Salam
Sejahtera untuk Kita Semua
Tahun 2021
Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) mencanangkan
sebagai Tahun Refleksi dengan semboyan “Semakin Mengasihi, Semakin Terlibat dan Semakin Menjadi Berkat”. Sebagai
Wanika Katolik RI diajak untuk melihat kembali dan mencermati apa yang sudah dilakukan terhadap kehidupan maupun sebagai
makhluk ciptaan Tuhan. Rasa khawatir, ketakutan bahkan penderitaan yang kita
alami, tetap
harus tampil konsisten dengan panggilan ilahi masing-masing yakni mengasihi,
terlibat dan menjadi berkat bagi sesama. Melalui refleksi, Wanita Katolik RI
diajak kembali menemukan jati diri
supaya bisa mengimani pokok-pokok dasar iman, sehingga semakin memiliki jiwa penghayatan yang
lebih mendalam dan bisa melayani dengan tulus hati. (Red)
DEWAN PIMPINAN DAERAH JAKARTA
Penjualan Kalender DPD
Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet
berpartisipasi dalam pembelian kalender DPD. Dewan Pimpinan Cabang St. Bernadet
diwajibkan untuk membeli kalender tersebut, Cabang memberi kesempatan kepada
ranting yang ingin menambah uang kasnya untuk menjualkan kalender DPD dengan
harga dari cabang 30K Ranting bisa menjual dengan 35K yang 5K bisa masuk kas
Ranting. Pembelian kalender ini sifatnya tidak wajib bagi yang mau saja.
SOSIALISASI
APP DAN TAHUN REFLEKSI 2021
Sabtu, 6 Februari 2021 Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet yang diwakili oleh Ibu Fanny, Ibu Elianti dan Ibu Maya, mengikuti Sosialisasi APP dan Tahun Refleksi 2021 yang diadakan oleh DPD Jakarta dengan tema “ Semakin Mengasihi, Semakin Terlibat dan Semakin Menjadi Berkat”. Webinar ini dibawakan oleh Romo P.CH. Kristiono, SJ melalui zoom, Sebagai kata pengantar Romo menyampaikan kata semakin adalah sebuah upaya untuk bergerak lebih maju dan mewujud.
Sebagai Inspirasi dari Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo
pada tanggal 10 Januari 2021 apa yang akan kita capai dalam Tahun Refleksi ini?
Kembali kepada jati diri kita sebagai murid Kristus yang tumbuh dan berkembang
sebagai pribadi yang mempunyai integritas (identitas dan aktifitas yang
selaras, dipercaya dan diandalkan). Ada 3 hal penting Jati Diri atau Identitas
: Jati diri sebagai manusia, sebuah identitas hakiki hidup manusia karena
manusia diciptakan untuk memuji, mengabdi dan menghormati Allah. Jati diri
sebagai Gereja, Gereja sebagai terang yang ingin menerangi semua orang dengan
cahaya Kristus, yang bersinar pada wajah Gereja, dengan mewartakan Injil kepada
semua makhluk. Ekaristi sebagai sumber dan puncak iman. Wajah Gereja, dengan semangat
gembala baik dan murah hati, umat KAJ semakin mengasihi Gereja, semakin
terlibat dalam hidup menggereja dan bermasyarakat, semakin menjadi berkat bagi
sesama dan seluruh ciptaan.
Romo Kris juga memaparkan Bahan APP 2021 dengan tema
“Refleksi Persaudaraan Kita” Minggu ke-1 : Persaudaraan Dalam Keluarga, Minggu
2 : Persaudaraan Dalam Masyarakat, Minggu ke-3 : Persaudaraan Dalam Dunia
Ciptaan dan Minggu ke-4 : Persaudaraan dalam Dunia Digital. Gerakan tobat
kongkret yaitu Celengan Yesus Tunawisma diteruskan, Gerakan Sosial, Gerakan
menanggapi dan advokasi, Gerakan bersama, sederhana, continue.
Setelah Sesi pertama selesai dilanjutkan Sesi kedua
yang dibawakan oleh dr. Ria tentang Peran Perempuan di Lorong Pandemi. Wanita
Katolik pasti sudah melakukan banyak kegiatan walaupun ada di lorong Pandemi. Dalam
masa Pandemi ini kita juga harus tahu cara jitu untuk menekan penyebaran Virus
Covid-19.
Penerapan 5 M dapat
dilakukan dengan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir,
menjaga jarak, menjahui kerumunan dan mengurangi mobilitas. Selain perilaku
disiplin 5 M ada 3 T upaya untuk semakin
menekan penyebaran virus Covid-19 yaitu Testing, Tracing dan Treatment. Aksi 3T
ini hendaknya dilakukan oleh otoritas terkait untuk melakukan pengujian,
pelacakan, kemudian tindakan pengobatan atau perawatan kepada orang yang
terpapar virus tersebut.
Sesi ketiga dibawakan oleh Bpk. Supomo bahwa
penggalangan dana APP tetap ada. Wanita Katolik RI Cabang yang membutuhkan
bantuan dana pelengkap APP dipersilakan untuk menghubungi atau berkontak
langsung dengan Tim DSS untuk mendapatkan penjelasan. Cara mewartakan Injil
dimasa pandemi ini kita bisa melakukan dengan menjalankan 5M. (Red).
WEBINAR ETIKA
BERORGANISASI DPD JAKARTA
|
|
|
|
Romo Heribertus Dwi
Kristanto dalam Webinar Etika Berorganisasi, Sabtu 20 Februari 2021
pukul 10.00 – 12.00 melalui zoom dan
dihadiri oleh 353 pserta. Organisasi merupakan kumpulan manusia-manusia yang
meski memiliki latar belakang berbeda secara sukarela bergabung karena memiliki
kepedulian, keprihatinan, tujuan yang serupa. Menjadi anggota Wanita Katolik RI
itu karena panggilan. Tujuannya kegiatan-kegiatan yang terorganisir secara
sinergis diarahkan pada tujuan bersama sebagaimana dirumuskan pada visi-misi
dalam AD/ART. Organisasi bukan kendaraan untuk mewujudkan ambisi pribadi. Organisasi
bukan partai politik. Organisasi itu membentuk sebuah sistem kerja yang dipilah
ke dalam bidang/unit kerja. Ada kesalingbergantungan, dan karena itu perlu
bekerja dengan sistem jejaring agar lebih efektif.
Etika bicara tentang nilai-nilai dan prinsip-prinsip
yang menentukan baik-buruknya perilaku manusia dalam berorganisasi. Ada 4
komponen tindakan etis yaitu kepekaan moral, membayangkan dampak yang akan
ditimbulkan dari suatu keputusan yang akan diambil bagi semua pihak yang
terlibat dan berlatih mendengarkan orang lain dan memahami perspektif mereka.
Kemampuan membuat pertimbangan dan keputusan moral, mampu membuat pertimbangan
yang sehat dan keputusan yang bijak. Motivasi moral, ada perasaan positif
mendorong orang untuk dapat mewujudkan
apa yang diketahuinya sebagai baik, dan negative bisa menghambat orang untuk
mewujudkan apa yang diketahuinya sebagai baik, rasa simpati membuat orang
bersifat pro-sosial, rasa bersalah dan tanggung jawab membuat oaring mudah
minta maaf, sedangkan rasa marah dan frustasi membuat orang agresif. Dan karakter
moral, sifat atau tabiat yang mengakar dan mengarahkan orang untuk peka dan
bertindak baik secara konsisten.
Etika Berkomunikasi sangat vital dalam organisasi, karena
kegiatan-kegiatan yang dilakukan merupakan buah dari suatu team-work. Kita
harus membangun relasi dengan cara memberi perhatian, mendengarkan secara
efektif dan konfirmasi (mengakui dan menghormati kehadiran dan nilai dari yang
lain) serta dialog yang tulus akan melahirkan rasa saling percaya. Dalam Berkomunikasi
ada beberapa hal yang perlu dihindari yaitu mengabaikan/ tidak menghiraukan
pesan orang lain, memotong pembicaraan orang lain, merespon tetapi tidak
nyambung, mendengar pesan lawan bicara tetapi kemudian segera mengalihkan
pembicaraan ke topik yg kita sendiri tidak mau.
RAPAT KOORDINASI CABANG WANITA KATOLIK RI WILAYAH TANGERANG SATU
RKCW Tangerang Satu diselenggarakan pada 14 Nov 2020. Rapat Koordinasi yang dilakukan tiap 4 bulan sekali dengan seluruh Cabang yang tergabung dalam Wilayah Tangerang Satu. Biasanya dilaksanakan di cabang-cabang secara bergantian tapi selama pandemi dilakukan secara on line menggunakan fasilitas Microsoft Teams. Di rapat tersebut cabang-cabang melaporkan seluruh kegiatan yang dilakukan selama 4 bulan sekaligus sebagai ajang silahturahmi dan tukar informasi yang dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi dalam menentukan program kedepan.
KEGIATAN CABANG
MAKAN SIANG NUSANTARA
Makan Siang Nusantara (MSN) kali ini berbeda dengan 2 tahun yang lalu, dimana kita masih bisa berkumpul dan bertatap muka. Sesuai himbauan dari panitia MSN Pusat bahwa MSN tahun ini tetap diadakan mengingat justru saat-saat seperti ini mereka lebih membutuhkan sekaligus menanggapi himbauan berbela rasa di masa adven untuk menghadirkan kegembiraan/kebahagiaan menyambut kelahiran Sang Bayi Kudus kepada mereka yang membutuhkan, tentunya di masa pandemi ini teknis pelaksanaannya disesuaikan dengan prokes yang ada. Di masa sulit ini panitia pusat tidak bisa mensubsidi dananya maka pendanaan dilakukan secara mandiri (sumbangan dari seluruh DPC). Pada pelaksanaan kita menggunakan Dress code warna merah atau hijau polos bebas tanpa identitas apapun baik Wanita Katolik RI maupun komunitas-komunitas lain. Memakai masker, face shield & membawa hand sanitizer masing-masing dan yang tidak kalah penting pastikan bahwa kita dalam kondisi fit. Kita mendapat bantuan dari Wings group sebagai pelengkap.
Bentuk MSN kita kali ini adalah semacam baksos dengan hanya membagikan nasi box & sembako. Jumlah keseluruhan yang kita layani adalah 151 orang dari 56 KK jadi kita siapkan 151 nasi box dan 56 paket sembako yang berisi:
1 kg gula pasir
1 ltr minyak goreng
225 ml kecap manis
10 bks mie instan
Nasi box dengan 3
macam lauk yaitu ayam teriyaki, kering kentang, dan telur dadar.
Sasaran kita ada
6 spot yaitu :
1. Kebantenan 1 koordinator Ibu Paulina
2. Kebantenan 2 koordinator Ibu Fanny
3. Mesjid
koordinator Ibu Titin
4. Fatahilah
koordinator Ibu Heni
5. Tanah Seratus
koordinator Ibu Nelcy
6. Mahkota Simprug
coordinator Ibu Gilar dan Ibu Vetty
Untuk memudahkan
pelaksanaannya dibagi menjadi 2 basecam :
1. Melayani kebutuhan Kebantenan 1 & 2
kumpul di Bangun Reksa Indah
II pukul 07.00 WIB
2. Melayani
kebutuhan Mesjid, Fatahilah, Tanah Seratus& Simprug kumpul di Jl. Mesjid XV pukul
09.00 WIB.
Dimana
masing-masing basecam sudah ada petugas yang membantu menyiapkan nasi box
dengan harapan jam makan siang sudah bisa kita drop ke TKP. Tepat pukul 11. 00
WIB kita menuju TKP masing-masing setelah sampai di TKP langsung dibagikan nasi
box dan sembako setelah selesai membagikan kita pulang kerumah masing-masing. (Red)
BIDANG ORGANISASI
RAPAT KOORDINASI RANTING
RAPAT
PLENO 24 JANUARI 2021
Dewan Pengurus Cabang Santa Bernadet, Minggu, 24 Januari 2021 pukul 17.00 – 20.30 WIB mengadakan rapat pleno secara online via zoom, dengan agenda Program Kerja tahun 2021. Hasil Rapat Pleno adalah sebagai berikut :
- Bidang
Organisasi
Ø Kunjungan
Ranting secara virtual untuk sosialisasi konfercab
Ø RAR
Petrus 1
Ø RKR 4
bulan sekali
Ø Konfercab
bulan. Mei 2021
Ø PKO
bulan Agustus 2021
- Bidang Kesejahteraan
Ø PPUK
Ø GOTA
Ø Posyandu
Ø Rekoleksi
DPC
Ø HUT
WKRI St. Bernadet, 29 Juli 2021
Ø Baksos
“Minggu Berkah”
Ø Baksos
ke Panti Asuhan
Ø MSN
Ø Ecobrick
Ø Pengumpulan
Minyak jelantah di setiap Ranting
Ø Eco
Enzym, 21 Februari 2021
Ø Ketahanan
Pangan
Ø Webinar
“Pengendalian Emosi di Masa Pandemi
- Bidang
Pendidikan
Ø Pelatihan
konektor masker rajut
Ø Demo
masak kacang bawang dengan kemasan kreatif
Ø Pelatihan
dekor altar & penataan panti Imam
Ø Pelatihan
jurnalistik dan photography
Ø Kursus
menjahit baju
- Bidang Humas
Ø E-
Cabe setiap 4 bln
Ø Dokumentasi
Kegiatan
Ø Membuat
Channel Youtube
- Bidang Usaha
Ø Paket
sembako murah
Ø Penjualan
masker hasil produksi anggota Wanita Katolik RI
Ø Penjualan
produk hasil pelatihan eco enzym
BIDANG PENDIDIKAN
Bulan Maret, Bidang Pendidikan
mempersembahkan video via WAG Ket Ranting Cabang St. Bernadet bagaimana cara
membuat kacang bawang goreng renyah dan cara membungkusnya yang cantik.
Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk 1 kg kacang :
- 4 sdm margarin
- 10 siung bawang putih iris tipis
- 1 pcs santan kara dan garam secukupnya
- 4 siung bawang putih haluskan dan
campur sedikit air
Cara
Membuat :
- Tuang kacang ke dalam air panas,
aduk. Kemudian diamkan kacang dalam air panas kurang lebih 1 jam
- Tiriskan kacang
- Masukkan santan dan garam, aduk
hingga rata
- Panaskan minyak dalam penggorengan
- Masukan kacang, gunakan api sedang
- Masukkan margarin ke dalam
penggorengan, kemudian aduk hingga rata
- Setelah setengah matang warna kacang
sedikit kecoklatan, masukkan irisan bawang putih kemudian aduk hingga
berwarna coklat
- Setelah berubah warna menjadi
kecoklatn, masukkan marinasi bawang putih (bawang putih yang sudah
dihaluskan diberi sedikit air), aduk sebentar kemudian angkat dan tiriskan
- Setelah kacang bawang dingin, kacang
bawang siap dikemas.
|
|
|
|
Selamat
mencoba……..(sumber dari Ibu Ida Ambar - video WAG Ket Ranting
Cab. Bernadet- bisa
juga disaksikan di chanell youtube Wanita Katolik RI Cab. St. Bernadet)
BIDANG USAHA
PENJUALAN SEMBAKO
Awal Desember 2020, Bidang Usaha Wanita Katolik RI Cabang St. Bernadet menjual sembako seharga Rp.75.000,-. Pada pertengah Bulan Desember 2020 juga menawarkan : "Paket daging sapi 900 gram + minyak 1 liter" dengan hrg Rp. 88K per paket, dengan sistem PO terlebih dahulu. Lampiran foto daging dan minyak des 20
Bulan Januari 2021, kembali Bidus menawarkan :
1. "Paket
Damin" dengan harga Rp. 90.000,- yang isinya :
• Daging sapi 900 gr
• Minyak goreng Tropical 1 ltr
2. Paket Imun dengan harga Rp 150.000,- yang isinya:
* Beras 5 kg
* Minyak Tropical 1 ltr.
* Gula pasir 1 kg
* Daging sapi 900 gr.
3. Daging
sapi slice non fat (tanpa lemak) berat 500 gram dengan harga Rp. 55.000
PEMBEKALAN PENDAFTARAN MISA ONLINE DAN PERTEMUAN
ONLINE VIA MS TEAMS
Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet hadir
pada pembekalan pendaftaran misa online dan cara menggunakan Ms Teams yang
diadakan pada Minggu, 7 Maret 2021 via zoom. Tujuan dari pembekalan ini untuk
mensosialisasikan kembali aplikasi yang sudah ada di Paroki kita terutama
penggunaan Ms Teams. Diharapkan setelah mengikuti pembekalan dapat
mengaplikasikan di dalam organisasinya untuk mengadakan pertemuan online.
Setiap seksi/ kategorial diberi account ms teams oleh Paroki. Ms Teams ini
sebagai alternatif untuk pertemuan online kita bisa pakai secara gratis dengan
waktu yang lama dengan kapasitas 500 peserta. (Red)
PENYEGARAN BIDUK DAN SAPA
Minggu, 14 Maret 2021
PPTR mengadakan penyegaran BIDUK dan SAPA bagi DPH, Ketua Seksi, Kepala Bagian,
Koordinator Wilayah, Ketua Lingkungan, Ketua Komunitas Kategorial via zoom.
Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet hadir pula pada pembekalan tersebut. Kita
lebih menekankan pada program SAPA KAJ. Dijelaskan cara membuat LPJ di Program
SAPA KAJ sehingga diharapkan setiap selesai menjalankan program kerja setiap
Bidang bisa langsung dibuat
LPJ nya. LPJ dibuat secara manual terlebih dahulu setelah disetujui oleh Korbid Pendamping, setelah itu
dimasukkan ke dalam program SAPA KAJ. (Red)
WEBINAR ECO ENZYME
|
|
|
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup dan dalam
rangka memperingati Hari Sampah Nasional yang diperingati setiap tanggal 21
Februari, Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet mengadakan Webinar pada hari
Minggu 21 Februari 2021 secara online via zoom dengan tema “Eco Enzyme : Cairan Multi Guna untuk
Kebutuhan Rumah Tangga”, dengan narasumber Bp. Aang Hudaya seorang pegiat eco
enzyme, beliau lulusan dari Institut Pertanian Bogor.
Webinar
ini terdiri dari materi dan praktek, untuk itu peserta diminta menyiapkan
alat-alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktek.
1.
Toples plastik kapasitas 2 liter
2.
Talenan
3.
Pisau
1.
Air 1.2 liter (air mentah)
2.
Gula Merah 120 gram. Jika ada gunakan gula
merah tebu. Jika tidak ada boleh pakai gula merah biasa (gula aren/gula
kelapa).
3.
Sisa organik (kulit jeruk, kulit nanas dll)
360 gram. Boleh dicampur dg sisa2 sayuran mentah hanya 20%nya saja.
Dalam sambutannya Ibu Fanny menyampaikan kegiatan ini dilakukan untuk mengisi Hari Peduli Sampah Nasional yang diperingati setiap tanggal 21 Februari. Webinar eco enzyme ini dipilih sebagai bentuk pertobatan ekologis seperti yang tercantum dalam Ensiklik Laudato Si, yakni kepedulian memelihara alam ciptaan sebagai rumah umat manusia.
Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama Wanita Katolik RI
Cabang Santa Bernadet dengan Seksi Pendidikan dan Kaderisasi (Pekad), Seksi
Lingkungan Hidup, dan Seksi Komsos Paroki Ciledug, serta didukung oleh Sekolah
Abdi Siswa Bintaro. Karena terbatasnya users maka kami menggandeng Seksi Komsos agar webinar
ini dapat ditayangkan di kanal youtube Santa Bernadet sehingga lebih banyak
yang dapat mengikuti,” jelas Ibu Fanny.
Bp. Aang menjelaskan apa itu Eco Enzyme? Eco enzyme adalah larutan
zat organik kompleks yang diperoleh dari proses fermentasi sisa organik
(sayuran dan buah), air, dan gula. Eco enzyme pertama kali ditemukan dan
dikembangkan oleh Dr. Rosukan Poomvanpong, pendiri Asosiasi Pertanian Organik
Thailand sekaligus peneliti enzim selama 30 tahun, dan dia mendorong orang
untuk membuat eco enzyme di rumah dalam rangka mengurangi global warming. Sisa
organik saya lebih suka menyebutnya daripada sampah organik. Ketika kita
menyebut sampah kesan yang muncul adalah kotor dan bau sehingga membuat kita
enggan untuk bersentuhan. Dan eco enzyme menjadi cara yang paling mudah untuk mengolah
sisa organik dibandingkan yang lainnya seperti komposter atau bio gas,” katanya
lagi.
Tips Praktis Membuat Eco Enzyme :
1. Gunakan
wadah berbahan plastik, bermulut lebar, dan dapat tertutup rapat
2. Gunakan
gula merah, yang terbaik adalah gula merah tebu
3. Gunakan
air apa saja yang layak minum
4. Perbandingan
bahan adalah 1 : 3 : 10 (gula
merah/molase : bahan organik : air)
Setelah semua bahan-bahan siap, masukkan air ke dalam toples/wadah, tambahkan gula
merah, masukkan kulit buah/sayuran yang
sudah dipotong-potong, kemudian aduk supaya gulanya larut dan bahan organik tenggelam,
tutup toples dengan rapat. Supaya baunya wangi dikasih kulit jeruk atau kulit
nanas (tanpa mahkota dan daunnya). Umur 7 hari wadah/toples dibuka dan diaduk supaya
BO (bahan organik) nya kena gula merah semua sekaligus membuang gas, jangan
lama-lama membuka dan mengaduknya tutup kembali EE dengan rapat, mengaduk EE tidak
boleh memakai sendok stainlesteel, pakailah sendok kayu atau tangan. Setelah 1
(satu) bulan hari ke-30 aduk kembali EE. Simpan selama 3 bulan, selama proses
fermentasi akan dihasilkan gas, karena itu usahakan wadah/toples hanya berisi ¾
nya jangan penuh. Letakkan di tempat yang sejuk dengan ventilasi baik, jangan
terkena sinar matahari langsung. Setelah 3 bulan EE siap untuk dipanen. Jika mau didiamkan lagi
juga bisa, bahkan lebih baik. Larutan ini tidak memiliki waktu kadaluwarsa.
Sisa organik dapat dimasukkan ke dalam komposter, dijadikan pupuk, atau
digunakan untuk fermentasi kembali.
Kalau
EE ada belatung atau bau seperti got itu bukan berarti gagal bisa ditanggulangi
dengan menambahkan gula merah sesuai ukuran semula.
Prinsip
membuka dan mengaduk sebagai berikut:
1.
Memastikan BO semua kena molase, tenggelam
2.
Gas yang dihasilkan bisa ke luar.
3. Tidak
ada jamur jahat dan belatung.
4. Tidak
menggangu proses mikroba yang bekerja, kenapa?
Karena
fermentasi pada :
Bulan
pertama menghasilkan gas.
Bulan
kedua menghasilkan alkohol.
Bulan
ketiga menghasilkan enzyme.
Cara Memanen Eco
Enzyme (EE)
·
Saring cairan eco enzyme untuk memisahkan ampas
·
Simpan cairan dalam botol terpisah sehingga wadah dapat digunakan
kembali
·
Eco enzyme tidak akan basi atau kadaluwarsa
·
Ampas eco enzyme dapat dijadikan pupuk kompos
Manfaat
Eco Enzyme
1.
Mencuci piring, mengepel lantai, mencuci baju
2.
Penyegar ruangan
3.
Menyiram tanaman
4.
Disinfektan
5.
Antiseptik alami rumah tangga
Melalui
webinar ini semua peserta diharapkan langsung dapat mempraktekkan pembuatan EE
di Ranting masing-masing. Disediakan WAG
peserta webinar Eco Enzyme untuk berdiskusi.
(Red)
1.
Wajah kenceng, jika ada jerawat bisa
mengempeskan
2.
EFEK BANJIR MEMPERTEMUKANKU DENGAN EE ( ECO
ENZYME )
Barusan aku mencoba bersihin kamar
mandi yg satunya krn blm sempat bersihin. Ternyata sabun dan EE baunya harum
dan kamar mandi jadi bersih. Masih penasaran langsung aku cuci piring...bersih
dan harum juga. Langsung aku cuci serbet-serbet... ternyata campuran EE dengan detergent
membuat harum cucian dan lemak2 kena minyak di serbet langsung bersih. Duh...
pertama kali jatuh hati sama EE ❤
3.
Sebelum mengaplikasikan ke wajah Coba dulu di
punggung tangan atau belakang telinga sedikit untuk test alergi, tunggu 5 menit
kalau memang tidak apa-apa bisa diaplikasikan ke wajah
4.
DR IBU HENY ,saya sdh menggunakan cairan EE , dr bu Cory untuk ngepel setelah
kebanjiran,memang bagus lantai nya mengkilap,jadi keset,saya pake semprot2
ruangan lumayan jg nggak lembab
5.
Ibu CLARA MEMBERSIHKAN MICROWAVE
Tipsnya adalah:
Tuang ke dalam mangkok tahan panas : Air, sunlight dikit dan 30 ml EE.
Masukkan mangkok ke dalam microwave
panaskan dgn suhu tinggi selama 5 menit
Hasilnya kinclongggg... Clongg
6.
Saya Bu Teresia Widiastuti (Esti) dari Ranting
Ignatius Loyola.
Setelah mendapatkan EE yg di kirimkan
Bu Stephanie kerumah saya.
Saya mencoba utk mencuci lap lap kotor
yang saya gunakan utk mengelap bekas tumpahan minyak di dapur dan untuk
mengelap perkakas yang kena lumpur saat banjir.
Puji Tuhan noda yang bandel di lap lap
tersebut jadi hilang dan lap lapnya jadi bersih.. Mantap, Terima kasih.
7.
Ibu cory : Garasi rumah saya suka dipakai pertemuan tikus2 got.dan kadang
bawa sampah, sehingga jika mobil tdk keluar 3hari saja, pas keluar di bawah
mobil pasti banyak taik tikus dan sampahnya. Setelah saya pel rutin dengan EE
dan saya buang air sisa saya detok kaki serta
blenderan ampas EE wow aman tidak ada kotoran tikus serta kucing pun yang
biasa kencing di mobil atau di pintu rumah kaerna saya semprot EE plus air aman
tidak ada lagi bau-bau amis tidak enak, atau bau kotoran tikus EE memang luar
biasa. Dengan kesabaran 3 bln mendapatkan manfaat yg luar biasa
8.
Ibu Clara Brigita Pasca banjir suami saya kena
kutu air di kaki setelah di gosok dengan EE sampai 3-4x tiap malam sebelum
tidur. Puji Tuhan sekarang sudah kering
& tidak gatal-gatal lagi, EE mantap.
9.
Saat ini saya hamil 8 bulan lebih kak1 sudah
mulai bengkak dan susah untuk berjalan
saya jadi ingat dengan sharing-sharing
ibu-ibu tentang rendaman kaki, jadi saya mencoba untuk merendam kaki saya, pertama
berendam kaki, kaki saya berkurang bengkaknya, kedua kali berendam kaki,
kakinya sudah hilang bengkaknya, nyeri kalau berjalan pun jadi berkurang. EE
emang luar biasa banget.
10. Ibu
Maria Pirero selain untuk detox melalui rendaman kaki, ternyata saya punya
bonus untuk mencegah meluas berkembangnya
jamur kuku. Kuku jempol kaki kena jamur kuku, sdh dioles dengan zalf
jamur , tidak nampak hasilnya.
Saya baru berendam 1 kali selama 20 menit
( pakai ampas yg diberi b'Corry) ajaib ya, yang tadinya sebagian warna kuku hitam, Puji Tuhan sudah nampak
agak putih.
Setelah berendam, airnya saya pakai
ngepel, selesai ngepel untuk membasmi bakteri yang di closed. Wah multi guna. Tks
Eco Enzym telah memberkati di banyak hal .
Dalam
WAG Peserta Eco Enzyme didampingi oleh 4 orang mentor yaitu Ibu Cory, Ibu Maria, Ibu Melati dan Ibu Endang
Andre. Ibu Cory sebagai salah satu mentor memberikan tantangan kepada peserta
untuk membuat EE siapa yang membuatnya terbanyak akan mendapatkan hadiah 600 ml
Eco Enzyme, 5 stiker EE dan 5 flyer berwarna. Syaratnya harus menunjukkan foto
bersama EE nya, catat berapa liter totalnya, tantangan ini diberi waktu selama
1 minggu mulai buat sejak acara Webinar Wanita Katolik RI periode tanggal 21
Februari 2021 - 28 Februari 2021, dan akan dicari 3 (tiga) pemenang dalam
tantangan ini.
Bahan :
Gulmer/gulamerah/molase/Gula
Merah Tebu(GMT), tidak boleh Gula Pasir.
Sisa
sayuran dan kulit buah
Minimal
5 macam.
Setelah
waktu yang diberikan berakhir tibalah diumumkan pemenangnya :
Hasil
Terbanyak adalah
ibu
Maria Pireno, 37,8 liter
Hadiah
1 botol EE, 600 ml
Hadiah
tambahan alat panen.
Hadiah
hiburan 1 paket dari
Pirines.
Untuk
peserta lain, karena semangat dan berani terima tantangan maka tetap
mendapatkan hadiah, masing-masing 1botol EE dan paket hadiah hiburan dari Pirines.
Peserta
yg semangat dan berani terima tantangan
1.Ibu
Ita
2.Ibu
Rida
3.Ibu
Clara
4.Ibu
Ida
Selamat kepada Pemenang dan peserta tantanga berani buat banyak EE.🤩🤩
Ibu
Cory juga menyampaikan tujuan utama mengolah sisa dapur yang organik segar, untuk menjadi EE bonus
dari alam selama proses bisa jamur bagus, bisa mama enzyme, itu bonus, jadi ada dan tidaknya jamur jika proses sudah
benar tutup rapat, biarkan mikroorganisme nya bekerja secara anarob (tdk butuh
O2). Jadi puji Tuhan bisa dapat jamur dan ME.
Kita
berbagi kasih dengan Eco Enzyme, tema APP 2,3dan 4 karena menggunakan medsos
untuk menggalang EE dan menyalurkan EE.
TAMBAHAN MANFAAT EE DR IBU CORY
Dibawah
ini ada beberapa manfaat EE dan
ukurannya :
Dosis
Pemakaian Eco Enzyme untuk rumah yg kebanjiran.
1.
Banjir di rumah, masih tergenang,
Kamar 3x3, tuang EE murni 200 ml
Kamar 3,x4, tuang EE murni 300 ml.
2.
Banjir yg sudah kering/surut
Air 5 liter + 1 tutup Botol EE, percik
ke lantai dan dipel.
Boleh
bilas mengepel lantai dengan 1 ember air + 1-2 tutp Botol EE
3.
Badan gatal2
Oles EE murni,
Air mandi 1 gayung terakhir + EE 2
tutup Botol (tanpa bilas)
4.
Mebel yg terendam air
Di lap/disemprot dgn air 5 liter + 1
tutup botol EE.
5.
Cuci pakaian
Rendam semalam air 1 ember + sedikit
detergen + EE 2 tutup botol EE
6.
Membersihkan udara
1 liter air + 1 ml EE
Atau
5 liter air + 1 tutup botol EE.
Semprot / spray di udara. Hati2 jika lantai basah, pel atau keringkan.
7.
Untuk handsanitiser 1 ml EE : 400 ml Air.
Smoga
dapat membantu.
Tuhan
memberkati🙏🙏
KEGIATAN RANTING
Ranting FX
Belarasa dimasa Pandemi, program yang sederhana Ranting FX kembali berbagi Nasi bungkus pada bulan Desember 2020, untuk sesama yang sangat membutuhkan.
Ranting Petrus 1
Urgensi
Pengelolaan Limbah Minyak Goreng/Jelantah.
Sebagaimana diketahui minyak goreng menjadi salah satu dari 9
bahan pokok yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Kebutuhan minyak
goreng cukup besar di Indonesia, menurut data dari Pusat Studi Energi UGM di
Indonesia (2019) konsumsi minyak goreng rumah tangga sebanyak 13 juta ton
(setara dengan 16,2 miliar liter), sedangkan potensi produksi minyak jelantah
rumah tangga perkotaan (2018). Angka itu bisa meningkat sejalan dengan
meningkatnya pertumbuhan masyarakat. Sayangnya semain besar penggunaan minyak
goreng makin besar pula limbah minyak
goreng bekas pakai (jelantah) yang akan dihasilkan. Diprediksi potensi produksi
minyak jelantah bisa mencapai 3 miliar liter per tahun. Limbah minyak goreng
sering kali menjadi masalah serius, sebab pembuangan limbah yang tidak tepat
bisa mengakibatkan pipa pembuangan tersumbat, limbah minyak goreng juga punya
daya rusak terhadap ekosistem perairan jika dibunag di genangan atau aliran
air. Limbah minyak goreng mengandung kadar Chemical Oxygen Demind (COD) serta
Biological Oxygen Demind (BOD). Kedua zat tersebut dapat menutup lapisan air
sehingga sinar matahari tidak dapat
masuk.
Dari sisi kesehatan dan medik, minyak jelantah masuk dalam kategori berbahaya jika
dikonsumsi secara berlebihan dan terus
menerus dalam periode waktu tertentu. Kondisi itu juga diperkuat adanya temuan
beberapa zat pemicu munculnya penyakit degeneratif
seperti kanker, stroke, dan lain sebagainya. Dari hasil analisa berbagai
penellitian kesehatan, minyak goreng yang sudah dipanaskan selama 30 menit pada
suhu 160 ᴼ akan memutuskan rantai-rantai asam lemak serta memunculkan senyawa
yang mengandung karsinogenik (racun). Mengingat besarnya dampak negatif yang
dihasilkan dari konsumsi minyak jelantah, Pemerintah sudah mengeluarkan
beberapa kebijakan/Undang-undang/Peraturan seperti UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup, UU No. 8/1999 tentang
Perlindungan Konsumen, PP No. 12/1995 tetang Pengelolaan Limbah Berbahaya dan
Beracun.
Peran Pemerintah Daerah menjadi vital untuk menyusun regulasi baik
Peraturan Daerah (Perda), atau minimal Peraturan Gubernur/Walikota/Bupati dalam
hal pengelolaan limbah minyak goreng atau jelantah. Pemda diharapkan dapat melakukan pengelolaan secara
mandiri atau bersama-sama dengan swasta lewat Corporate Social Responsibility (CSR) mengolah limbah minyak
jelantah menjadi industri baru, atau menjadi minyak bakar atau berbagai jenis
produk kecantikan, pupuk dan lain sebagainya seperti yang sudah dihasilkan oleh
kota-kota lain di Indonesia.
Sekedar wacana DKI Jakarta melalui Dinas Perindustrian dan Energi
bekerja sama dengan mitra strategis
untuk pengelolaan minyak goreng bekas yaitu
GEN OIL (bahan bakar nabati setara solar (Biodiesel) yag sudah teruji
dan terjamin mutunya. Ini merupakan Pilot Project Pengelolaan Jelantah menjadi
biodiesel. Kota Bogor juga melakukan kerjasama dengan pemerintah Jepang dalam
melakukan pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel untuk BBM yang ramah
lingkungan yakni B30 sampai B 100.
Kita sangat mengapresiasi kegiatan pengumpulan dan pengepulan
minyak jelantah yang dipelopori oleh
Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet dalam melakukan usaha dalam
mengurangi limbah minyak jelantah. Minyak jelantah tersebut tentunya terlebih
dahulu akan melalui proses pengolahan atau tingkat kerusakan jelantahnya di
minimalisir sebelum akan di eksport ke negara Jerman menjadi bahan bakar (Biodiesel).
Diharapkan kedepan Kota Tangerang lewat regulasi yang tepat
(penetapan kebijakan untuk terkait harga minyak goreng bekas di pasaran) dapat
menciptakan industri baru sendiri lewat pengolahan minyak jelantah yang kita
hasilkan menjadi bahan bakar Biodiesel. Oleh sebab itu dukungan dan keberpihakan
pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk menangkap peluang pemanfaatan minyak
goreng bekas untuk menunjang industri biodiesel Indonesia secara keseluruhan. (F.M Ajiarti / WK Petrus
1).
Berawal dari postingan salah satu pengurus ranting di group WAG WKRI Ranting Yohanes soal makan bakso ayam buatan sendiri, Nicholetta Rani Dianwati (mbak Rani) lalu berinisiatif untuk membuat video tutorial membuat bakso ayam. Video ini nantinya bertujuan untuk dibagikan ke ibu-ibu anggota arisan di wilayah Yohanes.
Persiapan dilakukan. Bahan-bahan untuk membuat
bakso disediakan oleh mbak Rani dan disepakati pembuatan tutorial akan
dilakukan di rumah Martha Yunita Sugiyanti (mbak Yanti), yang sudah terbukti
berhasil membuat bakso. Proses produksi video ini dihadiri oleh mbak Rani dan
Stefani Sumanti Susilowati (mbak Susi).
Bahan-bahan yang digunakan dan cara pembuatannya adalah sebagai berikut :
1 kg ayam yang sudah dicincang
8 sdm tepung tapioka
1 butir telur
Bumbu-bumbu yang dibutuhkan sebagai berikut :
1 sdm garam
1 sdm gula pasir
1 sdm lada bubuk
1 sdt baking powder
4 siung bawang putih yang dihaluskan
Cara pembuatan :
1. Masukkan tepung tapioka ke dalam daging
ayam yang sudah dihaluskan
2. Masukkan bumbu-bumbu bumbu
3. Aduk semua bahan, sampai tercampur rata
4. Siapkan air di dalam panci dan panaskan
5. Adonan yang sudah tercampur rata tadi dicetak
mengunakan tangan dan sendok. Lalu masukkan
ke dalam panci berisi air
yang sudah mendidih
6. Lakukan sampai adonan habis
7. Rebus kurang lebih 20 menit
8. Angkat bakso jika sudah mengapung di
permukaan
9. Bakso siap digunakan
Bakso ayam ini selain bisa sebagai lauk rumahan untuk dinikmati sendiri, bisa juga dikembangkan sebagai usaha kuliner.
Dalam
masa pandemi ini, semoga semangat untuk usaha kreatif dapat terus digalakkan.
Tetap berkreasi dan mandiri. Semoga bermanfaat. (smi)
Ranting Loyola
TALI KASIH dan TANDA CINTA BAGI YANG TERDAMPAK
COVID 19 serta WARGA YANG SAKIT dan
MENGADAKAN IBADAT ONLINE BERSAMA
Covid 19 sedang melanda dunia dan Indonesia. Di pertengahan bulan
maret 2020 Indonesia mulai terkena dampaknya. Bahkan dunia mengalami dampak
dari pandemi ini.
Lalu, apa yang bisa kita perbuat dengan adanya pandemi ini ?
Walau kita tidak bisa bertatap muka, tapi media sosial saat ini
bisa digunakan sebagai sarana dan prasarana. Dengan media wa, Pengurus WK
Ranting Ignatius Loyola mempunyai tekad dan niat positif. Apa yang bisa
dilakukan pada saat pandemi ini. Berbagi kepada sesama yang membutuhkan uluran
pertolongan. Dengan ketulusan dan keikhlasan Ibu - Ibu WK di Ranting Ignatius
Loyola menyumbangkan dana untuk melaksanakan baksos.
1. PEMBERIAN TALI KASIH DAN TANDA CINTA terus dilakukan oleh Ranting Ignatius Loyola (berupa uang tunai / transfer.
Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 9 Januari 2021, 24
Januari 2021, 12 Februari dan 18 Februari 2021. Dengan dana swadaya.
Puji Tuhan
kegiatan ini berjalan dengan lancar, dan dari dana yang terkumpul, Tuhan telah
atur sedemikian rupa.
Lalu tidak sampai
disitu, apa yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi kondisi selama masa
Pandemi ini ?? Kami pengurus Ranting Ignatius Loyola juga tergerak hati untuk
membantu Warga seiman di Wilayah yang kondisinya sangat memprihatinkan. Baik
dilihat dari segi kehidupan ekonominya, kondisi kesehatannya yang memprihatikan/sudah
tua. Pengurus mengadakan Rapat yang tentunya tetap memperhatikan protocol
kesehatan. Dari hasil keputusan rapat Pengurus Ranting yang diadakan pada
tanggal 14 Februari 2021, diambil kesimpulan untuk mengadakan tambahan dana
sosial yang ditamahkan pada saat membayar / mentransfer uang arisan. Dana
sosial tersebut sebesar Rp 10.000,- per bulan. Semoga kegiatan kami ini bisa
bermanfaat dan berkenan di hadapan Tuhan.
Kami sebut TALI
KASIH karena ini merupakan tanda kasih kami dalam membantu sesama disekitar
kami yang membutuhkan. TALI KASIH tersebut berasal dari dana swadaya (dana kas
dan hasil kolekte seluruh anggota WK Ranting Ignatius Loyola). Puji Tuhan, niat
baik kami bisa terlaksana. Bantuan yang kami berikan, semoga bisa bermanfaat
bagi yang menerimanya.
2. MENGADAKAN IBADAT ONLINE IBADAT ONLINE IBU – IBU DI RANTING IGNATIUS LOYOLA UNTUK MENDOAKAN YANG SAKIT KARENA PANDEMI DAN PENYAKIT LAINNYA
Awanya
diadakan ibadat online ini adalah untuk menghapus kerinduan kami karena tidak
bisa bertatap muka selama pandemi ini. Puji Tuhan Ibadat online ini bisa kami
lakukan pada tanggal 12 Februari 2021 dan 07 Maret 2021 untuk mendoakan
saudara, teman, sahabat dan warga di Ignatius Loyola yang sedang sakit dan
terdampak di masa pandemi ini.
|
|
|
Belarasa
Ranting Fabiola
Sabtu sore, 14 Maret 2021, cuaca cukup bersahabat, saat dua perwakilan dari Ranting Fabiola 4&5 menyusuri jalan di Kampung Kayu Gede. Mereka menuju rumah warga terdampak pandemi, menyampaikan amanah belarasa dari keluarga WKRI Fabiola 4&5.
Berbagi sedikit rezeki, anggota WKRI
Fabiola 4&5 menyiapkan 25 paket lauk. Paket, yang antara lain berisi minyak
goreng, sarden, nugget, gula, dan telur ini, dimaksudkan untuk melengkapi
sembako yang biasanya didapatkan oleh keluarga terdampak pandemi.
Karena keterbatasan paket, kami
membutuhkan panduan warga setempat, yakni Mpok Eli yang tahu kondisi di kampung
tersebut. “Nanti, paketnya kita berikan ke janda yang tidak punya penghasilan,
ya,” ujar Mpok Eli.
Lantaran para penerima punya
keterbatasan mobilitas, kami yang harus mengalah untuk mendatangi satu-satu
rumah mereka. Tentu saja, dengan protokol kesehatan, yakni memakai masker,
tetap menjaga jarak, dan tidak berkerumun. Bahkan, persiapan paket pun hanya
dilakukan segelintir orang, dan tidak bisa melibatkan banyak anggota.
Mak Mira, salah satu ibu penerima,
rupanya sedang duduk sendirian di depan rumah tetangganya, saat kami datang.
“Terimakasih, tapi Mak enggak bisa bawa ke rumah,” ujar Mak Mira, yang dulu
pernah bekerja jadi tukang sapu di Graha Raya ini. “Ini Emak sedang main aja,”
sambungnya sembari bangkit dari balai-balai. Sambil kami antar membawa paket
sembako, Mak Mira berjalan sekitar 100 meter, pulang ke rumah petaknya.
Adapun Nenek Uli menyambut paket
dengan ekspresi riang. “Alhamdulilah..” cetusnya sembari tersenyum lebar
menerima paket tersebut. Meski sudah jompo, Nenek Uli tinggal sendirian di
tengah kebun jambu.
Fransisca Anik, bendahara WKRI Ranting
Fabiola 4&5 yang menyerahkan bantuan, mengaku heran sekaligus terharu.
“Enggak menyangka ya, di belakang kompleks masih ada kampung yang kayak gini,”
ujarnya. Ia juga terkesan dengan sambutan hangat para ibu penerima paket
belarasa. “Rasanya terharu. Semoga bantuan kita itu bermanfaat buat ibu-ibu
tadi, ya,” sambung Anik. ***(Ika)
|
|
Penanggung Jawab : Stephanie Natalia Sutedjo
Redaksi : Maya | 0812 8760 1297
Anggota Redaksi : Patricia | 0896 9117 0888, Rina | 0813 8130 2810








































