Ca Be
Wanita Katolik RI Cabang St.Bernadet
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Salam Sejahtera bagi kita semua.......
Allah adalah kasih” (1 Yoh 4:6)
Inilah inti terdalam iman Kristiani. Karena hakikat Allah itu cinta, maka
seluruh ekspresiNya adalah cinta. Lewat awal penciptaan dalam Perjanjian Lama
dan penciptaan baru dalam penebusan oleh Yesus Kristus, Allah memberikan
hidupNya untuk manusia. Dengan demikian, hakikat manusia adalah juga
cinta.Karenanya hati manusia senantiasa ada cinta kasih, yaitu cinta Allah
untuk menjadikan dirinya sebagai cinta itu sendiri. Tak mengherankan jika
manusia senantiasa rindu untuk bersatu dengan Allah,
hanya dengan cinta kasih Allah saja , manusia akan tenang.
Cinta kasih
mengalirkan hidup, dan hidup yang menuju keabadian mesti ditempuh dengan cinta
sampai mati. Tuhan berkata, “ Barangsiapa mencintai nyawanya, akan kehilangan
nyawanya, tetapi barang siapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan
memeliharanya untuk hidup yang kekal” (Yoh 12;25). Begitupun kita sebagai seorang
wanita mempunyai cinta kasih kepada sesama, suami, anak, orang tua, saudara dan
orang-orang yang ada di sekitar kita. Sama seperti dengan Bunda Maria yang menjadi teladan untuk kita semua, karena cinta
dan ketaantannya ke pada Tuhan, segenap hidupnya diserahkan untuk Allah.
Pada tahun
berhikmat ini, peran Wanita Katolik sangat diharapkan untuk dapat menghayati
dan menhidupi spiritualistas hikmat
sebagai wujud dalam panggilan untuk pelayanan kepada sesama dengan penuh Cinta
Kasih. Semoga......--Merry--
Wanita Katolik RI Cabang Bernadet Raih Juara 1 Lomba HUT Wanita Katolik RI Ke-95
Dengan tulisan berjudul Balada Lilin Sulit Mati akhirnya Wanita Katolik RI Santa Bernadet meraih juara I Lomba HUT Wanita Katolik RI ke-95.
Balada Lilin
Sulit Mati
Upacara potong tumpeng dan tiup lilin yang
digelar oleh Wanita Katolik RI Cabang
Bernadet, Ciledug, Tangerang, Minggu, 30 Juni 2019 malam di Gereja Pinang,
Tangerang dalam rangka ulang tahun Wanita Katolik RI ke 95, mengundang tawa. Soalnya, lilinnya sulit
dipadamkan. Bambang Hermanto, wakil Pengurus Harian Dewan Paroki Santa Bernadet
Tangerang lantas membahasnya. “Lilin susah mati melambangkan semangat Wanita
Katolik yang menggelora, ujarnya disambut tepuk tangan. Sebagai pegiat paroki,
Bambang mengaku, malam itu dirinya baru tahu bahwa Wanita Katolik RI di lingkup Santa Bernadet ternyata punya
banyak kegiatan. Sebelumnya, dalam sambutan, Ketua Wanita Katolik RI Cabang Bernadet, Stephanie Natalia Sutedjo
menyampaikan kegiatan yang secara konsisten dilakukan oleh Wanita Katolik RI Cabang, seperti memberi bantuan modal dan
membina 40 wanita pengusaha kecil melalui program PPUK, pendidikan lima siswa
SMK melalui gerakan orangtua asuh, serta membantu pemenuhan gizi di posyandu.
Dalam acara ini kami mengundang para binaan
PPUK, GOTA dan kader Posyandu serta memberikan penghargaan kepada binaan yang
berprestasi. Nominasi untuk binaan PPUK yaitu binaan paling lama Ibu Latifah,
paling tertib melunasi pinjaman dan nominal cicilannya paling besar Ibu Maria
Sri Winarni dan yang mengalami peningkatan usaha Ibu Lusia Juwarni sedangkan
nominasi untuk GOTA yaitu rangking yang terbaik Sulastri Astuti, peningkatan
prestasi paling besar dalam nilai rapor Ayu Febriyanti Sukma. Sulastri Astuti, salah satu penerima bantuan pendidikan lewat
orangtua asuh, menyampaikan terima kasih kepada Wanita Katolik RI. Sebelumnya, saya sering menunggak uang sekolah, tutur gadis
semampai putri pensiunan guru ini.
Adapun Sukarni, binaan PPUK dari kawasan Japos
juga berterimakasih. Wanita berusia 57 tahun ini, dulunya penjahit baju. Tapi
saya sakit vertigo, mata juga buram, jadi tak bisa menjahit,” kenangnya. Padahal,
Sukarni harus bekerja untuk membantu membiayai hidup keluarganya. Maka, ia
membuka warung jajanan anak-anak. Berkat bantuan PPUK, Sukarni bisa menambah
jualan kopi dan minuman. “ Penerima PPUK yang lain, Robiyah mengaku sudah dua
kali menerima bantuan. “Dulu kan keponakan saya jualan mi ayam, jadi saya minta
diajari,” kenang Robiyah. Ternyata, karena lokasinya dekat pasar kaget, warung
Robiyah ramai didatangi pembeli. Robiyah juga mengaku tidak kesulitan
mengangsur pinjaman modal dari PPUK.
Semangat belajar Lastri dan semangat Sukarni
serta Robiyah seperti lilin ulangtahun yang sulit padam tadi. Mereka semangat
menjadikan hidupnya lebih baik. Para Wanita Katolik RI pun umumnya punya semangat yang sama. Tentu saja, sembari
berharap, semoga para anggota organisasi ini lebih berhikmat dalam melayani
sesama, sesuai dengan tema ulang tahun Wanita
Katolik RI 2019 ini.--Ika--
Beauty Class & Hair do
Minggu, 15 september 2019 pukul 08.00 di sekolah Abdi siswa sudah penuh
ibu ibu Wanita Katolik RI cabang St. Bernadet
Ciledug yang akan mengikuti
beauty class& Haid do dari Mustika
Ratu. Dengan biaya Rp. 60.000,- (sudah mendapatkan produk Mustika Ratu seharga
Rp. 50.000,-). Persiapan sudah dimulai dari registrasi dari berbagai Ranting
dan lingkungan. Tepat pukul 10.00 kelas di Abdi siswa sudah penuh dengan
peserta. Dan team dari Mustika Ratu juga sudah siap untuk memberikan pelajaran
make up dan Hairstyle. Setelah acara dibuka oleh Mc dilanjutkan Doa oleh Ibu
Nawang dan sambutan dari ketua cabang
Ibu Stephanie. Acara diawali oleh mba Mirna yg memandu cara make up yg
betul . Inti nya make up tidak harus mahal dan tidak harus menyolok, tapi yang
penting rata, halus dan sesuai dengan bentuk wajah. Diawali dengan
fondation di oles secara merata kemudian
bedak warna netral. Dilanjutkan membuat alis dengan eye brown pencil dan eye shadow, setelah itu dilanjut
kan membuat shading untuk hidung dan
blush on. Untuk melengkapi supaya rapi rambut di sasak sedikit dan disisir
sesuai wajah tapi dengan bentuk sederhana karena make up dan Hair do untuk sehari hari. Sebagai model ibu
Stephanie serasa lain wajahnya. Yg pasti lebih cantik dan rapi....Selesai
pelajaran ada penjualan kosmetik yg hasilnya 10% dari penjualan untuk kas
Wanita Katolik RI cabang St. Bernadet. Semoga bermanfaat dan menambah
ketrampilan ibu – ibu. Sehingga ibi-ibu semakin cantik dan ditunjang
kecantikan dari dalam, tentunya semakin
di sayang suami dan anak anak....—Endang Andre—
KANKER SERVIKS (KANKER MULUT RAHIM-LEHER RAHIM)

Pada hari minggu, 25 Agustus 2019
WKRI Santa bernadet mengadakan seminar tentang kanker serviks yang dibawakan
oleh dr. Hari Santoso, SpOG dan dihadiri + 50 peserta. Dalam
seminar tersebut dipaparkan tentang apa itu kanker serviks?, gejalanya, upaya
pencegahan, faktor resiko, pengobatan dan pemulihan.
Kanker serviks adalah kanker yang
terjadi saat ada sel-sel di leher rahim atau serviks menjadi tidak normal dan
berkembang terus dengan tidak terkendali. Sel-sel abnormal tersebut bisa
berkembang dengan cepat sehingga mengakibatkan tumor pada serviks. Tumor yang
ganas nantinya berkembang jadi penyebab kanker serviks.
Kanker ini menyerang serviks atau bagian
leher rahim. Leher rahim sendiri adalah organ yang berbentuk seperti tabung
yang memanjang, fungsinya menghubungkan vagina dengan rahim.
Kanker ini adalah salah satu jenis kanker
yang paling banyak terjadi pada wanita di seluruh dunia. Namun, untuk mencari
tahu adanya gejala kanker serviks, lakukan tes pap smear rutin dan pencegahan
dini dengan vaksin. Keduanya dapat membantu mengetahui serta mencegah
adanya kanker serviks secara dini.
Namun penyakit ini cenderung dialami
wanita yang aktif secara seksual, termasuk wanita muda berusia 20-an yang sudah
aktif berhubungan seksual. Penelitian menemukan bahkan 99,7 persen kanker
serviks disebabkan oleh HPV. HPV adalah satu golongan virus, di mana terdapat
lebih dari 100 jenis HPV.
Virus HPV pada umumnya tersebar
melalui hubungan seksual, di mana terjadi kontak langsung antara kulit kelamin,
membran mukosa, atau pertukaran cairan tubuh, dan melalui seks oral. Setelah
memulai hubungan seksual, diperkirakan terdapat 33 persen wanita yang
rentan terinfeksi HPV. Lebih dari n75% wanita yang berhubungan intim, pernah
terinfeksi HPV, puncak di antara umur 18-22 tahun. Resiko terkena kanker leher
rahimtersering umur 35-49 tahun.
Gejala kanker leher rahim adalah
- Keputihan (lama, banyak,
berbau dan gatal)
- Perdarahan (bukan haid)
- Nyeri panggul
- Anuri (tidak bisa kencing)
Upaya pencegahan :
- Pencegahan primer
- Promosi & edukasi hidup
sehat
- Menghindari faktor resiko
aktivitas seks <20 tahun, berganti
pasangan, merokok, tidak
pernah vaksinasi HPV.
Pencegahan SEKUNDER
- Deteksi dini : Pap’s Smear,
IVA
- Promp treartment :
kryoterapi, LEEP, cone biopsi, dll
- Pencegahan Tertier
- Di YANKES
Faktor Resiko
- Sosial ekonomi rendah
- Kawin usia muda / aktivitas seksual terlalu
dini bisa menyebabkan
seseorang rentan terkena gejala serviks
dan resiko terinfeksi HPV. Ini
dikarenakan pada masa struktur organ
serviks lebih rentan terhadap
infeksi HPV. Kebanyakan remaja saat ini masih
jarang divaksinasHPV.
- Merokok juga sering dikaitkan dengan peningkatan
resiko terkena
gejala kanker serviks,
terutama jenis kanker serviks sel skuamosa.
- Banyak mitra seksual / berganti-ganti pasangan
seksualjuga bisa
menjadi salah satu momok penyebab kanker
serviks. Memiliki banyak
pasangan seksual akan meningkatkan risiko
terinfeksi HPV.
Pengobatan:
DISPLASIA RINGAN
- Kauter, bedah beku, konisasi
- Angkat sebagian leher rahim
DISPLASIA BERAT
- Angkat seluruh rahim
DISPLASIA 0
- Kesembuhan
hampir 100%
Pemulihan
- Pemulihan secara perlahan dan
bertahap
- Perlu dukungan dari
- Keluarga dan teman
- Kelompok
- Spiritual
- Konseling
- Latihan
- Berbeda cara dan kemampuan
bertahan tiap orang. --Maya--
Seminar Cerdas
Bermedsos Menangkal Hoax


Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet Ciledug, mengadakan
Seminar Cerdas Bermedsos Menangkal Hoax. Seminar diadakan pada Minggu, 29
September 2019 pukul 10.30 – 13.00 WIB, bertempat di Tenda Bawah Pinang Gereja
Santa Bernadet Ciledug.
Seminar diikuti oleh 70 peserta yang terdiri dari : ibu-ibu Wanita
Katolik Cabang Santa Bernadet dan beberapa dari
lingkungan. Acara dimulai dengan doa pembukaan dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan
oleh Ibu Nawang. Seminar menghadirkan pembicara Bp. Alois Wisnuhardana dengan
moderator Ibu Endang Andre, dan pembawa acara Ibu Datie.
Dalam Seminar tersebut dijelaskan
tentang :
1. Bagaimana kita mengenali Hoax Characteristics (Karakteristik Hoax):
- Fear Arousing--Menciptakan kecemasan, kebencian, permusuhan, provokasi
- Whispered Propaganda -- Sumber tidak jelas, tidak ada
yang bisa dimintai tanggung jawab,
klarifikasi
- One
Side Attacking or Defending Stealing Authority - Mencatut
nama tokoh berpengaruh, atau pakai nama mirip media terkenal (transfer device).
- Negative Labelling - Memberikan penjulukan
- Band Wagon - Minta supaya dishare atau diviralkan (band wagon)
- Pseudo
Sciences - Menggunakan argumen yang sangat
teknis, supaya terlihat ilmiah dan dipercaya
2. Bagaimana kita menghadapi berita Hoax :
- Jangan mudah percaya. Setiap
kali kita dihadapkan pada sebuah berita, yang kita lakukan adalah selalu
sisakan ruang untuk tidak begitu saja mempercayainya.
- Dengarkan kira-kira apa
yang ada di hati nuranimu mau komen apa tidak.
Harus bisa menimbang lebih banyak manfaatnya apa tidak kalau kita komen.
Lakukan pengecekan terhadap berita yang kita dapat karena ini
menjadi kunci untuk mendapatkan informasi yang benar.
- Menyadari adanya maksud tertentu, dengan berpikir jernih dan
menyadari adanya motivasi tertentu dari yang membuat dan menyebar hoax, akan
membuat kita lebih bisa menahan diri dan tidak emosional.
- Jangan ikut
menyebarkan, Sadarilah bahwa jika kita ikut menyebarkan berita yang tidak
jelas asal usul dan kebenarannya, itu berarti berkontribusi menyebarkan hoax.
- Diam, kalau tidak
bisa ikut mendinginkan suasana, memberikan penjelasan, atau kontribusi positif
lainnya, maka yang terbaik adalah diam.
- Ingat ancaman UU ITE,
dengan adanya UU ITE, penyebar hoax bisa dijerat pasal yang telah diatur dalam
KUHP dan UU lain di luar KUHP.
- Ancaman ini meliputi
penyebar kebencian, penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan
tidak menyenangkan, provokasi, menghasut, dan penyebaran hoax.
Setelah kita mengetahui bagaimana kita mengenali dan menghadapi
berita hoax maka berbagilah informasi yang benar dan bermanfaat untuk umum dan
hindari berita hoax.
--Maya--
KEGIATAN RANTING ISIDORUS
RKR perdana kepengurusan baru Ranting Isidorus tanggal 15 Juni 2019 Pukul 15.30 WIB. Semangat baru karena Ranting Isidorus bertambah anggotanya dari 27 anggota menjadi 51 anggota, banyak anggota-anggota senior WK Ranting Isidorus yang bersedia aktif kembali. Kami berusaha membuat program kerja yang dapat membangun kerjasama baik antara anggota maupun masyarakat sekitar tempat tinggal kami seperti bekerjasama dengan RT/RW setempat untuk menghias daerah tempat tinggal kami pada perayaan 17 Agustus nanti, GOPEK (Gotong royong pendidikan) adalah salah satu bentuk usaha kami ibu-ibu WK dalam membantu meringankan beban pendidikan bagi anak-anak yang kurang mampu dengan cara menyisihkan sisa uang belanja untuk ditabung bersama-sama, kami juga mulai bekerjasama dengan Posyandu setempat untuk memberikan makanan tambahan,PPUK mulai kami jalankan dan puji Tuhan kami sudah mendapatkan 1 ibu yangmembutuhkan modal untuk usaha menjual gorengan. Bidang Usaha kami juga memiliki program seperti bank sampah yang akan dijalankan mulai bulan Agustus 2019 dan Garage Sale baju,tas dan sepatu bekas layak pakai pada bulan Oktober 2019. Bidang Pendidikan akan memulai program belajar membuat bunga dari plastik kresek pada bulan Juni/Juli serta pelatihan IT pada bulan September 2019 dengan tujuan agar ibu-ibu WK kami semakin kekinian dan tidak gaptek.--Riska--
KEGIATAN RANTING YOHANES
Bibit tanaman buah diserah terimakan dari Ketua Wanita Katolik Ranting Yohanes, ibu Nicholetta Rani Dianwati
kepada ibu Susi Anwar, Pembina PKK RW 09 Perumahan Japos pada tanggal 9 Juli
2019, disaksikan oleh beberapa pengurus Wanita Katolik
Ranting Yohanes, ibu Stefani Sumanti Susilowati, ibu Odillivia
Moi dan seorang anggota Wanita Katolik Ranting, ibu Lingka Ondang. Tanaman buah langsung ditanam di lahan
dekat Balai PKK RW dibantu oleh Pak Parwoto dan kawan-kawan. Harapannya tanaman
buah ini dapat berbuah dan menjadi berguna bagi warga sekitar RW . –Intan--
Pada tangal 22 Juli 2019 sore, ibu-ibu Wanita Katolik Ranting Yohanes melakukan kunjungan ke rumah ibu Sicilia Sumarsih, yang baru saja
menjalani biopsi pada payudaranya. Anggota WK datang untuk memberi dukungan dan
semangat agar ibu Marsih tetap sehat dan selalu semangat menjalani hidup
selanjutnya. -Intan--
POSYANDU
Senin, 26 Agustus 2019, diadakan bakti
sosial Wanita Katolik Ranting Yohanes di Posyandu Seruni I, RW 08 Komplek Japos Graha
Lestari, Jurangmangu Barat, Tangerang Selatan. Ibu Rani sebagai ketua WK
Ranting Yohanes berhalangan hadir dan diwakilkan oleh ibu Clara, ibu Olive dan
ibu Susi, untuk menyerahkan makanan tambahan berupa pudding coklat. Posyandu yang dimulai jam 09.00 wib ini ramai
dengan anak-anak yang ditemani orang tua dan terkadang oleh kakek-neneknya.
Kegiatan di posyandu ini berlangsung sampai menjelang tengah hari. –Intan--
ZIAREK : AMBARAWA-SOLO-SRAGEN
Perjalanan dibuka dengan doa
bersama agar diberkati dan dilindungi Tuhan. Mengisi kegiatan selama
perjalanan, ibu-ibu mendaraskan Doa Rosario secara bergantian diikuti oleh
semua anggota rombongan. Selepas itu dilanjukan dengan makan malam yang dibawa
masing-masing. Beberapa ibu terlihat saling berbagi bekal makan malam.
Malam semakin larut dan pekat,
kebutuhan jasmani dan rohani telah terpenuhi, kantukpun menyergap.
Jumat 10 Mei 2019 jam 04.30 waktu
setempat, rombongan tiba di LD Griya, penginapan yang letaknya tak jauh dari
terminal bis Ambarawa. Semua ibu-ibu segera menggunakan waktu untuk meluruskan
punggung setelah semalaman dalam bis, menyegarkan diri dengan air mandi dan ada
juga yang mencuri waktu untuk tidur sejenak.
Pukul 08.00, kegiatan hari ini diawali
dengan melakukan aktivitas rohani di Gua Maria Kerep Ambarawa. Rombongan
dijemput tiga mobil angkot untuk menuju
ke sana. Sebenarnya, perjalanan bisa ditempuh dengan berjalan kaki karena jarak
penginapan ke gua Maria kurang lebih 1 km, sekira 15 menit berjalan kaki.
Setelah sarapan pagi, segera ibu-ibu beberes bawaan masing masing
karena pada pukul 09.30 rombongan harus check out dari penginapan menuju tempat
wisata Bandungan Ayana.
Dengan membayar uang masuk Rp. 10.000 / orang, rombongan masuk ke Wisata Candi Gedong Songo. Candi di area ini merupakan sekumpulan candi yang tersebar di beberapa tempat. Setelah mencapai candi pertama, dikarenakan trek yang terus menanjak, rombongan kemudian mengalihkan tujuan ke Ayanaz.
Dengan uang masuk Rp. 20.000/orang, kita dapat menikmati
fasilitas spot foto yang instragramable. Ada ruang santai di tengah kolam air,
juga area bantal warna-warni dan bercorak. Tempat duduk ditata rapi berlatar
pemandangan indah pegunungan hijau. Kursi-kursi santai tersebut berbentuk unik
dan lucu.
Lelah berfoto, wisata dilanjutkan
dengan perjalanan ke Sate Sapi Pak Kempleng di jalan Diponegoro 217 Ungaran untuk
makan siang.
Ibu-ibu segera menikmati menu
seporsi sate sapi dengan lontong, dengan potongan daging yang besar-besar dan
tidak terasa alot. Teksturnya mirip dengan steak daging sapi dengan tingkat
kematangan medium rare. Bumbu kacang kecap menemani lauk sate yang dengan
segera memuaskan rasa lapar.
Perjalanan terus berlanjut menuju
ke Solo, ke Hotel Aston Solo, di jalan Slamet Riyadi no 373, Sondakan, Laweyan,
Surakarta, tempat rombongan beristirahat.
Setibanya di hotel, setelah
pembagian kamar masing masing, sebagian memilih beristirahat, namun sebagian
lagi melanjutkan berbelanja batik di Toko Sri Ratna Solo. Sepanjang sisa sore
hari itu kemudian diisi dengan acara bebas.Lepas magrib, untuk makan malam kami menuju ke restoran Ndalem Kopi untuk menikmati menu sederhana sayur lodeh, berlauk tahu dan tempe, yang terasa nikmat karena ditutup dengan es segar.
Pagi hari Sabtu 11 Mei 2019,
sebelum check out, rombongan menikmati sarapan ala buffet komplit. Sebagian
ibu-ibu menikmati fasilitas kolam renang yang ada di hotel sebelum sarapan.
Selepas check out dari Hotel Aston,
Ndoro Dongker Tea House di Karangpandan Ngargoyoso Kemuning Karanganyar, Jawa
Tengah, menjadi tujuan selanjutnya.
Dengan suasana asri bergaya
kolonial Belanda, bangunan kuno dihiasi dengan taman bunga cantik yang di
dominasi warna putih pada dinding dan meja kursinya. Berlatar perkebunan teh
membuat nikmat rasa dan suasana makan siang kali ini. Udara yang sejuk disela
kunyahan singkong goreng dan teh hangat disusul soup makaroni, terasa sekali
gaya masakan kolonial Belanda yang weitje!
Restoran ini dulunya merupakan
rumah kepala kebun teh Kemuning milik perkebunan Belanda. Berdiri sejak 1700an,
sempat dijadikan rumah kepala kebun teh PT Rumpun Sari. Tahun 2011, tempat ini
dijadikan kafe setelah lama tidak dihuni. Nama Ndoro Dongker sendiri diambil
dari nama seorang warga Belanda bernama Dongker yang menetap di Kemuning. Ia
merupakan ahli tanaman dan memilih tinggal di Kemuning dan dihormati warga
sekitar.
Perjalanan lalu dilanjutkan ke Gua
Maria Ngrawoh Sragen. Taman Doa Santa Perawan Maria di Fatima, ini berlokasi di
Dusun Ngrawoh, Desa Pilangsari Kecamatan Gesi, Sragen.
Dikarenakan sudah menjelang magrib,
rombongan hanya sempat melakukan jalan salib. Searah perjalanan pulang,
rombongan menyempatkan berkunjung ke rumah orang tua dari Korwil Yohanes, bapak
Y Indro Asmoro.
Menikmati suguhan selat solo yang
sudah disiapkan tuan rumah disela canda dan tawa bersama keluarga tuan rumah
sungguh menyegarkan.
Setelah berpamitan dengan tuan
rumah, perjalanan pulang ke Tangerang dilanjutkan, berbekal nasi kotak untuk
makan malam di dalam bis.
Subuh hari selanjutnya, rombongan
sudah tiba di Ciledug dengan rasa lelah tapi bahagia dan penuh kenangan. –Intan--
KEGIATAN RANTING MONIKA
“Sisa Perca yang Berguna”
(cantik,,ciamiik,,dan
tidak harus mahal)
Minggu sore ditanggal 28 Juli
2019 itu terasa berbeda,,, kok berbeda ? Iyaa..di Minggu sore itu bertepatan
dengan pertemuan rutin bulanan, kami ibu-ibu Wanita Katolik RI Ranting Monika belajar
bersama bagaimana memanfaatkan sisa-sisa kain perca menjadi sesuatu yang
berguna, menarik dan tentu saja bermanfaat. Laluu..bagaimana caranya ?? Gampang
kok.. yuks dimarii , simak disini …
Pertemuan Wanita Katolik RI Ranting Monika rutin
dilaksanakan pada minggu ke 4 setiap bulannya. Setelah dilakukan undian tuan
rumah sebagai tempat pertemuan rutin tersebut, maka kegiatan atau pengisi acara
pertemuan kami lakukan secara bergilir dan berurutan dari ke 5 bidang kegiatan.
Diawali dari bidang organisasi, bidang pendidikan, bidang kesra, bidang humas,
lalu bidang usaha.
Pada giliran pertemuan di Minggu
sore itu yang bertugas adalah dari bidang pendidikan yang diketuai oleh ibu
Liliyanti Purnama, dengan anggota ibu Victoria Susi, ibu Elly Suratmi, dan ibu
Ani Kurnia. Pelatihan memanfaatkan kain perca sore itu diberikan oleh ibu Lili
dan timnya. Dua setengah jam pertemuan terasa cepat sekali karena saking
asyiknya merangkai kain-kain perca menjadi beberapa macam rangkaian indah yang
cantik dan ciamik. Pertama kali yang harus dilakukan adalah memilah-milah kain
perca dari yang semotif atau sewarna. Lalu tentukan pola atau rangkaian apa
yang akan kita buat, kemudian rangkai pola atau bentuk tadi dengan menggunakan
jarum dan benang yang sewarna.
Naahh… mudah dan gampang sekali
bukan ?? Jadii..mari para ibu-ibu semua, jangan buang sisa kain-kain perca yang
ada,, mari kita manfaatkan dengan berkreasi sesuka hati. Cantik dan ciamik….
Chiayoo..
Memilih pola dan bentuk Pola yang sudah dirangkai &
hasilnya











