Wednesday, 9 October 2019

CABE EDISI OKTOBER 2019

WARTA
Ca Be
Wanita Katolik RI Cabang St.Bernadet
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Salam Sejahtera bagi kita semua.......
          Allah adalah kasih” (1 Yoh 4:6) Inilah inti terdalam iman Kristiani. Karena hakikat Allah itu cinta, maka seluruh ekspresiNya adalah cinta. Lewat awal penciptaan dalam Perjanjian Lama dan penciptaan baru dalam penebusan oleh Yesus Kristus, Allah memberikan hidupNya untuk manusia. Dengan demikian, hakikat manusia adalah juga cinta.Karenanya hati manusia senantiasa ada cinta kasih, yaitu cinta Allah untuk menjadikan dirinya sebagai cinta itu sendiri. Tak mengherankan jika manusia senantiasa rindu untuk bersatu dengan Allah, hanya dengan cinta kasih Allah saja , manusia akan tenang.
            Cinta kasih mengalirkan hidup, dan hidup yang menuju keabadian mesti ditempuh dengan cinta sampai mati. Tuhan berkata, “ Barangsiapa mencintai nyawanya, akan kehilangan nyawanya, tetapi barang siapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal”  (Yoh 12;25). Begitupun kita sebagai seorang wanita mempunyai cinta kasih kepada sesama, suami, anak, orang tua, saudara dan orang-orang yang ada di sekitar kita. Sama seperti dengan Bunda Maria yang  menjadi teladan untuk kita semua, karena cinta dan ketaantannya ke pada Tuhan, segenap hidupnya diserahkan untuk Allah.
            Pada tahun berhikmat ini, peran Wanita Katolik sangat diharapkan untuk dapat menghayati dan menhidupi spiritualistas  hikmat sebagai wujud dalam panggilan untuk pelayanan kepada sesama dengan penuh Cinta Kasih. Semoga......--Merry--

Wanita Katolik RI Cabang Bernadet Raih Juara 1 Lomba HUT Wanita Katolik RI Ke-95

Dengan tulisan berjudul Balada Lilin Sulit Mati akhirnya Wanita Katolik RI Santa Bernadet meraih juara I Lomba HUT Wanita Katolik RI ke-95.

Balada Lilin Sulit Mati

Upacara potong tumpeng dan tiup lilin yang digelar oleh Wanita Katolik RI Cabang Bernadet, Ciledug, Tangerang, Minggu, 30 Juni 2019 malam di Gereja Pinang, Tangerang dalam rangka ulang tahun Wanita Katolik RI ke 95, mengundang tawa. Soalnya, lilinnya sulit dipadamkan. Bambang Hermanto, wakil Pengurus Harian Dewan Paroki Santa Bernadet Tangerang lantas membahasnya. “Lilin susah mati melambangkan semangat Wanita Katolik yang menggelora, ujarnya disambut tepuk tangan. Sebagai pegiat paroki, Bambang mengaku, malam itu dirinya baru tahu bahwa Wanita Katolik RI di lingkup Santa Bernadet ternyata punya banyak kegiatan. Sebelumnya, dalam sambutan, Ketua Wanita Katolik RI Cabang Bernadet, Stephanie Natalia Sutedjo menyampaikan kegiatan yang secara konsisten dilakukan oleh Wanita Katolik RI Cabang, seperti memberi bantuan modal dan membina 40 wanita pengusaha kecil melalui program PPUK, pendidikan lima siswa SMK melalui gerakan orangtua asuh, serta membantu pemenuhan gizi di posyandu.

Dalam acara ini kami mengundang para binaan PPUK, GOTA dan kader Posyandu serta memberikan penghargaan kepada binaan yang berprestasi. Nominasi untuk binaan PPUK yaitu binaan paling lama Ibu Latifah, paling tertib melunasi pinjaman dan nominal cicilannya paling besar Ibu Maria Sri Winarni dan yang mengalami peningkatan usaha Ibu Lusia Juwarni sedangkan nominasi untuk GOTA yaitu rangking yang terbaik Sulastri Astuti, peningkatan prestasi paling besar dalam nilai rapor Ayu Febriyanti Sukma. Sulastri Astuti, salah satu penerima bantuan pendidikan lewat orangtua asuh, menyampaikan terima kasih kepada Wanita Katolik RI. Sebelumnya, saya sering menunggak uang sekolah, tutur gadis semampai putri pensiunan guru ini.

Adapun Sukarni, binaan PPUK dari kawasan Japos juga berterimakasih. Wanita berusia 57 tahun ini, dulunya penjahit baju. Tapi saya sakit vertigo, mata juga buram, jadi tak bisa menjahit,” kenangnya. Padahal, Sukarni harus bekerja untuk membantu membiayai hidup keluarganya. Maka, ia membuka warung jajanan anak-anak. Berkat bantuan PPUK, Sukarni bisa menambah jualan kopi dan minuman. “ Penerima PPUK yang lain, Robiyah mengaku sudah dua kali menerima bantuan. “Dulu kan keponakan saya jualan mi ayam, jadi saya minta diajari,” kenang Robiyah. Ternyata, karena lokasinya dekat pasar kaget, warung Robiyah ramai didatangi pembeli. Robiyah juga mengaku tidak kesulitan mengangsur pinjaman modal dari PPUK.


Semangat belajar Lastri dan semangat Sukarni serta Robiyah seperti lilin ulangtahun yang sulit padam tadi. Mereka semangat menjadikan hidupnya lebih baik. Para Wanita Katolik RI pun umumnya punya semangat yang sama. Tentu saja, sembari berharap, semoga para anggota organisasi ini lebih berhikmat dalam melayani sesama, sesuai dengan tema ulang tahun Wanita Katolik RI 2019 ini.--Ika--



KEGIATAN CABANG




Beauty Class & Hair do


Minggu,  15 september 2019  pukul 08.00 di sekolah Abdi siswa sudah penuh ibu ibu Wanita Katolik RI cabang St. Bernadet  Ciledug  yang akan mengikuti beauty  class& Haid do dari Mustika Ratu. Dengan biaya Rp. 60.000,- (sudah mendapatkan produk Mustika Ratu seharga Rp. 50.000,-). Persiapan sudah dimulai dari registrasi dari berbagai Ranting dan lingkungan. Tepat pukul 10.00 kelas di Abdi siswa sudah penuh dengan peserta. Dan team dari Mustika Ratu juga sudah siap untuk memberikan pelajaran make up dan Hairstyle. Setelah acara dibuka oleh Mc dilanjutkan Doa oleh Ibu Nawang dan sambutan dari ketua cabang   Ibu Stephanie. Acara diawali oleh mba Mirna yg memandu cara make up yg betul . Inti nya make up tidak harus mahal dan tidak harus menyolok, tapi yang penting rata, halus dan sesuai dengan bentuk wajah. Diawali dengan fondation  di oles secara merata kemudian bedak warna netral. Dilanjutkan membuat alis dengan eye brown  pencil dan eye shadow, setelah itu dilanjut kan membuat shading  untuk hidung dan blush on. Untuk melengkapi supaya rapi rambut di sasak sedikit dan disisir sesuai wajah tapi dengan bentuk sederhana karena make up dan Hair  do untuk sehari hari. Sebagai model ibu Stephanie serasa lain wajahnya. Yg pasti lebih cantik dan rapi....Selesai pelajaran ada penjualan kosmetik yg hasilnya 10% dari penjualan untuk kas Wanita Katolik RI cabang St. Bernadet. Semoga bermanfaat dan menambah ketrampilan ibu – ibu. Sehingga ibi-ibu semakin cantik dan ditunjang kecantikan  dari dalam, tentunya semakin di sayang suami dan anak anak....—Endang Andre—





KANKER SERVIKS (KANKER MULUT RAHIM-LEHER RAHIM)


Pada hari minggu, 25 Agustus 2019  WKRI Santa bernadet mengadakan seminar tentang kanker serviks yang dibawakan oleh dr. Hari Santoso, SpOG dan dihadiri +  50 peserta. Dalam seminar tersebut dipaparkan tentang apa itu kanker serviks?, gejalanya, upaya pencegahan, faktor resiko, pengobatan dan pemulihan. 

Kanker serviks adalah  kanker yang terjadi saat ada sel-sel di leher rahim atau serviks menjadi tidak normal dan berkembang terus dengan tidak terkendali. Sel-sel abnormal tersebut bisa berkembang dengan cepat sehingga mengakibatkan tumor pada serviks. Tumor yang ganas nantinya berkembang jadi penyebab kanker serviks.

Kanker ini menyerang serviks atau bagian leher rahim. Leher rahim sendiri adalah organ yang berbentuk seperti tabung yang memanjang, fungsinya menghubungkan vagina dengan rahim.
Kanker ini adalah salah satu jenis kanker yang paling banyak terjadi pada wanita di seluruh dunia. Namun, untuk mencari tahu adanya gejala kanker serviks, lakukan tes pap smear rutin dan pencegahan dini dengan vaksin. Keduanya dapat  membantu mengetahui serta mencegah adanya kanker serviks secara dini. 

Namun penyakit ini cenderung dialami wanita yang aktif secara seksual, termasuk wanita muda berusia 20-an yang sudah aktif berhubungan seksual. Penelitian menemukan bahkan 99,7 persen kanker serviks disebabkan oleh HPV. HPV adalah satu golongan virus, di mana terdapat lebih dari  100 jenis HPV.  
                   
Virus HPV pada umumnya tersebar melalui hubungan seksual, di mana terjadi kontak langsung antara kulit kelamin, membran mukosa, atau pertukaran cairan tubuh, dan melalui seks oral. Setelah memulai hubungan seksual, diperkirakan terdapat 33 persen wanita yang rentan terinfeksi HPV. Lebih dari n75% wanita yang berhubungan intim, pernah terinfeksi HPV, puncak di antara umur 18-22 tahun. Resiko terkena kanker leher rahimtersering umur 35-49 tahun.

Gejala kanker leher rahim adalah
-  Keputihan (lama, banyak, berbau dan gatal)
-  Perdarahan (bukan haid)
-  Nyeri panggul
-  Anuri (tidak bisa kencing)

Upaya pencegahan :
-  Pencegahan primer
-  Promosi & edukasi hidup sehat
-  Menghindari faktor resiko aktivitas seks <20 tahun, berganti
   pasangan, merokok, tidak pernah vaksinasi HPV.

Pencegahan SEKUNDER
-  Deteksi dini : Pap’s Smear, IVA
-  Promp treartment : kryoterapi, LEEP, cone biopsi, dll
-  Pencegahan Tertier
-  Di YANKES

Faktor Resiko
- Sosial ekonomi rendah
- Kawin usia muda / aktivitas seksual terlalu dini bisa menyebabkan   
  seseorang rentan terkena gejala serviks dan resiko terinfeksi HPV. Ini  
  dikarenakan pada masa struktur organ serviks lebih rentan terhadap
  infeksi HPV. Kebanyakan remaja saat ini masih jarang divaksinasHPV.
- Merokok juga sering dikaitkan dengan peningkatan resiko terkena 
  gejala   kanker serviks, terutama jenis kanker serviks sel skuamosa.
- Banyak mitra seksual / berganti-ganti pasangan seksualjuga bisa  
  menjadi salah satu momok penyebab kanker serviks. Memiliki banyak
  pasangan seksual akan meningkatkan risiko terinfeksi HPV.  

Pengobatan:

DISPLASIA RINGAN
-  Kauter, bedah beku, konisasi
-  Angkat sebagian leher rahim

DISPLASIA BERAT
- Angkat seluruh rahim

DISPLASIA 0
-  Kesembuhan hampir 100%

Pemulihan
-  Pemulihan secara perlahan dan bertahap
-  Perlu dukungan dari
-  Keluarga dan teman
-  Kelompok
-  Spiritual
-  Konseling
-  Latihan
-  Berbeda cara dan kemampuan bertahan tiap orang. --Maya--



Seminar Cerdas Bermedsos Menangkal Hoax





Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet Ciledug, mengadakan Seminar Cerdas Bermedsos Menangkal Hoax. Seminar diadakan pada Minggu, 29 September 2019 pukul 10.30 – 13.00 WIB, bertempat di Tenda Bawah Pinang Gereja Santa Bernadet Ciledug.

Seminar diikuti oleh 70 peserta yang terdiri dari : ibu-ibu Wanita Katolik Cabang Santa Bernadet dan beberapa dari lingkungan. Acara dimulai dengan doa pembukaan dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Ibu Nawang. Seminar menghadirkan pembicara Bp. Alois Wisnuhardana dengan moderator Ibu Endang Andre, dan pembawa acara Ibu Datie. 

Dalam Seminar tersebut dijelaskan tentang :
1. Bagaimana kita mengenali Hoax Characteristics  (Karakteristik Hoax):
- Fear Arousing--Menciptakan kecemasan, kebencian, permusuhan,                 provokasi
-  Whispered Propaganda -- Sumber tidak jelas, tidak ada yang bisa dimintai tanggung jawab, klarifikasi
- One Side Attacking or Defending Stealing Authority - Mencatut nama tokoh berpengaruh, atau pakai nama mirip media terkenal (transfer device).
-  Negative Labelling - Memberikan penjulukan
-  Band Wagon - Minta supaya dishare atau diviralkan (band wagon)
- Pseudo Sciences - Menggunakan argumen yang sangat teknis, supaya terlihat ilmiah dan dipercaya

2. Bagaimana kita menghadapi berita Hoax :
- Jangan mudah percaya. Setiap kali kita dihadapkan pada sebuah berita, yang kita lakukan adalah selalu sisakan ruang untuk tidak begitu saja mempercayainya.
-  Dengarkan kira-kira apa yang ada di hati nuranimu mau komen apa tidak.
Harus bisa menimbang lebih banyak manfaatnya apa tidak kalau kita           komen.
Lakukan pengecekan terhadap berita yang kita dapat karena ini menjadi kunci untuk mendapatkan informasi yang benar.
-  Menyadari adanya maksud tertentu, dengan berpikir jernih dan menyadari adanya motivasi tertentu dari yang membuat dan menyebar hoax, akan membuat kita lebih bisa menahan diri dan tidak emosional.
- Jangan ikut menyebarkan, Sadarilah bahwa jika kita ikut menyebarkan berita yang tidak jelas asal usul dan kebenarannya, itu berarti berkontribusi menyebarkan hoax.
- Diam, kalau tidak bisa ikut mendinginkan suasana, memberikan penjelasan, atau kontribusi positif lainnya, maka yang terbaik adalah diam.
-  Ingat ancaman UU ITE, dengan adanya UU ITE, penyebar hoax bisa dijerat pasal yang telah diatur dalam KUHP dan UU lain di luar KUHP.
-  Ancaman ini meliputi penyebar kebencian, penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan tidak menyenangkan, provokasi, menghasut, dan penyebaran hoax.

Setelah kita mengetahui bagaimana kita mengenali dan menghadapi berita hoax maka berbagilah informasi yang benar dan bermanfaat untuk umum dan hindari berita hoax. 

--Maya--


 


KEGIATAN RANTING - RANTING
 
KEGIATAN RANTING ISIDORUS




RKR perdana kepengurusan baru Ranting Isidorus tanggal 15 Juni 2019 Pukul 15.30 WIB. Semangat baru karena Ranting Isidorus bertambah anggotanya dari 27 anggota menjadi 51 anggota, banyak anggota-anggota senior WK Ranting Isidorus yang bersedia aktif kembali. Kami berusaha membuat program kerja yang dapat membangun kerjasama baik antara anggota maupun masyarakat sekitar tempat tinggal kami seperti bekerjasama dengan RT/RW setempat untuk menghias daerah tempat tinggal kami pada perayaan 17 Agustus nanti, GOPEK (Gotong royong pendidikan) adalah salah satu bentuk usaha kami ibu-ibu WK dalam membantu meringankan beban pendidikan bagi anak-anak yang kurang mampu dengan cara menyisihkan sisa uang belanja untuk ditabung bersama-sama, kami juga mulai bekerjasama dengan Posyandu setempat untuk memberikan makanan tambahan,PPUK mulai kami jalankan dan puji Tuhan kami sudah mendapatkan 1 ibu yangmembutuhkan modal untuk usaha menjual gorengan. Bidang Usaha kami juga memiliki program seperti bank sampah yang akan dijalankan mulai bulan Agustus 2019 dan Garage Sale baju,tas dan sepatu bekas layak pakai pada bulan Oktober 2019. Bidang Pendidikan akan memulai program belajar membuat bunga dari plastik kresek pada bulan Juni/Juli serta pelatihan IT pada bulan September 2019 dengan tujuan agar ibu-ibu WK kami semakin kekinian dan tidak gaptek.--Riska--


KEGIATAN RANTING YOHANES

HIJAU – HIJAU BERMANFAAT

Bibit tanaman buah diserah terimakan dari Ketua Wanita Katolik  Ranting Yohanes, ibu Nicholetta Rani Dianwati kepada ibu Susi Anwar, Pembina PKK RW 09 Perumahan Japos pada tanggal 9 Juli 2019, disaksikan oleh beberapa pengurus Wanita Katolik Ranting Yohanes, ibu Stefani Sumanti Susilowati, ibu Odillivia Moi dan seorang anggota Wanita Katolik Ranting, ibu Lingka Ondang. Tanaman buah langsung ditanam di lahan dekat Balai PKK RW dibantu oleh Pak Parwoto dan kawan-kawan. Harapannya tanaman buah ini dapat berbuah dan menjadi berguna bagi warga sekitar RW . –Intan--




BERKUNJUNG KE ANGGOTA WK YANG SAKIT


Pada tangal 22 Juli 2019 sore,  ibu-ibu Wanita Katolik Ranting Yohanes melakukan kunjungan ke rumah ibu Sicilia Sumarsih, yang baru saja menjalani biopsi pada payudaranya. Anggota WK datang untuk memberi dukungan dan semangat agar ibu Marsih tetap sehat dan selalu semangat menjalani hidup selanjutnya.     -Intan--



POSYANDU
Senin,  26 Agustus 2019, diadakan bakti sosial Wanita Katolik Ranting Yohanes di Posyandu Seruni I, RW 08 Komplek Japos Graha Lestari, Jurangmangu Barat, Tangerang Selatan. Ibu Rani sebagai ketua WK Ranting Yohanes berhalangan hadir dan diwakilkan oleh ibu Clara, ibu Olive dan ibu Susi, untuk menyerahkan makanan tambahan berupa pudding coklat. Posyandu yang dimulai jam 09.00 wib ini ramai dengan anak-anak yang ditemani orang tua dan terkadang oleh kakek-neneknya. Kegiatan di posyandu ini berlangsung sampai menjelang tengah hari. –Intan--




ZIAREK : AMBARAWA-SOLO-SRAGEN
Dengan iringan rintik hujan di sore menjelang malam, Kamis  09 Mei 2019, rombongan WKRI Ranting Yohanes mulai memenuhi bis untuk memulai perjalanan ke Ambarawa, tepatnya ke Goa Maria Kerep di Jawa Tengah.


Perjalanan dibuka dengan doa bersama agar diberkati dan dilindungi Tuhan. Mengisi kegiatan selama perjalanan, ibu-ibu mendaraskan Doa Rosario secara bergantian diikuti oleh semua anggota rombongan. Selepas itu dilanjukan dengan makan malam yang dibawa masing-masing. Beberapa ibu terlihat saling berbagi bekal makan malam.


Malam semakin larut dan pekat, kebutuhan jasmani dan rohani telah terpenuhi, kantukpun menyergap.
Jumat 10 Mei 2019 jam 04.30 waktu setempat, rombongan tiba di LD Griya, penginapan yang letaknya tak jauh dari terminal bis Ambarawa. Semua ibu-ibu segera menggunakan waktu untuk meluruskan punggung setelah semalaman dalam bis, menyegarkan diri dengan air mandi dan ada juga yang mencuri waktu untuk tidur sejenak.
Pukul 08.00, kegiatan hari ini diawali dengan melakukan aktivitas rohani di Gua Maria Kerep Ambarawa. Rombongan dijemput tiga mobil angkot  untuk menuju ke sana. Sebenarnya, perjalanan bisa ditempuh dengan berjalan kaki karena jarak penginapan ke gua Maria kurang lebih 1 km, sekira 15 menit berjalan kaki.
Setelah mendapatkan sarapan rohani di GMK dan mengabadikan diri berfoto dengan latar belakang taman GMK yang asri, sarapan jasmani sudah menunggu di penginapan. Menikmati semangkuk soto ayam komplit yang rasanya maknyus bersama teman serombongan itu mendatangkan kebahagiaan tersendiri.


Setelah sarapan pagi,  segera ibu-ibu beberes bawaan masing masing karena pada pukul 09.30 rombongan harus check out dari penginapan menuju tempat wisata Bandungan Ayana.


            
Dengan membayar uang masuk Rp. 10.000 / orang, rombongan masuk ke Wisata Candi Gedong Songo. Candi di area ini merupakan sekumpulan candi yang tersebar di beberapa tempat. Setelah mencapai candi pertama, dikarenakan trek yang terus menanjak, rombongan kemudian mengalihkan tujuan ke Ayanaz. 

Dengan uang masuk Rp. 20.000/orang, kita dapat menikmati fasilitas spot foto yang instragramable. Ada ruang santai di tengah kolam air, juga area bantal warna-warni dan bercorak. Tempat duduk ditata rapi berlatar pemandangan indah pegunungan hijau. Kursi-kursi santai tersebut berbentuk unik dan lucu.


Lelah berfoto, wisata dilanjutkan dengan perjalanan ke Sate Sapi Pak  Kempleng di jalan Diponegoro 217 Ungaran untuk makan siang.
Ibu-ibu segera menikmati menu seporsi sate sapi dengan lontong, dengan potongan daging yang besar-besar dan tidak terasa alot. Teksturnya mirip dengan steak daging sapi dengan tingkat kematangan medium rare. Bumbu kacang kecap menemani lauk sate yang dengan segera memuaskan rasa lapar.


Perjalanan terus berlanjut menuju ke Solo, ke Hotel Aston Solo, di jalan Slamet Riyadi no 373, Sondakan, Laweyan, Surakarta, tempat rombongan beristirahat.
Setibanya di hotel, setelah pembagian kamar masing masing, sebagian memilih beristirahat, namun sebagian lagi melanjutkan berbelanja batik di Toko Sri Ratna Solo. Sepanjang sisa sore hari itu kemudian diisi dengan acara bebas.

Lepas magrib, untuk makan malam kami menuju ke restoran Ndalem Kopi untuk menikmati menu sederhana sayur lodeh, berlauk tahu dan tempe, yang terasa nikmat karena ditutup dengan es segar.


Pagi hari Sabtu 11 Mei 2019, sebelum check out, rombongan menikmati sarapan ala buffet komplit. Sebagian ibu-ibu menikmati fasilitas kolam renang yang ada di hotel sebelum sarapan.
Selepas check out dari Hotel Aston, Ndoro Dongker Tea House di Karangpandan Ngargoyoso Kemuning Karanganyar, Jawa Tengah, menjadi tujuan selanjutnya.


Dengan suasana asri bergaya kolonial Belanda, bangunan kuno dihiasi dengan taman bunga cantik yang di dominasi warna putih pada dinding dan meja kursinya. Berlatar perkebunan teh membuat nikmat rasa dan suasana makan siang kali ini. Udara yang sejuk disela kunyahan singkong goreng dan teh hangat disusul soup makaroni, terasa sekali gaya masakan kolonial Belanda yang weitje!
Restoran ini dulunya merupakan rumah kepala kebun teh Kemuning milik perkebunan Belanda. Berdiri sejak 1700an, sempat dijadikan rumah kepala kebun teh PT Rumpun Sari. Tahun 2011, tempat ini dijadikan kafe setelah lama tidak dihuni. Nama Ndoro Dongker sendiri diambil dari nama seorang warga Belanda bernama Dongker yang menetap di Kemuning. Ia merupakan ahli tanaman dan memilih tinggal di Kemuning dan dihormati warga sekitar.


Perjalanan lalu dilanjutkan ke Gua Maria Ngrawoh Sragen. Taman Doa Santa Perawan Maria di Fatima, ini berlokasi di Dusun Ngrawoh, Desa Pilangsari Kecamatan Gesi, Sragen.
Dikarenakan sudah menjelang magrib, rombongan hanya sempat melakukan jalan salib. Searah perjalanan pulang, rombongan menyempatkan berkunjung ke rumah orang tua dari Korwil Yohanes, bapak Y Indro Asmoro.



Menikmati suguhan selat solo yang sudah disiapkan tuan rumah disela canda dan tawa bersama keluarga tuan rumah sungguh menyegarkan.
Setelah berpamitan dengan tuan rumah, perjalanan pulang ke Tangerang dilanjutkan, berbekal nasi kotak untuk makan malam di dalam bis.


Subuh hari selanjutnya, rombongan sudah tiba di Ciledug dengan rasa lelah tapi bahagia dan penuh kenangan. –Intan--

KEGIATAN RANTING MONIKA



“Sisa Perca yang Berguna”


(cantik,,ciamiik,,dan tidak harus mahal)
Minggu sore ditanggal 28 Juli 2019 itu terasa berbeda,,, kok berbeda ? Iyaa..di Minggu sore itu bertepatan dengan pertemuan rutin bulanan, kami ibu-ibu Wanita Katolik RI Ranting Monika belajar bersama bagaimana memanfaatkan sisa-sisa kain perca menjadi sesuatu yang berguna, menarik dan tentu saja bermanfaat. Laluu..bagaimana caranya ?? Gampang kok.. yuks dimarii , simak disini …


Pertemuan  Wanita Katolik RI Ranting Monika rutin dilaksanakan pada minggu ke 4 setiap bulannya. Setelah dilakukan undian tuan rumah sebagai tempat pertemuan rutin tersebut, maka kegiatan atau pengisi acara pertemuan kami lakukan secara bergilir dan berurutan dari ke 5 bidang kegiatan. Diawali dari bidang organisasi, bidang pendidikan, bidang kesra, bidang humas, lalu bidang usaha.
Pada giliran pertemuan di Minggu sore itu yang bertugas adalah dari bidang pendidikan yang diketuai oleh ibu Liliyanti Purnama, dengan anggota ibu Victoria Susi, ibu Elly Suratmi, dan ibu Ani Kurnia. Pelatihan memanfaatkan kain perca sore itu diberikan oleh ibu Lili dan timnya. Dua setengah jam pertemuan terasa cepat sekali karena saking asyiknya merangkai kain-kain perca menjadi beberapa macam rangkaian indah yang cantik dan ciamik. Pertama kali yang harus dilakukan adalah memilah-milah kain perca dari yang semotif atau sewarna. Lalu tentukan pola atau rangkaian apa yang akan kita buat, kemudian rangkai pola atau bentuk tadi dengan menggunakan jarum dan benang yang sewarna.


Naahh… mudah dan gampang sekali bukan ?? Jadii..mari para ibu-ibu semua, jangan buang sisa kain-kain perca yang ada,, mari kita manfaatkan dengan berkreasi sesuka hati. Cantik dan ciamik…. Chiayoo..
Memilih pola dan bentuk           Pola yang sudah dirangkai & hasilnya

  

Bagi ibu-ibu yang berminat untuk pelatihan.. silahkan menghubungi ketua Ranting Monika, ibu Minna 08128941972. Selamat mencoba,,,






Penanggung Jawab : Stephanie Natalia Sutedjo
Redaksi : Maya  | 0812 8760 1297
Anggota Redaksi :
Ø  Patricia  | 0896 9117 0888, Merry  | 0821 1703 9638, Rina |0813 8130 2810

No comments:

Post a Comment

Mengikuti Ekaristi Penutupan Selebrasi 100 Tahun Wanita Katolik RI

Pada Sabtu, 18 Januari 2025, beberapa anggota Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santa Bernadet, mengikuti peray...