Friday, 17 July 2020

WARTA CaBe Edisi Juli 2020


WARTA CaBe
Wanita Katolik RI Cabang St.Bernadet



Melayani dengan tulus, rendah hati dan penuh kasih, inilah syarat untuk menjadi pelayan sejati. Kerendahan hati yang sejati bukanlah merendahkan diri sendiri, melainkan tidak memusatkan perhatian pada diri. Dalam pelayanan, terkadang kita lupa bahwa sesungguhnya diri kita hanyalah utusan. Kita seharusnya menunjukkan kepada orang lain tentang siapakah Yesus yang adalah Juru Selamat kita. Yang terjadi justru sebaliknya, yaitu kita menunjukkan keberhasilan pelayanan agar kita mendapat pujian dari orang lain.

Marilah kita sebagai Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet berusaha untuk melayani dengan rendah hati dan tanpa mengharapkan pujian dari apa yang sudah kita lakukan, baik pelayanan di keluarga, lingkungan gereja maupun masyarakat. Pelayanan keluarga menjadi prioritas dan tanggung jawab kita, keluarga jangan sampai kita tinggalkan dan kita lalaikan, Karena Kemuliaan Tuhan Yesus Kristuslah yang harus menjadi pusat dari setiap pelayanan, bukan diri kita. Kolose 3:23 berkata: “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”. Di masa new normal ini kita masih bisa melayani sesama, tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan.  Amin  (Redaksi)





KEGIATAN CABANG



RAPAT KERJA RANTING



Rapat Kerja Ranting diadakan pada Minggu, 1 Maret 2020 pukul 08.00 – 15.30 bertempat di Sekolah Absis Graha Raya Lt. 1 dengan agenda : Ibadat, Sosialisasi AD/ART, Sosialisasi Limbah Elektronik, Info Cabang, dan laporan kegiatan Ranting-ranting. Setelah RKR selesai dilanjutkan dengan rapat panitia baksos sejuta kacamata.
 Teks dan Foto : Maya






BAKSOS SEJUTA KACAMATA

Untuk kedua kalinya Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet mengadakan baksos kacamata  pada Minggu, 8 Maret 2020, bertempat di Hall  Bulutangkis PB Saimo, Jl. Mesjid XV No. 11 RT.04/08 Sudimara Timur, Ciledug. Acara ini bisa terselenggara berkat dukungan penuh dari aparat setempat termasuk anak-anak mudanya dan kerjasama yang bagus antara tokoh masyarakat, Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet dan Yayasan Melihat Terang. Seluruh kacamata yang dibagikan pada baksos disediakan oleh Yayasan Melihat Terang yang bersemboyan “Sejuta Kacamata Untuk Indonesia”. Sekitar setahun yang lalu tepatnya Minggu, 23 Maret 2019 kegiatan serupa juga diadakan untuk masyarakat sekitar Gereja Pinang bekerjasama dengan See. PSE, SIe HAAK, SIe Kepemudaan dan Sie Kesehatan.

Dalam baksos ini panitia menyiapkan  700 kupon dewasa dan 150 kupon anak-anak, dari 700 kupon dewasa yang hadir 601 dan dari 150 kupon anak-anak yang hadir 70. Meskipun pembagian gratis, semuanya melalui pemeriksaan ahli untuk menentukan ukuran kacamata yang sesuai dengan gangguan penglihatan, dan disediakan juga pemeriksaan glaukoma, jika diketahui ada glaukoma akan dirujuk untuk mendapatkan pengobatan selanjutnya.

Kegiatan ini bertambah semarak dengan hadirnya Wings Food yang memberikan makanan dan minuman secara Cuma-cuma dengan menukarkan kupon yang disiapkan panitia.   Teks : Maya /  Foto : Endang Andre


TUGAS KOOR WILAYAH 3, Minggu, 15 Maret 2020


Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet khususnya Wilayah 3 mendapat tugas koor dan tata laksana pada Minggu, 15 Maret 2020 pukul 06.00 WIB. Tugas koor  dikoordinir oleh Ibu Aning dan atas kerjasama rantng-ranting sehingga bisa berjalan dengan lancar.  
Teks dan Foto : Maya

➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳➳



 BANTUAN SEMBAKO DARI DPD

Pandemi Covid-19 membawa dampak yang luar biasa dari berbagai segi kehidupan manusia di muka bumi ini khususnya di bumi Indonesia. Selain sektor kesehatan yang tidak kalah fatalnya adalah sektor perekonomian dimana kondisi mengharuskan semua harus berdiam di rumah, agar penyebaran virus bisa terkendali sementara bagi mereka yang biasa mengais rejeki  di jalan seperti buruh harian, para ojol, pedagang kecil sangat terdampak sekali.

Untk itulah maka Wanita Katolik RI Cabang St. Bernadet berinisiatif untuk mengadakan bakti sosial demi membantu kesejahteraan pangan mereka. Walaupun sedikit sekali yang bisa kami lakukan tapi kami percaya  sangat berguna bagi mereka yang membutuhkan. Pendanaan kami dibantu dari DPD Jakarta. Seluruh bantuan kami alokasikan untuk Ranting yang ditujukan kepada masyarakat non katolik di wilayah kerja masing-masing ranting, juga binaan PPUK, dan tidak ketinggalan pula Sahabat Pemulung Wanita Katolik RI St. Bernadet. 
Teks : Fanny / Foto : Maya





 PEMIMPIN YANG MELAYANI

Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet mengadakan Pelatihan Kepemimpinan dengan tema Pemimpin yang melayani  lewat Zoom, pada Minggu, 28 Juni 2020. Dengan narasumber Romo Lamma dan Ibu Widi. Sebelumnya diadakan Trial Pelatihan Kepemimpinan yang dilaksanakan pada hari Rabu, 24 Juni 2020 pukul 17.30 sd 18.30 lewat Zoom juga. Pelatihan ini diikuti oleh ketua dan wakil ketua dari ranting-rnting serta pengurus Cabang Wanita Katolik RI Santa Bernadet Ciledug.

Menjadi pemimpin tidak berarti jadi bos yang bebas memerintah dan menyuruh-nyuruh. Sebaliknya, pemimpin sebaiknya melayani. Pemimpin harus mampu membuka diri, menerima perbedaan, meski tidak cocok dengan pendapatnya. Ibu Widi menggarisbawahi slogan dari Pahlawan kita Ki Hadjar Dewantara ,
Ing Ngarso Sun Tulodo artinya menjadi pemimpin harus di depan bisa memberi contoh berani, mengambil resiko dan berani membuka jalan, Ing Madyo Mangun Karso harus berani bergabung dengan satu tim tidak hanya menunjuk-nunjuk, Tut Wuri Handayani bukannya pengganguran tetapi bisa menjadi motivator, support dan menjalankan dengan sukacita. Salah satu tantangan besar dalam organisasi adalah menciptakan pemimpin baru. 
 
Kesan setelah mengikuti latihan kepemimpinan :

Ibu Rahayu dari Ranting Antonius I. Setelah saya mengikuti Pelatihan Kepemimpinan  lewat zoom meeting yang diselenggarakan oleh Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet. Acara ini sangat bermanfaat dan berguna sehingga membuat kami sebagai pengurus ranting baik sebagai ketua maupun wakil ketua lebih memahami menjadi seoran pemimpin yang baik serta menjadi pemimpin yang seimbang dalam mengatur waktuk untuk keluarga dan organisasi. Terima kasih untuk kesempatan ini semoga pertemuan yang akan datang bisa terus dilakukan dan dilakukan seperti waktu-waktu sebelumnya. Dan semoga kita semua diberi kesehatan. Tuhan memberkati Amin.

Ibu Fransisca Minna dari Ranting Monika. Bersyukur bisa mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Wanita Katolik RI cabang Bernadet, setelah mengikuti pelatihan ini saya pribadi semakin mengerti tugas seorang pemimpin yang berat tetapi jika dilakukan sebagai suatu wujud pelayanan maka bisa kita jalankan dengan baik, tentunya dengan dukungan dan kerjasaman dari temen-temen di ranting, semoga saya dapat menerapkan dan menularkannya apa yang saya dapatkan dari pelatihan hari ini kepada temen-temen saya di ranting, agar mereka tidak takut untuk menjadi pemimpin bila kelak dikemudian hari harus menjadi ketua ranting semoga pelatihan ini dapat dilakukan kembali ssecara berkala agar kami yang belum mengerti semakin dikuatkan. Amin

 
Ibu Gilar dari Pengurus Cabang Bidang Pendidikan. 
Acara ini sangat bermanfaat dan sangat menginspirasi khususnya bagi kami sebagai pengurus untuk menjadi pemimpin yang lebih baik dan lebih dapat mengatur waktu untuk keluarga, pekerjaan ataupun organisasi. Terima kasih untuk kesempatan ini dan kepada nara sumber yg begitu luar biasa semoga pertemuan seperti ini dapat terus  diadakan.





KEGIATAN RANTING 

 
                                           

TALI KASIH dan TANDA CINTA BAGI YANG TERDAMPAK COVID 19 DI RANTING IGNATIUS LOYOLA





 
Covid 19 sedang melanda dunia dan Indonesia. Di pertengahan bulan maret 2020 Indonesia mulai terkena dampaknya. Bahkan dunia mengalami dampak dari pandemi ini.

Lalu, apa yang bisa kita perbuat dengan adanya pandemi ini ?
Walau kita tidak bisa bertatap muka, tapi media sosial saat ini bisa digunakan sebagai sarana dan prasarana. Dengan media wa, Pengurus WK Ranting Ignatius Loyola mempunyai tekad dan niat positif. Apa yang bisa dilakukan pada saat pandemi ini. Berbagi kepada sesama yang membutuhkan uluran pertolongan. Dengan ketulusan dan keikhlasan Ibu - Ibu WK di Ranting Ignatius Loyola menyumbangkan dana untuk melaksanakan baksos.

PEMBERIAN TALI KASIH DAN TANDA CINTA (berupa sembako : Beras 5 Kg, Gula Pasir 1 Kg, Minyak Goreng 2 Liter, 2 Bungkus Biskuit, 5 Mie Instan, 1 Teh Celup, 1 Kecap) sebanyak 37 bungkus.
Bisa dilakukan pada tanggal 7 mei 2020. Dengan dana swadaya. Dengan jumlah dana yang terkumpul Rp 6.286.000,-
Puji Tuhan baksos ini berjalan dengan lancar, dan dari dana yang terkumpul, Tuhan telah atur sedemikian rupa, sehingga masih tersisa dana sebesar Rp 1.552.900.

Lalu tidak sampai disitu, apa yang bisa dilakukan dengan sisa dana yang ada?? Dana yang ada harus dipertanggungjawabkan. Kami pengurus Ranting Ignatius Loyola juga tergerak hati untuk membantu Warga seiman di Wilayah yang kondisinya sangat memprihatinkan. Baik dilihat dari segi kehidupan ekonominya, kondisi kesehatannya yang memprihatikan/sudah tua. Bantuan yang kami berikan pada tanggal 5 Juli 2020, kami sebut “TALI KASIH DAN TANDA CINTA. Untuk kali ini dana yang tersisa sebesar Rp 1.552.900 Kekurangan dana yang ada kami tambahkan dari uang kas.

Kami sebut TALI KASIH karena ini merupakan tanda kasih kami dalam membantu sesama disekitar kami yang membutuhkan. TALI KASIH tersebut berasal dari dana swadaya (dana kas dan hasil kolekte seluruh anggota WK Ranting Ignatius Loyola). Puji Tuhan, niat baik kami bisa terlaksana. Bantuan yang kami berikan, semoga bisa bermanfaat bagi yang menerimanya.  Indahnya berbagi kepada sesama disekitar kam.  Teks dan Foto : Esti/Ketua Ranting Ign. Loyola


 ANGGOTA WKRI BERBAGI MAKSI RANTING FABIOLA

Bermula dari spontanitas anggota WKRI Ranting Fabiola 4-5 yang merasa prihatin dengan berkurangnya order para pengojek online di awal masa pandemi dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). “Bagaimana kalau kita saweran, membuat makan siang untuk mereka?” akhirnya ide tersebut dicetuskan. Lantas, Ibu-ibu bergerak dengan cepat, mengumpulkan dana dan bahan pangan mentah, ke Bendahara Ranting, Ibu Aniek Prasetyo.

Tak disangka, dari target perolehan dana, ternyata berlebih dari yang seharusnya untuk anggaran satu kali makan siang. Alhasil, “Kita bikin dua kali makan siang ya, Ibu-ibu,” ujar Bu Nella Herawati, Sie Kesejahteraan Ranting Fabiola 4-5.

Karena protokol kesehatan, maka jumlah anggota yang memasak dan mengantar makanan dibatasi. Mereka yang memasak, meski berpusat di rumah Ibu Tenny, juga memperhatikan protokol kesehatan era pandemi, yakni pakai masker dan jaga jarak.

Makan siang (maksi) dibuat masing-masing 200 porsi dan dibagikan dua kali, yakni tanggal 16 April 2020 dan 23 April 2020. Makan siang itu disebar dalam dua mobil, membawa masing-masing 100 porsi, ke dua arah yang berbeda.

Salah satu mobil berhenti di depan Pasar Segar Graha Raya, yang dengan segera didatangi para pengemudi ojek online di sana. “Alhamdulilah, Bu.. Allah yang membalas,” kata mereka sembari menerima kotak makan siang beserta minumnya. Pembagian makan siang sendiri, dilakukan tak sampai setengah jam hingga seluruh kotak didistribusikan.   
Teks dan foto : Ika -Ranting Fabiola 4-5






BAHAGIA ITU SEDERHANA




Bahagia itu sederhana , saat kita bisa membuat orang lain tersenyum bahagia : Kunjungan ibu -ibu Ranting Thomas 2 dan 3 ke Panti Jompo Serpong, kunjungan anggota  WK sakit, kunjungan ke WK senior, berbagi kasih sembako dan makanan bagi yg terdampak dari pademi covid 19.Tetap jaga kesehatan, GBU. Teks dan foto : Ranting Thomas 2 & 3
  

BERKEGIATAN DI TENGAH PANDEMI


Merebaknya pandemi covid-19 di Indonesia membuat pemerintah banyak melakukan pembatasan dan pelarangan untuk berkegiatan di tempat umum. Banyak tempat-tempat umum di tutup sementara atau dihentikan kegiatannya. Semua diminta berkegiatan di rumah saja. Pun kegiatan belajar mengajar wajib dilakukan secara daring. Bahkan pengumuman kelulusan juga disampaikan lewat aplikasi pertemuan  secara daring. Tahun 2020 menjadi tahun yang penuh kebiasaan baru sehingga perlu bagi kita untuk melakukan adaptasi dan penyelarasan.
Pandemi ini juga membuat banyak kegiatan di wilayah atau lingkungan serta ibadat di gereja ditiadakan.
Karena keterbatasan tersebut, kegiatan rutin bulanan di ranting Yohanes berupa ibadat sabda dan arisan bulanan sempat ditiadakan. Namun memasuki bulanan Mei 2020, para pengurus WK yang dipimpin Ibu Rani, sebagai ketua ranting, memutuskan arisan bulanan kembali dilaksanakan dengan tetap berusaha mematuhi protokol pembatasan orang yang hadir. Disepakati arisan akan dihadiri oleh para pengurus dan sebagian anggota arisan. Pada tanggal 9 Mei dan 6 Juni 2020, ibadat sabda dan arisan bulanan kembali diadakan.
Bertempat di rumah salah seorang anggota arisan, ibu Kris, kegiatan dilakukan bersamaan dengan kegiatan ibadat sabda dan arisan, juga mempersiapan paket-paket sembako yang akan dibagikan ke warga yang membutuhkan. Pembagian paket sembako ini diutamakan untuk warga Wilayah Yohanes yang terdampak pandemi. Setelah itu baru untuk warga umum di lingkungan Yohanes yang juga terdampak covid-19.
Larangan berkumpul membuat ibu-ibu pengurus berkoordinasi hanya lewat aplikasi WA. Namun ternyata semua tetap bisa dilaksanakan dengan baik dan lancar.
Semoga pandemi ini segera berakhir karena semua orang mempunyai kerinduan untuk berkumpul dan berkegiatan seperti biasa. Semoga... (smi).  
Teks dan Foto : Intan - Ranting Yohanes


LAIN - LAIN

 

MENGENAL KONSEP NEW NORMAL



Dua bulan setelah kasus pertama positif corona ditemukan di Indonesia, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat Indonesia untuk bisa berdamai dan hidup berdampingan dengan virus corona.

"Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (7/5/2020).

Frase berdamai yang digunakan Jokowi, menurut Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, memiliki makna penyesuaian baru dalam tatanan kehidupan.

Presiden Joko Widodo kembali menegaskan istilah berdamai dan berdampingan itu pada pertengahan Mei. Dengan mengutip Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), melalui akun twitternya @jokowi mengatakan, hidup berdampingan harus dilakukan karena virus ini tak akan segera menghilang dan tetap ada di tengah masyarakat.

Berdampingan, menurut Jokowi, bukan berarti masyarakat harus menyerah. "Tapi menyesuaikan diri," cuitnya.
Hidup berdampingan di tengah-tengah virus yang belum ditemukan vaksinnya memang akan menjadi tatanan baru. Masyarakat harus tetap melawan penyebaran virus itu sambil beraktivitas seperti sediakala. Tentu, aktivitas yang dilakukan bukan seperti sebelum adanya pandemi corona ini.
Jangan membayangkan ketika beraktivitas nanti ada jabat tangan, apalagi cipika-cipiki. Aktivitas dilakukan harus tetap berpegang pada protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker, menghindari kerumunan, dan kerap mencuci tangan. Protokol yang sejak awal sudah sama-sama kita lakukan selama ini.  Pola kehidupan baru ini kemudian banyak yang menyebutnya sebagai new normal.
Menurut Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmita, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal, tapi ditambah dengan penerapan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.
Prinsip new normal adalah bisa menyesuaikan dengan pola hidup. "Transformasi ini adalah untuk menata kehidupan dan perilaku baru, ketika pandemi, yang kemudian akan dibawa terus ke depannya sampai ditemukannya vaksin untuk Covid-19 ini,” kata Wiku.
Untuk membiasakan masyarakat, Tim Gugus Tugas telah siap meracik gerakan bertajuk empat sehat lima sempurna. Gerakan ini tidak sama dengan pola konsumsi makanan yang sudah ada sebelumnya.  Ini lebih ditujukan pada pencegahan penularan virus corona. "Pemilihan jargon itu karena masyarakat sudah mengenal lama gerakan empat sehat lima sempurna itu," kata Wiku.
Empat sehat yang dimaksud adalah memakai masker, menjaga jarak fisik, mencuci tangan, serta istirahat yang cukup dan tidak panik. "Tubuh perlu imunitas tinggi. (Jika) imunitas rendah maka diperlukan makan bergizi yang menjadi bagian lima sempurna," ujar Wiku.
Sumber : Indonesia.Go.Id

 ➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽➽


COVID-19 MENYEBAR LEWAT "AIRBORNE", BEGINI CARA TERBAIK MELINDUNGI DIRI
 

 Kompas.com - 16/07/2020, 21:03 WIB

KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa Covid-19 bisa menyebar lewat udara atau airborne. Sebelumnya, WHO menyatakan Covid-19 hanya menyebar melalui droplet alias tetesan air liur yang keluar saat seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Namun, riset terbaru telah membuktikan bahwa virus corona juga bisa menyebar dengan mudah melalui partikel lebih kecil yang melayang-layang di udara selama berjam-jam dan terhirup oleh seseorang. Itu sebabnya, menjaga jarak minimal dua meter di ruang tertutup tidak cukup untuk mencegah penyebaran virus ini. Baca juga: Sering Menimbun Barang Hingga Jadi Sampah, Hati-Hati Hoarding Disorder Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa melindungi diri dari infeksi Covid-19? Melansir data Healthline, cara terbaik untuk mencegah infeksi corona yang telah dinyatakan menular lewat airborne ini adalah dengan menghindari kerumunan di rungan tertutup. Setiap gedung atau ruangan juga harus memiliki ventilasi udara yang efektif. "Cara ini memiliki efek yang jauh lebih positif untuk mencegah penularan virus daripada hanya sekadar melakukan physical distancing," ucap Robert Glatter, pakar kesehatan dari New York. Menurut Glatter, memakai masker juga menjadi cara paling efektif untuk mencegah penularan virus corona yang bisa terjadi lewat airborne ini.


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Covid-19 Menyebar lewat "Airborne", Begini Cara Terbaik Melindungi Diri", Penulis Ariska Puspita Anggraini | Editor Ariska Puspita Anggraini
https://health.kompas.com/read/2020/07/16/210300868/covid-19-menyebar-lewat-airborne-begini-cara-terbaik-melindungi-diri.

 




Penanggung Jawab : Stephanie Natalia Sutedjo

Redaksi : Maya  | 0812 8760 1297
Anggota Redaksi :
Ø  Patricia  | 0896 9117 0888,  Rina |0813 8130 2810












































































































No comments:

Post a Comment

Mengikuti Ekaristi Penutupan Selebrasi 100 Tahun Wanita Katolik RI

Pada Sabtu, 18 Januari 2025, beberapa anggota Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santa Bernadet, mengikuti peray...