulan perdana 28 Januari 2022 diperoleh 266,7kg dengan harga jual Rp 8.000/kg. Jadi,
diperoleh Rp 2.133.600, yang seluruhnya disumbangkan untuk pembangunan gereja.
Program ini direncanakan selama satu tahun sampai pembangunan gereja selesai.
Dari sampah yang tidak bermanfaat, yakni minyak jelantah, bila dikelola
dengan baik dapat menghasilkan sesuatu yang berguna bagi pembangunan gereja.
Semoga gerakan ini mendapat respon yang baik dari seluruh umat Paroki dan
membangun kesadaran untuk selalu menjaga lingkungan agar ekosistem terjaga
baik. (fani)
PELANTIKAN WANITA KATOLIK RI DEWAN PENGURUS CABANG SANTA BERNADET
Minggu, 8 Mei 2022, pengurus baru Wanita Katolik RI Cabang Santa
Bernadet 2022-2025 dilantik dalam misa yang dipimpin oleh Romo Lammarudut HPH
Sihombing CICM. Sebanyak 30 orang pengurus dilantik pada misa yang berlangsung
di Gereja Santa Bernadet, Pinang ini.
Misa dihadiri oleh para pengurus Wanita Katolik RI Cabang Santa
Bernadet 2022-2025, para mantan Ketua Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet,
utusan ranting di wilayah Ciledug, serta perwakilan dari Dewan Pengurus Daerah
(DPD) Jakarta, yakni Julianita Pandiangan, Anggota Presidium 2 Wanita Katolik
RI DPD Jakarta, serta Hotna Sihaloho, Koordinator Tempat Penitipan Anak (TPA)
Bermis, Tangerang.
"Sebanyak 15 orang merupakan orang-orang dari pengurus lama, dan
yang 15, orang baru," ujar Agnes Widi Astuti, Ketua Wanita Katolik RI
Cabang Santa Bernadet, Ciledug. Dalam masa kepengurusan Wanita Katolik RI
Cabang Santa Bernadet Ciledug hingga tahun 2025, Widi didampingi oleh Theresia
Maya, sebagai Wakil Ketua I dan Christina Gilar, sebagai Wakil Ketua II.
Pada saat homili, Romo Lamma menyampaikan terimakasih yang mendalam
atas kehadiran Wanita Katolik RI, khususnya Wanita Katolik RI Cabang Santa
Bernadet karena telah menjadi bagian dalam tugas perutusan gereja di masyarakat. Romo
Lamma menekankan area Paroki Ciledug luas, karena melingkupi 7 kecamatan. Hanya
saja, karya sosial gereja masih terbatas.
"Karena tidak semua orang terpanggil untuk ikut serta. Nah, salah
satu tujuan Wanita Katolik RI adalah ambil bagian dalam hal ini," jelas
Romo Lamma. "Maka, untuk Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, kepakkan
sayap selebar-lebarnya!" sambung Romo Lamma.
Dalam sambutannya setelah misa selesai, Ibu Julianita mengucapkan
terimakasih kepada para mantan ketua Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet
yang sudah merawat organisasi masyarakat berusia 32 tahun ini di kawasan
Ciledug.
"Kami melihat bahwa pastor paroki di sini sangat mendukung
keberadaan Wanita Katolik RI. Dengan komitmen yang kuat, Tuhan mengutus kita
untuk melayani," ucapnya.
Ia juga berpesan agar para pengurus Wanita Katolik RI Cabang Santa
Bernadet yang baru dikukuhkan senantiasa hadir dengan penuh kasih di tengah
gereja dan masyarakat. "Terutama, hadir di tengah keluarga," ujar Julianita.
Stephanie Natalia Sutedjo, Ketua Wanita Katolik RI Cabang Santa
Bernadet masa bakti 2018-2021 berpesan agar ibu-ibu yang terpilih menjadi
pengurus cabang pintar untuk mengelola waktu. Saat ini, pandemi Covid-19 masih
berlangsung, sehingga tetap ada banyak pembatasan.
"Tapi kita tidak boleh kehabisan akal. Saya percaya, masing-masing
orang punya kreativitas, tapi tidak semua mau mewujudkannya. Di organisasi
memang harus mau repot," tutur Stephanie. Ia juga menyoroti masalah tanggungjawab yang harus diemban oleh para
pengurus yang baru dikukuhkan.
"Semangatnya luarbiasa. Semoga tidak sebatas simbolis saja, tapi
harus diwujudkan dengan kinerja," kata Stephanie yang berharap para
pengurus benar-benar menyadari bahwa tanggungjawab itu sangat besar.***
PENGURUS WANITA KATOLIK RI CABANG SANTA BERNADET
Pengurus Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet masa
kepengurusan 2022-2025 segera bekerja, setelah dilantik oleh Romo Lammarudut
HPH Sihombing CICM pada 12 Mei 2022 lalu. Salah satunya, pada 14 Mei 2022, para
pengurus melakukan rapat kerja melalui Zoom Meeting. Rapat kerja membahas
banyak program yang sudah digariskan untuk sepanjang tahun 2022 ini.
Adapun struktur kepengurusan Wanita Katolik RI Dewan Pengurus Cabang Santa Bernadet,
tidak berbeda dengan kepengurusan sebelumnya. Para pengurus baru ini adalah :
Ketua : Agnes
Widi Astuti
Wakil Ketua I : Theresia Maya
Wakil Ketua II : Christina
Gilar Buntari
Sekretaris I : Teresia
Widiastuti
Sekretaris II : Sulistyani
Widyastuti
Bendahara I : Chatarina
Yenny Christianita
Bendahara II : Agnes Sri
Wahyuni
Ketua Bidang Organisasi : Theresia Flaviana Widyati
Anggota : 1. Laurensia
Rida Yulina Coren
2.
Maria Immaculata Prapti Utami
3.
Ursula Suprihatiningsih
4.
Fransiska Ida Susantiningsih
Ketua Bidang Kesejahteraan : Fransiska Minna
Anggota : 1. Maria
Magdalena Nawangsih (Liturgi)
2.
Ermina Bekti Sulistyarini (GOTA)
3.
Bonifacia Lanny Hidayat (PPUK)
4.
M.A. Endang Widiyanto (Posyandu)
5.
Rosinta Sijabat (Kesehatan)
6.
Benedicta Sumartini (Lingkungan Hidup)
Ketua Bidang Pendidikan : FX. Aning Kristiyawati
Anggota : 1. Anastasia
Maria Elianti Kirana
2.
Theresia Astati Noverita
3.
Dwi Ratnani
4.
Anastasia Sih Subiakti
Ketua Bidang Humas: Hendrika Yunapritta
Anggota : 1.Carolina
Lukita Mira Akirima
2.
Anastasia Intan Kristiani
Ketua Bidang Usaha : Paulina M. Utama
Anggota : 1. Aloysia
Ade Manalu
2.
Elisabeth Heni Listiany
3.
Theresia Diah Ayu
4.
Chaterine MA Lannyawati
5.
Justina Maria Wong
Selamat bekerja bagi para pengurus baru Wanita Katolik RI Cabang Santa
Bernadet. Semoga amanah mengemban misi dan visi organisasi. ***
BAKTI SOSIAL MEI 2022 WANITA KATOLIK RI CABANG SANTA BERNADET
Bakti sosial merupakan salah satu wujud kepedulian bagi sesama. Hal ini
pula yang mendasari bakti sosial Wanita Katolik Republik Indonesia, ke Yayasan
Bhakti Luhur, Pamulang pada Rabu, 25 Mei 2022 lalu.
Para anggota Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet bisa ikut
berpartisipasi, melalui pengumpulan dana yang dilakukan dari ranting-ranting.
"Selama sekitar satu minggu pengumpulan, diperoleh dana Rp
5.250.000," jelas Fransiska Minna, Ketua Bidang Kesejahteraan Wanita
Katolik RI Cabang Santa Bernadet yang menjadi koordinator acara bakti sosial
ini.
Minna berkoordinasi dengan Panti Asuhan Bhakti Luhur Cabang Jakarta,
untuk mengetahui apa yang yang dibutuhkan oleh yayasan. "Kita menyalurkan
dalam bentuk barang," sambung Minna. Bantuan yang diberikan, di antaranya,
beras 100 kg, minyak goreng 3 dus, kecap 2 jerigen 5 liter, gula pasir 10
kilogram, peralatan mandi, dan sebagainya.
Karena situasi masih pandemi Covid-19, Bhakti Luhur memberlakukan
pembatasan pengunjung. Mereka yang datang juga tidak dapat berinteraksi
langsung dengan anak-anak panti. Alhasil, dari Wanita Katolik RI Cabang Santa
Bernadet dikirim 5 orang perwakilan pengurus dan ranting. Mereka yang berangkat
menyerahkan bantuan adalah Fransiska Minna, B. Lanny Hidayat, Hendrika Y, dari
perwakilan pengurus. Selain itu, ada Maria Calliopha Iva dan Susan, sebagai
perwakilan ranting.
Menurut Rika, pengurus Panti Asuhan Bhakti Luhur, mereka mengampu 45
orang di 4 rumah sekitar Pamulang. "Usianya antara 8-57 tahun. Jadi,
memang ada satu oma di sini," ujarnya.
Ada sejumlah 25 pengasuh yang mendampingi mereka. Tantangan utama
mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus adalah harus sabar. "Biarpun
kadang kami jengkel atau apa, tapi selalu ingat, bahwa harus sabar," kata
Rika yang ikut mengasuh di Pamulang sejak tahun 2019 ini.
Salah satu suster di panti asuhan menyampaikan terimakasih atas
perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Wanita Katolik RI Cabang Santa
Bernadet ini. "Selama pandemi, ya kondisi susah. Tapi semua kan tetap
harus makan dan sehat. Jadi, kami sangat berterimakasih atas perhatian yang diberikan,"
kata suster tersebut.***
KEGIATAN RANTING
ZIARAH WANITA KATOLIK RI RANTING PETRUS I
Senin, 16 Mei 2022 Ranting Petrus 1 bersama beberapa Wanita Katolik RI
Dewan Pengurus Cabang Santa Bernadet
berziarah ke Gua Kanada, Rangkasbitung. Peserta yang ikut sebanyak 24 orang,
menggunakan tranportasi kereta api dari Stasiun Sudimara. Rombongan berangkat
pukul 06.53 WIB dari Stasiun Sudimara dan tiba di Gua Kanada sekitar pukul
09.00 WIB.
Ziarah ini diawali dengan jalan salib versi singkat, mengingat kondisi
karena banyak peserta yang sudah lanjut usia. Acara dilanjutkan dengan doa pribadi di depan
Gua Maria. Pukul 11.00, rombongan mengikuti misa kudus di kompleks Gua Maria.
Dalam kotbahnya, Romo menyampaikan Tuhan mengajarkan umat-Nya untuk
saling mengasihi. Tujuannya agar orang mengerti bagaimana menerima berkat dari
Tuhan dan dapat mensyukurinya pula. Sebagaimana kasihmu pada orang tersayang,
kasih pada Tuhan harus lebih besar. Kita harus mengasihi sesama walaupun itu
musuh kita.
Romo juga memperhatikan bahwa umat yang mengikuti misa didominasi dengan
kaos warna biru dan merah. Menurut Romo, warna biru menganut Bunda Maria dan
warma merah menganut Yesus. “Kaos warna warni entah menganut siapa,” canda Romo.
Romo menyampaikan warna jadi lambang dalam hal sumbangan amplop yang kita
berikan, uang warna biru, merah, coklat
bahkan abu-abu.
Setelah misa, rombongan acara bebas, foto-foto. Sebagian peserta berkumpul
di bawah pohon beringin karena teriknya sinar matahari, sambil makan bekal. Sebagian
peserta makan siang di Kantin.
Pukul 13.30 WIB rombongan menuju Stasiun Rangkasbitung dan tiba di
rumah kembali pukul 15.30 WIB. Semoga kita semua selalu di beri kesehatan dan
mempunyai semangat melayani yang tulus sesuai dengan kaos yang dipakai dengan
tulisan “TULUS”. (Humas Ranting Petrus 1)
ARISAN TATAP MUKA WANITA KATOLIK RI RANTING YOHANES
Setelah dua tahun terkungkung dalam pandemi Covid19 dengan PPKM-nya,
maka di awal tahun 2022 hasrat untuk berkumpul sesama ibu-ibu anggota WK
Ranting Yohanes bernyala-nyala.
Selama pandemi, arisan diadakan melalui online dengan aplikasi Zoom.
Pada bulan Maret, diusulkan kemungkinan untuk melakukan arisan secara tatap
muka. Setelah didiskusikan oleh para pengurus dan dengan melihat kondisi,
akhirnya disepakati arisan perdana tatap muka akan dilaksanakan pada bulan
April 2022.
Tempat pelaksanaan arisan tatap muka pun diputuskan dan selanjutnya
dilakukan pemungutan suara anggota arisan. Sebanyak 62,5% setuju diadakan arisan
tatap muka.
Arisan dilaksanakan dengan lancar pada di Sabtu 9 April 2022, dengan
tetap memakai masker. Selain itu, juga disiapkan sabun cair dan tissue di pintu
masuk, pun duduk diatur berjarak.
Seperti biasa, arisan dimulai dengan ibadat sabda, ditutup dengan
mengocok arisan lalu ramah tamah. Untuk mengurangi resiko karena membuka
masker, maka konsumsi disediakan dalam bentuk nasi kotak untuk dinikmati di
rumah.
Sebagai arisan perdana tatap muka, kegiatan berjalan dengan lancar dan
meriah, dimulai jam 16.30 wib dan ditutup selepas magrib jam 18.30 wib. Semua
yang hadir berharap agar pandemi segera berlalu dan arisan dapat dilaksanakan
rutin setiap bulan secara tatap muka. (smi)
DOA ROSARIO WANITA KATOLIK RI RANTING FABIOLA 4&5
Pada hari Jumat, 6 Mei 2022, Wanita Katolik RI Ranting Fabiola 4&5 kembali
mengadakan doa rosario melalui Zoom Meeting.
Selain dalam rangka bulan Maria, rosario secara online ini juga
diujubkan untuk mendoakan Ibu Felicitas Ernawati, anggota ranting Fabiola
4&5 yang pada Jumat sore tersebut, dipanggil Tuhan karena sakit. Semasa
sehat, Bu Erna aktif pula dalam tim dekorasi Gereja Santa Bernadet.
Doa rosario dimulai pukul 19.15, diikuti oleh 26 orang. Para peserta
ini, tidak hanya anggota Wanita Katolik RI Ranting Fabiola 4&5 saja.
Kebetulan para pimpinan Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, yakni Agnes Widi
Astuti, Theresia Maya, dan Christina Gilar Buntari berkenan untuk bergabung.
Selain itu, ada ibu-ibu dari Paroki Santa Bernadet, seperti Ibu Pran, yang juga
bergabung dalam doa rosario.
Ibadat dipimpin oleh Hendrika Y. Adapun doa-doa rosario, secara
bergantian didaraskan oleh Desy Kurniawati, Deslina Sutjiati, Dwi Priswanti,
Evi Katharina, dan Ameria Giriyanti.
Dalam ibadat, beberapa Ibu juga menyampaikan kenangan manis tentang
mendiang Ibu Ernawati, yang jiwa sosialnya sangat tinggi dan selalu bersedia
membantu kegiatan, baik di ranting maupun sebagai utusan untuk acara di cabang.
(ika)
Penyusun : Tim Humas Wanita Katolik RI Santa Bernadet
Penanggungjawab : Agnes Widi Astuti