Wednesday, 24 November 2021

WARTA CABE EDISI NOVEMBER 2021

Salam Damai Dalam Kristus, 

Menjadi Wanita Katolik RI adalah salah satu bentuk pelayanan, baik kepada Tuhan maupun sesama. Yesus berulang kali mengingatkan kita untuk melakukan pelayanan, karena pelayanan adalah salah satu bentuk ibadat sejati menurut Alkitab. Tuhan tidak hanya menuntut kita untuk melayani Dia. Dia juga memberikan janji berkat untuk semua orang yang telah melayani Dia. Dalam pelayanan pasti kita pernah merasakan capek entah itu secara fisik, pikiran, jiwa bahkan secara rohani. Tetapi kalau kita melakukannya dengan sepenuh hati itu semua tidak akan kita rasakan, seperti dalam Kolose 3 : 23 “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”. Sebagai Wanita Katolik RI pertama yang harus kita lakukan adalah sadar diri, kita harus menyadari bahwa semua yang kita lakukan adalah untuk Tuhan. Kita menyerahkan segala aktivitas kerja dan pelayanan kita kepada Tuhan. Bila tahun 2021 pelayanan kita mengarah pada tema Ardas “ Semakin Mengasihi Semakin Terlibat dan Semakin Menjadi Berkat” maka di tahun 2022 kita semua diajak untuk “Bersatu Dengan Kristus Dalam Perjalanan Bersama” mari kita arahkan pelayanan kita kepada mereka yang Kecil, Lemah, Miskin, Terpinggirkan, Difabel karena mereka sangat membutuhkan pendampingan kita untuk didengarkan keluhan-keluhannya. (Red)

 

DEWAN PIMPINAN PUSAT JAKARTA 

                                                                                                               
Dewan Pengurus Pusat mengadakan Webinar Menuju Transformasi Wanita Katolik RI “Bertumbuh Mencapai Kesempurnaan Kasih” pada hari Sabtu, 4 September 2021 dengan narasumber Bp. Kardinal Ignatius Suharyo dan Ibu Justina Rostiawati Selaku Ketua Presidium Dewan Pengurus Pusat Wanita Katolik RI melalui zoom, webinar ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh Wanita Katolik RI dengan jumlah peserta 263.

Pada awal acara Ibu Justina menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Romo Kardinal Ignatius Suharyo atas dukungan terus menerus yang diberikan kepada Wanita Katolik RI. Secara konkret, Romo Kardinal memberikan perhatian dan andil yang besar bagi peningkatan kualitas anggota atau kualitas internal organisasi. Dua tahun berturut-turut terakhir ini, Romo Kardinal secara mendalam mengajak kita - anggota dan pengurus organisasi mendalami kompetensi etis dan transformasi yang akan membawa diri kita  masing-masing individu – kepada kesempurnaan kasih. 

Oleh karena sangat mengenal Wanita Katolik RI, dan menaruh kepedulian yang mendalam, fokus utama dan terutama yang perlu diperhatikan adalah kualitas orang per orang atau individu di dalam organisasi. Jadi, pendampingan dan peningkatan kualitas organisasi yang selama masa Pandemi COVID diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Pusat lewat sarana daring seperti ini, secara khusus mengisi ruang-ruang dalam individu agar semakin teguh dan kokoh dalam turut merawat keberadaan serta melakukan kegiatan pelayanan organisasi. 

Dewan Pengurus Pusat akan terus menerus meletakkan dasar dan landasan spiritual yang sungguh-sungguh diamini dan diimani oleh segenap anggota dan pengurus di seluruh tanah air. Ibu-Ibu yang saya kasihi, Selama hampir 100 tahun usianya, Wanita Katolik RI telah membangun sistem koordinasi dan komunikasi yang diwujudkan dalam tata kelola organisasi yang terstruktur disertai perangkat administrasi cukup mumpuni. Dalam perjalanan waktu ini, Dewan Pengurus Pusat merasa perlu melakukan revitalisasi kepengurusan dalam rangka melaksanakan tugas kewajiban secara menyeluruh serta berdayaguna. Secara lebih strategis DPP perlu diarahkan menjadi Resource Center yang handal dan selaras dengan mandat dari Hasil Kongres XX Tahun 2018, di antaranya dengan membangun pusat data yang berperan dan berfungsi secara internal mengembangkan dan membangun basis data organisasi berkaitan dengan data anggota, data kesejarahan, pemetaan potensi anggota dan wilayah kerja, serta data kemitraan (resource person). Juga dirasakan perlu membangun suatu bagian yang menjalankan fungsi kajian untuk merespon isu-isu aktual yang relevan dengan visi dan misi Organisasi, serta hasil Kongres. 

Dua divisi ini akan menjadi pusat kekuatan yang akan meningkatkan kualitas internal organisasi dan kualitas pelayanan eksternal organisasi. Kemudian, kedua divisi ini akan diperkuat dengan satu divisi pengembangkan strategi komunikasi agar dapat mengembangkan kemitraan dan kerja sama baik secara internal maupun eksternal organisasi. Dengan demikian diharapkan motor pusat kebijakan dan pengembangan organisasi di tingkat pusat dapat menggerakkan seluruh roda organisasi sampai ke tingkat akar rumput. Semua perubahan dalam organisasi ini perlu diawali dan terus-menerus diikuti serta ditindaklanjuti dengan perubahan dari dalam individu yang khususnya menjadi anggota dan pengurus organisasi, serta terus-menerus memperhatikan peningkatan kualitas diri. Hari ini, kita diajak Romo Kardinal Ignatius Suharyo melihat ke dalam diri dan melakukan refleksi-refleksi dengan sungguh-sungguh yang kemudian diharapkan akan membawa kita kepada kesempurnaan kasih demi mewujudkan visi-misi organisasi – pelayanan yang membawa manfaat bagi orang banyak terutama bagi mereka yang tersisihkan atau disisihkan. Selamat mengikuti Webinar Menuju Transformasi Wanita Katolik RI: Bertumbuh Mencapai Kesempurnaan Kasih. 

 

TRANSFORMASI PRIBADI BELAJAR DARI SANTO PAULUS 

Proses transformasi diri Paulus boleh dikatakan mencapai puncaknya ketika ia menulis: “ … aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku” (Gal 2:20). Buah dari transformasi itu bisa kita baca juga dalam suratnya kepada Jemaat di Filipi: “…. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi ….Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus …” (3:4-11). Secara lebih konkret Paulus menulis: ”…aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya …” (1 Tim 1:12-13). Proses transformasi itu dijelaskan pada 2 Kor 3:18 :”Dan kita semua mencerminkan kemulian Tuhan dengan muka yang tidak terselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar” Pertanyaannya, pengalaman-pengalaman formatif mana yang dilalui oleh Santo Paulus ini sehingga proses transformasi ini bisa terjadi? Untuk menjawab pertanyaan ini, perlu dipelajari Kisah Para Rasul dan Surat-surat Santo Paulus sendiri. Dari pembelajaran itu, tampak bahwa Santo Paulus mempunyai tiga pengalaman mendorong transformasi dalam dirinya, yaitu pengalaman tidak berdaya, pengalaman persahabatan, pengalaman akan Allah. Berikut teks-teks yang dapat memberi gambaran mengenai ketiga pengalaman itu : Pengalaman ketidak-berdayaan: tidak dipercaya dan bahkan “diusir” dari Yerusalem Kis 9:23-25.26.30; ketidakberdayaan pribadi (2 Kor 10.1.10), kelemahan mental (Rom 7:18-19), gagal dalam karya (Gal 4:11), putus asa karena tekanan karya (2 Kor 1:8), masa tua yang sepi (2 Tim 4:9-16). Pengalaman persabahatan: Barnabas adalah pribadi yang sangat menentukan dalam hidup Paulus: ia menerima Paulus ketika semua yang lain curiga (Kis 9:27), mencari Paulus yang kehilangan kepercayaan diri (Kis 11:25) dan mengembalikan kepecayaan dirinya dengan memberinya fungsi dalam jemaat (Kej 13:1). Akan menarik kalau ada kesempatan untuk belajar dari Barnabas agar dapat menjadi sahabat. Selain itu pribadi Timotius (Flp 2:19-24), Titus (2 Kor 7:5-7; 8:23), Onesiforus (2 Tim 1:16-18), keluarga Akwila dan Priskila (Kis 18:2; Rom 16:4). sangat menentukan dalam hidup dan karya Paulus. Pengalaman akan Allah – perjumpaan dengan Kristus: Sebagaimana dikisahkan oleh Lukas dalam Kis 9;22;26 Paulus berjumpa dengan Kristus yang bangkit yang mengubah hidupnya. Paulus sendiri hanya secara samar-samar menceritakan pengalaman itu misalnya dalam 2 Kor 4:6; Gal 1:15-16. Buah-buah atau berjalannya proses transformasi itu tampak dalam tanda-tanda yang dapat dilihat seperti misalnya kegembiraan (2 Kor 7:4) yang siap dibagikan (2 Kor 1:24), bukan kegembiraan individualistik. Syukur juga menjadi tanda berjalannya proses transformasi (1 Kor 1:4-9.10). Dan seperti sudah disampaikan pada awal, transformasi juga ditandai dengan berubahnya skala nilai. Proses transformasi seperti ini bisa beragam warnanya. Edith Stein berubah total hidupnya ketika ia berjumpa dengan temannya, seorang istri yang kehilangan suami. Dalam perjumpaan itu ia melihat “ketabahan ilahi”. Edith Stein yang semula tidak percaya (lagi) kepada Allah, akibat perjumpaannya itu minta dibaptis ke dalam Gereja Katolik, menjadi biarawati kontemplatif OCD dan wafat sebagai martir di kamp konsentrasi Jerman. Sekarang Edith Stein dikenal dengan nama Santa Teresia Benedikta dari Salib. Pengalaman sederhana lain, terjadi pada seorang Bapak yang sudah berusia lanjut, yang minta dibaptis ke dalam Gereja Katolik karena “senang melihat umat Katolik pulang dari Gereja”. Pengalaman-pengalaman seperti itulah yang merupakan saat-saat yang tersedia bagi kita untuk mengalami rahmat Tuhan yang mendorong transformasi pribadi dalam hidup kita. 

 

KEGIATAN CABANG 

 

BERKARYA BERSAMA DALAM CINTA KASIH 

 

    



Misa Syukur HUT ke 31 Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet dengan tema “Berkarya Bersama Dalam Cinta Kasih” dihadiri oleh 147 peserta dilaksanakan pada hari Jumat, 29 Juli 2021 pukul 18.00 WIB secara online melalui zoom. Misa dihadiri oleh Romo Lamma CICM selaku Penasehat Rohani, Ibu Erna Kusuma dari DPP, Ibu Maria Suryanti Adisoemarta Ketua Presidium beserta jajarannya, Ibu Eti Herisusanti sebagai pendampingan Teritorial dan Kategorial I serta
pengurus dan anggota dari Cabang maupun Ranting, dan Ibu Endang Andre sebagai MC. 

Di awal acara Ibu Stephanie Natalia Sutedjo selaku Ketua Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet dalam sambutannya menjelaskan bahwa hanya dalam cinta kasihlah betul-betul seluruh karya-karya kami bisa berlansung ditengah pandemi covid-19 yang berkepanjangan ini. Sebagai perwujudan kasih kami pada tanggal 1 Agustus 2021 kami akan mengadakan program membagikan nasi kotak kepada teman-teman kami yang sedang isolasi mandiri dengan harapan mereka juga bisa merasakan kebahagiaan dihari Ulang Tahun kami dan juga akan mengadakan webinar dengan tema “Pengendalian Emosi Dimasa Pandemi” yang akan kami adakan pada tanggal 8 Agustus 2021. 

Romo Lamma CICM sebagai Penasehat Rohani menyampaikan, kehadiran kategorial Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet ini tentu menjadi sebuah berlian di Paroki yang memiliki warna terang bersinar khususnya dalam mengaktualisasikan iman di tengah-tengah masyarakat karena Wanita Katolik RI ini bisa membaur kepada instansi-instansi kemasyarakatan dan tentu dengan membawa semangat kebangsaan Republik Indonesia. Romo juga berpesan pada masa pandemi ini kita senantiasa berpasrah dan bertekun dalam Tuhan dan kita bersyukur mengalami kesehatan. Romo Lamma mengajak kita semua untuk berdoa dan berterima kasih kepada para pendahulu Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet karena sudah 31 tahun berada di paroki ini pasti sudah ada pelopor atau pemrakarsa pengurus sebelumnya. Romo berharap kita semua yang dikasihi yang sedang menjadi pengurus di Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet ini ataupun sebagai anggota berusahalah selalu untuk melihat apa yang terjadi saat ini tidak terlepas dari sejarah kepengurusan awal, kalau saat ini barangkali menjadi banyak anggota atau organisasi lebih baik rapih, sekali lagi kita tidak boleh melupakan yang lain seolah-olah ini karena usaha kita saat ini. Lihatlah pengurus-pengurus periode-periode sebelumnya mungkin tidak sempurna bahkan pengurus sekarangpun tidak sempurna karena kesempurnaan itu hanya milik Tuhan. Amin. 

Romo Lamma mengatakan bahwa Kasih itu dasar dari iman kita unutk melakukan sesuatu karena kasih itu adalah Allah sendiri. Kasih sangat mudah diucapkan tetapi penerapannya tidah mudah. Kasih itu sabar, sabar dalam menanggung segala sesuatu. Sabar menunjukkan ada hubungannya dengan tali, orang tidak sabar berarti talinya pendek atau bersumbu pendek, orang yang talinya pendek kalau ada masalah akan langsung meledak tetapi kalau panjang sabar menunjukkan dia betul-betul mengenal kasih. Orang bisa sabar karena dia memiliki kasih. Kasih itu murah hati. Hatinya murah sesuatu yang murah gampang dicari artinya hatinya mudah tergerak, terbuka maka tangan dan pikiran akan mudah untuk melakukan kasih, orang yang suka memberi kemungkinan besar orang itu murah hati. Tidak memegahkan diri, tidak sombong hampir sama. Tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain karena ini pendendam. Romo berharap dalam tugas kategorial atau pelayanan seksi menyimpan kesalahan orang lain sebaiknya kita tinggalkan karena bisa menjadi penyakit dan ini tidak ada gunanya. 

Wanita Katolik RI dalam usia ke 31 tahun ini membawa warna tersendiri dalam perjalanan di Paroki kita yaitu warna biru dalam berkarya dalam kegiatan dan kemasyarakatan di wilayah Bernadet dan warna yang dibawa dalam masyarakat, lingkungan dan wilayah. 

Ibu Eti Herisusanti sebagai perwakilan dari pendamping kategorial dan beliau juga bertugas di Bidang Organisasi Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet merasakan bahwa ke 3 pimpinan ini (Ibu Fanny, Ibu Widi dan Ibu Nawang) sungguh luar biasa kinerjanya, lari/berlari kadang-kadang saya pribadi mengalami kesulitan mengikuti langkah mereka, ini hal yang luar biasa buat kami. Semoga di usia ke 31 tahun ini Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet akan terus mengepakkan sayapnya lebih luas sehingga bisa dirasakan saluran kasihnya baik bagi umat maupun warga di lingkungan tempat kita tinggal sehingga sungguh kita bisa menampakkan wajah Allah di semua umat.

Ibu Maria Suryanti Adisoemarta selaku Ketua Presidium DPD Jakarta dalam sambutannya menyampaikan Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet hebat sudah 31 tahun mewarnai paroki dengan karya-karya pelayanan meskipun kecil semoga bermanfaat dan semoga menjadi berkat dan tidak lupa juga untuk mendoakan para pendahulu semoga memasuki kedamaian abadi dan menjadi pendoa untuk kita semua yang masih berziarah dibumi ini dan semoga Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet terus bersemangat meskipun situasi saat ini tidak bersahabat yang mana masa bakti kita seharusnya sudah habis tetapi karena situasi jadi terpaksa harus diperpanjang tetapi ini semua harus menjadi semangat ibu-ibu untuk terus melayani, berkarya, mewartakan kasih Tuhan dimasyarakat, semakin mengasihi, semakin terlibat dan semakin menjadi berkat 

 

Akhir acara diadakan peniupan dan pemotongan kue Ulang Tahun oleh 3 orang pimpinan cabang ( Ibu Fanny, Ibu Widi dan Ibu Nawang) dan Romo Lamma, yang dilakukan dari rumah masing-masing. 

 

 

Acara dilanjutkan dengan memberikan ucapan selamat oleh perwakilan dari ranting wilayah 1 diwakili oleh Ibu Rani dari Ranting Yohanes, wilayah 2 oleh Ibu Esti dari Ranting Ign. Loyola dan wilayah 3 oleh Ibu Lastri dari Ranting Petrus 2, dari Korwil Tangerang 1 oleh Ibu Irene dan tidak ketinggalan pula dari Ibu Erna Kusuma, pengurus DPP yang kebetulan berdomisili di Bernadet. Semoga Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet senantiasa bergembira dalam tugas pelayanan bersama dengan semangat cinta kasih yang menjadi dasar penggerak kita yaitu Allah Sang Cinta kasih itu sendiri, Tuhan memberkati. (Humas) 

 

BAKSOS NASI KOTAK UNTUK PASIEN ISOMAN 

 

Dalam rangka HUT Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet ke 31, Minggu 1 Agustus 2021 Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet mengadakan baksos nasi kotak berbagi kasih dan kebahagiaan kepada pasien isoman di Puspas Samadi dan teman-teman isoman yang berada di 22 ranting. Dengan tetap menjaga prokes kami mendatangi rumah-rumah yang sedang terdampak covid di wilayah kerja masing-masing dan dengan semangat melayani semakin mengasihi..semakin terlibat..semakin menjadi berkat. (Red) 

 

 


 


 


 

MENGOLAH MINYAK JELANTAH MENJADI SABUN CUCI DAN SABUN MANDI 


Pelatihan mengolah minyak jelantah menjadi sabun yang diadakan pada hari Minggu, 22 Agustus 2021 dengan narasumber Ibu Elianti dan Ibu Ermina dari Bidang Kesra-Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet melalui zoom, zoom difasilitasi oleh Ibu Erna Kusuma. Peminat sangat antusias terbukti ada 23 Ranting yang berpartisipasi dari 24 Ranting dan 70% dari Cabang, sehingga jumlah seluruh peserta menjadi 100 orang. Acara ini dapat terselenggara berkat kerjasama dari Bidang Pendidikan dan Bidang Kesra. Seperti yang dicanangkan dalam hasil Konggres ke XX 2018 dimana pelestarian lingkungan hidup menjadi salah satu wujud yang kami ambil sebagi tujuan dari program yang kami laksanakan dimana kita akan menyelematkan limbah dari minyak jelantah yang digunakan sebagai bahan dasar dari pembuatan sabun cuci yang bermanfaat bagi kebutuhan sehari-hari. Pada sesi ke 2 kita belajar membuat sabun mandi untuk kebutuhan sehari-hari sehingga menghemat biaya pengeluaran bulanan ibu-ibu dan bisa juga sebagai sumber penghasilan bila dikelola dengan baik. 

Bahan-bahan yang diperlukan dalam membuat sabun : 

Perlengkapan yang disiapkan:
  - Gelas plastik
  - Sumpit kayu
  - Baskom plastik
  - Cetakan sabun
    (cup puding,cetakan coklat / bahan plastik)
  - Sarung tangan
  - Masker.
      
   BAHAN

 - Minyak goreng:450gr/
   500ml ( jelantah bersih)
 - Air 85 gr
 - Soda api 82,40 gr
 - EE 85 gr
 - Essen warna / aroma .


Cara membuatnya silakan klik link ini:   https://youtu.be/gFJUXMmruGw

 


 


 

 

PKO (PENINGKATAN KUALITAS ORGANISASI) 


Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet mengadakan Webinar Peningkatan Kualitas Organisasi (PKO) dengan tema “Meningkatkan Spiritualitas, Kualitas dan Integritas Pelayanan di Era New Normal” pada hari Minggu, 24 Oktober 2021 melalui zoom, dengan narasumber Romo Matius Pawai, CICM (Romo Rekan Paroki CIledug) dan Ibu Sanny Mathilda Tapilatu (Anggota Presidium I).


PKO ini dihadiri oleh 132 peserta turut hadir pula Ibu Erna Kusuma dari DPP, dalam sambutannya Ibu Stephanie menyampaikan sebentar lagi masa bakti kami baik di cabang maupun di Ranting akan purna bakti sehingga kiranya kami memberikan arah tujuan kepada pengurus dengan mengadakan PKO ini. 

Romo Matius Pawai CICM, memulai sesi dengan kalimat pembuka orang sukses itu unik dengan menggunakan banyak cara untuk menggapai cita-citanya lalu orang gagal mempunyai banyak alasan-alasannya. Wanita Katolik itu adalah organisasi kemasyarakatan dan itu dibawah payung Gereja Katolik, Romo berharap bahwa kiprah dan kinerja Wanita Katolik RI dalam berbagai macam bentuk harus merambah sampai kepada bidang pemerintah, karena banyak perempuan-perempuan katolik yang mempunyai kualitas yang mumpuni dapat dibanggakan.

Meningkatkan Spiritualitas, Kualitas dan Integritas Pelayanan di Era New Normal 

Berdasarkan tema inilah Romo menemukan teks Kitab Suci yang diambil dari Matius 25 : 1-13 tentang Gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh. ”Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama  sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya  dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.  25:2 Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.  25:3 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, 25:4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak 2 dalam buli-buli mereka. 25:5 Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.  25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia! 25:7 Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. 25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. 25:9 Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. 25:10 Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, k lalu pintu ditutup. 25:11 Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! 25:12 Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.  25:13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.” 

Yang terjadi pada gadis yang bijaksana dia mempunyai Pelita, sedang bernyala tetapi juga mempunyai cadangan minyak. Hidup kita harus menghidupkan, maka WKRI yang bijaksana mempunyai pelita yang tetap menyala mempunyai amunisi di belakang yang siap untuk mengisi kembali pelita itu. Pelita harus tetap menyala agar kita tetap semangat karena Wanita Katolik RI yang bersemangat itu mempunyai tingkat kepedulian yang tinggi, mempunyai komitmen-komitmen dan diatas komitmen itu mereka mampu melaksanakan dengan baik. Semangat pelayanan kita harus tetap menyala dan berdampak positif kepada orang-orang yang kita jumpai , kualitas lampu harus tetap baik dan karena itu setiap anggota Wanita Katolik RI bisa menjadi anggota DPD dan anggota Dewan. 

Kaderisasi 

Ibu Sanny Mathilda Tapilatu, SE menyampaikan dalam sesi ke duanya tentang Kualitas Pelayanan di organisasi kita ini dengan kaderisasi. Pengertian dari kaderisasi adalah menjalani proses belajar untuk membangun kualitas diri dalam menjalankan kegiatan berorganisasi. Tujuan dari kaderisasi adalah memotivasi anggota dan pengurus, meneguhkan semangat iman, menyatukan pemahaman dan penerapan organisasi, meningkatkan kemampuan, ketrampilan dan wawasan. Dijelaskan juga ada beberapa cara kaderisasi, yaitu beri kepercayaan, semangat dan motivasi dan menjalin kedekatan. Kaderisasi bisa gagal biasanya terjadi karena pemimpin tidak memiliki kemampuan melatih, tidak ada anggota atau kader untuk dilatih. Peran kaderisasi mewariskan nilai-nilai organisasi yang baik, menjamin keberlangsungan organisasi serta sarana belajar bagi anggota. Bentuk kaderisasi ada 2 yaitu kaderisasi pasif dan kaderisasi aktif. Kaderisasi pasif contohnya masa kenaikan jenjang anggota, dari anggota biasa menjadi ketua ranting, kemudian jadi pengurus cabang dan selanjutnya jadi ketua cabang naik terus seperti itu. Kaderisasi aktif contohnya anggota melakukan sendiri untuk menambah wawasan, membuat laporan yang benar. Intinya Kaderisasi di Cabang maupun di Ranting wajib dilaksanakan. 

Dalam sesi Tanya jawab Ibu Tyas menanyakan apakah kalau 2 periode harus lengser? Jawab : boleh lebih dari 2 periode untuk pengurus melihat kondisi di ranting tetapi untuk pemimpin hanya 2 periode. 

Dari Ibu Rosinta : Ketua sudah terpilih tetapi ketua terpilih tidak mau . Jawab : Sebelum memilih harus yakin bahwa beliau mau untuk menjadi ketua ranting, dan tidak boleh ada paksaan karena mereka harus menjalankan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Mungkin beliau terpilih karena terpaksa. Kalau beliau menolak harus ada alasan yang pasti. Untuk mengatasinya harus ada kerjasama dengan wakilnya harus bisa saling mendukung, melengkapi supaya bisa menjalankan tugas tanggungjawabnya. Harus mencari solusinya kalau ranting tidak bisa menyelesaikan harus minta bantuan ke cabang untuk menyelesaikannya.

Untuk mengakhiri acara Ibu Agustina mengumumkan siapa yang beruntung mendapatkan souvenir bagi ibu-ibu yang hadir. Panitia menyediakan 4 kriteria yaitu untuk peserta yang pertama kali bergabung dalam zoom siang ini, Ranting yang pesertanya terbanyak, Ibu yang bertanya pertama kali, ibu-ibu yang memberikan pertanyaan. Peserta yang pertama kali bergabung diberikan kepada Ibu Ganefi Ranting Petrus 1 Ranting peserta terbanyak adalah Albertus 1,2 dengan 7 orang yang hadir Ibu yang pertama kali bertanya yaitu Ibu Tyas ranting Sisilia 1,3,4 Ibu-ibu yang bertanya berikutnya adalah : Ibu Rosinta - Petrus 1 , Rani - Yohanes dan Ibu Esti - Loyola (Red) 

 Peserta

 


 


 


                                                                                                                                                             

WANITA KATOLIK RI CABANG SANTA BERNADET MENERIMA TUGAS TERAKHIR DOA NOVENA PEMBANGUNAN GEREJA 

 


Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet mendapatkan giliran yang terakhir dalam putaran pertama Doa Novena Mohon Kelancaran Pembangunan Gedung Gereja. Doa Novena yang diselenggarakan oleh 21 (dua puluh satu) Wilayah dan 9 (sembilan) Kategorial dimulai dari tanggal 20 Februari 2021 sampai dengan 16 November 2021. 

 

Ibu Stephanie Natalia sebagai Ketua Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet menerima tongkat estafet dari Ketua Komunitas Simeon-Hanna St. Bernadet Ibu Herawaty Manurung pada tanggal 7 November 2021 untuk melanjutkan tugas memandu doa novena selama 9 (sembilan) hari berturut-turut mulai 8 November - 16 November 2021.


Petugas Doa Novena gabungan dari Cabang dan Ranting-Ranting yang setiap harinya berbeda dengan jumlah petugas 2 orang dari cabang dan 4 orang dari Ranting. Kami berusaha memberikan yang terbaik untuk menjalankan tugas tersebut, maka setiap harinya setelah doa novena selesai diadakan evaluasi dan pengarahan untuk yang akan bertugas malam berikutnya. 

 

Participant pada hari pertama, kedua, ketiga diatas 90 akun dan dihari kelima sampai kesembilan diatas 70 akun jadi bisa diambil rata-rata tiap harinya ada 82 participant. Sungguh luar biasa antusia umat Gereja Santa Bernadet untuk mendoakan kelancaran pembangunan gedung gereja kita tercinta. 

 


 

Untuk memeriahkan acara doa novena Wanita Katolik RI memberikan giveaway menarik kepada para pemenang undian bagi mereka yang selama 9x berturut-turut mengikuti doa novena secara full dari awal sampai akhir, pengundian diadakan pada hari terakhir setelah doa novena pada tanggal 16 November 2021. Ada 19 (sembilan belas) pemanang yang beruntung mendapatkan hadiah tersebut. Hadiah-hadiahnya berupa E-Money, Kain Tenun Thailand, Dompet Wanita Gucci, Tumbler, Kain Batik, Selendang Tenun NTT, dan Panci Listrik serbaguna. Semua hadiah tersebut didapat dari para donator. 

Pada akhir acara Ibu Stephanie Natalia menyerahkan tongkat estafet kepada Wilayah Agustinus yang diwakili oleh Ibu Yuna untuk melanjutkan tugas memandu doa novena putaran kedua yang akan dimulai pada tanggal 17 November 2021. Bapak Kasdana dalam sambutannya menyampaikan Wanita Katolik RI mengambil bagian dalam perjuangan untuk mendukung gereja yg kitacintai dengan melalui doa novena yang diselenggarakan selama Sembilan hari berturut-turut dengan antusias, tertib dan lancar bahkan ada hadiah untuk peserta karena selama ini belum ada, baru Wanita Katolik RI yang memberikannya. 

Saat ini tim dana masih bekerja keras untuk mencari dana mari kita dukung bersama semampu kita kami berharap jangan kendor dalam doa mari luangkan waktu mengikuti doa novena putaran ke dua. Beliau juga menyampaikan doa novena tengah malam hampir berjalan selama 9 (sembilan) tahun.  (Red)


 

 

KEGIATAN RANTING 

Ranting Petrus 1 - Ziarah ke Goa Kanada 



Pandemi hampir berjalan 2 tahun, kita semua rindu akan aktivitas diluar rumah, setelah virus corona mereda kami di bawah kepemimpinan Ibu Veronica Rostina, Wanita Katolik RI Ranting Petrus 1 memberanikan diri untuk aktivitas keluar rumah. Dengan tetap menerapkan prokes kami berdelapan ziarah ke Goa Kanada Rangkas Bitung pada hari Jumat, 29 Oktober 2021, dengan transportasi kereta api, sengaja kami ambil di hari kerja supaya kereta tidak penuh. Berangkat pukul 06.30 kira-kira pukul 9 kami sudah sampai di Goa Kanada acara dimulai dengan jalan salib, doa pribadi dan makan siang di kantin begitu selesai makan siang kami siap-siap untuk kembali ke rumah dengan kereta api lagi dan sampai dirumah pukul 14.30. (Humas Ranting Petrus 1) 


 


Penanggung Jawab    : Stephanie Natalia Sutedjo

Redaksi                     : Maya

Anggota Redaksi      : Patricia, Rina

 

 




No comments:

Post a Comment

Mengikuti Ekaristi Penutupan Selebrasi 100 Tahun Wanita Katolik RI

Pada Sabtu, 18 Januari 2025, beberapa anggota Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santa Bernadet, mengikuti peray...