Thursday, 3 August 2023

Menjadi Wajah Gereja yang Bersahabat

Organisasi Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santa Bernadet lahir dan bertumbuh seiring dengan keberadaan Paroki Santa Bernadet Pinang. Jika Paroki Pinang berulangtahun setiap bulan Februari, maka Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet secara resmi lahir pada 29 Juli 1990. Tahun ini, organisasi Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet Pinang genap berusia 33 tahun.

Perayaan Syukur atas ulangtahun ke 33 Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet ini, diujubkan dalam misa pada Minggu, 30 Juli 2023 pukul 16.30 di Gereja Santa Bernadet, Pinang. Misa dipimpin oleh Pastor Paroki sekaligus pendamping Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, Romo Lammarudut Sihombing CICM.

Selain  umat, misa juga dihadiri undangan, anggota dari 24 ranting, dan para mantan ketua Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet. Koor pengiring misa merupakan paduan suara dari anggota ranting, begitu pula dengan para petugas tata laksana yang membantu umat selama misa berlangsung.

Dalam pidatonya usai komuni, Wakil Ketua I Dewan Pengurus Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, Theresia Maya mengajak  para wanita di kalangan Paroki Pinang untuk ikut bergabung dalam organisasi. Saat ini, Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet terdiri dari 24 ranting dengan 613 anggota. “Dalam karya pelayanan, kami berusaha menjangkau warga Masyarakat secara umum, terlebih mereka yang non Katolik,” ujar Maya.

Lebih jauh Maya mengatakan, dasar pelayanan Wanita Katolik RI adalah kasih Allah, sehingga Masyarakat luas bisa merasakannya. Beberapa pelayanan yang sampai kini secara rutin dilakukan, misalnya menjadi orang tua asuh untuk 9 siswa SMK non Katolik,  menjalankan program Peningkatan Perempuan Usaha Kecil (PPUK) untuk 24 binaan, serta memberikan makanan tambahan di posyandu sekitar anggota ranting berada.

Adapun Romo Lamma CICM mengucapkan selamat ulangtahun yang ke 33 untuk Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet. Romo juga berterimakasih atas pelayanan para anggota selama ini.

Menurut Romo Lamma, organisasi ini sungguh-sungguh terjun memberikan pelayanan secara langsung, dan menghadirkan wajah gereja Katolik di masyarakat. “Tetaplah bersemangat, dan terus menjadi wajah gereja yang bersahabat di masyarakat,” tutur Romo Lamma sebelum memberikan berkat penutup.

Setelah misa, ulangtahun Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet dirayakan secara sederhana di Aula Atas Pinang. Potong tumpeng dan makan bersama ini dihadiri Romo Lamma CICM, para undangan, para anggota ranting, serta jajaran Dewan Pengurus Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet.

Perayaan sederhana diawali dengan doa syukur, sambutan-sambutan, kisah sejarah perjalanan Wanita Katolik RI Santa Bernadet dari tahun 1990 hingga sekarang, serta penampilan anggota koor yang menyanyikan Keroncong Jakarta.



Tuesday, 1 August 2023

Kegiatan Ranting Februari-Juni 2023

 

Jalan Santai Ranting Isidorus

Pertemuan rutin sudah biasa diadakan oleh ranting-ranting Wanita Katolik RI di mana pun. Ada kalanya, pertemuan rutin yang diselenggarakan dari rumah ke rumah tiap bulan, terasa membosankan. Itu sebabnya, pada Maret 2023, Wanita Katolik RI Ranting Isidorus mengadakan pertemuan sekaligus olahraga di Gelora Bung Karno, Jakarta.

“Supaya tidak bosan, maka kami adakan pertemyan di luar rumah anggota. Kami juga bisa sekaligus berolahraga, sekalian refreshing,” jelas Maria Calliopha Iva, Ketua Ranting Isidorus.

Menurut Iva, pihaknya mendapat informasi ada acara JSN (Jalan Santai Nasional) yang diadakan pada 12 Maret 2023 oleh alumni Lemhanas. 

“Acara ini terbuka untuk kelompok umum dan organisasi,” ujarnya.

Mereka lantas bergabung, dengan pertimbangan kegiatan ini merupakan jalan santai yang relatif tidak memberatkan bagi anggota. Karena lokasi acara cukup jauh, menurut Iva, tidak terlalu banyak yang berminat. Maklum saja, mereka harus berangkat jam 5 pagi dari Halte Trans Jakarta di CBD Ciledug.

“Jadi, ada 7 orang yang bergabung. Paling senior adalah Bu Srimulyani, umur 76 tahun, tapi semangat dan kuat berjalan sampai sekitar 10 kilometer,” kata Iva.

Para anggota bersemangat mengikuti acara luar ruang ini, sebagai ungkapan syukur pada Tuhan, karena mereka masih diberi kesehatan, kekuatan, dan sukacita dalam usia yang tak muda lagi.

 

Tips Berbusana dari Ranting Yohanes


Pada hari Sabtu, 6 Mei 2023 pukul 15.30, bertempat di rumah anggota ranting Yohanes, Bidang Pendidikan yang diketuai Asri Yunianawati menggelar salah satu program kerja dalam tahun 2023 ini. Yakni  workshop "Tips Berbusana Dalam Setiap Kesempatan".

Workshop ini dibawakan oleh Syarindra Sofyan, yang merupakan  Grooming Coach and Lifestyle Consultant. Tujuan diadakannya workshop adalah untuk menambah manfaat dan pengetahuan anggota ranting.

Workshop tentang penataan busana ini dihadiri kurang lebih 20 orang anggota ranting. Kegiatan workshop berbusana ini, dinilai memberi banyak manfaat dan  pengetahuan untuk ibu-ibu agar dapat berbusana dengan  baik dalam setiap kesempatan.

Hal ini dibuktikan dengan snggota ranting yang sangat antusias dan bersemangat mempraktekkan apa yang diajarkan oleh Mas Syarindra.

Para anggota ranting merasa mendapatkan ilmu baru dalam tata busana. Misalnya saja memadu padankan pakaian untuk menambah rasa percaya diri dalam berpenampilan. (Lina, Ranting Yohanes)

 

Pelatihan Membuat Bakpia di Ranting Monika

Pada pertemuan anggota Ranting Monika tanggal 17 Juli 2023 lalu, diselenggarakan pelatihan membuat bakpia. Pertemuan yang berlokasi di tempat tinggal Bu Nani ini dihadiri oleh 12 anggota ranting.

Adapun pelatihan diadakan dengan tujuan untuk menambah ketrampilan ibu-ibu, dalam hal ini adalah membuat bakpia. Selain itu, juga memberikan bekal untuk membuka usaha bakpia.  

Pelatihan membuat bakpia ini dipandu oleh Nani. Dalam praktik ini, dibuat tiga kelompok memasak. Ada dua macam bakpia yang dibuat, yakni rasa cokelat dan kumbu hijau. Dan rasanya, ternyata enak semua.  

Masing - masing kelompok memiliki keseruan sendiri. Ada kelompok yang mengadon kulit agar bentuknya bagus, tidak hangus dan tidak bocor, jadi harus tampak mulus. Ada pula kelompok yang memanggang dengan tepat, sehingga tidak gosong karena setiap mau dibalik disemprot minyak lebih dulu.    

Sebagai catatan dari workshop kali ini, membuat bakpia perlu kesabaran, supaya adonan tidak pecah dan mulus. Selain itu, juga diperlukan ketelitian dan ketelatenan dalam menimbang bahan karena masing-masing bakpia ditimbang satu-satu. “Kami semua yang hadir merasa senang dengan pelatihan ini dan mengucapkan terima kasih Bu Nani,” ujar Martina Widi Budi A. Ketua Ranting Monika. (Tim Humas Monika)


Bakti Sosial Ranting Theresia


Hari Minggu, 26 Maret 2023, Ranting Theresia mengadakan bakti sosial ke Panti Wreda Stella Maris di Pamulang. Bakti sosial dimulai pada pukul 10.00, menuju panti wreda yang berpenghuni 17 orang lanjut usia wanita ini. Mereka, para oma yang tinggal di panti ini, dibantu oleh 14 karyawan. Adapun dari Ranting Theresia, ada 20 anggota yang berangkat bersama ke panti tersebut.

Di panti, Ranting Theresia mengadakan acara berupa doa pembuka, bernyanyi bersama, dan saling bercerita. Selain itu, ada tanda kasih dari para anggota ranting berupa sembako dalam bentuk telur, beras, mie telur, gula, teh, kacang hijau, tepung terigu, energen, minyak goreng, serta aneka macam biscuit bagi para oma. Anggota Ranting Theresia juga menyerahkan sedikit dana untuk keperluan panti.

 

Ziarek Ranting Yohanes ke Lembang, Bandung

Pada Sabtu 15 Juli 2023, diketuai Martha  Yunita Sugiyanti, yang merupakan Ketua Bidang Kesejahteraan Ranting Yohanes  Wanita Katolik mengadakan ziarah sekaligus rekreasi ke  Lembang, Bandung. Ziarek kali ini mengambil tema "Kebersamaan Itu Indah"

Kegiatan ziarek ini rutin diadakan setahun dua kali. Adapun ziarek kali ini, diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari anggota ranting Yohanes dan beberapa peserta di luar anggota ranting, Perjalanan ziarek dengan bus, diberangkatkan pada pukul 0430 pagi. Ziarek ini diharapkan makin mengakrabkan para anggota ranting wilayah Yohanes. 

Diawali dengan Doa Jalan salib dan doa bersama di Pertapaan Karmel Lembang yang sejuk,  kegiatan ziarek dilanjutkan dengan wisata ke Great Asia Afrika.

Di sini, para peserta berkesempatan mengunjungi Asia Afrika dalam bentuk miniatur. Walaupun medan wisata  berkontur perbukitan, ternyata tidak menyurutkan semangat peserta yang mencoba mengeksplor hampir semua situs wisata di sana.

Acara dilanjutkan dengan makan siang bersama di Darmaga Sunda, yang bertujuan menambah ikatan kebersamaan.

Menjelang sore sebelum kembali ke Jakarta, rombongan mampir ke toko oleh-oleh Prima Rasa Bandung. Diharapkan dengan kegiatan rutin ini, para anggota ranting bisa merasakan kedekatan satu sama lain. (Lina, Ranting Yohanes)

Friday, 28 July 2023

Bakti Sosial Cek Kesehatan Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet

Kesehatan merupakan hal yang sangat penting dalam hidup kita. Itu sebabnya, dalam memperingati Hari Ulang Tahun Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet yang ke 33 tahun 2023 ini,    Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet  mengadakan bakti sosial untuk tes kesehatan berupa cek angka kolesterol, asam urat, gula darah, serta skrining mata untuk katarak.

Fransiska Minna, Ketua Bidang Kesejahteraan Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet yang menjadi penanggungjawab acara bakti sosial, mengatakan ada beberapa alasan mengapa penyelenggara memilih pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol.

“Karena masih banyak orang yang tidak tahu kondisi kesehatan diri sendiri. Jika diminta cek darah ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan, ada yang takut mengeluarkan biaya besar,” jelasnya. Ada pula kalangan yang sudah tahu pentingnya pemeriksaan diri secara rutin, tapi takut mau melakukannya atau justru meremehkan.


Menurut Minna, pemeriksaan gula darah, asam urat dan kolesterol merupakan indikator yang  sering diremehkan karena gejala-gejalanya acapkali tidak berasa. Jika sudah timbul gejala, ternyata penyakitnya sudah berat dan memerlukan penanganan medis yang lebih lanjut. 

Nah,  kali ini, Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet bekerjasama dengan RS Brawijaya Hospital Tangerang serta membuka kesempatan cek kesehatan untuk 150 orang. Bakti sosial diadakan di ruang bawah Gereja Santa Bernadet Pinang, pada Sabtu, 22 Juli 2023 mulai pukul 9 pagi.

Untuk cek kolesterol dikenai biaya Rp 25.000. Adapun cek tekanan darah, kadar gula darah, asam urat serta skrining mata, gratis. Pendaftaran untuk mereka yang berminat sudah dibuka melalui para ketua ranting Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet pada 13 Juli 2023.

Dari deretan nama yang didaftarkan, 145 orang datang untuk menjalani pemeriksaan kesehatan tersebut. Beberapa peserta sudah siap di Gereja Santa Bernadet Pinang sejak pukul 8 pagi.

“Saya sudah lama sekali tidak periksa seperti ini,” ucap seorang Ibu yang sudah lanjut usia, ketika menjalani pemeriksaan darah untuk kolesterol, gula darah, dan asam urat. Saat tahu hasilnya bagus semua, langsung ucapan syukur terlontar dari bibirnya. “Puji Tuhan, bagus semua ya,” kata dia.

Romo Lammarudut Sihombing CICM juga tampak bergabung sebagai salah satu peserta bakti sosial kesehatan ini. Romo Lamma juga dengan ramah menyapa para peserta lain yang sedang mengantri. “Wah, semoga bagus semua ya…” ujar Romo saat menanti giliran untuk cek darah.

Satu orang Bapak tampak terhenyak ketika melihat hasil cek gula darahnya ternyata jauh melebihi batas untuk bisa dibilang sehat. Dia hanya diam, ketika Intan, petugas dari RS Brawijaya menjelaskan satu per satu angka di monitor alat. “Ini kadar gula darahnya tinggi ya, Pak. Kalau asam urat dan kolesterolnya masih di bawah normal,” kata Intan. Si Bapak tak berkata-kata, hanya meraih kertas bertuliskan hasil tes dan memandanginya lama.

Bukan hanya Bapak tersebut yang kaget saat mendapatkan hasil cek kesehatan, beberapa orang juga terkejut karena mendapati ternyata kadar kolesterol, gula darah, asam urat, bahkan tekanan darahnya ternyata tinggi. “Wah, kok kolesterol saya tinggi ya .. padahal saya tidak pernah makan masakan yang pakai santan-santan,” kata seorang Bapak berusia 71 tahun sambil bangkit dari kursi pemeriksaan.

Minna mengatakan, peserta bakti sosial yang diadakan Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet ini sangat antusias karena gratis. “Kalau pun bayar, untuk cek kolesterol juga cukup terjangkau,” tuturnya. Ia juga bilang, ternyata banyak peserta yang kaget dengan hasil pemeriksaan yang mereka dapatkan, baik hasil yang bagus atau di atas ambang normal.

“Hasil ini bisa membantu peserta bakti sosial lebih memperhatikan kesehatan diri sendiri, terutama dalam hal pola hidup,” tegas Minna. **

Sunday, 23 July 2023

 Rapat Koordinasi Ranting II Tahun 2023

Hari Rabu (19/7) siang, Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Santa Bernadet menyelenggarakan Rapat Koordinasi Ranting. Acara ini merupakan pertemuan rutin dan ajang 24 ranting di wilayah kerja Wanita Katolik RI Santa Bernadet menyampaikan laporan kegiatan, rencana ke depan, serta permasalahan mereka, jika ada.

Rapat Koordinasi Ranting diadakan pada jam 9-12, dihadiri para pimpinan Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Santa Bernadet, yakni Agnes Widiastuti, Theresia Maya, dan Christina Gilar Buntari, beserta para coordinator bidang serta jajarannya.

Rapat Koordinasi Ranting kali ini, diadakan di aula atas, Gereja Santa Bernadet Pinang.






Thursday, 15 June 2023

Upaya Normalisasi Situ Pondok Jagung

Turut serta memperingati Hari Lingkungan Hidup, pada minggu pertama Juni 2023, Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, ikut menuang eco enzyme ke Situ Pondok Jagung, Tangerang Selatan. Kegiatan ini digelar oleh Komunitas Eco Enzyme Nusantara Tangerang Selatan, PODSI Tangsel, Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, dan Pondok Pesantren Syahrul Qur’an.

Total sebanyak 339 liter eco enzyme disumbangkan oleh para anggota ranting Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, untuk upaya normalisasi Situ Pondok Jagung tersebut.

Menurut Andreas Krisbayu, Ketua Komunitas  Eco Enzym Nusantara cabang Banten, pihaknya memang berupaya melakukan normalisasi Situ Pondok Jagung dengan menuangkan eco enzyme. “Tujuannya adalah untuk memperbaiki kualitas air, dengan cara meningkatkan kadar oksigen karena eco enzyme ini mengikat polutan-polutan yang ada di dalam situ,” ujarnya.

Situ Pondok Jagung sengaja dipilih, karena merupakan aliran situnya terbatas, dengan luasan yang terukur pula. Selain itu, Situ Pondok Jagung juga digunakan untuk Latihan dayung serta aktivitas olahraga warga sekitar.

Andreas mengatakan, total target eco enzyme yang dituang ke Situ Pondok Jagung adalah 1.800 liter, dilakukan setiap hari Sabtu sebanyak 150 liter. “Cairan eco enzyme kami dapat dari komunitas-komunitas,” tutur Bayu yang sangat menghargai sumbangan eco enzyme dari para anggota Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet ini.

“Seharusnya, pekan ini, kami akan uji kondisi air. Tapi, karena ada sumbangan dari Wanita Katolik RI, ya uji laboratorium dilakukan minggu depan,” sambung Bayu.

Margaretha Maria Rosyati, Bagian Litbang Komunitas Eco Enzyme Nusantara Cabang Banten mengatakan hingga minggu pertama Juni 2023, pihaknya telah menuangkan eco enzyme sebanyak 13 kali ke Situ Pondok Jagung. Penuangan eco enzyme dibantu oleh PODSI atau Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia Tangerang Selatan, menggunakan perahu, hingga bisa mencapai bagian tengah Situ.

“Sebelum penuangan eco enzyme, air Situ Pondok Jagung diuji di laboratorium,” tutur Rosyati. Pengujian juga dilakukan di tengah dan di akhir periode penuangan, untuk mengetahui kualitas dan kandungan oksigen air Situ Pondok Jagung.

Menurut Corry Cecilia, salah satu pegiat Komunitas Eco Enzyme Nusantara Cabang Banten, di mata awam, perbaikan kualitas air Situ Pondok Jagung tampak dari aroma situ yang tidak lagi berbau menyengat.

“Kondisi air di tengah itu, mulai bening. Minyak-minyak yang tadinya tampak sekali di permukaan situ, juga sudah hilang,” kata dia. Selain itu, air Situ Pondok Jagung juga tidak menyebabkan gatal-gatal jika terkena kulit.

Penuangan eco enzyme oleh Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet dilakukan dua kali, yakni Kamis, 1 Juni 2023 sebanyak 174 liter dan Sabtu, 3 Juni 2023 sebanyak 165 liter. Fransiska Minna, Ketua Bidang Kesejahteraan Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Santa Bernadet mengatakan kegiatan penuangan eco enzyme ini disambut dengan antusias oleh para peserta.

“Target pengumpulan eco enzyme sebanyak 150 liter, juga terlampaui,” ujar Minna yang awalnya mengaku was-was tidak bisa mengumpulkan larutan sesuai target.

Lantaran proses pembuatan eco enzyme makan waktu cukup lama, kegiatan normalisasi dengan eco enzyme ini sudah disosialisasikan sejak 3 bulan sebelumnya. Total ada 17 ranting yang ikut berpartisipasi dalam penuangan eco enzyme tahun ini.

“Semoga kegiatan normalisasi mendatang bisa diikuti oleh seluruh ranting,” kata dia. (Humas)

Tuesday, 18 April 2023

 Pelatihan Make Up Simpel 

“Wanita itu senang kalau disebut cantik,” ujar FX Aning Kristyawati, Ketua Bidang Pendidikan Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Santa Bernadet, tentang alasan mengadakan acara pelatihan make up simpel yang diadakan pada hari Minggu, 16 April 2023 lalu di Sekolah Abdi Siswa.

Selain senang, menurut Aning, terlihat cantik membuat wanita jadi merasa lebih percaya diri. Itu sebabnya, Bidang Pendidikan Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Santa Bernadet menyelenggarakan pelatihan ini.

Respon yang diperoleh dari para anggota ranting, sangat baik. Sekitar 70 orang peserta pelatihan, bergabung mendengarkan dan mengamati tips make up simpel dari Dwi Ratnani. Selain merupakan salah satu anggota Bidang Pendidikan Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik Santa Bernadet, Nani juga dikenal sebagai make up artist.

Nani menjelaskan langkah demi langkah make up simpel, diikuti dengan praktik oleh para peserta. Dalam pelatihan ini, peserta memang diminta untuk membawa cermin serta peralatan make up milik sendiri.

“Kalau mau kondangan, minimal 1 jam sebelum pergi harus sudah mulai make up, agar tidak terburu-buru dan hasilnya bagus,” kata Nani, sembari mengaplikasikan counter ke wajah peserta yang menjadi model di depan ruangan.

“Saat pakai bedak dan foundation, jangan diseret-seret tapi ditepuk-tepuk. Leher juga jangan lupa, biar enggak belang,” sambung Nani.

JA Primarini HM, peserta dari ranting Albertus, tampak serius mencermati langkah Nani. Padahal Rini, panggilan akrab Primarini, tidak membawa alat make up yang lengkap. “Saya pengen lihat trik pemilihan warna dan cara pemakaian dulu, biar nanti tidak salah beli,” kata dia.


Tak jauh dari Rini, ada Fransisca yang berasal dari ranting Maria. Fransisca semangat mengikuti setiap langkah Nani, dan mengaplikasikan make up ke wajahnya sendiri. “Saya ikut biar bisa dandan buat sehari-hari,” ujar Fransisca yang mengaku punya alat make up cukup lengkap. “Tapi saya jarang pakai,” sambungnya sambal tertawa. (Humas)

Thursday, 16 March 2023

dr. Maria Endang Sumiwi, Dirjen Kesehatan Masyarakat : Penanganan Stunting, Tugas Kita Bersama

Stunting atau tengkes (kerdil), menurut WHO, merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak, akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan tinggi badan yag berada di bawah standard. Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. 


Stunting juga menjadi keprihatinan kita sebagai umat Katolik. Isu stunting diangkat dalam Surat Gembala Kardinal Ignatius Suharyo untuk menyambut Masa Prapaskah 2023 ini. Seperti dikutip dari Surat Gembala tersebut, pandemi Covid19 yang berkepanjangan, telah mengakibatkan peningkatan jumlah orang miskin di Indonesia (menjadi 26,36 juta) dengan buntut penurunan daya beli. Pada akhir tahun 2022, diperkirakan 68% penduduk Indonesia tidak mampu memenuhi gizi harian mereka. Salah satu dampaknya: angka kasus tengkes pada anak usia 12-23 bulan pada tahun 2022 meningkat, dari sebelumnya 565.479 menjadi 978.930.

Hal inilah yang jadi latar belakangan Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet menyelenggarakan webinar bertajuk Peduli Stunting. Webinar ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 Maret 2023, jam 14.00 dengan pembicara dr. Maria Endang Sumiwi, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 

Webinar diikuti oleh 80 peserta. Setelah dibuka dengan lagu Indonesia Rata dan Mars Wanita Katolik RI, termasuk sambutan dari Ketua Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Santa Bernadet, Agnes Widi Astuti dan Anggota Presidium I Dewan Pengurus Daerah Wanita RI Jakarta, Sanny Mathilda Tapilatu. 

Webinar dipandu moderator Hendrika Yunapritta, yang mengawali dengan perkenalan sosok dr. Maria Endang Sumiwi MPH, pejabat Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat pertama yang berasal dari kalangan profesional.  Dokter Endang dilantik menjadi pejabat eselon I Kementerian Kesehatan oleh Presiden Jokowi pada bulan Maret 2022 lalu.

Selama hampir satu jam, dokter Endang menjelaskan mengenai stunting. Angka stunting di Indonesia masih relatif tinggi, yakni 21%, dibandingkan dengan Thailand (11%), atau negara-negara Eropa. Penanganan stunting ini merupakan tanggungjawab semua kalangan di Indonesia, terutama karena bonus demografi negara kita tahun 2030, saat generasi muda menjadi 65% bagian dari penduduk. Itu sebabnya, generasi muda kita harus kuat dan tidak stunting. Penanganan stunting, saat ini melibatkan 23 lembaga pemerintahan, yang menggarap berbagai aspek, termasuk penyediaan air bersih dan sanitasi. Lebih dari itu, “Penanganan stunting ini tugas kita bersama,” ujarnya.

WHO sudah membuat patokan ukuran berat dan panjang badan anak, untuk memantau status stunting ini. Stunting atau tengkes/kerdil menunjukkan secara fisik, anak tidak berkembang dengan normal. “Badan ini, bisa dibilang ‘casing’, lebih dari itu, organ dalam pun juga tidak berkembang optimal,” kata dokter Endang.

Nah, “Pemantauan status penambahan berat dan panjang bayi di Posyandu sangat penting,” tutur dokter Endang yang juga membeberkan dengan detail metode pengukuran tersebut di kartu sehat bayi. Setiap bulan, bayi harus dibawa ke Posyandu dan pertumbuhannya dicatat. Alhasil, ketika berat dan panjang tubuhnya tidak sesuai patokan WHO, bisa cepat mendapat penanganan.

 “Sebenarnya, penanganan stunting saat bayi sudah lahir itu, bisa dibilang terlambat,” jelas dokter Endang. Maka dari itu, pencegahan stunting di mulai dari masa kehamilan. Kondisi badan ibu hamil pun harus siap, sehingga ketika lahir, panjang badan anaknya minimal 48 cm.


Salah satu tantangan saat ini adalah 30% anak perempuan di Indonesia ternyata mengidap anemia. Hal ini berusaha diatasi Pemerintah, dengan memberikan suplemen penambah darah bagi anak perempuan remaja.  Kampanye konsumsi protein hewani juga digalakkan Pemerintah, untuk mereka yang usianya di bawah 18 tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Dokter Endang juga menyajikan sejumlah data, salah satunya ada temuan angka stunting yang tinggi pada bayi berusia 6-12 bulan, dan 12 -23 bulan. Ini terjadi, kemungkinan besar karena gizi anak tidak lagi terpenuhi, saat mereka perlu makanan tambahan. Angka stunting bayi di bawah 6 bulan relatif rendah, karena bayi masih ASI Eksklusif. “Jadi, cooking class untuk ibu-ibu yang punya bayi itu, penting,” kata dokter Endang yang mengapresiasi program Wanita Katolik RI memberikan makanan tambahan di Posyandu terdekat.

Penyampaian materi diikuti sesi tanya jawab. Dalam salah satu pertanyaan, dokter Endang menjelaskan angka stunting yang ditoleransi adalah 2,5% di suatu negara. Ada beberapa faktor yang bukan merupakan isu kesehatan umum, seperti faktor genetika. (Tim Humas WK).

Materi Webinar PEDULI STUNTING

Pembicara : dr. Maria Endang Sumiwi, Dirjen Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia


























 




 




Tuesday, 21 February 2023

 Selalu Jaga Keharmonisan

Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, saat ini diperkuat oleh 24 Ranting di wilayah Paroki Pinang, Tangerang. Hampir seluruh ranting, telah melaksanakan Rapat Anggota Ranting, sekitar pertengahan 2022 lalu, yang berujung pada pergantian pengurus serta pelantikan Ketua Ranting Wanita Katolik RI di tempat masing-masing.

Para pimpinan Ranting Wanita Katolik RI yang sudah dilantik ini, mendapat peneguhan dari Romo Pembimbing Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, Romo Lammarudut Sihombing CICM, pada misa Sabtu, 19 Februari 2023 lalu, di Gereja Pinang.


Peneguhan dihadiri oleh umat, para pimpinan Ranting Wanita Katolik RI, serta para pengurus Cabang Wanita Katolik RI Santa Bernadet. Peneguhan dilakukan setelah Homili, usai Romo Lamma membacakan Surat Gembala Uskup Agung Jakarta, untuk menyambut masa Prapaskah 2023.

Peneguhan diawali dengan berkat dari Romo Lamma dan percikan air suci kepada para pimpinan Ranting Wanita Katolik RI, yang diiringi dengan nyanyian Hymne Wanita Katolik RI.

Dalam pesannya sebelum berkat penutup, Romo Lamma menyampaikan terimakasih, khususnya kepada para pengurus di ranting Wanita Katolik RI, karena selama ini telah menjadi bagian dari pelayanan gereja Katolik di masyarakat.

“Kehadiran Wanita Katolik RI pasti memberi warna yang baik kepada paroki. Teruslah melayani, jaga kesehatan, jangan lupakan keluarga,” kata Romo Lamma.

Romo Lamma juga berpesan agar anggota Wanita Katolik RI tak melupakan aspek-aspek yang baik selama berorganisasi. Karena, dalam dinamika organisasi, seringkali ada banyak perbedaan yang terjadi. Hal inilah yang menjadikan orang lebih dewasa saat menerima perbedaan tadi.

 “Pesan Bapak Uskup, bahwa relasi itu penting. Jaga keharmonisan, karena semua itu kita lakukan untuk Tuhan,” ujar Romo Lamma yang juga mengajak para wanita di Paroki Pinang yang belum bergabung dalam Wanita Katolik RI, untuk ikut di dalamnya.

Theresia Maya, Wakil Ketua Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet berharap agar misa peneguhan ini membuat para pimpinan ranting Wanita Katolik RI di lingkup Paroki Pinang, semakin bersemangat untuk melayani.

Vinsensia Lianawaty, Ketua Dewan Pengurus Ranting Wanita Katolik RI Ranting Mara Goretti mengatakan dirinya merasa dikuatkan setelah rangkaian upacara peneguhan ini. “Karena, meski sudah terpilih, tadinya merasa gamang jadi pimpinan. Tapi sekarang tidak lagi,” tutur wanita yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris di organisasi ranting tersebut.

Hal senada dirasakan oleh Fenny Komarudin, Ketua Dewan Pengurus Ranting Wanita Katolik RI Ranting Fabiola 1,2,3,7.  “Rasanya memang diteguhkan dalam upacara ini,” tuturnya. Wanita Katolik RI Ranting Fabiola 1,2,3,7 ini merupakan ranting ke 24 yang baru resmi berdiri pada tahun 2021 yang lalu. (Tim Humas)

Friday, 17 February 2023

Lomba Tumpeng HUT Paroki Santa Bernadet

Tahun 2023 ini, perayaan HUT Paroki Santa Bernadet sangat meriah dan terasa istimewa bagi umat, karena selama 33 tahun paroki berdiri, kali ini boleh dirayakan di gedung gereja yang baru berdiri. Ada beberapa rangkaian acara dalam rangka HUT Paroki Santa Bernadet, salah satunya adalah lomba tumpeng.

Penyelenggaraan lomba ini dipercayakan kepada Wanita Katolik RI Santa Bernadet, Pinang. Acara penjurian tumpeng, diselenggarakan pada hari Minggu, 12 Februari 2023, bersamaan dengan Misa Syukur HUT Paroki Santa Bernadet yang dipimping oleh Kardinal Mgr. Ignatius Suharyo.

Lomba tumpeng ini diikuti oleh 25 peserta, dari seluruh wilayah dan kategorial yang ada di Paroki Santa Bernadet Pinang. Selain itu, ada dua partisipan, yakni dari Wanita Katolik RI dan Sekolah Abdi Siswa. Penjurian diadakan di lapangan depan gereja lama.

Kendati Minggu (12/2) pagi itu hujan, para peserta tetap semangat dan sibuk di area lomba di bawah tenda, mulai jam 6 pagi. "Puji Tuhan, walau hujan deras dari malam sebelumnya, kita bersyukur karena rangkaian acara lomba tumpeng dapat berjalan dengan lancar," ujar Christina Gilar Buntari, Wakil Ketua II Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet. "Semoga ke depan, pelaksanaannya bisa semakin baik,”"sambungnya.

Gilar mengucapkan terimakasih kepada para juri dan peserta yang semangat meramaikan lomba dengan tumpeng versi mereka. "Selamat kepada para pemenang," sambung Gilar. 

Tim juri yang terdiri dari Raden Nana Kusdiana, Amd.Par., S.Tr., M.Par, Sarim S.ST., MMPar, Dr. Dwiyantari Widyaningrum, S.Si, M.Si, melakukan penilaian secara langsung di area tenda. Keputusan tim juri, pemenang lomba tumpeng dalam rangka HUT Paroki Santa Bernadet adalah :

1.       Wilayah Monika dengan nilai 284 dinobatkan sebagai Juara I

2.       Wilayah Fransiscus Xaverius dengan nilai 280, menjadi Juara II

3.       Wilayah Yohanes, nilai 279, sebagai Juara III.

Widi Hastuti dari Wilayah Monika yang turut serta dalam pembuatan tumpeng, mengatakan mereka bergotong royong membuat tumpeng untuk lomba. "Persiapannya mulai jam 4 pagi," jelas Widi yang juga merupakan Ketua Dewan Pengurus Ranting Wanita Katolik RI Ranting Monika.

Tema tumpeng Monika adalah tetap bersatu dan terus berjuang dalam bahtera yang sama, sampai ke tujuan. Tumpeng dari Wilayah Monika ini memang menarik perhatian karena alas yang berukuran besar, serta sebentuk bahtera yang diukir dari butternut pumpkin.

Raden Nana Kusdiana menyatakan kesan yang menyenangkan selama penyelenggaraan lomba. "Pesertanya luarbiasa semua, tumpengnya bagus-bagus," ujarnya.

Meski, ada peserta yang misinformasi, karena tumpengnya bukan nasi kuning, toh Nana Kusdiana, yang akrab dipanggil Chef Nana,  mengatakan secara keseluruhan acaranya bagus.

Di luar itu, Chef Nana menyarankan, pada penyelenggaraan lomba tumpeng, sebaiknya perwakilan tim juri bisa membacakan atau mengumumkan juara. "Supaya peserta mendapatkan evaluasi dan masukan dari tim juri yang sudah pasti kompeten di bidangnya,”"jelas Chef Nana. (Tim Humas)

Mengikuti Ekaristi Penutupan Selebrasi 100 Tahun Wanita Katolik RI

Pada Sabtu, 18 Januari 2025, beberapa anggota Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santa Bernadet, mengikuti peray...