BERBAGI KASIH DI TENGAH PANDEMI
COVID-19
Pandemi Covid-19 membawa dampak yang luar
biasa dari berbagai segi kehidupan manusia di muka bumi ini khususnya di bumi
Indonesia. Selain sektor kesehatan yang tidak kalah fatalnya adalah sektor
perekonomian dimana kondisi mengharuskan semua harus berdiam di rumah, agar
penyebaran virus bisa terkendali sementara bagi mereka yang biasa mengais
rejeki di jalan seperti buruh harian,
para ojol, pedagang kecil sangat terdampak sekali.
Untk itulah maka Wanita Katolik RI Cabang St.
Bernadet berinisiatif untuk mengadakan bakti sosial demi membantu kesejahteraan
pangan mereka. Walaupun sedikit sekali yang bisa kami lakukan tapi kami
percaya sangat berguna bagi mereka yang
membutuhkan.
Pendanaan kami dibantu dari DPD Jakarta berupa:
- v Beras 30 pack @ 3 kg dan 7 karung @ 10 kg
v Minyak Goreng 6 pouch @ 1 ltr
v Indomie 4 dus
v Masker kain 20 pcs
v Biskuit Nissin 82 klg
v S-Tea 6 dus @ 12 btl
Sedangkan kekurangannya menggunakan kas Cabang
dan menghabiskan biaya Rp 13.500.000- .
Seluruh
bantuan kami alokasikan untuk Ranting sebanyak 181 paket yang berisi 3 kg Beras, 1 ltr Minyak Goreng, 520 ml Kecap
Indofood, 4 pcs Indomie yang ditujukan kepada masyarakat non Katolik di wilayah
kerja masing-masing ranting juga para Binaan PPUK yang terdampak sebanyak 15
paket yang berisi 3 kg Beras, 1 ltr Minyak Goreng, 520 ml. Kecap Indofood, 1
klg Biskuit Nissin dan tidak ketinggalan pula Sahabat Pemulung Wanita Katolik
RI St. Bernadet hasil program MSN (Makan
Siang Nusantara) tahun lalu sebanyak 56 paket yang berisi 3 kg Beras, 1 ltr
Minyak Goreng, 520 ml Kecap Indofood, 1 klg Biskuit Nissin, 2 btl S-Tea, 1 pc.
Masker sehingga total seluruhnya mencapai 252 paket.
Di masa PSBB ini kami sangat berhati-hati
dalam melaksanakan program tsb sehingga teknis persiapanpun kami sesuaikan
dengan aturan yang berlaku. Seluruh barang didrop di sekretariat cabang
kemudian kami hanya mengerahkan 3 orang pengurus cabang dengan mengikuti
protokol kesehatan. Barang kami kelompokkan per ranting dengan catatan nanti
ranting yang akan mengemas satu persatu dengan menggunakan kardus bekas atau
tas ramah lingkungan sebagai ujud pertobatan ekologis seperti anjuran Ensiklik Laudato Si.
Di saat pemerintah menganjurkan untuk stay at
home pun kami aplikasikan dalam teknis penyampaian kepada ranting-ranting
dimana mereka menggunakan jasa ojol sebagai rasa empati kami untuk memberikan
sedikit rejeki kepada mereka yang berjuang
mencari nafkah dijalan.
Pengiriman ke Ranting-ranting by Ojol tanggal 22 Mei 2020
Untuk menjaga keamanan kesehatan, kami juga
tidak mengijinkan ranting-ranting berkeliling untuk menyampaikan bantuan
tsb.bila terpaksa mereka dapat melakukan dengan cara drive thru. Karena
ranting-ranting sudah mempunyai nomor kontak mereka maka cukup infokan melalui
hp kapan bantuan bisa diambil di rumah ketua ranting masing-masing, cukup
menerima mereka di teras dengan memperhatikan protokol kesehatan, mendokumentasikanpun
harus menjaga jarak minimal 1 m.
Pembagian ke Ranting-Ranting Wilayah I :
|
|
Pembagian ke Ranting-Ranting Wilayah 2 :
Pembagian ke Ranting-Ranting Wilayah 3 :
Walau kelihatannya agak rumit aturannya tapi
kalau melakukannya dari hati maka seharusnya tidak menjadi kendala. Ternyata
dengan perencanaan yang matang kita juga dapat berbagi kasih di tengah pandemi
tanpa harus mempertaruhkan keselamatan kita.(foto2 ranting, PPUK,
Pemulung). (naskah:Fanny/foto:maya)


































No comments:
Post a Comment