WARTA CaBe
Wanita Katolik RI Cabang
St.Bernadet
Melayani dengan tulus, rendah hati dan penuh
kasih, inilah syarat untuk menjadi pelayan sejati. Kerendahan hati yang sejati
bukanlah merendahkan diri sendiri, melainkan tidak memusatkan perhatian pada diri.
Dalam pelayanan, terkadang kita lupa bahwa sesungguhnya diri
kita hanyalah utusan. Kita seharusnya menunjukkan kepada orang lain tentang
siapakah Yesus yang adalah Juru Selamat kita. Yang terjadi justru sebaliknya,
yaitu kita menunjukkan keberhasilan pelayanan agar kita mendapat pujian dari
orang lain.
Marilah kita sebagai Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet
berusaha untuk melayani dengan rendah hati dan tanpa mengharapkan pujian dari
apa yang sudah kita lakukan, baik pelayanan di keluarga, lingkungan gereja
maupun masyarakat. Pelayanan keluarga menjadi prioritas dan tanggung jawab
kita, keluarga jangan sampai kita tinggalkan dan kita lalaikan, Karena Kemuliaan
Tuhan Yesus Kristuslah yang harus menjadi pusat dari setiap pelayanan, bukan
diri kita. Kolose 3:23 berkata: “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu
seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”. Di masa new normal
ini kita masih bisa melayani sesama, tetapi tetap memperhatikan protokol
kesehatan. Amin (Redaksi)
KEGIATAN
CABANG
|
RAPAT KERJA RANTING
Rapat Kerja Ranting
diadakan pada Minggu, 1 Maret 2020 pukul 08.00 – 15.30 bertempat di Sekolah Absis
Graha Raya Lt. 1 dengan agenda : Ibadat, Sosialisasi AD/ART, Sosialisasi Limbah
Elektronik, Info Cabang, dan laporan kegiatan Ranting-ranting. Setelah RKR
selesai dilanjutkan dengan rapat panitia baksos sejuta kacamata.
Teks
dan Foto : Maya
BAKSOS
SEJUTA KACAMATA
Untuk kedua kalinya
Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet mengadakan baksos kacamata pada Minggu, 8 Maret 2020, bertempat di
Hall Bulutangkis PB Saimo, Jl. Mesjid XV
No. 11 RT.04/08 Sudimara Timur, Ciledug. Acara ini bisa terselenggara berkat
dukungan penuh dari aparat setempat termasuk anak-anak mudanya dan kerjasama
yang bagus antara tokoh masyarakat, Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet dan
Yayasan Melihat Terang. Seluruh kacamata yang dibagikan pada baksos disediakan
oleh Yayasan Melihat Terang yang bersemboyan “Sejuta Kacamata Untuk Indonesia”.
Sekitar setahun yang lalu tepatnya Minggu, 23 Maret 2019 kegiatan serupa juga
diadakan untuk masyarakat sekitar Gereja Pinang bekerjasama dengan See. PSE,
SIe HAAK, SIe Kepemudaan dan Sie Kesehatan.
Dalam baksos ini panitia
menyiapkan 700 kupon dewasa dan 150
kupon anak-anak, dari 700 kupon dewasa yang hadir 601 dan dari 150 kupon
anak-anak yang hadir 70. Meskipun pembagian gratis, semuanya melalui
pemeriksaan ahli untuk menentukan ukuran kacamata yang sesuai dengan gangguan
penglihatan, dan disediakan juga pemeriksaan glaukoma, jika diketahui ada glaukoma
akan dirujuk untuk mendapatkan pengobatan selanjutnya.
Kegiatan ini bertambah semarak dengan hadirnya
Wings Food yang memberikan makanan dan minuman secara Cuma-cuma dengan
menukarkan kupon yang disiapkan panitia. Teks
: Maya / Foto : Endang Andre
Wanita Katolik RI Cabang
Santa Bernadet khususnya Wilayah 3 mendapat tugas koor dan tata laksana pada
Minggu, 15 Maret 2020 pukul 06.00 WIB. Tugas koor dikoordinir oleh Ibu Aning dan atas kerjasama
rantng-ranting sehingga bisa berjalan dengan lancar.
Teks dan Foto : Maya
Teks dan Foto : Maya
➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳
BANTUAN SEMBAKO DARI DPD
Pandemi Covid-19 membawa
dampak yang luar biasa dari berbagai segi kehidupan manusia di muka bumi ini
khususnya di bumi Indonesia. Selain sektor kesehatan yang tidak kalah fatalnya
adalah sektor perekonomian dimana kondisi mengharuskan semua harus berdiam di
rumah, agar penyebaran virus bisa terkendali sementara bagi mereka yang biasa
mengais rejeki di jalan seperti buruh harian, para ojol, pedagang
kecil sangat terdampak sekali.
Untk itulah maka Wanita
Katolik RI Cabang St. Bernadet berinisiatif untuk mengadakan bakti sosial demi
membantu kesejahteraan pangan mereka. Walaupun sedikit sekali yang bisa kami
lakukan tapi kami percaya sangat berguna bagi mereka yang
membutuhkan. Pendanaan kami dibantu dari DPD Jakarta. Seluruh bantuan kami alokasikan untuk Ranting yang ditujukan kepada masyarakat non katolik di wilayah kerja masing-masing ranting, juga binaan PPUK, dan tidak ketinggalan pula Sahabat Pemulung Wanita Katolik RI St. Bernadet.
Teks
: Fanny / Foto : Maya
PEMIMPIN
YANG MELAYANI
Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet mengadakan Pelatihan
Kepemimpinan dengan tema Pemimpin yang melayani lewat Zoom, pada Minggu,
28 Juni 2020. Dengan narasumber Romo Lamma dan Ibu Widi. Sebelumnya diadakan Trial Pelatihan Kepemimpinan yang
dilaksanakan pada hari Rabu, 24 Juni 2020 pukul 17.30 sd 18.30 lewat Zoom juga.
Pelatihan ini diikuti oleh ketua dan wakil ketua dari ranting-rnting serta
pengurus Cabang Wanita Katolik RI Santa Bernadet Ciledug.
Menjadi pemimpin tidak
berarti jadi bos yang bebas memerintah dan menyuruh-nyuruh. Sebaliknya,
pemimpin sebaiknya melayani. Pemimpin harus mampu membuka diri, menerima
perbedaan, meski tidak cocok dengan pendapatnya. Ibu Widi menggarisbawahi slogan dari
Pahlawan kita Ki Hadjar Dewantara ,
Ing Ngarso Sun Tulodo artinya menjadi pemimpin harus di depan bisa memberi contoh
berani, mengambil resiko dan berani membuka jalan, Ing Madyo Mangun
Karso harus berani bergabung dengan satu tim tidak hanya
menunjuk-nunjuk, Tut Wuri Handayani bukannya pengganguran
tetapi bisa menjadi motivator, support dan menjalankan dengan sukacita. Salah
satu tantangan besar dalam organisasi adalah menciptakan pemimpin baru.
Ibu Rahayu dari Ranting Antonius I. Setelah
saya mengikuti Pelatihan Kepemimpinan lewat zoom meeting yang
diselenggarakan oleh Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet. Acara ini sangat
bermanfaat dan berguna sehingga membuat kami sebagai pengurus ranting baik
sebagai ketua maupun wakil ketua lebih memahami menjadi seoran pemimpin yang
baik serta menjadi pemimpin yang seimbang dalam mengatur waktuk untuk keluarga
dan organisasi. Terima kasih untuk kesempatan ini semoga pertemuan yang akan
datang bisa terus dilakukan dan dilakukan seperti waktu-waktu sebelumnya. Dan
semoga kita semua diberi kesehatan. Tuhan memberkati Amin.
Ibu Fransisca Minna dari Ranting Monika.
Bersyukur bisa mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Wanita Katolik RI cabang
Bernadet, setelah mengikuti pelatihan ini saya pribadi semakin mengerti tugas
seorang pemimpin yang berat tetapi jika dilakukan sebagai suatu wujud pelayanan
maka bisa kita jalankan dengan baik, tentunya dengan dukungan dan kerjasaman
dari temen-temen di ranting, semoga saya dapat menerapkan dan menularkannya apa
yang saya dapatkan dari pelatihan hari ini kepada temen-temen saya di ranting,
agar mereka tidak takut untuk menjadi pemimpin bila kelak dikemudian hari harus
menjadi ketua ranting semoga pelatihan ini dapat dilakukan kembali ssecara
berkala agar kami yang belum mengerti semakin dikuatkan. Amin
Ibu Gilar dari Pengurus Cabang Bidang Pendidikan.
Kesan setelah mengikuti latihan kepemimpinan :
Ibu Rahayu dari Ranting Antonius I. Setelah
saya mengikuti Pelatihan Kepemimpinan lewat zoom meeting yang
diselenggarakan oleh Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet. Acara ini sangat
bermanfaat dan berguna sehingga membuat kami sebagai pengurus ranting baik
sebagai ketua maupun wakil ketua lebih memahami menjadi seoran pemimpin yang
baik serta menjadi pemimpin yang seimbang dalam mengatur waktuk untuk keluarga
dan organisasi. Terima kasih untuk kesempatan ini semoga pertemuan yang akan
datang bisa terus dilakukan dan dilakukan seperti waktu-waktu sebelumnya. Dan
semoga kita semua diberi kesehatan. Tuhan memberkati Amin.
Ibu Fransisca Minna dari Ranting Monika.
Bersyukur bisa mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Wanita Katolik RI cabang
Bernadet, setelah mengikuti pelatihan ini saya pribadi semakin mengerti tugas
seorang pemimpin yang berat tetapi jika dilakukan sebagai suatu wujud pelayanan
maka bisa kita jalankan dengan baik, tentunya dengan dukungan dan kerjasaman
dari temen-temen di ranting, semoga saya dapat menerapkan dan menularkannya apa
yang saya dapatkan dari pelatihan hari ini kepada temen-temen saya di ranting,
agar mereka tidak takut untuk menjadi pemimpin bila kelak dikemudian hari harus
menjadi ketua ranting semoga pelatihan ini dapat dilakukan kembali ssecara
berkala agar kami yang belum mengerti semakin dikuatkan. Amin
Ibu Gilar dari Pengurus Cabang Bidang Pendidikan.
Acara ini sangat bermanfaat dan sangat
menginspirasi khususnya bagi kami sebagai pengurus untuk menjadi pemimpin yang
lebih baik dan lebih dapat mengatur waktu untuk keluarga, pekerjaan ataupun
organisasi. Terima kasih untuk kesempatan ini dan kepada nara sumber yg begitu
luar biasa semoga pertemuan seperti ini dapat terus diadakan.
KEGIATAN RANTING
|
TALI
KASIH dan TANDA CINTA BAGI YANG TERDAMPAK COVID 19 DI RANTING
IGNATIUS LOYOLA
Covid 19 sedang melanda dunia dan Indonesia. Di pertengahan bulan maret
2020 Indonesia mulai terkena dampaknya. Bahkan dunia mengalami dampak dari
pandemi ini.
Lalu, apa yang
bisa kita perbuat dengan adanya pandemi ini ?
Walau kita tidak bisa bertatap muka, tapi media sosial saat ini bisa
digunakan sebagai sarana dan prasarana. Dengan media wa, Pengurus WK Ranting
Ignatius Loyola mempunyai tekad dan niat positif. Apa yang bisa dilakukan pada
saat pandemi ini. Berbagi kepada sesama yang membutuhkan uluran pertolongan.
Dengan ketulusan dan keikhlasan Ibu - Ibu WK di Ranting Ignatius Loyola
menyumbangkan dana untuk melaksanakan baksos.
PEMBERIAN TALI KASIH DAN TANDA CINTA (berupa sembako : Beras
5 Kg, Gula Pasir 1
Kg, Minyak Goreng 2
Liter, 2 Bungkus Biskuit,
5 Mie Instan, 1 Teh Celup, 1 Kecap) sebanyak 37 bungkus.
Bisa dilakukan pada tanggal 7 mei 2020. Dengan dana swadaya. Dengan jumlah
dana yang terkumpul Rp 6.286.000,-
Puji Tuhan baksos ini berjalan dengan lancar, dan dari dana yang terkumpul,
Tuhan telah atur sedemikian rupa, sehingga masih tersisa dana sebesar Rp
1.552.900.
Lalu tidak sampai disitu, apa yang bisa dilakukan dengan sisa dana yang
ada?? Dana yang ada harus dipertanggungjawabkan.
Kami pengurus Ranting Ignatius Loyola juga tergerak hati untuk membantu Warga seiman di Wilayah yang kondisinya sangat memprihatinkan. Baik
dilihat dari segi kehidupan ekonominya, kondisi kesehatannya yang
memprihatikan/sudah tua. Bantuan yang kami berikan pada tanggal 5 Juli 2020, kami sebut “TALI KASIH DAN TANDA CINTA”. Untuk kali ini dana yang tersisa sebesar Rp 1.552.900
Kekurangan dana yang ada kami tambahkan dari uang kas.
Kami sebut TALI
KASIH karena ini merupakan tanda kasih kami dalam membantu sesama disekitar
kami yang membutuhkan. TALI KASIH tersebut berasal dari dana swadaya (dana kas
dan hasil kolekte seluruh anggota WK Ranting Ignatius Loyola). Puji Tuhan, niat
baik kami bisa terlaksana. Bantuan yang kami
berikan, semoga bisa bermanfaat bagi yang menerimanya. Indahnya
berbagi kepada sesama disekitar kam. Teks dan Foto : Esti/Ketua Ranting Ign.
Loyola
ANGGOTA
WKRI BERBAGI MAKSI RANTING FABIOLA
Bermula dari
spontanitas anggota WKRI Ranting Fabiola 4-5 yang merasa prihatin dengan
berkurangnya order para pengojek online di awal masa pandemi dan penerapan
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). “Bagaimana kalau kita saweran, membuat
makan siang untuk mereka?” akhirnya ide tersebut dicetuskan. Lantas, Ibu-ibu
bergerak dengan cepat, mengumpulkan dana dan bahan pangan mentah, ke Bendahara
Ranting, Ibu Aniek Prasetyo.
Tak disangka,
dari target perolehan dana, ternyata berlebih dari yang seharusnya untuk
anggaran satu kali makan siang. Alhasil, “Kita bikin dua kali makan siang ya,
Ibu-ibu,” ujar Bu Nella Herawati, Sie Kesejahteraan Ranting Fabiola 4-5.
Karena protokol
kesehatan, maka jumlah anggota yang memasak dan mengantar makanan dibatasi.
Mereka yang memasak, meski berpusat di rumah Ibu Tenny, juga memperhatikan
protokol kesehatan era pandemi, yakni pakai masker dan jaga jarak.
Makan siang
(maksi) dibuat masing-masing 200 porsi dan dibagikan dua kali, yakni tanggal 16
April 2020 dan 23 April 2020. Makan siang itu disebar dalam dua mobil, membawa
masing-masing 100 porsi, ke dua arah yang berbeda.
Salah satu mobil
berhenti di depan Pasar Segar Graha Raya, yang dengan segera didatangi para
pengemudi ojek online di sana. “Alhamdulilah, Bu.. Allah yang membalas,” kata
mereka sembari menerima kotak makan siang beserta minumnya. Pembagian makan
siang sendiri, dilakukan tak sampai setengah jam hingga seluruh kotak
didistribusikan.
Teks dan foto : Ika -Ranting Fabiola 4-5
BAHAGIA ITU SEDERHANA
Bahagia itu sederhana ,
saat kita bisa membuat orang lain tersenyum bahagia : Kunjungan ibu -ibu
Ranting Thomas 2 dan 3 ke Panti Jompo Serpong, kunjungan anggota WK sakit, kunjungan ke WK senior, berbagi
kasih sembako dan makanan bagi yg terdampak dari pademi covid 19.Tetap jaga
kesehatan, GBU. Teks dan foto : Ranting Thomas 2 & 3
BERKEGIATAN
DI TENGAH PANDEMI
Merebaknya pandemi covid-19 di Indonesia
membuat pemerintah banyak melakukan pembatasan dan pelarangan untuk berkegiatan
di tempat umum. Banyak tempat-tempat umum di tutup sementara atau dihentikan
kegiatannya. Semua diminta berkegiatan di rumah saja. Pun kegiatan belajar
mengajar wajib dilakukan secara daring. Bahkan pengumuman kelulusan juga
disampaikan lewat aplikasi pertemuan
secara daring. Tahun 2020 menjadi tahun yang penuh kebiasaan baru
sehingga perlu bagi kita untuk melakukan adaptasi dan penyelarasan.
Pandemi ini juga membuat banyak kegiatan di
wilayah atau lingkungan serta ibadat di gereja ditiadakan.
Karena keterbatasan tersebut, kegiatan rutin
bulanan di ranting Yohanes berupa ibadat sabda dan arisan bulanan sempat
ditiadakan. Namun memasuki bulanan Mei 2020, para pengurus WK yang dipimpin Ibu
Rani, sebagai ketua ranting, memutuskan arisan bulanan kembali dilaksanakan
dengan tetap berusaha mematuhi protokol pembatasan orang yang hadir. Disepakati
arisan akan dihadiri oleh para pengurus dan sebagian anggota arisan. Pada
tanggal 9 Mei dan 6 Juni 2020, ibadat sabda dan arisan bulanan kembali
diadakan.
Bertempat di rumah salah seorang anggota
arisan, ibu Kris, kegiatan dilakukan bersamaan dengan kegiatan ibadat sabda dan
arisan, juga mempersiapan paket-paket sembako yang akan dibagikan ke warga yang
membutuhkan. Pembagian paket sembako ini diutamakan untuk warga Wilayah Yohanes
yang terdampak pandemi. Setelah itu baru untuk warga umum di lingkungan Yohanes
yang juga terdampak covid-19.
Larangan berkumpul membuat ibu-ibu pengurus
berkoordinasi hanya lewat aplikasi WA. Namun ternyata semua tetap bisa
dilaksanakan dengan baik dan lancar.
Semoga pandemi ini segera berakhir karena semua
orang mempunyai kerinduan untuk berkumpul dan berkegiatan seperti biasa.
Semoga... (smi).
Teks dan Foto : Intan - Ranting Yohanes
LAIN - LAIN
|
MENGENAL KONSEP NEW NORMAL
Dua bulan setelah kasus pertama
positif corona ditemukan di Indonesia, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat
Indonesia untuk bisa berdamai dan hidup berdampingan dengan virus corona.
"Artinya, sampai ditemukannya
vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa
waktu ke depan," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (7/5/2020).
Frase berdamai yang digunakan
Jokowi, menurut Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden,
Bey Machmudin, memiliki makna penyesuaian baru dalam tatanan kehidupan.
Presiden Joko Widodo kembali
menegaskan istilah berdamai dan berdampingan itu pada pertengahan Mei. Dengan
mengutip Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), melalui
akun twitternya @jokowi mengatakan, hidup berdampingan harus
dilakukan karena virus ini tak akan segera menghilang dan tetap ada di tengah
masyarakat.
Berdampingan, menurut Jokowi,
bukan berarti masyarakat harus menyerah. "Tapi menyesuaikan diri,"
cuitnya.
Hidup berdampingan di
tengah-tengah virus yang belum ditemukan vaksinnya memang akan menjadi tatanan
baru. Masyarakat harus tetap melawan penyebaran virus itu sambil beraktivitas
seperti sediakala. Tentu, aktivitas yang dilakukan bukan seperti sebelum adanya
pandemi corona ini.
Jangan membayangkan ketika
beraktivitas nanti ada jabat tangan, apalagi cipika-cipiki. Aktivitas dilakukan
harus tetap berpegang pada protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai
masker, menghindari kerumunan, dan kerap mencuci tangan. Protokol yang sejak
awal sudah sama-sama kita lakukan selama ini. Pola kehidupan baru ini
kemudian banyak yang menyebutnya sebagai new normal.
Menurut Ketua Tim Pakar Gugus
Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmita, new normal adalah
perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal, tapi ditambah
dengan penerapan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan
Covid-19.
Prinsip new normal adalah
bisa menyesuaikan dengan pola hidup. "Transformasi ini adalah untuk menata
kehidupan dan perilaku baru, ketika pandemi, yang kemudian akan dibawa terus ke
depannya sampai ditemukannya vaksin untuk Covid-19 ini,” kata Wiku.
Untuk membiasakan masyarakat, Tim
Gugus Tugas telah siap meracik gerakan bertajuk empat sehat lima sempurna.
Gerakan ini tidak sama dengan pola konsumsi makanan yang sudah ada
sebelumnya. Ini lebih ditujukan pada pencegahan penularan virus corona.
"Pemilihan jargon itu karena masyarakat sudah mengenal lama gerakan empat
sehat lima sempurna itu," kata Wiku.
Empat sehat yang dimaksud adalah
memakai masker, menjaga jarak fisik, mencuci tangan, serta istirahat yang cukup
dan tidak panik. "Tubuh perlu imunitas tinggi. (Jika) imunitas rendah maka
diperlukan makan bergizi yang menjadi bagian lima sempurna," ujar Wiku.
Sumber : Indonesia.Go.Id
➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Covid-19 Menyebar lewat "Airborne", Begini Cara Terbaik Melindungi Diri", Penulis Ariska Puspita Anggraini | Editor Ariska Puspita Anggraini
https://health.kompas.com/read/2020/07/16/210300868/covid-19-menyebar-lewat-airborne-begini-cara-terbaik-melindungi-diri.
➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽
COVID-19 MENYEBAR LEWAT
"AIRBORNE", BEGINI CARA TERBAIK MELINDUNGI DIRI
Kompas.com -
16/07/2020, 21:03 WIB
KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan
Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa Covid-19 bisa menyebar lewat udara atau
airborne. Sebelumnya, WHO menyatakan Covid-19 hanya menyebar melalui droplet
alias tetesan air liur yang keluar saat seseorang yang terinfeksi batuk,
bersin, atau berbicara. Namun, riset terbaru telah membuktikan bahwa virus
corona juga bisa menyebar dengan mudah melalui partikel lebih kecil yang
melayang-layang di udara selama berjam-jam dan terhirup oleh seseorang. Itu
sebabnya, menjaga jarak minimal dua meter di ruang tertutup tidak cukup untuk
mencegah penyebaran virus ini. Baca juga: Sering Menimbun Barang Hingga Jadi
Sampah, Hati-Hati Hoarding Disorder Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa
melindungi diri dari infeksi Covid-19? Melansir data Healthline, cara terbaik
untuk mencegah infeksi corona yang telah dinyatakan menular lewat airborne ini
adalah dengan menghindari kerumunan di rungan tertutup. Setiap gedung atau
ruangan juga harus memiliki ventilasi udara yang efektif. "Cara ini
memiliki efek yang jauh lebih positif untuk mencegah penularan virus daripada
hanya sekadar melakukan physical distancing," ucap Robert Glatter, pakar
kesehatan dari New York. Menurut Glatter, memakai masker juga menjadi cara
paling efektif untuk mencegah penularan virus corona yang bisa terjadi lewat
airborne ini.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Covid-19 Menyebar lewat "Airborne", Begini Cara Terbaik Melindungi Diri", Penulis Ariska Puspita Anggraini | Editor Ariska Puspita Anggraini
Penanggung Jawab :
Stephanie Natalia Sutedjo
Redaksi : Maya | 0812
8760 1297
Anggota Redaksi :
Ø Patricia | 0896 9117 0888, Rina |0813 8130 2810
Penanggung Jawab : Stephanie Natalia Sutedjo
Redaksi : Maya | 0812
8760 1297
Anggota Redaksi :
Ø Patricia | 0896 9117 0888, Rina |0813 8130 2810

















