Upaya Normalisasi Situ Pondok Jagung
Turut serta memperingati Hari Lingkungan Hidup, pada minggu pertama Juni 2023, Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, ikut menuang eco enzyme ke Situ Pondok Jagung, Tangerang Selatan. Kegiatan ini digelar oleh Komunitas Eco Enzyme Nusantara Tangerang Selatan, PODSI Tangsel, Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, dan Pondok Pesantren Syahrul Qur’an.
Total sebanyak 339 liter eco enzyme disumbangkan oleh para anggota ranting Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, untuk upaya normalisasi Situ Pondok Jagung tersebut.
Menurut Andreas Krisbayu, Ketua Komunitas Eco Enzym Nusantara cabang Banten, pihaknya
memang berupaya melakukan normalisasi Situ Pondok Jagung dengan menuangkan eco
enzyme. “Tujuannya adalah untuk memperbaiki kualitas air, dengan cara
meningkatkan kadar oksigen karena eco enzyme ini mengikat polutan-polutan yang
ada di dalam situ,” ujarnya.
Situ Pondok Jagung sengaja dipilih, karena merupakan aliran
situnya terbatas, dengan luasan yang terukur pula. Selain itu, Situ Pondok
Jagung juga digunakan untuk Latihan dayung serta aktivitas olahraga warga
sekitar.
Andreas mengatakan, total target eco enzyme yang dituang ke Situ Pondok Jagung adalah 1.800 liter, dilakukan setiap hari Sabtu sebanyak 150 liter. “Cairan eco enzyme kami dapat dari komunitas-komunitas,” tutur Bayu yang sangat menghargai sumbangan eco enzyme dari para anggota Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet ini.
“Seharusnya, pekan ini, kami akan uji kondisi air. Tapi,
karena ada sumbangan dari Wanita Katolik RI, ya uji laboratorium dilakukan
minggu depan,” sambung Bayu.
Margaretha Maria Rosyati, Bagian Litbang Komunitas Eco
Enzyme Nusantara Cabang Banten mengatakan hingga minggu pertama Juni 2023,
pihaknya telah menuangkan eco enzyme sebanyak 13 kali ke Situ Pondok Jagung.
Penuangan eco enzyme dibantu oleh PODSI atau Persatuan Olahraga Dayung Seluruh
Indonesia Tangerang Selatan, menggunakan perahu, hingga bisa mencapai bagian
tengah Situ.
“Sebelum penuangan eco enzyme, air Situ Pondok Jagung diuji
di laboratorium,” tutur Rosyati. Pengujian juga dilakukan di tengah dan di
akhir periode penuangan, untuk mengetahui kualitas dan kandungan oksigen air
Situ Pondok Jagung.
Menurut Corry Cecilia, salah satu pegiat Komunitas Eco Enzyme Nusantara Cabang Banten, di mata awam, perbaikan kualitas air Situ Pondok Jagung tampak dari aroma situ yang tidak lagi berbau menyengat.
“Kondisi air di tengah itu, mulai bening. Minyak-minyak yang
tadinya tampak sekali di permukaan situ, juga sudah hilang,” kata dia. Selain
itu, air Situ Pondok Jagung juga tidak menyebabkan gatal-gatal jika terkena
kulit.
Penuangan eco enzyme oleh Wanita Katolik RI Cabang Santa
Bernadet dilakukan dua kali, yakni Kamis, 1 Juni 2023 sebanyak 174 liter dan
Sabtu, 3 Juni 2023 sebanyak 165 liter. Fransiska Minna, Ketua Bidang
Kesejahteraan Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Santa Bernadet mengatakan
kegiatan penuangan eco enzyme ini disambut dengan antusias oleh para peserta.
“Target pengumpulan eco enzyme sebanyak 150 liter, juga
terlampaui,” ujar Minna yang awalnya mengaku was-was tidak bisa mengumpulkan
larutan sesuai target.
Lantaran proses pembuatan eco enzyme makan waktu cukup lama,
kegiatan normalisasi dengan eco enzyme ini sudah disosialisasikan sejak 3 bulan
sebelumnya. Total ada 17 ranting yang ikut berpartisipasi dalam penuangan eco
enzyme tahun ini.
“Semoga kegiatan normalisasi mendatang bisa diikuti oleh seluruh ranting,” kata dia. (Humas)


