Saturday, 30 November 2024

Kabar Ranting November 2024

WKRI Ranting Monika  

Dinamika Kelompok Bidang Organisasi  

Pertemuan anggota WKRI Ranting Monika dilakukan secara rutin pada setiap bulan, minggu ketiga. PIC pertemuan dilakukan secara bergiliran oleh setiap bidang untuk mengisi acara pertemuan. 

Pada bulan Juli 2024 kemarin giliran dari Bidang Organisasi yang mengisi acara. Kali ini diadakan Dinamika Kelompok. Ada 2 bagian aktivitas yang dilakukan yaitu update kepesertaan anggota dan melukis…. 

Lho kok melukis ? Apa hubungannya dengan Bidang Organisasi ya ? Mari simak disinii …

Jadi melukis dilakukan dalam beberapa tahapan 

1. Membuat kelompok yang jumlah anggota kelompoknya disesuaikan dengan kehadiran anggota pada saat itu, lalu masing-masing kelompok menunjuk 1 orang sebagai kapten kelompoknya.

2. Para kapten kelompok ini diberi pengarahan oleh Ketua WKRI Ranting Monika, Ibu Widi

3. Setelah mendapat pengarahan/clue-clue, para kapten lalu menyampaikan kepada anggota kelompoknya dan mulai melukislah mereka sesuai clue yang diterima.

4. Selama 45 menit setiap kelompok begitu asyik dengan gambar dan warna lukisannya.

5. Setelah waktu melukis selesai lalu para kapten mempresentasikan hasil lukisan kelompok masing-masing dan ditutup dengan penjelasan/penggambaran makna dari clue-clue yang disampaikan sebelumnya yang berkaitan dengan WKRI.

Inilah gambar lukisan dari 3 kelompok yang ada. Bagus-bagus dan seru.



Monday, 28 October 2024

Wanita Katolik RI Santa Bernadet dan Hari Pangan Sedunia 2024

Hari Pangan Sedunia, yang jatuh setiap tanggal 16 Oktober 2024, juga ikut dimeriahkan di Gereja Santa Bernadet, Pinang. Tahun 2024 ini, Gereja Katolik di Indonesia mengambil tema Menghargai Pangan Lokal, Memartabatkan Petani dan Nelayan. 

Dalam Surat Gembala yang dibacakan pada Minggu, 20 Oktober 2024, Kardinal Ignatius Suharyo menyatakan keprihatinannya, karena banyak kalangan petani dan nelayan yang hidupnya kurang sejahtera. Ironisnya, selama ini, pasokan pangan kita bertumpu pada mereka. Para ujung tombak pangan lokal ini menghadapi berbagai tantangan, dari perubahan iklim, lahan yang kian sempit, sampai upah kerja minimal. 

Kebijakan pangan yang selama ini diterapkan, tampaknya kurang efektif, sehingga kita bergantung pada komoditas pangan impor, seperti gandum. Bisa jadi kita lebih akrab dengan roti dan mie, ketimbang olahan talas dan singkong yang banyak ditanam di Indonesia. 

Maka, Kardinal menyarankan beberapa langkah konkrit untuk kembali menghargai pangan lokal dan membuat petani dan nelayan bermartabat. Salah satunya dengan cara menghargai makanan, terlebih pangan lokal. Memperkenalkan keragaman makanan lokal dan menghargai makanan kepada anak-anak dan cucu kita, penting untuk keberlanjutan pangan. 



Dalam rangka perayaan Hari Pangan Sedunia ini. PSE dan Wanita Katolik RI Santa Bernadet mengkoordinir festival pangan lokal, yang digelar usai setiap misa di Gereja Santa Bernadet. Meja ditata di selasar gereja, menyambut umat yang selesai mengikuti misa, selama Sabtu, 12 Oktober dan Minggu, 13 Oktober, agar dapat mencicipi olahan pangan lokal yang disajikan oleh wilayah-wilayah di Paroki Santa Bernadet Pinang.

Theodora Aywein, Koordinator PSE Paroki Santa Bernadet mengatakan dalam rangka HPS ini, per wilayah menyediakan 250 pieces makanan dari olahan bahan pangan lokal. 



"Untuk tahun ini, di luar kebiasaan lomba tumpeng usai Misa jam 08.30, maka festival diadakan setiap selesai misa, Sabtu dan Minggu," kata dia.

Ternyata, dari wilayah responnya luarbiasa. "Wilayah bebas berkreasi mau bikin apa saja boleh. Saya lihat umatnya juga menikmati. Malah banyak yang minta, tahun depan kita adakan festival seperti ini, agar merata ke semua umat," ujar Aywein yang bergandengan dengan Wanita Katolik RI Santa Bernadet mengkoordinir dan menyediakan air minum usai misa.

Eko, umat dari Hubertus, mengaku terkesan saat mengambil puding labu kuning dalam cup. "Baru sekali ini saya makan. Enak, tapi kebanyakan ini porsinya," cetusnya sambil mencuil pie labu kuning, dari Wilayah Maria. 

Menurut Angel, perwakilan dari Wilayah Maria, pihaknya memilih labu kuning karena memarik. "Jadi pengen mengolahnya. Ini kami masak sendiri semua," ujar Angel yang bekerja bersama dengan Lauren, Ismi, Anggit, Nik serta Ningsih mempersiapkan puding, pie, combro rogut, dan onde-onde.

Sedangkan Devi Eko, dari Wilayah Albertus, mewakili wilayahnya dengan menyajikan olahan pempek dari tepung singkong. "Saya senang kalau makanan saya disukai orang," cetus Devi yang mengaku mengolah 6 kilogram singkong menjadi pempek belah dan pempek telur. 



Yosi, warga Fabiola yang mengambil cup berisi pempek cukup terkesan saat mencicipinya. "Unik ya .. saya baru sekali makan pempek dari singkong ini," kata dia.


Friday, 4 October 2024

Kegiatan Ranting September 2024

 

Pertemuan rutin Ranting Fabiola 4,5

Diisi dengan ibadat, praktik membuat kue pia dari Cooking Class Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, dan membahas rencana Ziarek Oktober.







Pertemuan rutin Ranting Maria Goretti

Doa bersama, pembahasan ziarek, dan bank sampah. Salah satu anggota ranting Maria Goretti menjadi kader bank sampah, untuk memberikan penyuluhan dan motivasi warga. 







  Pertemuan rutin Ranting Maria

  Diisi dengan sharing dalam rangka BKSN






Friday, 6 September 2024

Wanita Katolik RI Santa Bernadet Menjadi Panitia HUT RI Paroki

Seperti biasanya, HUT RI 17 Agustus dirayakan dengan meriah di Paroki Pinang, Ciledug. Pada ulangtahun RI ke 79 kali ini, Wanita Katolik RI Santa Bernadet mendapat tugas menjadi panitia perayaan. 

Rangkaian perayaan HUT RI dimulai dengan berbagai lomba, lantas upacara bendera, dan ditutup dengan misa syukur dan ramah tamah. 

Ketua Panitia HUT RI ke 79 Paroki Santa Bernadet kali ini, adalah Fransiska Minna. Lantas, anggota ranting yang ada di wilayah Wanita Katolik RI Santa Bernadet mendukung dan bergabung menjadi panitia. 

Dalam perayaan HUT RI ke 79 ini, panitia mengadakan lima macam lomba, yakni :

  1. Lomba kelereng dengan peserta dari kalangan Bina Iman Anak
  2. Fun game dengan tema kebangsaan dan nasionalisme, diikuti oleh perwakilan dari wilayah yang ada di Paroki Pinang. Peserta membentuk tim, beranggotakan 5 anak kelas 4-6 SD. 
  3. Lomba masak nasi goreng bapak-bapak perwakilan dari wilayah
  4. Stand up comedy peserta umum
  5. Lomba kostum nasional saat upacara bendera


Fun game pos tebak lagu












Persiapan peserta lomba masak nasi goreng bapak-bapak antar wilayah







Para pemenang Stand Up Comedy












Lomba kelereng, fun game, masak nasi goreng, dan stand up comedy diadakan pada Sabtu, 10 Agustus 2024 di Aula Gereja, Balai Bernadet, serta parkiran motor. Sedangkan lomba kostum diselenggarakan selama upacara bendera pada Sabtu, 17 Agustus 2024.

Lomba kelereng diikuti oleh 40 peserta. Sedangkan fun game diikuti oleh 12 tim, dan masak nasi goreng oleh perwakilan dari 21 wilayah di Paroki Pinang. Lomba stand up comedy yang open mic mulai jam 13.00 ternyata agak sepi pendaftar, sehingga panitia membuka pendaftaran go show saat acara berlangsung.

PARA PEMENANG LOMBA :

1. LOMBA KELERENG

        Juara 1                 :  Emil (Wil. Petrus)

        Juara 2                 :  Andira (Wil. Albertus)

        Juara 3                 :  Mikael (Wil. Fabiola)

        Juara Harapan 1  :  Kesya (Wil. Petrus)

        Juara Harapan 2  :  Fuko (Wil. Albertus)

2. LOMBA FUN GAME

        Juara 1                 :  Wilayah Albertus (Poin 8,2)

        Juara 2                 :  Wilayah Paulus (Poin 8)

        Juara 3                 :  Wilayah Sesilia (Poin 7,6)

3. LOMBA MASAK NASI GORENG BAPAK-BAPAK:

        Juara 1                 :  Wilayah Maria (Poin 87,2)

        Juara 2                 :  Wilayah Loyola (Poin 85,5)

        Juara 3                 :  Wilayah Petrus (Poin 85,1)

        Juara 4                 :  Wilayah Anna (Poin 84,4)

        Juara 5                 :  Wilayah Yohanes (Poin 83,6)

        Juara 6                 :  Wilayah Albertus (Poin 83,4)

4. LOMBA STAND UP KOMEDI      

        Juara 1                 :  Cicilia Ngadiyah (Poin 75,9)

        Juara 2                 :  Riana (Poin 65,4)

        Juara 3                 :  Bercham (Poin 58,5)

        Juara 4                 :  Felix (Poin 50,4)

        Juara 5                 : Dimas (Poin 41,1)

        Juara 6                 : Susilo (Poin 40,9)


Adapun pada Sabtu, 17 Agustus 2024 diselenggarakan upacara bendera pada pukul 07.00 di parkiran motor Gereja Santa Bernadet. Petugas upacara bendera ini adalah para siswa sekolah Amore, dengan inpekstur upacara Romo Lammarudut Sihombing CICM.



Usai upacara, para peserta mengikuti misa syukur yang dipimpin oleh Romo Matius Pawai CICM. Lantas dilanjutkan dengan syukuran sederhana di Aula Gereja. 





Syukuran 17-an ini diramaikan oleh Komunitas Warga Senior Simeon Hana dan penampilan juara 1 Stand Up Comedy, Cicilia Ngadiyah. Pada kesempatan tersebut, juga diumumkan juara lomba kostum. 




LOMBA KOSTUM NASIONAL

        Juara 1                 :  Agustono (Poin 82,1)

        Juara 2                 :  Fitra (Poin 57,5)

        Juara 3                 :  Ida (Poin 52,5)





Sunday, 1 September 2024

Kegiatan Ranting Agustus 2024





Pertemuan Rutin Ranting Albertus 1,2
Pertemuan kali ini diisi dengan kegiatan arisan rutin dan membuat hiasan pompom serta pita dari plastik kresek untuk dekorasi gereja dan aula dalam rangka HUT RI.














Pertemuan bulanan Ranting Hubertus







Pertemuan rutin Ranting Sesilia 1, 3, 4. 
Mengadakan lomba dan door prize dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan RI













Pertemuan rutin Ranting Fabiola 4 & 5
Pertemuan diisi dengan ibadat serta perayaan ulangtahun Ranting Fabiola 4&5 Wanita Katolik RI Santa Bernadet


















Pertemuan Ranting Loyola serta peringatan HUT Republik Indonesia, diisi dengan berbagai lomba. 












Pertemuan rutin Ranting Paulus 5, 6 
Merayakan HUT RI dengan membuat puding polkadot












Pertemuan ranting Antonius I
Merayakan HUT Kemerdekaan RI dengan berbagai lomba seperti lomba memasukkan benang ke jarum dan memindahkan karet. 










Saturday, 10 August 2024

Perayaan Ulangtahun ke 34 Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet

Hari Minggu, 4 Agustus 2024, Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet menghelat perayaan puncak untuk ulangtahun yang ke 34. 



Rangkaian acara peringatan ulangtahun ini, sebenarnya sudah dimulai pada Senin, 29 Juli 2024. Saat itu, beberapa anggota, perwakilan dari ranting yang ada di wilayah Cabang Santa Bernadet serta utusan dari Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Santa Bernadet, mengadakan kunjungan ke TPA Indriyasana yang berlokasi di Pasar Kemis Tangerang. 


Perayaan ulangtahun ke 34 Wanita Katolik RI Santa Bernadet Pinang ini, dimulai dengan misa kudus pada pukul 08.30 yang diikuti bersama dengan umat. Hadir dalam misa tersebut, para undangan, yakni ketua atau pengurus seluruh ranting yang ada di wilayah Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, serta undangan dari Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Tangerang I. 



Misa yang dipimpin oleh Romo Lammarudut Sihombing, CICM ini, diiringi oleh petugas koor dari gabungan anggota ranting Wanita Katolik RI  Santa Bernadet. Theresia Maya, Ketua II Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet mengucapkan terimakasih atas dukungan umat, pastor, dan semua pihak untuk semua aktivitas Wanita Katolik RI di kawasan Pinang ini. 


Acara dilanjutkan dengan ramah tamah di Aula Bawah, dihadiri oleh para undangan dari ranting, anggota Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, serta romo pembimbing, Romo Lammarudut Sihombing CICM. 

Secara istimewa, acara perayaan ini diisi dengan Tari Yapong, yang dipersembahkan oleh para anggota Ranting Paulus 5&6 Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet. Kekompakan para penari, menujukkan bahwa mereka berlatih dengan serius, dipimpin oleh Yustina Susi, anggota Ranting Paulus 5&6. 

Acara diisi pula dengan pemotongan tumpeng dan ramah tamah para hadirin.

Livia, anggota Ranting Fabiola 1, mengatakan bahwa organisasi WKRI ini bukan sembarangan karena sudah dewasa. "Organisasinya lebih dewasa dan Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet kan sudah berusia 34 tahun. Semoga semakin semangat melayani," ujar Livia yang juga menjabat sekretaris DPP Wanita Katolik RI ini. 

Sedangkan Agnes Widi Astuti, mantan Ketua Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Santa Bernadet mengatakan sukacitanya karena banyak anggota senior yang masih bersemangat untuk melayani dan aktif di organisasi ini. "Yang penting, kita melakukan aksi nyata. Jangan kesenggol sedikit, marah.." kelakarnya. 




Wednesday, 31 July 2024

Kegiatan Ranting Juli 2024

 


Pertemuan rutin Ranting Albertus 3. Kali ini, pertemuan diisi dengan kegiatan penjualan peyek buatan anggota.








Pertemuan rutin Ranting Paulus 2, tanggal 21 Juli 2024


Sunday, 30 June 2024

Menjalankan Tugas dan Tanggung Jawab Dalam Organisasi dengan Iman Katolik

 Wanita Katolik Republik Indonesia mengalami dinamika sendiri, termasuk dalam tingkatan dasar yang menggerakkan keseluruhan organisasi ini, yakni ranting. Lingkup Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet diperkuat oleh 24 ranting, yang pasti mengalami pasang surut dalam berkarya.

Untuk itulah, secara periodik, Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI mengadakan seminar Peningkatan Kualitas Organisasi (PKO). Melalui seminar ini, para pengurus dan calon pengurus ranting diharapkan mendapat penyegaran dalam menjalankan organisasi.

Tahun ini, PKO diselenggarakan di Aula Besar Gereja Santa Bernadet, pada hari Minggu, 2 Juni 2024 dengan tema Menjalankan Tugas dan Tanggung Jawab Dalam Organisasi dengan Iman Katolik.

Acara dihadiri oleh perwakilan pengurus ranting, dan disemarakkan dengan beberapa pembicara, yakni Aloysia Ardianthy (Anggota Presidium 1 Dewan Pengurus Daerah Wanita Katolik RI Jakarta), A. Dwi Ana Nurhandayani (Bidang Organisasi Dewan Pengurus Daerah Wanita Katolik RI Jakarta), serta Penasehat Rohani Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, Romo Lammarudut Sihombing, CICM.

Pada sesi pertama, Aloysia mengingatkan kembali tentang spiritualitas Wanita Katolik RI dengan kilas balik berdirinya sejarah organisasi ini. Organisasi Wanita Katolik RI bermula dari keprihatinan sejumlah ibu Katolik pada diskriminasi upah buruh pabrik rokok di Jogja.

”Spirit awal dari para ibu ini adalah kepedulian dan keberpihakan pada yang lemah, yakni buruh perempuan,” jelas Wiwie, panggilan dari Aloysia.

Spirit tersebut tetap lestari dalam konteks jaman apapun, termasuk masa kini. Hal itu diwujudkan dalam visi dan misi organisasi, dan dilaksanakan dalam keseharian para anggotanya.

”Wanita Katolik RI berkewajiban untuk ambil bagian dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa melalui kiprahnya dalam medan pelayanan,” ujar Wiwie di tengah sesi I. Pelayanan tersebut mengacu pada Ajaran Sosial Gereja (ASG) untuk menegakkan harkat serta martabat manusia.

Pembicara kedua, yakni Ana, mengingatkan kembali tugas dan kewajian masing-masing pengurus, dari Ketua sampai anggota bidang. Ana berharap, masing-masing pengurus memahami fungsi mereka, sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) organisasi.

Soalnya, ”Berhasil tidaknya pelaksanaan tugas, ditentukan oleh pemahaman pada fungsi dan tugas masing-masing dalam menjalankan organisasi,” jelasnya.

Adapun sesi kedua, menghadirkan Romo Lamma sebagai pembicara. Romo mengangkat topik Sinergi yang Berkualitas dalam perjumpaan dengan jajaran Wanita Katolik RI kali ini.

Sinergi, menurut Romo, adalah panggilan untuk menjadi satu. Pemahaman ini juga bukan hal asing, karena dalam kacamata Gereja Katolik, kita semua berziarah dalam panggilan untuk menjadi satu. ”Semua orang bisa berbeda-beda, tapi tujuan kita sama,” jelas Romo.

Nah, sinergi adalah satu nilai yang harus menjadi pedoman bagi pelayanan umat di Gereja Santa Bernadet. Sinergi adalah semangat bergerak bersama agar dampak yang baik dari Gereja Katolik lebih bergaung dalam terdengar di masyarakat.

Sinergi diperlukan untuk menjaga kualitas pelayanan kita di masyarakat. Tantangan menjaga kualitas ini adalah seiring waktu, menurut Romo, sangat mungkin terjadi penurunan karena terdistorsi kelemahan kita sebagai manusia. ”Akhirnya hilang makna pelayanan, maka perlu penyegaran dan perjumpaan seperti ini,” kata Romo Lamma.

Romo juga mengingatkan, syarat agar sinergi berjalan baik adalah saling percaya, ada komunikasi, memahami tujuan yang sama, perlu keterlibatan semua anggota, dan selalu menghargai perbedaan.




Mengikuti Ekaristi Penutupan Selebrasi 100 Tahun Wanita Katolik RI

Pada Sabtu, 18 Januari 2025, beberapa anggota Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santa Bernadet, mengikuti peray...