Lomba Tumpeng HUT Paroki Santa Bernadet
Tahun 2023 ini, perayaan HUT Paroki Santa Bernadet sangat
meriah dan terasa istimewa bagi umat, karena selama 33 tahun paroki berdiri,
kali ini boleh dirayakan di gedung gereja yang baru berdiri. Ada beberapa
rangkaian acara dalam rangka HUT Paroki Santa Bernadet, salah satunya adalah
lomba tumpeng.
Lomba tumpeng ini diikuti oleh 25 peserta, dari seluruh wilayah dan kategorial yang ada di Paroki Santa Bernadet Pinang. Selain itu, ada dua partisipan, yakni dari Wanita Katolik RI dan Sekolah Abdi Siswa. Penjurian diadakan di lapangan depan gereja lama.
Kendati Minggu (12/2) pagi itu hujan, para peserta tetap
semangat dan sibuk di area lomba di bawah tenda, mulai jam 6 pagi. "Puji Tuhan,
walau hujan deras dari malam sebelumnya, kita bersyukur karena rangkaian acara
lomba tumpeng dapat berjalan dengan lancar," ujar Christina Gilar Buntari,
Wakil Ketua II Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet. "Semoga ke depan,
pelaksanaannya bisa semakin baik,”"sambungnya.
Gilar mengucapkan terimakasih kepada para juri dan peserta
yang semangat meramaikan lomba dengan tumpeng versi mereka. "Selamat kepada
para pemenang," sambung Gilar.
Tim juri yang terdiri dari Raden Nana Kusdiana, Amd.Par., S.Tr.,
M.Par, Sarim S.ST., MMPar, Dr. Dwiyantari Widyaningrum, S.Si, M.Si, melakukan
penilaian secara langsung di area tenda. Keputusan tim juri, pemenang lomba
tumpeng dalam rangka HUT Paroki Santa Bernadet adalah :
1.
Wilayah Monika dengan nilai 284 dinobatkan
sebagai Juara I
2.
Wilayah Fransiscus Xaverius dengan nilai 280,
menjadi Juara II
3.
Wilayah Yohanes, nilai 279, sebagai Juara III.
Widi Hastuti dari Wilayah Monika yang turut serta dalam
pembuatan tumpeng, mengatakan mereka bergotong royong membuat tumpeng untuk
lomba. "Persiapannya mulai jam 4 pagi," jelas Widi yang juga merupakan Ketua
Dewan Pengurus Ranting Wanita Katolik RI Ranting Monika.
Tema tumpeng Monika adalah tetap bersatu dan terus berjuang dalam bahtera yang sama, sampai ke tujuan. Tumpeng dari Wilayah Monika ini memang menarik perhatian karena alas yang berukuran besar, serta sebentuk bahtera yang diukir dari butternut pumpkin.
Raden Nana Kusdiana menyatakan kesan yang menyenangkan
selama penyelenggaraan lomba. "Pesertanya luarbiasa semua, tumpengnya
bagus-bagus," ujarnya.
Meski, ada peserta yang misinformasi, karena tumpengnya
bukan nasi kuning, toh Nana Kusdiana, yang akrab dipanggil Chef Nana, mengatakan secara keseluruhan acaranya bagus.
Di luar itu, Chef Nana menyarankan, pada penyelenggaraan
lomba tumpeng, sebaiknya perwakilan tim juri bisa membacakan atau mengumumkan
juara. "Supaya peserta mendapatkan evaluasi dan masukan dari tim juri yang
sudah pasti kompeten di bidangnya,”"jelas Chef Nana. (Tim Humas)
.jpg)

No comments:
Post a Comment