Sunday, 30 June 2024

Menjalankan Tugas dan Tanggung Jawab Dalam Organisasi dengan Iman Katolik

 Wanita Katolik Republik Indonesia mengalami dinamika sendiri, termasuk dalam tingkatan dasar yang menggerakkan keseluruhan organisasi ini, yakni ranting. Lingkup Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet diperkuat oleh 24 ranting, yang pasti mengalami pasang surut dalam berkarya.

Untuk itulah, secara periodik, Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI mengadakan seminar Peningkatan Kualitas Organisasi (PKO). Melalui seminar ini, para pengurus dan calon pengurus ranting diharapkan mendapat penyegaran dalam menjalankan organisasi.

Tahun ini, PKO diselenggarakan di Aula Besar Gereja Santa Bernadet, pada hari Minggu, 2 Juni 2024 dengan tema Menjalankan Tugas dan Tanggung Jawab Dalam Organisasi dengan Iman Katolik.

Acara dihadiri oleh perwakilan pengurus ranting, dan disemarakkan dengan beberapa pembicara, yakni Aloysia Ardianthy (Anggota Presidium 1 Dewan Pengurus Daerah Wanita Katolik RI Jakarta), A. Dwi Ana Nurhandayani (Bidang Organisasi Dewan Pengurus Daerah Wanita Katolik RI Jakarta), serta Penasehat Rohani Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, Romo Lammarudut Sihombing, CICM.

Pada sesi pertama, Aloysia mengingatkan kembali tentang spiritualitas Wanita Katolik RI dengan kilas balik berdirinya sejarah organisasi ini. Organisasi Wanita Katolik RI bermula dari keprihatinan sejumlah ibu Katolik pada diskriminasi upah buruh pabrik rokok di Jogja.

”Spirit awal dari para ibu ini adalah kepedulian dan keberpihakan pada yang lemah, yakni buruh perempuan,” jelas Wiwie, panggilan dari Aloysia.

Spirit tersebut tetap lestari dalam konteks jaman apapun, termasuk masa kini. Hal itu diwujudkan dalam visi dan misi organisasi, dan dilaksanakan dalam keseharian para anggotanya.

”Wanita Katolik RI berkewajiban untuk ambil bagian dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa melalui kiprahnya dalam medan pelayanan,” ujar Wiwie di tengah sesi I. Pelayanan tersebut mengacu pada Ajaran Sosial Gereja (ASG) untuk menegakkan harkat serta martabat manusia.

Pembicara kedua, yakni Ana, mengingatkan kembali tugas dan kewajian masing-masing pengurus, dari Ketua sampai anggota bidang. Ana berharap, masing-masing pengurus memahami fungsi mereka, sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) organisasi.

Soalnya, ”Berhasil tidaknya pelaksanaan tugas, ditentukan oleh pemahaman pada fungsi dan tugas masing-masing dalam menjalankan organisasi,” jelasnya.

Adapun sesi kedua, menghadirkan Romo Lamma sebagai pembicara. Romo mengangkat topik Sinergi yang Berkualitas dalam perjumpaan dengan jajaran Wanita Katolik RI kali ini.

Sinergi, menurut Romo, adalah panggilan untuk menjadi satu. Pemahaman ini juga bukan hal asing, karena dalam kacamata Gereja Katolik, kita semua berziarah dalam panggilan untuk menjadi satu. ”Semua orang bisa berbeda-beda, tapi tujuan kita sama,” jelas Romo.

Nah, sinergi adalah satu nilai yang harus menjadi pedoman bagi pelayanan umat di Gereja Santa Bernadet. Sinergi adalah semangat bergerak bersama agar dampak yang baik dari Gereja Katolik lebih bergaung dalam terdengar di masyarakat.

Sinergi diperlukan untuk menjaga kualitas pelayanan kita di masyarakat. Tantangan menjaga kualitas ini adalah seiring waktu, menurut Romo, sangat mungkin terjadi penurunan karena terdistorsi kelemahan kita sebagai manusia. ”Akhirnya hilang makna pelayanan, maka perlu penyegaran dan perjumpaan seperti ini,” kata Romo Lamma.

Romo juga mengingatkan, syarat agar sinergi berjalan baik adalah saling percaya, ada komunikasi, memahami tujuan yang sama, perlu keterlibatan semua anggota, dan selalu menghargai perbedaan.




Saturday, 1 June 2024

Workshop Berkain Wanita Katolik RI, Anti Ribet Bergaya Kasual

 Berkain untuk aktivitas sehari-hari, semakin familiar bagi perempuan Indonesia. Jika sebelumnya, berbusana dengan kain identik dengan moment istimewa, ribet, dan tidak praktis, maka kini, sudah biasa kita melihat perempuan berkain bebas bergerak, mengenakan sneakers dan nyaman menjalankan aktivitas.

Mengenakan kain untuk aktivitas harian juga punya makna lebih, yakni melestarikan budaya lokal, memberi ruang bagi pelaku usaha kecil dan menengah karena kebanyakan kain, kebaya, dan perlengkapannya adalah produk UMKM, sekaligus juga membuat perempuan tetap merasa cantik serta nyaman.

Dengan latar belakang tersebut, Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet Pinang, menyelenggarakan Workshop Berkain. Menurut Ketua Bidang Pendidikan DPC Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, FX. Aning Kristiyawati, workshop ini diselenggarakan bagi anggota Wanita Katolik RI serta masyarakat umum dengan tujuan agar mereka lebih percaya diri dalam berkain, sekaligus menghemat biaya untuk dandan, karena tidak perlu ke salon demi mengenakan kain dan kebaya. ”Ternyata berpenampilan menarik itu tidak harus ke salon,” ujarnya.


Workshop Berkain bersama pegiat fashion Andrea Asri ini, mengambil tema Belajar Memakai Kain Gaya Casual Sehari-Hari. Peserta yang berminat diminta kontribusi Rp 10.000 dengan membawa perlengkapan sendiri, seperti kain atau sarung, tali, obi jika punya, kebaya atau outer.

Perempuan di wilayah Paroki Pinang ternyata cukup antusias mengikuti workshop ini. Dalam waktu singkat, setelah pendaftaran dibuka, ada 70 peserta yang terdaftar. Workshop Berkain diadakan pada Kamis, 23 Mei 2024, pukul 09.30 hingga 12.00 di Ruang Gilbert, Gereja Santa Bernadet Pinang.

Asri, fasilitator untuk acara ini, mengaku senang berbagi ilmu seluk beluk mengenakan kain. ”Ibu-ibu yang ikut, tampak antusias,” ujarnya. Sayang, Asri bilang, ruang untuk workshop tidak dilengkapi panggung, sehingga ia kesulitan untuk berbagi secara optimal.

Sembari berbagi cara memakai kain, Asri juga menyampaikan tip-tip. Misalnya saja, untuk wanita yang badannya cenderung besar, sebaiknya jangan menggunakan kain berbahan katun. ”Pakai kain yang bahannya ’jatuh’, seperti paris, sifon,” katanya.

Asri juga menyarankan agar pengguna kain bebas berkreasi, tidak harus memadukan kain dan kebaya, tapi bisa juga dengan outer.  



Mengikuti Ekaristi Penutupan Selebrasi 100 Tahun Wanita Katolik RI

Pada Sabtu, 18 Januari 2025, beberapa anggota Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santa Bernadet, mengikuti peray...