Menjadi warga negara yang baik, sudah pasti harus melaksanakan kewajiban pula. Salah satunya adalah memberikan suara dalam Pemilihan Umum. Hal ini sesuai dengan semboyan yang dicetuskan Mgr. Soegijapranata, yaitu kita harus menjadi 100% Katolik dan 100% Indonesia. Artinya menjadi Katolik yang mau terlibat dan partisipatif, juga menjadi warga Indonesia yang terlibat dan partisipatif dalam kegiatan berbangsa dan bernegara.
Mengambil bagian
dalam Pemilihan Umum adalah cara partisipasi yang paling mudah, termasuk untuk
Pemilu 2024 yang sudah di depan mata.
Harus diakui
bahwa rangkaian Pemilu 2024 ini, berbeda dengan pemilu satu atau dua dekade
lalu. Paling tidak, Pemilu 2024 akan kita lalui dengan banjir informasi berkat
kehadiran media sosial yang makin akrab dengan masyarakat sejak Pandemi Covid19 lalu. Alhasil, sebagai pemilih, kita harus cermat dan cerdas
memilah informasi yang benar dan jangan sampai termakan hoaks.
Atas dasar
itulah, Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santa Bernadet, mengadakan
Seminar Menjadi Pemilih Cerdas: Kritis Menyikapi Isu Politik. Seminar yang
diadakan pada hari Minggu, 8 Oktober 2023 ini mengundang pembicara Mathias Toto
Suryaningtyas dari Litbang Kompas.
Seminar diikuti oleh sekitar 100 peserta ini, berlangsung dengan lancar. Toto memaparkan kondisi politik pada masa pemilihan tahun 2019 dan sekarang. Begitu pun, beliau kembali mengingatkan masa-masa Orde Baru dan awal reformasi, bagaimana situasi politik serta sosial pada saat itu.
Dalam kesempatan tersebut, Toto juga menjelaskan bahwa dalam Pemilu 2024 Februari nanti, kita akan mencoblos 5 surat suara, dari DPRD II hingga Pemilihan Presiden.
”Kita
harus taktis memilih calon. Pilih dengan cermat,” jelasnya. Misalnya, untuk
wakil rakyat di tingkat II (Kabupaten atau Kotamadya), tidak ada salahnya
memilih sosok yang sudah kita kenal, atau punya kontribusi yang baik pada
lingkungan atau kehidupan kita.
Sesi tanya jawab
juga disambut antusias oleh peserta. Seminar Menjadi Pemilih Cerdas ini, memang
dihadiri mayoritas wanita, utusan dari ranting-ranting dalam wilayah Wanita Katolik RI Santa Bernadet, Pinang. Toh, pertanyaan yang
dilontarkan, sungguh menarik dan kekinian. Misalnya, salah satu Ibu bertanya, ”Mengapa
waktu itu, Capres Anies Baswedan langsung menentukan Muhaimin Iskandar jadi
Cawapres ya? Padahal waktu yang diberikan KPU kan masih lama dan Capres lain
juga masih belum menentukan Cawapres mereka.”
Atau pertanyaan
lain, ”Bagaimana jika wakil untuk DPRD yang ingin kita pilih, ternyata kita tidak
cocok dengan partainya.”
Toto menjawab
semua pertanyaan itu, dan tampaknya peserta cukup puas dengan jawaban yang diberikan.
Seminar ditutup menjelang
jam 13.00 dengan bekal pengetahuan bagi para peserta, bagaimana menjadi pemilih
yang cerdas pada Pemilu 2024 mendatang.

.jpeg)






