Panti Wredha Marfati Tangerang dipilih untuk lokasi MSN, menurut Minna, karena warga senior juga mesti merasakan sukacita Natal. ”Kami juga berharap bisa membawa suasana yang hangat bagi beliau-beliau, meski hanya sebentar,” sambungnya.
Pelaksanaan MSN
2023 ini disambut dan didukung oleh ranting-ranting yang ada di wilayah Wanita
Katolik RI Cabang Santa Bernadet. Sebanyak 14 ranting turut ambil bagian dalam
MSN, dengan memberikan bermacam donasi, seperti uang dan barang-barang.
Makan Siang
Nusantara (MSN) Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet diselenggarakan pada
Rabu, 20 Desember 2023, diwakili oleh sembilan orang. Rombongan MSN ini membawa
kipas angin meja, pembersih lantai, diapers, underpad, setrika listrik, goodie
bag, makanan, dan berbagai macam barang kebutuhan yang biasa digunakan di
panti.
Diawali dengan
doa bersama, acara berlangsung meriah. Para warga senior dengan semangat ikut
menyanyi beragam lagu, dari lagu natal hingga lagu nostalgia, seperti lagu-lagu
Koes Plus dan Panbers. Beberapa warga senior juga menyumbangkan suara mereka
dengan iringan karaoke.
”Puji Tuhan, semua acara bisa berlangsung dengan lancar, berkat kerjasama teman-teman dan sambutan oma opa yang beragam,” tutur Minna. Ia memperhatikan, banyak respon dari para warga senior. Ada yang tampak gembira, ada yang diam-diam saja tapi mengucapkan terimakasih karena sudah ditengok.
”Semoga
tahun-tahun yang akan datang, kita bisa terus berbagi sukacita,” ujarnya.
Saat ini, Panti
Wreda Marfanti, dihuni oleh 70 oma dan opa. ”Usia beliau-beliau mulai dari 60
tahun, yang tertua usia 90 tahun,” jelas Ronny Marentek, petugas administrasi
kantor panti. Sekitar 90% penghuni panti, dibawa oleh keluarga mereka ke sana.
Sedang sisanya, berada di panti karena kebijakan suster-suster FCJM yang
mengelola panti.
Kegiatan di Panti
Wredha Marfati ini juga cukup padat, menurut Ronny, dimulai dengan makan snack
pada jam 5 pagi, lantas ada senam, kegiatan pribadi, dan doa bersama. ”Makan
sore jam 18, lantas istirahat,” jelasnya. Masing-masing warga senior menempati
satu kamar di panti ini. Adapula pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan
seminggu dua kali oleh dokter, kendati ada perawat yang selalu standby di
panti. Selain itu, ada misa yang diadakan satu bulan sekali.
Tidak semua warga
senior yang tinggal di panti ini, sehat secara fisik. Beberapa warga senior
tampak menggunakan kursi roda untuk ikut
berkegiatan di aula. Menurut Ronny, memang ada oma opa yang stroke. ”Di sini
ada 20 pengasuh untuk oma opa,” kata Ronny yang menjelaskan kalau panti wredha
tersebut total dibantu oleh 46 karyawan. ***
.jpeg)


