Thursday, 10 December 2020

WARTA CaBe Edisi Desember 2020

 

Salam Sejahtera untuk kita semua,

Pandemi virus corona (Covid-19) yang sampai sekarang belum berakhir  berdampak sangat besar terhadap lini kehidupan, mulai dari fisik, mental, sektor kesehatan, ekonomi, pendidikan, bahkan sosial. Kita semua tentu merasa khawatir dan takut, dan itu sangatlah wajar.

Namun semua itu bisa diatasi jika kita mau mengikuti Yesus dan menyerahkan kendali hidup kita ke dalam tangan-Nya, kita akan menemukan kedamaian dan penghiburan untuk mengatasi semua kekhawatiran, ketakutan, dan kelemahan kita. Karena segala sesuatu ada masanya,  untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Sebagai Wanita Katolik RI walaupun #dirumahaja, masih banyak yang bisa kita lakukan, misalnya melayani keluarga, masyarakat, dan peduli kepada sesama. Semua itu bisa kita lakukan tidak harus dalam bentuk sembako, materi atau uang, tetapi secara konkret bisa berupa sapaan dan senyuman yang tulus kepada orang-orang di sekitar kita sebagai tanda kasih kita kepada Tuhan. Ada juga kegiatan-kegiatan yang bisa kita lakukan secara online misalnya ibadah, pendalaman Kitab Suci, doa lingkungan, rapat, dan pelatihan-pelatihan. Jadi walaupun masa pandemi kita tetap semangat dan masih bisa melayani. Tuhan Memberkati, Amin. (Redaksi)

 


PENGUMUMAN DARI CABANG – RKR TANGGAL 8 NOVEMBER 2020

 

BIDANG ORGANISASI

1.      Pembuatan KTA sedang dalam proses mohon update perubahan jumlah anggotanya

2.      Laporan Tahunan 2020 : paling lambat 15 Januari 2021. Bagi ranting-ranting yang belum mengumpulkan Laporan Tahunan 2019 mohon dilengkapi sekalian.

3.      Kunjungan Ranting secara virtual 31 Januari 2021 dengan agenda sosialisasi konfercab

4.      RKR berikut 14 Maret 2021

 

BIDANG KESRA

1.      PPUK: berlanjut.

2.      GOTA: berlanjut.

3.      LH: Gerakan Ecobrick dari November 2020: sebagai kelanjutan dari program Ecobrick, akan dievaluasi tiap 4 bulan sekali.

4.      Minyak jelantah & sampah plastik: berlanjut.

5.      Webinar Ecoenzym 21 Febuari 2021.

6.      Program Ketahanan Pangan 28 Febuari 2021: membudidayakan tanaman sayuran dengan memanfaatkan lahan yang ada, di pekarangan rumah atau menggunakan pot dan poly bag. Akan dibagikan bibit sayuran tiap ranting 10 pack, hasilnya akan dievaluasi dan diapresiasi di minggu ke 2 Maret 2021 dengan cara mengirimkan foto ke group dari pembibitan sampai panen. Pelaksanaan bersama2 dengan anggota ranting.

7.      Posyandu Febuari 2021 (pemberian Vit A): bagi ranting2 yang bekerja sama dengan posyandu, di minggu ke 3 Januari 2021 sudah boleh menghubungi posyandu setempat.

 

BIDANG PENDIDIKAN

1.      Terima kasih atas partisipasi seluruh ranting dalam program Ecobrick walaupun diakhir ada beberapa ranting yang tidak melanjutkan. Dan selamat kepada para pemenang Lomba Ecobrick. Selain hadiah yang telah kami sampaikan, kami juga akan memberikan Piagam Penghargaan kepada para pemenang dan Sertifikat kepada seluruh peserta yang belum beruntung dalam bentuk soft copy melalui email silahkan masing2 print, di file dan dilaporkan pada Laporan Tahunan. Mohon segera infokan alamat email di group.

2.      Webinar pencegahan penyakit kanker Desember 2020.

3.      Pelatihan membuat konektor masker rajutan melalui WA Group Januari 2021

4.      Demo memasak kacang bawang dengan kemasan yang kreatif 7 Maret 2021.

 

BIDANG HUMAS

1.      Menerbitkan e-Warta Cabe

2.      Dokumentasi

 

BIDANG USAHA

1.      Penjualan Paket Sembako Januari 2021

2.      Penjualan Masker Januari 2021: hasil produksi anggota ranting tujuannya untuk membantu menambah penghasilan bagi yang terdampak pandemi. Ranting2 boleh mengajukan data (nama & no WA) yang mau dibantu yang tentunya bisa menjahit & mempunyai mesin jahit. Nanti dari tim bidang usaha akan menghubungi langsung.

3.      Penjualan hasil Ecoenzym 21 Maret 2021.

 


KEGIATAN CABANG DAN DPD JAKARTA

 

RAPAT KOORDINASI RANTING

 


 

 




Minggu, 12 Juli 2020 Rapat Koordinasi Ranting (RKR) secara online via zoom dalam RKR ibu Fanny menyampaikan kita sekarang boleh gaptek tetapi cara berfikir kita harus maju karena kita dituntut menjadi ibu-ibu milenial, kita dituntut untuk berusaha tidak gaptek karena sekarang serba online. RKR dibagi menjadi 3 kloter berdasarkan
wilayah 1, 2 dan 3. Setiap Ranting menyampaikan laporan pelaksanaan program kerja periode 1 Maret sampai dengan 5 Juli 2020 begitu pula dengan Cabang menyampaikan Rencana Kerja Cabang supaya setiap Ranting mengetahuinya serta bisa turut ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan. Rencana kerja cabang antara lain : Misa HUT W
anita Katolik RI cabang St. Bernadet, Baksos masker, posyandu, webinar dan  pelatihan ecobrik.

  


WEBINAR KOMPETISI ETIS

 

Apa dan bagaimana mengembangkan, serta menghidupinya dalam organisasi inilah tema Webinar dalam rangka peringatan hari St. Anna, Santa Pelindung Wanita Katolik RI. Sabtu, 25 Juli 2020 diadakan secara online via zoom. Webinar ini terselenggara karena inspirasi dari homili  Bapak  Kardinal Suharyo saat misa ulang tahun ke-96 Wanita Katolik RI. Homili  cukup menggangu rasa dan pola pikir kami paling tidak di  Dewan Pengurus Pusat. Webinar tentang kompetisi etis ini akan menjadi refleksi kami sebagai pengurus Wanita Katolik RI.

Bapak Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo mengatakan ada 3 (tiga) kata kunci yang sangat penting untuk menempatkan organisasi Wanita Katolik RI yaitu Iman sebagai inspirasi, organisasi Wanita Katolik RI lahir karena inspirasi kita, iman saja tidak cukup untuk diungkapkan, iman perlu diwujudkan. Kerajaan Allah tidak cukup diwartakan tetepi harus diwujudkan. Inspirasi inilah yang terungkap dalam doa Bapa Kami “Datanglah KerajaanMu”. Untuk itu perlu Mediasi, Mediasi bisa dipilih dari bermacam-macam segi misalnya segi pendidikan, kesehatan, sosial dll. Wanita Katolik RI memilih organisasi sebagai mediasi untuk memujudkan iman Kerajaan Allah. Melalui kehadiran dan karya-karya pelayanan Wanita Katolik RI itu menjadi kenyataan sebagai buah yang kita cita-citan yaitu Transformasi Sosial.

Organisasi lahir karena Iman maka tidak cukup hanya dengan aturan-aturan, dalam hal ini adalah AD/ART. Mengembangkan spritualitas inkarnasi, intinya paham yang melandasi spiritualitas inkarnasi Allah menjadi manusia sehingga didunia ini ada segala macam masalahnya adalah tempat Allah menyampaikan kehendaknya untuk kita laksanakan. Dalam rangka menjalankan spritualitas inkarnasi itu ada 3 hal yang mendasar : Bagaimana kita menangkap gerakan-gerakan roh di dalam diri kita, dunia kita tidak bisa lain kecuali berdoa, doa itu isinya bermacam-macam. Tetapi dalam rangka menghayati istilah spiritualitas inkarnasi kita bisa mengembangkannya dengan doa mohon kecemasan. Saya belum merasa cemas kalau saya belum menangkap kehendak Tuhan di dalam doa. Analisa Sosial, dari segala macam disiplin ilmu kita bisa melihat umat Allah bisa secara sederhana dan juga bisa secara komplek, kuncinya ketika kita sudah melalui doa, mencari kehendak Tuhan dan ketika kita sudah menjalankan analisa dalam situasi konkrit kehidupan kita, maka kita akan mengetahui apa yang harus kita lakukan untuk merespon analisa sosial itu  agar lingkungan hidup kita semakin manusaiwi yaitu : Belarasa untuk menolong, membantu orang miskin papa dan terlantar. kerjasama apa yg harus kita lakukan bukan sekedar ketrampilan yang menuntut untuk membuat skala nilai dlm kehidupan kita sehingga dalam melakukan sesuatu hanya pengetahuan, ketrampilan ttp sangat menentukan kompetisi etis itu. Bapak Mgr. Suharyo mengajak Wanita Katolik RI untuk bertumbuh bersama dalam belarasa dan kerjasama.

Romo Dwi Kristanto, SJ menjelaskan mengenai Kompetisi etis, Sebagai Wanita Katolik RI kita harus mempunyai kemampuan berempati jangan kamu lakukan kepada orang lain apabila kamu tidak mau melakukan. Kemampuan berempati merupakan kemampuan yang fundamental. Kompetisi Etis memiliki aspek-aspek pikiran, perasaan dan kehendak merujuk pada baik buruknya manusia sebagai manusia. Jadi Kompetisi Etis adalah kemampuan untuk membedakan apa yang secara moral baik dan buruk untuk bertindak sesuai dengan pengetahuannya itu. Komitmen, kesadaran moral artinya  peka, pertimbangan moral, memiliki motivasi untuk memujudkan, memiliki karakter yang stabil, bisa mengidentifikasi konflik-konflik nilai, peraturan dan bisa melihat opsi-opsi penyelesaiannya serta mampu berempati.

Orang yang mampu melakukan pertimbangan moral akan lebih fleksibel tidak hanya menggunakan aturan atau sekedar dampaknya apa, dapat memprioritaskan aturan dan dampak yang menyangkut orang lain, akan mampu bersifat otonom, teguh dalam pendirian. Kompetensi dalam organisasi meliputi 5 (lima) hal yaitu : Pengetahuan akan peraturan, komitmen pada standar perilaku yang tinggi,  berpikir membuat keputusan moral, bertindak sesuai nilai-nilai moral yang universal dan mengembangkan perilaku dalam organisasi.

Penjelasan dari Ibu Hilda Benang merah dari Kompetisi Etis adalah Kompetisi etis tidak pernah berhenti akan berjalan secara terus menerus sepanjang hidup kita, menjalin relasi dengan baik antara kita dan anggota. Selalu memberi teladan dan membangun kepercayaan.

 Ada beberapa pertanyaan dari peserta diantaranya ukuran konkret kompetisi etis dalam Wanita Katolik RI itu apa? Romo menjelaskan para ibu bisa berorganisasi dengan gembira, sukacita dan harus ada kepercayaan, tidak takut mengutarakan ide, tidak takut pada pimpinan, memperlakukan orang lain yang bermartabat, menegur dengan baik.

 Pimpinan sulit diberi masukan : mengubah karakter bukan suatu yang mudah. Anggota sepakat dan bicarakan dengan baik kepada pimpinan. Kenapa kompetisi etis sulit diwujudkan, untuk mewujudkan kompetisi etis perlu pembinaan / pendidikan yang berkelanjutan/pembiasaan dan dilakukan secara terus menerus sepanjang hayat. Setelah acara tanya jawab selesai acara ditutup dengan berkat dari Romo Dwi. (my)

 


HUT KE-30 WANITA KATOLIK RI CABANG ST.BERNADET

 

Misa syukur dan Perayaan Ulang Tahun ke-30 Wanita Katolik RI Cabang St. Bernadet diadakan Minggu, 2 Agustus 2020 pukul 08.30 WIB secara live streaming di youtube Gereja Santa Bernadet Ciledug. Mengambil tema “ Menata Hidup Berkualitas Menyambut Era New Normal”. Acara berlangsung secara sederhana dan singkat. Tema tersebut diwujudnyatakan dengan memberikan edukasi melalui bakti sosial pembagian masker dan hand sanitizer secara gratis kepada pekerja harian sang pengukur jalan, 30 Juli lalu, dilanjutkan webinar 9 Agustus mendatang, dan kampanye lewat kaos.

“Harapan kami edukasi ini dapat mengurangi penularan Covid-19, dan menurunkan lonjakan, dan mencegah timbulnya klaster-klaster baru,” ujar Bu Fani, sapaan akrabnya. Bu Fani menyelipkan ucapan terima kasih kepada Pastor Paroki dan Tim Komsos St Bernadet yang telah memungkinkan berlangsungnya acara tersebut. Juga diberitahukan bahwa konferensi pemilihan pimpinan baru akan berlangsung pada bulan Mei 2021. 

Acara yang menyuguhkan lagu Mars Wanita Katolik RI dan Selamat Ulang Tahun (Jamrud) serta dipandu oleh MC Ibu Agnes Widi Astuti (Wakil Ketua 1) tersebut juga menayangkan ucapan selamat hari ulang tahun dari anggota DPH Korbid Pendampingan Teritorial & Kategorial I Bp Joannes Widjajanto. Menjelang berakhirnya acara Ibu Fani dan Romo Lamma melakukan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur.

Sumber : https://santabernadet.id dengan judul " Wanita Katolik RI Cabang St Bernadet Mengutamakan Edukasi untuk Menyongsong New Normal”.

 


PANITIA HUT RI KE-75

PELAKSANAAN HUT RI KE-75 GEREJA SANTA BERNADET 

 

Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santa Berandet dan Seksi HAAK  berkolaborasi dengan Seksi Kepemudaan dan Bina Iman Anak, serta Seksi Liturgi Paroki Santa Bernadet dipercaya sebagai Panitia HUT RI ke-75 oleh Paroki untuk memeriahkan acara tersebut dengan menyelenggarakan beberapa kegiatan, antara lain : Misa Syukur HUT RI ke-75, dan beraneka perlombaan (Lomba Mewarnai Anak, Lomba Menyanyi Anak, Lomba Puisi Anak, Lomba E-Sport Mobile Legends, Lomba Paduan Suara, Lomba Tik-Tok keluarga). 

Beberapa lomba diadakan secara virtual, mulai dari kategori anak-anak, remaja serta keluarga. Para juara diumumkanoleh Ibu Widi mewakili Panitia HUT RI setelah live streaming misa HUT RI ke-17 pada hari Senin, 17 Agustus 2020. Dengan diumumkannya juara lomba-lomba berakhirlah kepanitiaan kita. (my)

 

 

 

 



 

  WEBINAR WELCOME NEW NORMAL “MENATA HIDUP BERKUALITAS”

 

Webinar Wanita Katolik RI Cabang St. Bernadet  dilaksanakan Minggu, 9 Agustus 2020 pukul 10.00 dengan peserta 53 orang melalui zoom. Tema Welcome New Normal : Menata Hidup Berkualitas dengan nara sumber Romo Matius Pawai, CICM, Ibu Justina Rostiawati dan     Dr. Antonius T.S. Prabowo MARS. Susunan acara Doa Pembukaan,  sambutan dari Ketua Wanita Katolik RI St. Bernadet Ibu Fanny, bahwa kita semua harus siap dalam menghadapi new normal harapannya webinar ini bermanfaat bagi kita semua. Sambutan dari pendamping DPH Bp. Joannes, New Normal sangat menarik untuk kita yang sudah berkeluarga karena new normal seperti kita yang baru menikah dan webinar ini sangat menarik diliahat dari beberapa sisi terutama dari sisi gereja dan  semoga webinar ini bermanfaat bagi teman-teman dan tetangga sebelah.

Doa pembukaan dibawakan oleh Ibu Aning dan Moderator Ibu Ida A. Dalam Webinar ini intinya kita sebagai Wanita Katolik Ri sungguh patut dan layak bahwa hidup yang berkualitas dan  bertanggung jawab perlu adanya kerjasama. Romo Matius : Hidup berkualitas bukan hanya untuk diri sendiri tetapi harus berdampak untuk hidup orang lain maka hidup yang berkualitas dan bertanggung jawab menjadi 2 (dua) hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain.  

 

Ibu Justin menyampaikan Untuk menghadapi New Normal Wanita Katolik RI di seluruh Indonesia harus melakukan gerakan-gerakan yaitu distribusi masker, bantuan sembako, memberikan bantuan nasi bungkus, menanam untuk ketahanan pangan.

Dr. Anton menyampaikan New Normal artinya  kehidupan normal yang baru untuk masyarakat dalam menghadapi Covid-19, (kedisiplinan, kewaspada, kehati-hatian, keikhlasan). Selain itu New Normal juga menuju kebiasaan baru (wajib masker, jaga jarak, sering cuci tangan, sedia hand sanitizer, makan makanan bergizi, rajin olah raga, setibanya di rumah langsung mandi). (my)

 


WORKSHOP FOTO DAN VIDEO PROMOSI

Wanita Katolik RI Dewan Pengurus Daerah Jakarta mengadakan Workshop “Foto dan Video Promosi” pada hari Sabtu dan Minggu, 12 dan 13 September 2020 via zoom dengan pembicara Bapak Frans Budi Santika umat dari Wilayah Yosep Paroki Cileduk Gereja Santa Bernadet.  Workshop ini  merupakan program kerja Bidang Humas dan Bidang Pendidikan Wanita Katolik RI DPD Jakarta. Peserta workshop dari seluruh Indonesia tidak ketinggalan pula dari Wanita Katolik RI Cabang St. Bernadet,  sebanyak 29 orang turut serta dalam workshop tersebut. Peserta dibagi menjadi 6 WA Group, dan masing-masing WAG mempunyai ketua kelas. Kegiatan berlangsung selama 2 hari. Hari pertama lebih kepada teori dan hari kedua praktek.

Peserta diajari Teknik-teknik  membuat foto dan video promosi produk rumahan untuk publikasi di Medsos. Bagaimana membuat foto produk/jasa yang atraktif dan mengoda, membuat flyer promosi bikin orang mau beli, membuat skript dan strategi promosi maksimal dan teknik membuat video promosi yang bikin orang mau beli.

Membuat foto bisa memnggunakan smartphone dengan fitur kamera yang memadai, lighting yang cukup, backdrop dan tripod. Membuat foto produk dengan menggunakan latar putih supaya tidak menganggu focus yang penting menunjang tampilan visual. Perhatikan skala gambarnya, detail tampilan close up. Intinya dalam membuat foto produk gunakan segala cara mengeksplorasinya supaya menghasilkan foto yang bagus dan menarik.

Teknik membuat flyer promosi, produk jangan ada tulisan, kalau produk belum dikenal jangan menaruhnya paling atas, promosi harus fokus. Kunci membuat flyer format sesuai dengan target segmen, warna dan huruf khas produk dan segmen pembeli, harga jangan mengecoh dan masuk akal, ada keuntungan istimewa yang didapat pembeli, data produsen dan penjual jelas, ada logo original dan garansi, ada nomer kontak.

Membuat headline mengoda yang relevan/konseptual, memancing rasa penasaran, memberi manfaat psikologis dan ekonomis. Dalam berpromosi selalau berikan batasan seperti waktu (promo sampai kapan), Frekuensi (khusus pembelian dihari kerja}, Jumlah (terbatas hanya untuk 10 produk per item} dan Jenis (diskon 50%)

Promosi sistematis dan kreatif di Medsos, Fokus pada platform yang tepat,  Bangun Kredibilitas (+ website),  Sharing Informasi/Pengetahuan,  Berikan foto atau video yang orisinal, ataupun kontekstual,  Selalu gunakan hastag yang tepat!. Berinteraksi dengan follower, Join dan sharing ilmu, Komunitas yang tepat, Content tematik yang variatif, Membuat Quiz (free/berhadiah), Respon setiap complain secara positif dan solutip.

Teknik membuat video promosi yang membuat orang mau membeli, buatlah video bentuk landscape atau bujur sangkar dan ingat harus ada nomer kontaknya. Peralatan yang dibutuhkan SMARTPHONE dengan fitur kamera yang memadai (Cek:Resolusi MP, kemampuan Autofocus, Aperture & HDR), LIGHTING: Jendela hadap timur/barat dan/atau lampu belajar, BACKDROP: Meja/Kursi, Kertas karton, Penjepit, dll,  TRIPOD: Alas smartphone agar mudah dan stabil mengambil video,  STABILIZER: jika merekam video sambil bergera. Dimasa pandemi ini sangat cocok untuk kita berpromosi melalui medsos dengan produk rumahan, selamat mencoba….(my)

 

 KAMPANYE COVID-19 LEWAT KAOS

Sebagai penutup dari rangkaian acara Hari Ulang Tahun Wanita Katolik RI Cabang St. Bernadet ke-30 adalah mengkampanyekan Covid-19 yang kami kemas berupa edukasi berjalan melalui kaos-kaos yang kami design sebagai perwujudan himbauan dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang belum juga selesai sampai saat ini. Design yang kami pilih ada 3 macam dengan pilihan putih dan hitam.



Perpaduan kerjasama Bidang Kesra dan Bidang Usaha yang sangat harmonis dengan menghimbau seluruh ranting untuk berpartisipasi. Dengan harga dikisaran 70K-90K dalam ukuran XS-5L berhasil menembus 230 buah. Target kami untuk memperluas jaringan ke cabang-cabang lain tidak berhasil mengingat kondisi finansial yang kurang menguntungkan di masa pandemi ini.

 

Kampanye kami lakukan pada hbari Sabtu, 29 Agustus 2020 dengan memakai kaos tersebut sambil membagikan masker dan hand sanitizer kepada para pekerja jalanan seperti tukang parkir, ojek pangkalan, tukang becak, pedagang kecil, supir angkot, kuli pasar yang tidak mempunyai kesempatan untuk memperhatikan kesehatan dan kebersihan, tentunya sambil mengedukasi mereka. Kegiatan outdoor dimasa pandemi dan PSBB ini harus kami lakukan dengan sangat hati-hati. Selain memperhatikan 3M berikut Face Shield jumlah petugas juga batasi hanya 4-5 orang dalam 1 tim dengan durasi waktu 30-45 menit.

 

Petugas kami bagi menjadi 3 tim dengan titik kumpul dan wilayah kerja yang berbeda.Tim 1 terdiri dari 4 orng titik kumpul di Halte Busway Puri Beta sampai perempatan pojok. Tim 2 terdiri dari 4 orang titik kumpul di Pondok Lestari sampai perempatan Cileduk, dan Tim 3 terdiri dari 5 orang titik kumpul di Alfa Midi Bengkok daerah sekitarnya. Masing-masing tim berbekal 75 masker dan 36 hand sanitizer. Kami start pukul 10.00 WIB dan berakhir pukul 10.45 WIB.

Walau dibawah terik matahari kami lalui sepanjang jalan dengan bercucur keringat, tetapi diwajah kami semua tercermin suka cita yang tak terkatakan, wajah-wajah yang selalu optimis. Sekecil apapun yang kami lakukan khususnya dalam rangka ulang tahun ke-30 kami harapkan dapat berguna bagi mereka yang membutuhkan. Semoga pandemi ini cepat berlalu sehingga perekonomian kembali pulih seperti semula. (fanny041220)

 

ECOBRICK

Bidang  Pendidikan berkerja sama dengan Bidang Kesra mengadakan pelatihan Ecobrick yaitu metode yang digunakan untuk meminimalisir sampah plastik dengan media botol plastik yang diisi penuh dengan sampah anorganik bersih hingga botol terebut benar-benar keras dan padat yang tujuan akhirnya untuk membentuk modular-modular seperti meja, kursi, tembok maupun barang kesenian lainnya. Maksud diadakannya program tersebut adalah untuk mengajak seluruh anggota Wanita Katolik RI perduli terhadap lingkungan hidup kususnya menyelamatkan sampah-sampah plastik rumah tangga dari pencemaran alam sebagai implementasi dari Lauda To Si yang dianjurkan oleh KAJ.

Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini seluruh kebutuhan kita dari sandang maupun pangan tidak pernah lepas dari bahan plastik yang mana senyawa mikroplastik dari hasil uraiannya bertahun-tahun dapat membahayakan tubuh kita kususnya generasi anak cucu kita karena bisa larut  dalam air yang kita minum dan juga masuk ke tubuh  hewan-hewan yang kita konsumsi dan juga sayur-sayuran. Mikro plastik adalah plastik berukuran sangat kecil antara 1 mikrometer sampai 5 milimeter yang terbentuk dari hasil penguraian partikel plastik yang lebih besar karena kita tahu bahwa sampai kapanpun plastik tidak dapat hancur. Para peneliti memperkirakan bahwa manusia menelan 5 gram mikroplastik per minggu dari makanan laut, air, gula, garam, bahkan air mineral kemasan yang kita minum, jumlah tersebut sama dengan sekeping kartu kredit.

Bahaya mikroplastik bagi kesehatan. Mikroplastik yang tertelan oleh manusia dapat melapisi permukaan saluran pencernaan, masuk kedalam darah, dan tersebar ke berbagai organ tubuh. Berbagai penelitian telah menjelaskan efek negatif dari mikroplastik bagi kesehatan manusia mulai dari mengganggu sistem saraf, hormon dan kekebalan tubuh hingga dapat meningkatkan resiko kanker. Dan masih banyak lagi bahaya bagi kesehatan kita. Itulah sebabnya Wanita Katolik RI memandang perlu untuk mencanangkan Gerakan Pantang Plastik dan Styrofoam (Pantikfom).

Pelatihan tersebut diadakan dari tanggal 4 sampai dengan 30 Oktober 2020 melalui WA Group. Sebagai nara sumber ibu Gilar dari anggota Bidang Pendidikan. Teknisnya pada tanggal 4 Oktober 2020 Cabang memberikan pelatihan kepada ranting-ranting yang diwakili masing-masing 2 orang. Setelah mereka bisa membuat 1 botol Ecobrick yang membutuhkan waktu 1 minggu mereka wajib membuat pelatihan di ranting masing-masing mengajak seluruh anggotanya untuk berpartisipasi dengan tujuan agar seluruh anggota ikut serta dalam  menyelamatkan sampah-sampah plastik yang berasal dari rumah tangganya.

Untuk menyemangati mereka kami adakan semacam lomba dengan ketentuan seluruh ranting wajib ikut serta dengan cara botol-botol Ecobrick tersebut dikreasikan menjadi suatu modular berbentuk kursi kecil atau dingklik. Dan sebagai bentuk apresiasi kami sediakan hadiah berupa uang tunai untuk menambah uang kas ranting, Juara 1 Rp 500.000,-, Juara 2 Rp 300.000,- dan Juara 3 Rp 200.000,-. Selain uang tunai kami berikan juga Piagam Penghargaan bagi Sang Juara dan Sertifikat bagi ranting yang belum beruntung.

Kami berikan waktu sampai tanggal 30 Oktober seluruh peserta ranting wajib memperlihatkan hasil kreasi modularnya di group WA untuk dinilai juri. Adapun juri diambil dari Ketua Bidang Pendidikan Ibu Ida Ambarwati sebagai Anggota Juri,  Ibu Cornelia anggota Bidang Pendidikan sebagai Ketua Juri dan Ibu Atiek anggota Bidang Pendidikan sebagai Anggota Juri. Dari 24 ranting yang ikut pelatihan hanya 17 ranting yang mengikuti kompetisi yaitu ranting FX, Yohanes, Albertus 1,2, Albertus 3, Thomas 2,3, Ignatius Loyola, Antonius 1, Maria Goreti, Isidorus, Theresia, Hubertus, Monika, Fabiola 4,5, Petrus 1, Petrus 2, Petrus 4, Paulus 2.

Setelah melalui seleksi yang ketat yang disesuaikan dengan kriteria para Tim Juri maka diperoleh hasil:

-          Juara 1 : Ranting Petrus 2

 


 


 

-          Juara 2 :  Ranting Ignatius Loyola

 


 


-          Juara 3 :  Ranting Fabiola 4,5

 


 


Selamat kepada para pemenang dan proficiat kepada Tim Juri dan Nara Sumber yang sudah bekerja keras. Dan bagi yang belum beruntung tetap semangat. Akhir kata kami ucapkan terima kasih kepada seluruh ranting atas partisipasinya, sesungguhnya Anda semua adalah pemenang bagi penyelamat generasi penerus kita. Mari terus kita galakkan Gerakan Pantikfom di setiap lingkungan dimana kita berada. Tuhan memberkati.

(fanny301120)

 


KEGIATAN RANTING

CARA MENANAM SAYURAN DAN MERAWATNYA

 

Pada tanggal 19 Juli 2020 jam 18.00 WIB, Wanita Katolik RI Ranting Monika mengadakan pertemuan perdana melalui Zoom Meeting setelah kurang lebih 4 bulan lamanya vacum karena pa demi Covid 19.

Pertemuan perdana diikuti oleh 16 anggota ranting dan di buka dengan doa oleh Ibu Widi lalu dilanjutkan dengan sharing pengetahuan cara menanam sayuran dan merawatnya dengan nara sumber ibu Melati.

Disampaikan oleh ibu Melati bahwa ada 2 cara menanam  yaitu : Hydroponik menggunakan media air nutrisi dan menggunakan media tanam biasa ( tanah, sekam bakar dan kompos). Untuk mendapatkan hasil yang baik ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain: Benih yang bagus ( memiliki daya timbuh di atas 85%), media tanam dengan komposis seimbang antara sekam bakar dan kompos, pupuk yang bagus adalah pupuk organik ( hasil komposter) dan menghindari penggunaan pupuk kimia, perawatan tanaman dengan cara menyiangi hama/gulma tanaman, mengaduk dan menggemburkan media tanam. Untuk tanaman hydroponik hanya perlu mengontrol ketersediaan air nutrisi jangan sampai kehabisan yang dapat menyebabkan tanaman layu dan mati.

Selain itu juga perlu diketahui sifat-sifat tanaman itu sendiri untuk mengetahui media tanam yang tepat, sinar yang di butuhkan, kebutuhan air/ nutrisi dan cara mengatasi hama/ penyakit.

Untuk mengatasi hama kita dapat menggunakan pestisida alam yang bisa kita buat sendiri, antara lain :  3 siung bawang putih ditumbuk di campur 1 ltr air dan 1 sendok sunlight diamkan 1 malam, 1 Jeruk nipis di cacah di campur 1 ltr air dan 1 sendok sunlight diamkan 1-2 jam, air cucian beras di campur gula merah lalu di tutup dalam botol diamkan 2-3 hari.

Demikianlah sharing pengetahuan yang disampaikan oleh bu Melati. Setelah itu masuk sesi tanya jawab dan kemudian pertemuan di tutup dengan doa oleh ibu Minna.

 


KWK 

Melihat judul tulisan ini pasti langsung terlintas di ingatan sebuah kendaraan angkutan kota berwarna merah. Tapi maaf, tulisan ini tidak bermaksud membicarakan kendaraan tersebut.

Berawal dari kepanitian Natal dan Paskah Albertus dan Yohanes (NaPas AYO) 2018-2019, yang banyak menerima sumbangan dari umat berupa barang atau natura. Di antaranya adalah setumpukan tisu berbagai jenis. Ibu Clara Wijarsih, yang kala itu bertanggung jawab sebagai Ketua GESER, mempunyai ide membentuk KWK (Kios Wanita Katolik) ranting Yohanes sebagai sarana untuk menjual  berbagai barang sumbangan tersebut.

Dari ide awal mengurangi tumpukan tisu dan barang barang sumbangan, akhirnya KWK malah makin menambah jumlah dan jenis barang jualan. Mulai dari pembersih lantai, softener, deterjen cair  sampai bermacam jenis makanan.

Awal mula penjualan hanya untuk lingkup wilayah Yohanes dan Albertus, namun juga lalu berkembang memenuhi kebutuhan warga di luar lingkungan.

Dalam operasional KWK, Ibu Clara dibantu Ibu Susi selaku seksi usaha Wanita Katolik Ranting Yohanes dan Ibu Hanna selaku bendahara Wanita Katolik Ranting Yohanes.

Selepas kepanitian itu, KWK tetap bersemangat melanjutkan usahanya, di bawah komando Ibu Susi dan Ibu Hanna.

Adanya pandemi Covid-19 di awal tahun 2020 membuat semua kegiatan menjadi terbatas. Hadirnya KWK membuat larangan berkumpul, bekerja, dan belajar di rumah menjadi terbantu. Dikoordinir hanya lewat jemari di telepon genggam, transaksi dapat terus berlangsung di grup Whatsapp. Berbagai barang ditawarkan dan dijual lewat WAG. KWK lalu menjadi sarana bagi ibu-ibu Wanita Katolik Ranting Yohanes yang mempunyai usaha untuk ditawarkan dan dipromosikan.

Barang yang dijial makin beragam mulai dari daging ayam, buah, kue, rempeyek, asinan, sayur matang, bumbu dapur, masker, hand sanitizer, dan aneka macam kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Lewat WA, barang dipesan, dibayar via transfer, lalu barang tinggal ambil atau di antar, meminimalisir kerumunan.

Dari barang-barang yang dijual lewat KWK tersebut, ada sedikit keuntungan yang dimasukkan ke kas Wanita Katolik ranting. Dari perolehan di kas tersebut Wanita Katolik Ranting sudah dua kali mengadakan bantuan sosial di masa pandemi ini. Di khususkan bagi umat katolik di wilayah yang terdampak Covid-19, selebihnya untuk warga umum non katolik.

Ditanya suka dukanya mengelola KWK, bu Susi menjelaskan bahwa ia kadang menerima komplain soal kualitas barang yang diterima ternyata di luar harapan pembeli. Namun karena niatnya adalah separo beramal, Ibu Susi dapat menjelaskan dan menyelesaikan persoalan. Ibu Susi dengan senang hati terus mengelola KWK untuk membantu ibu-ibu di wilayah Yohanes. Kegiatan ranting ziarek yang sudah direncanakan, juga disubsidi oleh uang kas namun tertunda karena pandemi.

Semoga KWK beserta para pengelolanya tetap dijalankan dengan baik dan bisa makin berkembang sehingga dapat lebih membantu warga wilayah Yohanes dan warga umum di sekitarnya dan pandemi lekas berlalu. Amin. (smi)

 


BEBERAPA TANAMAN HIAS BISA MENYERAP RACUN UADRA

 

Wanita Katolik Ranting Petrus 1  dibawah kepemimpinan Ibu Veronica Rostina dan Ibu Ajiarti mulai bulan Oktober 2020 menggalakkan, setiap anggota untuk menanam tanaman hias di rumah masing-masing. Menanam tanaman hias tak lagi menjadi hal yang merepotkan karena selama masa pandemi banyak sekali yang menjual tanaman hias. Kita tidak sadar bahwa rumah kita penuh dengan bahan kimia sintetis, yang sebagian besar beracun. Bahan kimia beracun itu berasal dari benda-benda yang kita konsumsi atau kita pakai. Bahan-bahan kimia sebagian besar ada di dalam parfum, deodoran, body lation, produk pembersih, cat, asap tembakau, shampo, obat nyamuk dan lain-lain. Untuk mengurangi polusi tersebut maka kita menanan tanaman hias di rumah kita. Beberapa jenis tanaman hias baik outdoor maupun indoor bisa melindungi kita dari bahaya polutan rumah bagi kesehatan. Penelitian menunjukkan beberapa tanaman hias dalam ruangan terbukti sangat efesien dalam menyerap racun udara, karena tanaman hias yang kita pajang dalam ruangan selain mempercantik rumah juga baik untuk kesehatan dan menjaga kebugaran. Dibawah ini beberapa manfaat tanaman yang bisa menyedot racun udara :

1.         Tanaman Lidah Mertua

Tanaman ini sangat cocok disimpan di dalam ruangan lebih bagus lagi di taruh dalam kamar karena sangat bermanfaat untuk membersihkan udara dari racun  dan mengeluarkan oksigen di malam hari 


2.         Tanaman Lili

Tanaman ini dapat berfotosintesis dibawah cahaya yang lemah dan membantu membersihkan udara dari formaldehyde yang disebabkan asap knalpot dan tembakau dan membuat udara lebih lembab serta melepaskan oksigen di kamar seluas 200 kaki persegi.

 3.         Palem Kuning

Palem kuning sebenarnya lebih mudah tumbuh di luar ruangan, tetapi jika kita memiliki cukup ruang dengan pencahayaan yang terang tidak ada salahnya untuk menaruh tanaman palem kuning di dalam ruangan. Jenis palem ini mampu menangkal benzena, karbon monoksida, formaldehida dan zat polutan lainya.

4.         Tanaman Sirih Gading

Merupakan tanaman dalam ruangan yang banyak manfaatnya antara lain : menyerap racun berbahaya, memberikan pasokan oksigen, membantu pengaturan sirkulasi udara, menenangkan kondisi psikologis.

 

5.         Aglonema

Tanaman ini bisa tumbuh subur dalam kondisi cahaya sedang hingga rendah atau sinar matahari tidak langsung. Manfaatnya bisa menghilangkan formaldehyde di udara, zat kimia pemicu kanker.

 

Nah…..Setelah mengetahui manfaat tanaman hias, jangan tunda lagi untuk memiliki tanaman ini di halaman atau di dalam rumah.  (my-sumber manfaat tanaman hias dari : Google)

 

BELARASA DI MASA PANDEMI

 

Sikap belarasa dapat mempererat rasa persaudaraan satu sama lain tanpa memandang suku dan agama sebagai saudara sebangsa. Program yang sederhana saja dengan menyediakan 100 nasi kotak untuk sesama yang sangat-sangat membutuhkan. Nasi kotak bersama lauknya ini disediakan dan dimasak sendiri oleh anggota Wanita Katolik RI Ranting FX. Sabtu 14 November 2020  beberapa ibu anggota Wanita Katolik RI Ranting FX membagikan nasi kotak pada saat siang hari disekitar jalan Gotong Royong, Larangan, Cileduk. Rencananya program ini akan berjalan selama 5 bulan ke depan tetapi belum tahu apa setiap bulannya akan berbagi nasi kotak atau sembako. 

 (my : Sebagaimana dikisahkan oleh Ibu Netty dari Ranting FX)

 

 

 

Penanggung Jawab : Stephanie Natalia Sutedjo

Redaksi : Maya  | 0812 8760 1297

Anggota Redaksi :

Ø  Patricia  | 0896 9117 0888,  Rina |0813 8130 2810

 
























































































































































No comments:

Post a Comment

Mengikuti Ekaristi Penutupan Selebrasi 100 Tahun Wanita Katolik RI

Pada Sabtu, 18 Januari 2025, beberapa anggota Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santa Bernadet, mengikuti peray...