Pada Sabtu, 18 Januari 2025, beberapa anggota Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santa Bernadet, mengikuti perayaan ekaristi di Katedral Jakarta.
Perayaan ekaristi ini istimewa, karena merupakan Penutupan Selebrasi 100 Tahun Wanita Katolik Republik Indonesia yang diperingati dengan serangkaian acara selama tahun 2024 yang lalu. Ekaristi dipimpin dengan selebran utama Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo, diikuti oleh ratusan anggota Wanita Katolik Republik Indonesia yang merupakan perwakilan cabang di Jabodetabek, serta disiarkan secara streaming.
Dalam homilinya Bapa Uskup mengulas tentang injil hari itu, yakni panggilan Levi. Beliau mengingatkan pula mengenai bagaimana Yesus mengumpulkan murid-murid pertamaNya, 12 rasul, yang berasal dari berbagai latarbelakang berbeda. Ada Thomas yang sulit percaya, ada Mateus si pemungut cukai yang dianggap sebagai pengkhianat karena bekerja di Pemerintahan, ada Simon orang Zelot yang anti asing. "Saya bayangkan, kalau Mateus berjumpa Simon orang Zelot, mereka pasti berdebat seru," tutur Bapa Uskup.
Para murid Yesus itu orang biasa, yang bubar terpencar ketika Yesus disalib dan wafat. Bahkan, muridnya yang paling disayang, Petrus, menyangkali Yesus sampai tiga kali. Yesus memilih orang-orang biasa seperti kita menjadi muridNya.
Lantas, apa istimewanya? Anugerah itu muncul justru setelah Yesus disalibkan, wafat, dan bangkit. Setelah bangkit, Yesus mengumpulkan lagi murid-muridNya. Mereka lantas berkarya dan mengembangkan umat yang seperti sekarang.
Bapa Uskup menekankan bahwa untuk membangun kebersamaan, dituntut kerelaan menjadi martir. Yang diajarkan oleh Yesus bukan kata-kata belaka, tapi penyerahan hidup yang sesungguhnya. Begitu pula dengan organisasi kita. Dengan latar belakang berbeda-beda, kita disatukan dalam organisasi dan komunitas. Diperlukan kerelaan menjadi martir agar organisasi atau komunitas bisa hidup. Pengorbanan sekecil apapun, adalah kemartiran. Pengorbanan meninggalkan rutinitas mengurus keluarga, atau pekerjaan, adalah wujud kerelaan kita dalam organisasi ini.
Nah, pengorbanan itulah yang menghidupkan organisasi kita.
.jpeg)
No comments:
Post a Comment