Monday, 19 April 2021

WARTA CABE EDISI MARET 2021

 

Salam Sejahtera untuk Kita Semua

 Di Tahun 2021, mari kita sedikit berefleksi, apa yg kita rasakan di tahun ini. Tentunya ada sedih, ada kaget, ada takut, was was, dll karena tiba-tiba dunia dilanda pandemi virus covid 19. Tetapi ada dampak positifnya karena waktu kita berkumpul bersama keluarga lebih intens dari biasanya. Banyak perubahan yang terjadi, kita jadi suka masak, rajin mencoba resep baru, suka berkebun, suka membaca, suka nonton dll. Tanpa disadari kita juga menjadi lebih pandai dalam dunia digital, belanja online, rapat online, berdoa online, misa pun online.........semua online, google meet, zoom, teams merupakan ruangan yang biasa kita masuki. Rapat tidak perlu keluar rumah, tidak perlu menyiapkan konsumsi, tidak macet-macetan dijalan. Kita bahkan bisa mengikuti renungan/misa dari berbagai Paroki/Keuskupan bahkan misa dari Vatican langsung yang disiarkan secara streaming. Perlahan kita pun menjalani tata kehidupan  baru yang sama sekali tidak pernah kita bayangkan. Mari di tahun 2021 ini kita tetap semangat dengan tata kehidupan kenormalan yang baru.

 

Tahun 2021 Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) mencanangkan sebagai Tahun Refleksi dengan semboyan “Semakin Mengasihi, Semakin Terlibat dan Semakin Menjadi Berkat. Sebagai Wanika Katolik RI diajak untuk melihat kembali dan mencermati apa yang sudah dilakukan terhadap kehidupan maupun sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Rasa khawatir, ketakutan bahkan penderitaan yang kita alami, tetap harus tampil konsisten dengan panggilan ilahi masing-masing yakni mengasihi, terlibat dan menjadi berkat bagi sesama. Melalui refleksi, Wanita Katolik RI diajak kembali menemukan jati diri supaya bisa mengimani pokok-pokok dasar iman, sehingga semakin memiliki jiwa penghayatan yang lebih mendalam dan bisa melayani dengan tulus hati. (Red)




DEWAN PIMPINAN DAERAH JAKARTA

 

Penjualan Kalender DPD

 

Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet berpartisipasi dalam pembelian kalender DPD. Dewan Pimpinan Cabang St. Bernadet diwajibkan untuk membeli kalender tersebut, Cabang memberi kesempatan kepada ranting yang ingin menambah uang kasnya untuk menjualkan kalender DPD dengan harga dari cabang 30K Ranting bisa menjual dengan 35K yang 5K bisa masuk kas Ranting. Pembelian kalender ini sifatnya tidak wajib bagi yang mau saja.  

 


SOSIALISASI APP DAN TAHUN REFLEKSI 2021               

 


Sabtu, 6 Februari 2021 Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet yang diwakili oleh Ibu Fanny, Ibu Elianti dan Ibu Maya,  mengikuti Sosialisasi APP dan Tahun Refleksi 2021 yang diadakan oleh DPD Jakarta dengan tema “ Semakin Mengasihi, Semakin Terlibat dan Semakin Menjadi Berkat”. Webinar ini dibawakan oleh Romo P.CH. Kristiono, SJ melalui zoom,  Sebagai kata pengantar Romo menyampaikan kata semakin adalah sebuah upaya untuk bergerak lebih maju dan mewujud.

 

Sebagai Inspirasi dari Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo pada tanggal 10 Januari 2021 apa yang akan kita capai dalam Tahun Refleksi ini? Kembali kepada jati diri kita sebagai murid Kristus yang tumbuh dan berkembang sebagai pribadi yang mempunyai integritas (identitas dan aktifitas yang selaras, dipercaya dan diandalkan). Ada 3 hal penting Jati Diri atau Identitas : Jati diri sebagai manusia, sebuah identitas hakiki hidup manusia karena manusia diciptakan untuk memuji, mengabdi dan menghormati Allah. Jati diri sebagai Gereja, Gereja sebagai terang yang ingin menerangi semua orang dengan cahaya Kristus, yang bersinar pada wajah Gereja, dengan mewartakan Injil kepada semua makhluk. Ekaristi sebagai sumber dan puncak iman. Wajah Gereja, dengan semangat gembala baik dan murah hati, umat KAJ semakin mengasihi Gereja, semakin terlibat dalam hidup menggereja dan bermasyarakat, semakin menjadi berkat bagi sesama dan seluruh ciptaan.

 

Romo Kris juga memaparkan Bahan APP 2021 dengan tema “Refleksi Persaudaraan Kita” Minggu ke-1 : Persaudaraan Dalam Keluarga, Minggu 2 : Persaudaraan Dalam Masyarakat, Minggu ke-3 : Persaudaraan Dalam Dunia Ciptaan dan Minggu ke-4 : Persaudaraan dalam Dunia Digital. Gerakan tobat kongkret yaitu Celengan Yesus Tunawisma diteruskan, Gerakan Sosial, Gerakan menanggapi dan advokasi, Gerakan bersama, sederhana, continue.

Setelah Sesi pertama selesai dilanjutkan Sesi kedua yang dibawakan oleh dr. Ria tentang Peran Perempuan di Lorong Pandemi. Wanita Katolik pasti sudah melakukan banyak kegiatan walaupun ada di lorong Pandemi. Dalam masa Pandemi ini kita juga harus tahu cara jitu untuk menekan penyebaran Virus Covid-19.

 

Penerapan  5 M dapat dilakukan dengan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjahui kerumunan dan mengurangi mobilitas. Selain perilaku disiplin 5 M ada 3 T  upaya untuk semakin menekan penyebaran virus Covid-19 yaitu Testing, Tracing dan Treatment. Aksi 3T ini hendaknya dilakukan oleh otoritas terkait untuk melakukan pengujian, pelacakan, kemudian tindakan pengobatan atau perawatan kepada orang yang terpapar virus tersebut.

 

Sesi ketiga dibawakan oleh Bpk. Supomo bahwa penggalangan dana APP tetap ada. Wanita Katolik RI Cabang yang membutuhkan bantuan dana pelengkap APP dipersilakan untuk menghubungi atau berkontak langsung dengan Tim DSS untuk mendapatkan penjelasan. Cara mewartakan Injil dimasa pandemi ini kita bisa melakukan dengan menjalankan 5M. (Red).

 



WEBINAR ETIKA BERORGANISASI DPD JAKARTA

 


 

 


 




Romo Heribertus Dwi  Kristanto dalam Webinar Etika Berorganisasi, Sabtu 20 Februari 2021 pukul 10.00 – 12.00  melalui zoom dan dihadiri oleh 353 pserta. Organisasi merupakan kumpulan manusia-manusia yang meski memiliki latar belakang berbeda secara sukarela bergabung karena memiliki kepedulian, keprihatinan, tujuan yang serupa. Menjadi anggota Wanita Katolik RI itu karena panggilan. Tujuannya kegiatan-kegiatan yang terorganisir secara sinergis diarahkan pada tujuan bersama sebagaimana dirumuskan pada visi-misi dalam AD/ART. Organisasi bukan kendaraan untuk mewujudkan ambisi pribadi. Organisasi bukan partai politik. Organisasi itu membentuk sebuah sistem kerja yang dipilah ke dalam bidang/unit kerja. Ada kesalingbergantungan, dan karena itu perlu bekerja dengan sistem jejaring agar lebih efektif.

 

Etika bicara tentang nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang menentukan baik-buruknya perilaku manusia dalam berorganisasi. Ada 4 komponen tindakan etis yaitu kepekaan moral, membayangkan dampak yang akan ditimbulkan dari suatu keputusan yang akan diambil bagi semua pihak yang terlibat dan berlatih mendengarkan orang lain dan memahami perspektif mereka. Kemampuan membuat pertimbangan dan keputusan moral, mampu membuat pertimbangan yang sehat dan keputusan yang bijak. Motivasi moral, ada perasaan positif mendorong orang untuk  dapat mewujudkan apa yang diketahuinya sebagai baik, dan negative bisa menghambat orang untuk mewujudkan apa yang diketahuinya sebagai baik, rasa simpati membuat orang bersifat pro-sosial, rasa bersalah dan tanggung jawab membuat oaring mudah minta maaf, sedangkan rasa marah dan frustasi membuat orang agresif. Dan karakter moral, sifat atau tabiat yang mengakar dan mengarahkan orang untuk peka dan bertindak baik secara konsisten.

 

Etika Berkomunikasi sangat vital dalam organisasi, karena kegiatan-kegiatan yang dilakukan merupakan buah dari suatu team-work. Kita harus membangun relasi dengan cara memberi perhatian, mendengarkan secara efektif dan konfirmasi (mengakui dan menghormati kehadiran dan nilai dari yang lain) serta dialog yang tulus akan melahirkan rasa saling percaya. Dalam Berkomunikasi ada beberapa hal yang perlu dihindari yaitu mengabaikan/ tidak menghiraukan pesan orang lain, memotong pembicaraan orang lain, merespon tetapi tidak nyambung, mendengar pesan lawan bicara tetapi kemudian segera mengalihkan pembicaraan ke topik yg kita sendiri tidak mau.

  

 

RAPAT KOORDINASI CABANG WANITA KATOLIK RI WILAYAH TANGERANG SATU



RKCW Tangerang Satu diselenggarakan pada 14 Nov 2020
. Rapat Koordinasi yang dilakukan tiap 4 bulan sekali dengan seluruh Cabang yang tergabung dalam Wilayah Tangerang Satu. Biasanya dilaksanakan di cabang-cabang secara bergantian tapi selama pandemi dilakukan secara on line menggunakan fasilitas Microsoft Teams. Di rapat tersebut cabang-cabang  melaporkan seluruh kegiatan yang dilakukan selama 4 bulan sekaligus sebagai ajang silahturahmi dan tukar informasi yang dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi dalam menentukan program kedepan.

 


  

KEGIATAN CABANG

 

MAKAN SIANG NUSANTARA

 



Makan Siang Nusantara (MSN) kali ini berbeda dengan 2 tahun yang lalu, dimana kita masih bisa berkumpul dan bertatap muka. Sesuai himbauan dari panitia MSN Pusat bahwa MSN tahun ini tetap diadakan mengingat justru saat-saat seperti ini mereka lebih membutuhkan sekaligus menanggapi himbauan berbela rasa di masa adven untuk menghadirkan kegembiraan/kebahagiaan menyambut kelahiran Sang Bayi Kudus kepada mereka yang membutuhkan, tentunya di masa pandemi ini teknis pelaksanaannya disesuaikan dengan prokes yang ada. Di masa sulit ini panitia pusat tidak bisa mensubsidi dananya maka pendanaan dilakukan secara mandiri (sumbangan dari seluruh DPC). Pada pelaksanaan kita menggunakan Dress code warna merah atau hijau polos bebas tanpa identitas apapun baik Wanita Katolik RI maupun komunitas-komunitas lain. Memakai masker, face shield & membawa hand sanitizer masing-masing dan yang tidak kalah penting pastikan bahwa kita dalam kondisi fit. Kita mendapat bantuan dari Wings group sebagai pelengkap.

 

Bentuk MSN kita kali ini adalah semacam baksos dengan hanya membagikan nasi box & sembako. Jumlah keseluruhan yang kita layani adalah 151 orang dari 56 KK jadi kita siapkan 151 nasi box dan 56 paket sembako yang berisi: 


3 kg beras

          1 kg gula pasir

         1 ltr minyak goreng

         225 ml kecap manis

         10 bks mie instan

 




Nasi box dengan 3 macam lauk yaitu ayam teriyaki, kering kentang, dan telur dadar.

Sasaran kita ada 6 spot yaitu :

1. Kebantenan 1 koordinator Ibu Paulina

2. Kebantenan 2 koordinator Ibu Fanny

3. Mesjid koordinator Ibu Titin

4. Fatahilah koordinator Ibu Heni

5. Tanah Seratus koordinator Ibu Nelcy

6. Mahkota Simprug coordinator Ibu Gilar dan Ibu Vetty

 

Untuk memudahkan pelaksanaannya dibagi menjadi 2 basecam :

1.  Melayani kebutuhan Kebantenan 1 & 2 kumpul di Bangun Reksa Indah II pukul 07.00 WIB

2. Melayani kebutuhan Mesjid, Fatahilah, Tanah Seratus& Simprug kumpul di Jl. Mesjid XV pukul 09.00 WIB.

 


Dimana masing-masing basecam sudah ada petugas yang        membantu menyiapkan nasi box dengan harapan jam makan siang sudah bisa kita drop ke TKP. Tepat pukul 11. 00 WIB kita menuju TKP masing-masing setelah sampai di TKP langsung dibagikan nasi box dan sembako setelah selesai membagikan kita pulang kerumah masing-masing. (Red)

 






BIDANG ORGANISASI

 

RAPAT KOORDINASI RANTING


Rapat Koordinasi Ranting (RKR) secara online via zoom diadakan pada hari Minggu, 8 November 2020 pukul 10.00 – 18.OO WIB. RKR dibagi menjadi 3 kloter berdasarkan wilayahnya : wilayah I dipimpin oleh Ibu Widi, Wilayah II oleh Ibu Nawang dan Wilayah III oleh Ibu Fanny. RKR dihadiri oleh perwakilan cabang dan ketua/wakil Ranting, apabila ketua/wakilnya berhalangan wajib mengirimkan perwakilannya.

Dalam RKR setiap Ranting menyampaikan laporan pelaksanaan program kerja periode 6 Juli sampai dengan 7 November  2020 begitu pula dengan Cabang menyampaikan Rencana Kerja Cabang  untuk  4 (empat) bulan ke depan supaya Ranting mengetahuinya serta bisa turut ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan. 



 

RAPAT PLENO 24 JANUARI 2021


Dewan Pengurus Cabang Santa Bernadet, Minggu, 24 Januari 2021 pukul 17.00 – 20.30 WIB mengadakan rapat pleno secara online via zoom, dengan agenda Program Kerja tahun 2021. Hasil Rapat Pleno adalah sebagai berikut :




  1. Bidang Organisasi

Ø  Kunjungan Ranting secara virtual untuk sosialisasi konfercab

Ø  RAR Petrus 1

Ø  RKR 4 bulan sekali

Ø  Konfercab bulan. Mei 2021

Ø  PKO bulan Agustus 2021

  1. Bidang Kesejahteraan

Ø  PPUK

Ø  GOTA

Ø  Posyandu

Ø  Rekoleksi DPC

Ø  HUT WKRI St. Bernadet, 29 Juli 2021

Ø  Baksos “Minggu Berkah”

Ø  Baksos ke Panti Asuhan

Ø  MSN

Ø  Ecobrick

Ø  Pengumpulan Minyak jelantah di setiap Ranting

Ø  Eco Enzym, 21 Februari 2021

Ø  Ketahanan Pangan

Ø  Webinar “Pengendalian Emosi di Masa Pandemi

  1. Bidang Pendidikan

Ø  Pelatihan konektor masker rajut

Ø  Demo masak kacang bawang dengan kemasan kreatif

Ø  Pelatihan dekor altar & penataan panti Imam

Ø  Pelatihan jurnalistik dan photography

Ø  Kursus menjahit baju

  1. Bidang Humas

Ø  E- Cabe setiap 4 bln

Ø  Dokumentasi Kegiatan

Ø  Membuat Channel Youtube

  1. Bidang Usaha

Ø  Paket sembako murah

Ø  Penjualan masker hasil produksi anggota Wanita Katolik RI

Ø  Penjualan produk hasil pelatihan eco enzym

 

BIDANG PENDIDIKAN

Bulan Maret, Bidang Pendidikan mempersembahkan video via WAG Ket Ranting Cabang St. Bernadet bagaimana cara membuat kacang bawang goreng renyah dan cara membungkusnya yang cantik.


 Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk 1 kg kacang :

  • 4 sdm margarin
  • 10 siung bawang putih iris tipis
  • 1 pcs santan kara dan garam secukupnya
  • 4 siung bawang putih haluskan dan campur sedikit air





Cara Membuat :

  • Tuang kacang ke dalam air panas, aduk. Kemudian diamkan kacang dalam air panas kurang lebih 1 jam
  • Tiriskan kacang
  • Masukkan santan dan garam, aduk hingga rata
  • Panaskan minyak dalam penggorengan
  • Masukan kacang, gunakan api sedang
  • Masukkan margarin ke dalam penggorengan, kemudian aduk hingga rata
  • Setelah setengah matang warna kacang sedikit kecoklatan, masukkan irisan bawang putih kemudian aduk hingga berwarna coklat
  • Setelah berubah warna menjadi kecoklatn, masukkan marinasi bawang putih (bawang putih yang sudah dihaluskan diberi sedikit air), aduk sebentar kemudian angkat dan tiriskan
  • Setelah kacang bawang dingin, kacang bawang siap dikemas.

 

 


 


 


Selamat mencoba……..(sumber dari Ibu Ida Ambar - video WAG Ket Ranting Cab. Bernadet- bisa juga disaksikan di chanell youtube Wanita Katolik RI Cab. St. Bernadet)

 

 

BIDANG USAHA

 

PENJUALAN SEMBAKO

 



Awal Desember 2020, Bidang Usaha Wanita Katolik RI Cabang St. Bernadet menjual sembako seharga Rp.75.000,-. Pada pertengah Bulan Desember 2020 juga menawarkan : "Paket daging sapi 900 gram + minyak 1 liter" dengan hrg Rp. 88K per paket, dengan sistem PO terlebih dahulu. Lampiran foto daging dan minyak des 20

 

Bulan Januari 2021, kembali Bidus menawarkan :




1. "Paket Damin" dengan harga Rp. 90.000,-               yang isinya :

       •  Daging sapi 900 gr

       •  Minyak goreng Tropical 1 ltr


2. Paket Imun dengan harga Rp 150.000,- yang isinya:

     * Beras 5 kg

     * Minyak Tropical 1 ltr.

     * Gula pasir 1 kg

     * Daging sapi 900 gr.

 3. Daging sapi slice non fat (tanpa lemak) berat 500 gram dengan harga Rp. 55.000

 

PEMBEKALAN PENDAFTARAN MISA ONLINE DAN PERTEMUAN ONLINE VIA MS TEAMS

 

 Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet hadir pada pembekalan pendaftaran misa online dan cara menggunakan Ms Teams yang diadakan pada Minggu, 7 Maret 2021 via zoom. Tujuan dari pembekalan ini untuk mensosialisasikan kembali aplikasi yang sudah ada di Paroki kita terutama penggunaan Ms Teams. Diharapkan setelah mengikuti pembekalan dapat mengaplikasikan di dalam organisasinya untuk mengadakan pertemuan online. Setiap seksi/ kategorial diberi account ms teams oleh Paroki. Ms Teams ini sebagai alternatif untuk pertemuan online kita bisa pakai secara gratis dengan waktu yang lama dengan kapasitas 500 peserta. (Red)

 

 

 

PENYEGARAN BIDUK DAN SAPA

 

Minggu, 14 Maret 2021 PPTR mengadakan penyegaran BIDUK dan SAPA bagi DPH, Ketua Seksi, Kepala Bagian, Koordinator Wilayah, Ketua Lingkungan, Ketua Komunitas Kategorial via zoom. Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet hadir pula pada pembekalan tersebut. Kita lebih menekankan pada program SAPA KAJ. Dijelaskan cara membuat LPJ di Program SAPA KAJ sehingga diharapkan setiap selesai menjalankan program kerja setiap Bidang bisa langsung dibuat LPJ nya. LPJ dibuat secara manual terlebih dahulu setelah disetujui oleh Korbid Pendamping, setelah itu dimasukkan ke dalam program SAPA KAJ. (Red)

 

WEBINAR ECO ENZYME

 



  

 


Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup dan dalam rangka memperingati Hari Sampah Nasional yang diperingati setiap tanggal 21 Februari, Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet mengadakan Webinar pada hari Minggu 21 Februari 2021 secara online via zoom dengan tema  “Eco Enzyme : Cairan Multi Guna untuk Kebutuhan Rumah Tangga”, dengan narasumber Bp. Aang Hudaya seorang pegiat eco enzyme, beliau lulusan dari Institut Pertanian Bogor.

 


Webinar ini terdiri dari materi dan praktek, untuk itu peserta diminta menyiapkan alat-alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktek.

 Alat –alat sebagai berikut :

1. Toples plastik kapasitas 2 liter

2. Talenan

3. Pisau

 Bahan :

1.      Air 1.2 liter (air mentah)

2.      Gula Merah 120 gram. Jika ada gunakan gula merah tebu. Jika tidak ada boleh pakai gula merah biasa (gula aren/gula kelapa).

3.      Sisa organik (kulit jeruk, kulit nanas dll) 360 gram. Boleh dicampur dg sisa2 sayuran mentah hanya 20%nya saja.

 


Dalam sambutannya Ibu Fanny menyampaikan kegiatan ini dilakukan untuk mengisi Hari Peduli Sampah Nasional yang diperingati setiap tanggal 21 Februari. Webinar eco enzyme  ini dipilih sebagai bentuk pertobatan ekologis seperti yang tercantum dalam Ensiklik Laudato Si, yakni kepedulian memelihara alam ciptaan sebagai rumah umat manusia.

 

Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet dengan Seksi Pendidikan dan Kaderisasi (Pekad), Seksi Lingkungan Hidup, dan Seksi Komsos Paroki Ciledug, serta didukung oleh Sekolah Abdi Siswa Bintaro. Karena terbatasnya users maka kami menggandeng Seksi Komsos agar webinar ini dapat ditayangkan di kanal youtube Santa Bernadet sehingga lebih banyak yang dapat mengikuti,” jelas Ibu Fanny.

 

Bp. Aang menjelaskan apa itu Eco Enzyme? Eco enzyme adalah larutan zat organik kompleks yang diperoleh dari proses fermentasi  sisa organik (sayuran dan buah), air, dan gula.        Eco enzyme pertama kali ditemukan dan dikembangkan oleh Dr. Rosukan Poomvanpong, pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand sekaligus peneliti enzim selama 30 tahun, dan dia mendorong orang untuk membuat eco enzyme di rumah dalam rangka mengurangi global warming. Sisa organik saya lebih suka menyebutnya daripada sampah organik. Ketika kita menyebut sampah kesan yang muncul adalah kotor dan bau sehingga membuat kita enggan untuk bersentuhan. Dan eco enzyme menjadi cara yang paling mudah untuk mengolah sisa organik dibandingkan yang lainnya seperti komposter atau bio gas,” katanya lagi.

 


Tips Praktis Membuat Eco Enzyme :

1.      Gunakan wadah berbahan plastik, bermulut lebar, dan dapat tertutup rapat

2.      Gunakan gula merah, yang terbaik adalah gula merah tebu

3.      Gunakan air apa saja yang layak minum

4.      Perbandingan bahan adalah  1 : 3 : 10 (gula merah/molase : bahan organik : air)

 

Setelah semua bahan-bahan siap,  masukkan air ke dalam toples/wadah, tambahkan gula merah, masukkan  kulit buah/sayuran yang sudah dipotong-potong, kemudian aduk supaya gulanya larut dan bahan organik tenggelam, tutup toples dengan rapat. Supaya baunya wangi dikasih kulit jeruk atau kulit nanas (tanpa mahkota dan daunnya). Umur 7 hari wadah/toples dibuka dan diaduk supaya BO (bahan organik) nya kena gula merah semua sekaligus membuang gas, jangan lama-lama membuka dan mengaduknya tutup kembali EE dengan rapat, mengaduk EE tidak boleh memakai sendok stainlesteel, pakailah sendok kayu atau tangan. Setelah 1 (satu) bulan hari ke-30 aduk kembali EE. Simpan selama 3 bulan, selama proses fermentasi akan dihasilkan gas, karena itu usahakan wadah/toples hanya berisi ¾ nya jangan penuh. Letakkan di tempat yang sejuk dengan ventilasi baik, jangan terkena sinar matahari langsung. Setelah 3 bulan  EE siap untuk dipanen. Jika mau didiamkan lagi juga bisa, bahkan lebih baik. Larutan ini tidak memiliki waktu kadaluwarsa. Sisa organik dapat dimasukkan ke dalam komposter, dijadikan pupuk, atau digunakan untuk fermentasi kembali.

 

Kalau EE ada belatung atau bau seperti got itu bukan berarti gagal bisa ditanggulangi dengan menambahkan gula merah sesuai ukuran semula.

 

Prinsip membuka dan mengaduk sebagai berikut:

1. Memastikan BO semua kena molase, tenggelam

2. Gas yang dihasilkan bisa ke luar.

3. Tidak ada jamur jahat dan belatung.

4. Tidak menggangu proses mikroba yang bekerja, kenapa?

 

Karena fermentasi pada :

Bulan pertama menghasilkan gas.

Bulan kedua menghasilkan alkohol.

Bulan ketiga menghasilkan enzyme.

 

Cara Memanen Eco Enzyme (EE)

·         Saring cairan eco enzyme untuk memisahkan ampas

·         Simpan cairan dalam botol terpisah sehingga wadah dapat digunakan kembali

·         Eco enzyme tidak akan basi atau kadaluwarsa

·         Ampas eco enzyme dapat dijadikan pupuk kompos

Manfaat Eco Enzyme

1.      Mencuci piring, mengepel lantai, mencuci baju

2.      Penyegar ruangan

3.      Menyiram tanaman

4.      Disinfektan

5.      Antiseptik alami rumah tangga

 

Melalui webinar ini semua peserta diharapkan langsung dapat mempraktekkan pembuatan EE di Ranting masing-masing. Disediakan  WAG peserta webinar Eco Enzyme untuk berdiskusi. (Red)

 

 Beberapa Testimoni dari Peserta Webinar Eco Enzyme setelah mempraktekkannya :

1.      Wajah kenceng, jika ada jerawat bisa mengempeskan

 

2.      EFEK BANJIR MEMPERTEMUKANKU DENGAN EE ( ECO ENZYME )

Barusan aku mencoba bersihin kamar mandi yg satunya krn blm sempat bersihin. Ternyata sabun dan EE baunya harum dan kamar mandi jadi bersih. Masih penasaran langsung aku cuci piring...bersih dan harum juga. Langsung aku cuci serbet-serbet... ternyata campuran EE dengan detergent membuat harum cucian dan lemak2 kena minyak di serbet langsung bersih. Duh... pertama kali jatuh hati sama EE

 

3.      Sebelum mengaplikasikan ke wajah Coba dulu di punggung tangan atau belakang telinga sedikit untuk test alergi, tunggu 5 menit kalau memang tidak apa-apa bisa diaplikasikan ke wajah

 

4.      DR IBU HENY ,saya sdh menggunakan  cairan EE , dr bu Cory untuk ngepel setelah kebanjiran,memang bagus lantai nya mengkilap,jadi keset,saya pake semprot2 ruangan  lumayan jg nggak lembab

 

5.      Ibu CLARA MEMBERSIHKAN MICROWAVE

Tipsnya adalah:

Tuang ke dalam mangkok tahan panas :  Air, sunlight dikit dan 30 ml EE.

 

Masukkan mangkok ke dalam microwave panaskan dgn suhu tinggi selama 5 menit

Hasilnya kinclongggg... Clongg

 

6.      Saya Bu Teresia Widiastuti (Esti) dari Ranting Ignatius Loyola.

Setelah mendapatkan EE yg di kirimkan Bu Stephanie kerumah saya.

Saya mencoba utk mencuci lap lap kotor yang saya gunakan utk mengelap bekas tumpahan minyak di dapur dan untuk mengelap perkakas yang kena lumpur saat banjir.

Puji Tuhan noda yang bandel di lap lap tersebut jadi hilang dan lap lapnya jadi bersih.. Mantap, Terima kasih.

 

7.      Ibu cory : Garasi rumah saya  suka dipakai pertemuan tikus2 got.dan kadang bawa sampah, sehingga jika mobil tdk keluar 3hari saja, pas keluar di bawah mobil pasti banyak taik tikus dan sampahnya. Setelah saya pel rutin dengan EE dan saya buang air sisa saya detok kaki serta  blenderan ampas EE wow aman tidak ada kotoran tikus serta kucing pun yang biasa kencing di mobil atau di pintu rumah kaerna saya semprot EE plus air aman tidak ada lagi bau-bau amis tidak enak, atau bau kotoran tikus EE memang luar biasa. Dengan kesabaran 3 bln mendapatkan manfaat yg luar biasa

 

8.      Ibu Clara Brigita Pasca banjir suami saya kena kutu air di kaki setelah di gosok dengan EE sampai 3-4x tiap malam sebelum tidur.  Puji Tuhan sekarang sudah kering & tidak gatal-gatal lagi, EE mantap.

 

9.      Saat ini saya hamil 8 bulan lebih kak1 sudah mulai bengkak dan susah untuk berjalan

saya jadi ingat dengan sharing-sharing ibu-ibu tentang rendaman kaki, jadi saya mencoba untuk merendam kaki saya, pertama berendam kaki, kaki saya berkurang bengkaknya, kedua kali berendam kaki, kakinya sudah hilang bengkaknya, nyeri kalau berjalan pun jadi berkurang. EE emang luar biasa banget.

 

10.  Ibu Maria Pirero selain untuk detox melalui rendaman kaki, ternyata saya punya bonus untuk mencegah meluas berkembangnya  jamur kuku. Kuku jempol kaki kena jamur kuku, sdh dioles dengan zalf jamur , tidak nampak hasilnya.

Saya baru berendam 1 kali selama 20 menit ( pakai ampas yg diberi b'Corry) ajaib ya, yang tadinya sebagian  warna kuku hitam, Puji Tuhan sudah nampak agak putih.

Setelah berendam, airnya saya pakai ngepel, selesai ngepel untuk membasmi bakteri yang di closed. Wah multi guna. Tks Eco Enzym telah memberkati di banyak hal .

 

Dalam WAG Peserta Eco Enzyme didampingi oleh 4 orang mentor yaitu  Ibu Cory, Ibu Maria, Ibu Melati dan Ibu Endang Andre. Ibu Cory sebagai salah satu  mentor memberikan tantangan kepada peserta untuk membuat EE siapa yang membuatnya terbanyak akan mendapatkan hadiah 600 ml Eco Enzyme, 5 stiker EE dan 5 flyer berwarna. Syaratnya harus menunjukkan foto bersama EE nya, catat berapa liter totalnya, tantangan ini diberi waktu selama 1 minggu mulai buat sejak acara Webinar Wanita Katolik RI periode tanggal 21 Februari 2021 - 28 Februari 2021, dan akan dicari 3 (tiga) pemenang dalam tantangan ini.

 

Bahan :

Gulmer/gulamerah/molase/Gula Merah Tebu(GMT), tidak boleh Gula Pasir.

Sisa sayuran dan kulit buah

Minimal 5 macam.

 

Setelah waktu yang diberikan berakhir tibalah diumumkan pemenangnya :

 

Hasil Terbanyak adalah

ibu Maria Pireno, 37,8 liter

Hadiah 1 botol EE, 600 ml

Hadiah tambahan alat panen.

Hadiah hiburan 1 paket dari

Pirines.

 

Untuk peserta lain, karena semangat dan berani terima tantangan maka tetap mendapatkan hadiah, masing-masing 1botol EE dan paket  hadiah hiburan dari Pirines.

Peserta yg semangat dan berani terima tantangan

 

1.Ibu Ita

2.Ibu Rida

3.Ibu Clara

4.Ibu Ida

 


Selamat kepada Pemenang dan peserta tantanga berani buat banyak EE.🤩🤩

 

Ibu Cory juga menyampaikan tujuan utama mengolah sisa  dapur yang organik segar, untuk menjadi EE bonus dari alam selama proses bisa jamur bagus, bisa mama enzyme, itu bonus,  jadi ada dan tidaknya jamur jika proses sudah benar tutup rapat, biarkan mikroorganisme nya bekerja secara anarob (tdk butuh O2). Jadi puji Tuhan bisa dapat jamur dan ME.

 

Kita berbagi kasih dengan Eco Enzyme, tema APP 2,3dan 4 karena menggunakan medsos untuk menggalang EE dan menyalurkan EE.

 

TAMBAHAN MANFAAT EE DR IBU CORY

 

Dibawah ini ada beberapa manfaat  EE dan ukurannya :

Dosis Pemakaian Eco Enzyme untuk rumah yg kebanjiran.

 

1.      Banjir di rumah, masih tergenang,

Kamar 3x3, tuang EE murni 200 ml

Kamar 3,x4, tuang EE murni 300 ml.

 

2.      Banjir yg sudah kering/surut

Air 5 liter + 1 tutup Botol EE, percik ke lantai dan dipel.

Boleh bilas mengepel lantai dengan 1 ember air + 1-2 tutp Botol EE

 

3.      Badan gatal2

Oles EE murni,

Air mandi 1 gayung terakhir + EE 2 tutup Botol (tanpa bilas)

 

4.      Mebel yg terendam air

Di lap/disemprot dgn air 5 liter + 1 tutup botol EE.

 

5.      Cuci pakaian

Rendam semalam air 1 ember + sedikit detergen + EE 2 tutup botol EE

 

6.      Membersihkan udara

1 liter air + 1 ml EE

Atau

5 liter air + 1 tutup botol EE.

Semprot / spray di udara.  Hati2 jika lantai basah, pel atau keringkan.

 

7.      Untuk handsanitiser 1 ml EE : 400 ml Air.

 

 


Smoga dapat membantu.

Tuhan memberkati🙏🙏

 










KEGIATAN RANTING

 

Ranting FX


Belarasa dimasa Pandemi, program yang sederhana  Ranting FX kembali berbagi Nasi bungkus pada bulan Desember 2020, untuk sesama yang sangat membutuhkan.

 





Ranting Petrus 1

Urgensi Pengelolaan Limbah Minyak Goreng/Jelantah.

Sebagaimana diketahui minyak goreng menjadi salah satu dari 9 bahan pokok yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Kebutuhan minyak goreng cukup besar di Indonesia, menurut data dari Pusat Studi Energi UGM di Indonesia (2019) konsumsi minyak goreng rumah tangga sebanyak 13 juta ton (setara dengan 16,2 miliar liter), sedangkan potensi produksi minyak jelantah rumah tangga perkotaan (2018). Angka itu bisa meningkat sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan masyarakat. Sayangnya semain besar penggunaan minyak goreng makin besar  pula limbah minyak goreng bekas pakai (jelantah) yang akan dihasilkan. Diprediksi potensi produksi minyak jelantah bisa mencapai 3 miliar liter per tahun. Limbah minyak goreng sering kali menjadi masalah serius, sebab pembuangan limbah yang tidak tepat bisa mengakibatkan pipa pembuangan tersumbat, limbah minyak goreng juga punya daya rusak terhadap ekosistem perairan jika dibunag di genangan atau aliran air. Limbah minyak goreng mengandung kadar Chemical Oxygen Demind (COD) serta Biological Oxygen Demind (BOD). Kedua zat tersebut dapat menutup lapisan air sehingga sinar matahari tidak dapat  masuk.

Dari sisi kesehatan dan medik, minyak jelantah  masuk dalam kategori berbahaya jika dikonsumsi  secara berlebihan dan terus menerus dalam periode waktu tertentu. Kondisi itu juga diperkuat adanya temuan beberapa zat pemicu munculnya penyakit degeneratif seperti kanker, stroke, dan lain sebagainya. Dari hasil analisa berbagai penellitian kesehatan, minyak goreng yang sudah dipanaskan selama 30 menit pada suhu 160 ᴼ akan memutuskan rantai-rantai asam lemak serta memunculkan senyawa yang mengandung karsinogenik (racun). Mengingat besarnya dampak negatif yang dihasilkan dari konsumsi minyak jelantah, Pemerintah sudah mengeluarkan beberapa kebijakan/Undang-undang/Peraturan seperti UU No. 32/2009  tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,  UU No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, PP No. 12/1995 tetang Pengelolaan Limbah Berbahaya dan Beracun.

Peran Pemerintah Daerah menjadi vital untuk menyusun regulasi baik Peraturan Daerah (Perda), atau minimal Peraturan Gubernur/Walikota/Bupati dalam hal pengelolaan limbah minyak goreng atau jelantah. Pemda  diharapkan dapat melakukan pengelolaan secara mandiri atau bersama-sama dengan swasta lewat Corporate Social Responsibility (CSR) mengolah limbah minyak jelantah menjadi industri baru, atau menjadi minyak bakar atau berbagai jenis produk kecantikan, pupuk dan lain sebagainya seperti yang sudah dihasilkan oleh kota-kota lain di Indonesia.

Sekedar wacana DKI Jakarta melalui Dinas Perindustrian dan Energi bekerja sama dengan mitra  strategis untuk pengelolaan minyak goreng bekas yaitu  GEN OIL (bahan bakar nabati setara solar (Biodiesel) yag sudah teruji dan terjamin mutunya. Ini merupakan Pilot Project Pengelolaan Jelantah menjadi biodiesel. Kota Bogor juga melakukan kerjasama dengan pemerintah Jepang dalam melakukan pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel untuk BBM yang ramah lingkungan yakni B30 sampai B 100.

Kita sangat mengapresiasi kegiatan pengumpulan dan pengepulan minyak jelantah yang dipelopori oleh  Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet dalam melakukan usaha dalam mengurangi limbah minyak jelantah. Minyak jelantah tersebut tentunya terlebih dahulu akan melalui proses pengolahan atau tingkat kerusakan jelantahnya di minimalisir sebelum akan di eksport ke negara Jerman menjadi  bahan bakar (Biodiesel).

Diharapkan kedepan Kota Tangerang lewat regulasi yang tepat (penetapan kebijakan untuk terkait harga minyak goreng bekas di pasaran) dapat menciptakan industri baru sendiri lewat pengolahan minyak jelantah yang kita hasilkan menjadi bahan bakar Biodiesel. Oleh sebab itu dukungan dan keberpihakan pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk menangkap peluang pemanfaatan minyak goreng bekas untuk menunjang industri biodiesel Indonesia secara keseluruhan. (F.M Ajiarti / WK Petrus 1).


 

Ranting Yohanes



Berawal dari postingan salah satu pengurus ranting di group WAG WKRI Ranting Yohanes soal makan bakso ayam buatan sendiri, Nicholetta Rani Dianwati (mbak Rani) lalu berinisiatif untuk membuat video tutorial membuat bakso ayam. Video ini nantinya bertujuan untuk dibagikan ke ibu-ibu anggota arisan di wilayah Yohanes.

Persiapan dilakukan. Bahan-bahan untuk membuat bakso disediakan oleh mbak Rani dan disepakati pembuatan tutorial akan dilakukan di rumah Martha Yunita Sugiyanti (mbak Yanti), yang sudah terbukti berhasil membuat bakso. Proses produksi video ini dihadiri oleh mbak Rani dan Stefani Sumanti Susilowati (mbak Susi).

 


Bahan-bahan yang digunakan dan cara pembuatannya adalah sebagai berikut :

1 kg ayam yang sudah dicincang

8 sdm tepung tapioka

1 butir telur

Bumbu-bumbu yang dibutuhkan sebagai berikut :

1 sdm garam

1 sdm gula pasir

1 sdm lada bubuk

1 sdt baking powder

4 siung bawang putih yang dihaluskan


Cara pembuatan :


1. Masukkan tepung tapioka ke dalam daging

    ayam   yang sudah dihaluskan

2. Masukkan bumbu-bumbu bumbu

3. Aduk semua bahan, sampai tercampur rata

4. Siapkan air di dalam panci dan panaskan

5. Adonan yang sudah tercampur rata tadi dicetak

    mengunakan tangan dan sendok. Lalu masukkan

    ke dalam panci berisi air yang sudah mendidih

6. Lakukan sampai adonan habis

7. Rebus kurang lebih 20 menit

8. Angkat bakso jika sudah mengapung di permukaan

9. Bakso siap digunakan

   Bakso ayam ini selain bisa sebagai lauk rumahan untuk dinikmati sendiri, bisa juga dikembangkan         sebagai usaha kuliner.

Dalam masa pandemi ini, semoga semangat untuk usaha kreatif dapat terus digalakkan. Tetap berkreasi dan mandiri. Semoga bermanfaat. (smi)

 

 


Ranting Loyola

TALI KASIH dan TANDA CINTA BAGI YANG TERDAMPAK COVID 19 serta WARGA YANG SAKIT  dan MENGADAKAN IBADAT ONLINE BERSAMA

 

Covid 19 sedang melanda dunia dan Indonesia. Di pertengahan bulan maret 2020 Indonesia mulai terkena dampaknya. Bahkan dunia mengalami dampak dari pandemi ini.

 

Lalu, apa yang bisa kita perbuat dengan adanya pandemi ini ?

Walau kita tidak bisa bertatap muka, tapi media sosial saat ini bisa digunakan sebagai sarana dan prasarana. Dengan media wa, Pengurus WK Ranting Ignatius Loyola mempunyai tekad dan niat positif. Apa yang bisa dilakukan pada saat pandemi ini. Berbagi kepada sesama yang membutuhkan uluran pertolongan. Dengan ketulusan dan keikhlasan Ibu - Ibu WK di Ranting Ignatius Loyola menyumbangkan dana untuk melaksanakan baksos.

 

1.   PEMBERIAN TALI KASIH DAN TANDA CINTA terus dilakukan oleh Ranting Ignatius Loyola (berupa uang tunai / transfer.

Kegiatan ini  dilakukan pada tanggal 9 Januari 2021, 24 Januari 2021, 12 Februari dan 18 Februari 2021. Dengan dana swadaya.

Puji Tuhan kegiatan ini berjalan dengan lancar, dan dari dana yang terkumpul, Tuhan telah atur sedemikian rupa.

 

Lalu tidak sampai disitu, apa yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi kondisi selama masa Pandemi ini ?? Kami pengurus Ranting Ignatius Loyola juga tergerak hati untuk membantu Warga seiman di Wilayah yang kondisinya sangat memprihatinkan. Baik dilihat dari segi kehidupan ekonominya, kondisi kesehatannya yang memprihatikan/sudah tua. Pengurus mengadakan Rapat yang tentunya tetap memperhatikan protocol kesehatan. Dari hasil keputusan rapat Pengurus Ranting yang diadakan pada tanggal 14 Februari 2021, diambil kesimpulan untuk mengadakan tambahan dana sosial yang ditamahkan pada saat membayar / mentransfer uang arisan. Dana sosial tersebut sebesar Rp 10.000,- per bulan. Semoga kegiatan kami ini bisa bermanfaat dan berkenan di hadapan Tuhan.

 

Kami sebut TALI KASIH karena ini merupakan tanda kasih kami dalam membantu sesama disekitar kami yang membutuhkan. TALI KASIH tersebut berasal dari dana swadaya (dana kas dan hasil kolekte seluruh anggota WK Ranting Ignatius Loyola). Puji Tuhan, niat baik kami bisa terlaksana. Bantuan yang kami berikan, semoga bisa bermanfaat bagi yang menerimanya.

 

 



 

2.  MENGADAKAN IBADAT ONLINE IBADAT ONLINE  IBU – IBU DI RANTING IGNATIUS LOYOLA UNTUK MENDOAKAN YANG SAKIT KARENA PANDEMI DAN PENYAKIT LAINNYA

Awanya diadakan ibadat online ini adalah untuk menghapus kerinduan kami karena tidak bisa bertatap muka selama pandemi ini. Puji Tuhan Ibadat online ini bisa kami lakukan pada tanggal 12 Februari 2021 dan 07 Maret 2021 untuk mendoakan saudara, teman, sahabat dan warga di Ignatius Loyola yang sedang sakit dan terdampak di masa pandemi ini.


 

 


 

 


 Indahnya berbagi kepada sesama disekitar kami dan saling menguatkan satu sama lain melalui doa.......( Esti / Ketua Ranting Ignatius Loyola)


 



Belarasa Ranting Fabiola

Sabtu sore, 14 Maret 2021, cuaca cukup  bersahabat, saat dua perwakilan dari Ranting Fabiola 4&5 menyusuri jalan di Kampung Kayu Gede. Mereka menuju rumah warga terdampak pandemi, menyampaikan amanah belarasa dari keluarga WKRI Fabiola 4&5.

Berbagi sedikit rezeki, anggota WKRI Fabiola 4&5 menyiapkan 25 paket lauk. Paket, yang antara lain berisi minyak goreng, sarden, nugget, gula, dan telur ini, dimaksudkan untuk melengkapi sembako yang biasanya didapatkan oleh keluarga terdampak pandemi.

Karena keterbatasan paket, kami membutuhkan panduan warga setempat, yakni Mpok Eli yang tahu kondisi di kampung tersebut. “Nanti, paketnya kita berikan ke janda yang tidak punya penghasilan, ya,” ujar Mpok Eli.

Lantaran para penerima punya keterbatasan mobilitas, kami yang harus mengalah untuk mendatangi satu-satu rumah mereka. Tentu saja, dengan protokol kesehatan, yakni memakai masker, tetap menjaga jarak, dan tidak berkerumun. Bahkan, persiapan paket pun hanya dilakukan segelintir orang, dan tidak bisa melibatkan banyak anggota. 

Mak Mira, salah satu ibu penerima, rupanya sedang duduk sendirian di depan rumah tetangganya, saat kami datang. “Terimakasih, tapi Mak enggak bisa bawa ke rumah,” ujar Mak Mira, yang dulu pernah bekerja jadi tukang sapu di Graha Raya ini. “Ini Emak sedang main aja,” sambungnya sembari bangkit dari balai-balai. Sambil kami antar membawa paket sembako, Mak Mira berjalan sekitar 100 meter, pulang ke rumah petaknya.

Adapun Nenek Uli menyambut paket dengan ekspresi riang. “Alhamdulilah..” cetusnya sembari tersenyum lebar menerima paket tersebut. Meski sudah jompo, Nenek Uli tinggal sendirian di tengah kebun jambu.

Fransisca Anik, bendahara WKRI Ranting Fabiola 4&5 yang menyerahkan bantuan, mengaku heran sekaligus terharu. “Enggak menyangka ya, di belakang kompleks masih ada kampung yang kayak gini,” ujarnya. Ia juga terkesan dengan sambutan hangat para ibu penerima paket belarasa. “Rasanya terharu. Semoga bantuan kita itu bermanfaat buat ibu-ibu tadi, ya,” sambung Anik. ***(Ika)

  

 

Penanggung Jawab : Stephanie Natalia Sutedjo

Redaksi : Maya | 0812 8760 1297

Anggota Redaksi : Patricia | 0896 9117 0888, Rina | 0813 8130 2810



































































 


No comments:

Post a Comment

Mengikuti Ekaristi Penutupan Selebrasi 100 Tahun Wanita Katolik RI

Pada Sabtu, 18 Januari 2025, beberapa anggota Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santa Bernadet, mengikuti peray...