Berkain untuk aktivitas sehari-hari, semakin familiar bagi perempuan Indonesia. Jika sebelumnya, berbusana dengan kain identik dengan moment istimewa, ribet, dan tidak praktis, maka kini, sudah biasa kita melihat perempuan berkain bebas bergerak, mengenakan sneakers dan nyaman menjalankan aktivitas.
Mengenakan kain untuk aktivitas harian juga punya makna lebih, yakni melestarikan budaya lokal, memberi ruang bagi pelaku usaha kecil dan menengah karena kebanyakan kain, kebaya, dan perlengkapannya adalah produk UMKM, sekaligus juga membuat perempuan tetap merasa cantik serta nyaman.
Dengan latar
belakang tersebut, Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Cabang Santa
Bernadet Pinang, menyelenggarakan Workshop Berkain. Menurut Ketua Bidang
Pendidikan DPC Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, FX. Aning Kristiyawati,
workshop ini diselenggarakan bagi anggota Wanita Katolik RI serta masyarakat
umum dengan tujuan agar mereka lebih percaya diri dalam berkain, sekaligus
menghemat biaya untuk dandan, karena tidak perlu ke salon demi mengenakan kain
dan kebaya. ”Ternyata berpenampilan menarik itu tidak harus ke salon,” ujarnya.
Workshop Berkain bersama pegiat fashion Andrea Asri ini, mengambil tema Belajar Memakai Kain Gaya Casual Sehari-Hari. Peserta yang berminat diminta kontribusi Rp 10.000 dengan membawa perlengkapan sendiri, seperti kain atau sarung, tali, obi jika punya, kebaya atau outer.
Perempuan di wilayah Paroki Pinang ternyata cukup antusias
mengikuti workshop ini. Dalam waktu
singkat, setelah pendaftaran dibuka, ada 70 peserta yang terdaftar. Workshop
Berkain diadakan pada Kamis, 23 Mei 2024, pukul 09.30 hingga 12.00 di Ruang
Gilbert, Gereja Santa Bernadet Pinang.
Asri, fasilitator
untuk acara ini, mengaku senang berbagi ilmu seluk beluk mengenakan kain.
”Ibu-ibu yang ikut, tampak antusias,” ujarnya. Sayang, Asri bilang, ruang untuk
workshop tidak dilengkapi panggung, sehingga ia kesulitan untuk berbagi secara
optimal.
Sembari berbagi
cara memakai kain, Asri juga menyampaikan tip-tip. Misalnya saja, untuk wanita
yang badannya cenderung besar, sebaiknya jangan menggunakan kain berbahan
katun. ”Pakai kain yang bahannya ’jatuh’, seperti paris, sifon,” katanya.
Asri juga
menyarankan agar pengguna kain bebas berkreasi, tidak harus memadukan kain dan
kebaya, tapi bisa juga dengan outer.

.jpeg)
.jpeg)
No comments:
Post a Comment