Salam Sejahtera untuk Kita Semua
“Marilah kepada-Ku, semua yang
letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (TB Mat
11:28)”
Setiap hari kita mendengar kabar
yang kurang menyenangkan, setiap hari kita menghadapi kecemasan. Kita mendapat
kabar teman-taman, saudara kita yang terpapar covid maupun mendapat kabar duka
ada di mana mana. Kesedihan menyelimuti setiap keluarga dan tampaknya belum ada
tanda tanda akan berakhir semua ini. Kemanakah kita harus pergi? Kepada
siapakah kita harus mengadu? Seperti angin sepoi-sepoi terdengar lembut ada
suara yang berbisik: Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban
berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Ya Tuhan kepada siapakah kami akan
pergi kalau bukan kepadaMu. Justru dalam kondisi seperti inilah kami
membutuhkan Engkau lebih dari sebelumnya. Saat seperti inilah kami tidak lari
daripadaMu, tetapi kami lari kepadaMu. Untuk meletakkan beban berat kami. Untuk
meletakkan seluruh hidup kami. Karena kami percaya di dalam Engkau ada kelegaan.
Di dalam Engkau ada sukacita dan pengharapan. Bahkan di dalam kematian pun ada
Kehidupan Kekal. Sebagai Wanita Katolik RI marilah mewujudnyatakan pelayanan
kita dengan belajar melatih diri, belajar untuk setia, belajar untuk berbagi, belajar untuk
tidak putus asa dan terus menjalankan pelayanan kita dengan tulus iklas dan
sukacita sehinga kita semakin menjadi berkat bagi sesama. Amin. (Red)
DEWAN PIMPINAN DAERAH JAKARTA
SARASEHAN NASIONAL DPP WANITA KATOLIK RI
DPP Wanita Katolik RI mengadakan Sarasehan Nasional dalam rangka hari Komunikasi sedunia yang diadakan pada hari Sabtu, 17 April 2021 mulai pukul 09.00 – 12.30 WIB via zoom, yang diikuti oleh Wanita Katolik RI seluruh Indonesia.
Pada Sarasehan tersebut Romo
Antonius Steven menjelaskan bahwa pemberitaan negatif atau berita hoax itu bisa
terjadi karena kurangnya kegiatan-kegiatan kita yang tidak terpublikasi,
sehingga memberi peluang kepada orang lain untuk membuat berita yang salah tentang
kita atau tentang organisasi kita. Untuk menghindari masalah tersebut maka kita
diharapkan untuk mempublikasikan kegiata-kegiatan yang kita lakukan. Dengan adanya
berita atau cerita bukan berarti kita pamer tetapi untuk memberikan inspirasi
kepada orang lain. Untuk membangun jembatan komunikasi yang ada di dalam hati
dan inspirasi-inspirasi identitas virtual Wanita Katolik RI karena apa yang ada
di media itu adalah identitas kita. Semua itu harus didukung oleh komunikasi yang ada di dalam harus baik
supaya komunikasi keluar bisa baik juga. Internal komunikasi yang baik harus
taat kepada misi, visi, nilai-nilai dan SOP yang menjadi kesepakatan
organisasi. Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus pada hari Komunikasi sedunia ke 55
adalah “ Datang dan Lihatlah” Berkomunikasi dengan menjumpai orang lain apa
adanya”, karena kita semua dipanggil menjadi saksi kebenaran untuk pergi,
melihat dan berbagi. (Red)
KEGIATAN CABANG
PELATIHAN JURNALISTIK DAN PHOTOGRAPHY
Sekitar 67 peserta mengikuti Pelatihan Jurnalistik dan Photography, pada Minggu, 25 April 2021 lalu. Pelatihan melalui zoom, diadakan oleh Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, dengan narasumber Ibu Hendrika Yunapritta sebagai Managing Editor Kontan dan ketua Ranting Fabiola 4,5 dan Mas Kevin Meydio Pradipta dari seksi Komsos Paroki Santa Bernadet. Dalam pelatihan ini kita belajar cara membuat tulisan yang singkat, padat dan berisi serta cara mengambil gambar untuk mendukung tulisan tersebut. Program ini merupakan kerjasama antara Bidang Pendidikan dan Bidang Humas, dan bisa terselenggara berkat kolaborasi dengan Seksi Komsos Paroki Santa Bernadet dan difasilitasi oleh zoom dari sekolah Abdi Siswa Graha Raya.
Jadi jelaslah disini bahwa
diperlukan sesorang untuk membuat berita bukan tujuannya untuk pamer melainkan
bertujuan untuk memberi inspirasi agar orang lain juga dapat melakukan kegiatan
ini. Tentunya diperlukan pengetahuan khusus dalam pelaksanaan teknisnya untuk
itulah kami berinisiatif memberikan bekal kepada ibu-ibu sekalian melalui
pelatihan ini.
JURNALISTIK
Ibu Ika menyampaikan bahwa bicara itu lebih mudah daripada menulis, ada perbedaan antara bahasa lisan dan bahasa tulisan, bahasa lisan itu spontan, mengalir, mudah dan tidak terekam. Sedangkan bahasa tulisan itu bahasa lebih resmi, terencana, fokus, tersimpan, bisa dibaca berulang. Menulis itu mudah bisa menggunakan hp dan spontan mulai darimana saja apa yang terlintas dalam pikiran kita dituliskan. Jangan lupa kita adalah wakil pembaca asumsinya ketika kita menulis pembaca itu tidak wajib bersama kita. Jika kita mau menulis yang bisa kita lakukan adalah menjaga tulisan tetap fokus (satu saja), tulisan harus berisi 5W (Who, What, When, Where,Why) 1H (How). Untuk mulai menulis gunakan kalimat pendek, mulai dari mana saja, (spontan), usahakan jangan ada typo error dan baca lagi tulisan anda.
Sesi Tanya jawab : salah satunya
dari Ibu Maria Melati dari Ranting Monika, bagaimana membuat angel, apa ada
batas waktunya, apa ciri2 berita yang ekslusif? angel yang menarik kegiatan apa
yang ada di ranting kita contohnya pelatihan eco enzyme yang baru dilaksanakan.
Kesan pesan dan harapannya. Karena kesan dan pesan akan memperkaya tulisan
kita. Batas waktu harus ditentukan. Contohnya penerbitan warta cabe batas waktu
4 bulan. Berita eksklusif itu berita yang belum ditulis oleh orang lain.
PHOTOGRAPHY
Mas Kevin Meydio Pradipta menyampaikan photography secara umum supaya menjadi daya tarik dan bisa dinikmati banyak orang dalam mendukung tulisan. Foto jurnalistik dibagi menjadi 2 yaitu foto tunggal dan foto cerita pendekatan yang menggunakan beberapa foto. Langkah membuat foto liputan : tentukan topik cerita kegiatan, atau esai, cari informasi tentang topik yang dipilih, rencanakan foto-foto yang akan diambil, membuat foto di lokasi dan waktu yang telah direncanakan, editing dan pemilihan foto, tata letak/layout foto yang dipilih. Supaya foto menarik harus mengadung EDFAT (Entire /keseluruhan, Detail/perincian, Frame/kerangka foto, Angle/sudut pengambilan gambar, dan Time/waktu). Selamat mencoba…….
PENYEMPROTAN ECO ENZYME DI GEREJA PINANG
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tanggal 5 Juni 2021 Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet bekerjasama dengan Team TGKP dan Tata Kelola Komplek Gereja mengadakan penyemprotan desinfektan gereja dengan menggunakan cairan eco enzyme hasil panen Pelatihan tanggal 21 Februari 2021 yang lalu. Selain penyemprotan kami juga melarutkan cairan EE ke dalam wadah air pencuci tangan dan pembersih lantai.
BAKSOS KUNJUNGAN KE YAYASAN TERBIT KASIH BANGSA
Dalam rangka menyambut HUT Wanita Katolik RI ke 97, DPC Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet beserta Ranting yang diwakili oleh 5 (lima) orang mengadakan Kunjungan ke Yayasan Terbit Kasih Bangsa tempat penampungan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) di Panongan Tangerang Jumat, 18 Juni 2021. Yayasan ini diketuai oleh Bapak Mikael Tnunay dibantu 6 orang perawat.
Disamping mengelola Yayasan yang beliau rintis dari tahun dua ribu sebelas dan baru memperoleh Akte Pendirian di tahun dua ribu enam belas beliau aktif pula pelayanan di Gereja GBI Curug. Jumlah pasien yang dirawat saat ini dua puluh empat orang. Yang sedang dalam pemulihan 10 orang. Segala kebutuhan Yayasan diperoleh dari sumbangan para donatur maupun mereka yang berkunjung. Acara dimulai dengan perkenalan, bertemu dengan pasien dan memberikan semangat sambil mengobrol, sharing kepada pasien yang sudah dalam pemulihan. Sangat diperlukan kesabaran dan kasih dalam menangani pasien. Terakhir kita memberikan bingkisan berupa beras, minyak, gula, telor, indomie, susu dan snack. Semoga Tuhan selalu mengirimkan uluran tangan kasih melalui mereka yang berkunjung terlebih yang dapat mewujudkan tempat yang dapat mereka miliki sehingga tidak perlu lagi memikirkan biaya kontrakan.
KETAHANAN PANGAN
Dalam rangka menyambut HUT Wanita Katolik RI ke 97 melaksanakan program Ketahanan Pangan Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet membagikan 5 macam bibit sayuran kepada setiap Ranting untuk di tanam oleh anggota Ranting dan hasilnya dibagikan kepada kaum KLMTD (Kecil Lemah Miskin Terpinggirkan Difabel). Semua ranting ikut berpartisipasi tetapi ada ranting yang gagal dalam menanan sayuran tersebut sehingga tidak bisa mengirimkan foto tanamannya. Program ini dilombakan antar Ranting dengan kriteria kerimbunan tanaman, tingkat pertumbuhan, dan kererawatan. Bibit diberikan pada tanggal 25 April 2021 dan penyerahan foto tanaman diserahkan paling lambat tanggal 25 Juni 2021. Bibit yang diberikan berupa bayam, kangkung, kalian, caisim dan pokcoy. Juri dalam lomba ketahanan pangan adalah Ibu Wati dari DPH Paroki Pinang dan Bapak Kasdana dari Subbid Lingkungan Hidup Paroki Pinang Gereja Santa Bernadet.
Minggu 18 Juli 2021 ceremonial untuk pengumuman lomba dan penyerahan hadiah juara ketahanan pangan. Yang berhasil mendapatkan yang terbaik dari menanam bayam dan kalian dari Ranting Theresia, Kangkung dari Ranting Ignatius Loyola, dan caisim dari Thomas 2,3, kepada mereka diberikan piala, piagam dan cairan Eco Enzyme murni 1,5 liter. Dan bagi Ranting yang belum beruntung diberikan Sertifikat sebagai penghargaan telah berpartisipasi. Tidak ada Ranting yang berhasil menanam pokcoy. Kangkung adalah tanaman yang paling mudah ditanam.
Ibu Wati – kagum terhadap Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet wonder woman, semua peserta luar biasa sudah berusaha walaupun ada yang berhasil dan tidak tetap dilanjutkan karena ini momen yang bagus untuk lingkungan hidup kita. Beliau berpesan ibu-ibu jangan membuang sisa sayuran atau buah tetapi taburkan di pot-pot sebagai pupuk bisa juga dibuat Eco Enzyme dan Kompos.
Kesan dari yang terbaik dalam menanam sayuran :
Ranting Loyola
Ibu Janti – Dari awal belum yakin mau menanam sayuran untuk itu sebelum mulai menanam melihat di youtube bagaimana cara menanam bibit sayuran. Bibit kangkung direndam dahulu dari pagi dan pada sore hari baru disemai. Media tanam di campur dengan pupuk kandang sehingga bibit bisa tumbuh dengan cepat, kangkung dengan bantuan sinar matahari bisa tumbuh dengan cepat.
Ibu Esti - menambahkan sebelum
menyemai media dicangkul terlebih dahulu kemudian baru disemai, setelah mulai
tumbuh diberi pupuk kompos dan setelah kuat disiram dengan campuran eco enzyme.
Bayam dan caisim kurang berhasil karena kehujanan dan dimakan siput, tikus dan
burung.
Ranting Theresia
Ibu Lanny – Menanam menggunakan hidroponik, pot, dan tanah biasa, sisa-sisa sampah dapur dikumpulkan untuk media tanam. Hidroponik, menyemai dialasi busa setelah tumbuh pindah ke pipa, tanaman harus cukup mendapatkan sinar matahari pagi.
Ibu Anastasya Kiki – Baru
pertama kali menanam sayuran karena biasanya menanam bunga. Dikasih bibit
kangkung main semai saja di tanah, dilihat setiap hari tidak tumbuh-tumbuh
tetapi kurang lebih 2 minggu sudah mulai tumbuh tetapi kurus-kurus karena
kurangnya sinar matahari pagi, setelah
dijemur setiap pagi kangkung mulai besar
tumbuhnya dan akhirnya bisa panen.
Ranting Thomas 2,3
Ibu Susanti – Sinar matahari cukup dan sangat layak untuk menanam, media dicampur dengan pupuk kandang, kambing dan media tidak boleh kebanyakan air (becek) menyiram dengan disemprot dan setiap minggu diberi pupuk MTK.
Akhir kata Ibu Fanny menjelaskan
peranan penting sebelum melakukan menanam adalah literasi mencari info terlebih
dahulu di media sosial bisa melalui youtube, google atau media lainnya, cari
juga cara mengatasi supaya tanaman tidak dimakan siput, tikus atau hama
lainnya. Memang dibutuhkan keahlian kusus dalam bercocok tanam, dari pemilahan
bibit, penyemaian, bertumbuh sampai panen. Hanya mereka yang mau bertekunlah
yang dapat berhasil.
Berikut asupan nutrisi alami untuk tubuh saat isoman yang direkomendasikan oleh WHO.
1. Minum air putih yang cukup
Minum air putih yang cukup sangat penting untuk kesehatan. Jangan sampai tubuh mengalami kekurangan cairan. Air putih adalah minuman paling sehat dan termurah, kapan pun tersedia dan aman untuk dikomsumsi. Minum air putih sebagai pengganti minuman manis adalah cara sederhana untuk membatasi asupan gula dan kalori rendah. Selain murah, air putih memiliki segudang manfaat untuk tubuh.
2. Kurangi asupan Garam
Syarat pertama selama isolasi mandiri adalah dengan membatasi asupan garam hingga 5 gram (setara dengan satu sendok teh) dalam sehari. Gunakan garam, saus atau bumbu asin seperti kecap asin, kaldu, dan kecap ikan saat menyiapkan makanan namun jangan berlebihan. Jika selama isolasi mengkomsumsi makanan kaleng atau kering, pilihlah jenis sayuran, kacang-kacangan, dan buah-buahan yang tidak mengandung tambahan garam dan gula.
3. Batasi asupan Gula
Selama isolasi mandiri juga tetap harus membatasi asupan gula yang masuk ke dalam tubuh. Batasi untuk mengkomsumsi minuman bersoda, jus kemasan, teh, dan kopi yang mengandung banyak gula. Selain itu makan makanan yang mengandung gula murni seperti buah-buahan. Makan buah-buahan secara rutin juga akan memenuhi asupan nutrisi alami tubuh saat isoman. (artikel ini telah tayang di https:// www.momsmoney.id)
Penanggung Jawab : Stephanie Natalia Sutedjo
Redaksi : Maya | 0812 8760 1297
Anggota Redaksi : Patricia | 0896 9117 0888, Rina | 0813 8130 2810















No comments:
Post a Comment