Pertemuan rutin Ranting Albertus 3. Kali ini, pertemuan diisi dengan kegiatan penjualan peyek buatan anggota.
Pertemuan rutin Ranting Paulus 2, tanggal 21 Juli 2024
Pertemuan rutin Ranting Albertus 3. Kali ini, pertemuan diisi dengan kegiatan penjualan peyek buatan anggota.
Pertemuan rutin Ranting Paulus 2, tanggal 21 Juli 2024
Wanita Katolik Republik Indonesia mengalami dinamika sendiri, termasuk dalam tingkatan dasar yang menggerakkan keseluruhan organisasi ini, yakni ranting. Lingkup Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet diperkuat oleh 24 ranting, yang pasti mengalami pasang surut dalam berkarya.
Untuk itulah,
secara periodik, Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI mengadakan seminar
Peningkatan Kualitas Organisasi (PKO). Melalui seminar ini, para pengurus dan
calon pengurus ranting diharapkan mendapat penyegaran dalam menjalankan
organisasi.
Tahun ini, PKO
diselenggarakan di Aula Besar Gereja Santa Bernadet, pada hari Minggu, 2 Juni
2024 dengan tema Menjalankan Tugas dan Tanggung Jawab Dalam Organisasi dengan
Iman Katolik.
Acara dihadiri
oleh perwakilan pengurus ranting, dan disemarakkan dengan beberapa pembicara,
yakni Aloysia Ardianthy (Anggota Presidium 1 Dewan Pengurus Daerah Wanita
Katolik RI Jakarta), A. Dwi Ana Nurhandayani (Bidang Organisasi Dewan Pengurus
Daerah Wanita Katolik RI Jakarta), serta Penasehat Rohani Wanita Katolik RI
Cabang Santa Bernadet, Romo Lammarudut Sihombing, CICM.
Pada sesi
pertama, Aloysia mengingatkan kembali tentang spiritualitas Wanita Katolik RI
dengan kilas balik berdirinya sejarah organisasi ini. Organisasi Wanita Katolik
RI bermula dari keprihatinan sejumlah ibu Katolik pada diskriminasi upah buruh
pabrik rokok di Jogja.
”Spirit awal dari
para ibu ini adalah kepedulian dan keberpihakan pada yang lemah, yakni buruh
perempuan,” jelas Wiwie, panggilan dari Aloysia.
Spirit tersebut
tetap lestari dalam konteks jaman apapun, termasuk masa kini. Hal itu
diwujudkan dalam visi dan misi organisasi, dan dilaksanakan dalam keseharian
para anggotanya.
”Wanita Katolik
RI berkewajiban untuk ambil bagian dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa
melalui kiprahnya dalam medan pelayanan,” ujar Wiwie di tengah sesi I.
Pelayanan tersebut mengacu pada Ajaran Sosial Gereja (ASG) untuk menegakkan
harkat serta martabat manusia.
Pembicara kedua,
yakni Ana, mengingatkan kembali tugas dan kewajian masing-masing pengurus, dari
Ketua sampai anggota bidang. Ana berharap, masing-masing pengurus memahami
fungsi mereka, sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART)
organisasi.
Soalnya,
”Berhasil tidaknya pelaksanaan tugas, ditentukan oleh pemahaman pada fungsi dan
tugas masing-masing dalam menjalankan organisasi,” jelasnya.
Adapun sesi
kedua, menghadirkan Romo Lamma sebagai pembicara. Romo mengangkat topik Sinergi
yang Berkualitas dalam perjumpaan dengan jajaran Wanita Katolik RI kali ini.
Sinergi, menurut
Romo, adalah panggilan untuk menjadi satu. Pemahaman ini juga bukan hal asing,
karena dalam kacamata Gereja Katolik, kita semua berziarah dalam panggilan
untuk menjadi satu. ”Semua orang bisa berbeda-beda, tapi tujuan kita sama,”
jelas Romo.
Nah, sinergi
adalah satu nilai yang harus menjadi pedoman bagi pelayanan umat di Gereja
Santa Bernadet. Sinergi adalah semangat bergerak bersama agar dampak yang baik
dari Gereja Katolik lebih bergaung dalam terdengar di masyarakat.
Sinergi
diperlukan untuk menjaga kualitas pelayanan kita di masyarakat. Tantangan
menjaga kualitas ini adalah seiring waktu, menurut Romo, sangat mungkin terjadi
penurunan karena terdistorsi kelemahan kita sebagai manusia. ”Akhirnya hilang
makna pelayanan, maka perlu penyegaran dan perjumpaan seperti ini,” kata Romo
Lamma.
Berkain untuk aktivitas sehari-hari, semakin familiar bagi perempuan Indonesia. Jika sebelumnya, berbusana dengan kain identik dengan moment istimewa, ribet, dan tidak praktis, maka kini, sudah biasa kita melihat perempuan berkain bebas bergerak, mengenakan sneakers dan nyaman menjalankan aktivitas.
Mengenakan kain untuk aktivitas harian juga punya makna lebih, yakni melestarikan budaya lokal, memberi ruang bagi pelaku usaha kecil dan menengah karena kebanyakan kain, kebaya, dan perlengkapannya adalah produk UMKM, sekaligus juga membuat perempuan tetap merasa cantik serta nyaman.
Dengan latar
belakang tersebut, Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Cabang Santa
Bernadet Pinang, menyelenggarakan Workshop Berkain. Menurut Ketua Bidang
Pendidikan DPC Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, FX. Aning Kristiyawati,
workshop ini diselenggarakan bagi anggota Wanita Katolik RI serta masyarakat
umum dengan tujuan agar mereka lebih percaya diri dalam berkain, sekaligus
menghemat biaya untuk dandan, karena tidak perlu ke salon demi mengenakan kain
dan kebaya. ”Ternyata berpenampilan menarik itu tidak harus ke salon,” ujarnya.
Perempuan di wilayah Paroki Pinang ternyata cukup antusias
mengikuti workshop ini. Dalam waktu
singkat, setelah pendaftaran dibuka, ada 70 peserta yang terdaftar. Workshop
Berkain diadakan pada Kamis, 23 Mei 2024, pukul 09.30 hingga 12.00 di Ruang
Gilbert, Gereja Santa Bernadet Pinang.
Asri, fasilitator
untuk acara ini, mengaku senang berbagi ilmu seluk beluk mengenakan kain.
”Ibu-ibu yang ikut, tampak antusias,” ujarnya. Sayang, Asri bilang, ruang untuk
workshop tidak dilengkapi panggung, sehingga ia kesulitan untuk berbagi secara
optimal.
Sembari berbagi
cara memakai kain, Asri juga menyampaikan tip-tip. Misalnya saja, untuk wanita
yang badannya cenderung besar, sebaiknya jangan menggunakan kain berbahan
katun. ”Pakai kain yang bahannya ’jatuh’, seperti paris, sifon,” katanya.
Asri juga
menyarankan agar pengguna kain bebas berkreasi, tidak harus memadukan kain dan
kebaya, tapi bisa juga dengan outer.
Bertepatan dengan Hari Kartini, Minggu, 21 April 2024 lalu, Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet mengadakan Cooking Class di Balai Bernadet, Pinang. Acara tersebut diikuti oleh 21 orang utusan dari ranting-ranting yang ada di cakupan Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet.
Untuk cooking class kali ini, Nani didampingi oleh 6 ibu-ibu dari Ranting Monika. Mereka membantu masing-masing kelompok dan langsung mempraktikkan langkah demi langkah membuat pia crispy.
”Semoga cooking class kali ini bermanfaat bagi kita semua. Selamat mengikuti,” kata Yenny, sembari mengucapkan banyak terimakasih kepada Handajani dan ibu-ibu Ranting Monika yang berkenan membantu dan memfasilitasi acara ini.
Panti Wredha Marfati Tangerang dipilih untuk lokasi MSN, menurut Minna, karena warga senior juga mesti merasakan sukacita Natal. ”Kami juga berharap bisa membawa suasana yang hangat bagi beliau-beliau, meski hanya sebentar,” sambungnya.
Pelaksanaan MSN
2023 ini disambut dan didukung oleh ranting-ranting yang ada di wilayah Wanita
Katolik RI Cabang Santa Bernadet. Sebanyak 14 ranting turut ambil bagian dalam
MSN, dengan memberikan bermacam donasi, seperti uang dan barang-barang.
Makan Siang
Nusantara (MSN) Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet diselenggarakan pada
Rabu, 20 Desember 2023, diwakili oleh sembilan orang. Rombongan MSN ini membawa
kipas angin meja, pembersih lantai, diapers, underpad, setrika listrik, goodie
bag, makanan, dan berbagai macam barang kebutuhan yang biasa digunakan di
panti.
Diawali dengan
doa bersama, acara berlangsung meriah. Para warga senior dengan semangat ikut
menyanyi beragam lagu, dari lagu natal hingga lagu nostalgia, seperti lagu-lagu
Koes Plus dan Panbers. Beberapa warga senior juga menyumbangkan suara mereka
dengan iringan karaoke.
”Semoga
tahun-tahun yang akan datang, kita bisa terus berbagi sukacita,” ujarnya.
Saat ini, Panti
Wreda Marfanti, dihuni oleh 70 oma dan opa. ”Usia beliau-beliau mulai dari 60
tahun, yang tertua usia 90 tahun,” jelas Ronny Marentek, petugas administrasi
kantor panti. Sekitar 90% penghuni panti, dibawa oleh keluarga mereka ke sana.
Sedang sisanya, berada di panti karena kebijakan suster-suster FCJM yang
mengelola panti.
Kegiatan di Panti
Wredha Marfati ini juga cukup padat, menurut Ronny, dimulai dengan makan snack
pada jam 5 pagi, lantas ada senam, kegiatan pribadi, dan doa bersama. ”Makan
sore jam 18, lantas istirahat,” jelasnya. Masing-masing warga senior menempati
satu kamar di panti ini. Adapula pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan
seminggu dua kali oleh dokter, kendati ada perawat yang selalu standby di
panti. Selain itu, ada misa yang diadakan satu bulan sekali.
Tidak semua warga
senior yang tinggal di panti ini, sehat secara fisik. Beberapa warga senior
tampak menggunakan kursi roda untuk ikut
berkegiatan di aula. Menurut Ronny, memang ada oma opa yang stroke. ”Di sini
ada 20 pengasuh untuk oma opa,” kata Ronny yang menjelaskan kalau panti wredha
tersebut total dibantu oleh 46 karyawan. ***
Rapat Koordinasia Cabang 2023 ini diselenggarakan di Aula Bawah Gereja Santa Bernadet Pinang, dan dihadiri oleh para ketua dan wakil Dewan Pengurus Ranting Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet.
Laporan pertanggungjawaban pengurus, dibacakan secara bergantian oleh Agnes Widi Astuti, Theresia Maya, dan Christina Gilar, yakni para pimpinan Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet.
Pada sesi tanggapan, beberapa pimpinan ranting menanyakan tentang Gerakan Orang Tua Asuh, peruntukan dana dan kriteria pemilihan penerima beasiswa, serta beberapa hal seputar PPUK.Setelah makan siang, para peserta dibagi menjadi dua kelompok besar untuk pembahasan yang lebih mendalam mengenai pendanaan organisasi serta pengembangan anggota dan kaderisasi. Pembahasan di dua grup ini menarik karena topiknya sangat terkait dengan dinamika organisasi Wanita Katolik RI.
Dalam pleno selanjutnya, para ketua dan sekretaris kelompok memaparkan hasil diskusi mereka. Dari pemaparan didapatkan masukan untuk pengembangan anggota dan kaderisasi, organisasi perlu mengadakan kegiatan yang menarik sehingga memotivasi anggota baru. Misalnya mengadakan pelatihan yang bermanfaat dengan pembicara dari ranting. Selain itu, perlu ada pendekatan secara personal ke kalangan muda, agar tahu apa saja kegiatan Wanita Katolik RI.Adapun pembahasan pendanaan organisasi mengusulkan beberapa aktivitas untuk mencari uang kas, seperti pengumpulan jureh, penjualan barang bekas, membuat bazaar, membuka jastip, serta membuka lapak Wanita Katolik RI di Gereja Pinang.
Menjadi warga negara yang baik, sudah pasti harus melaksanakan kewajiban pula. Salah satunya adalah memberikan suara dalam Pemilihan Umum. Hal ini sesuai dengan semboyan yang dicetuskan Mgr. Soegijapranata, yaitu kita harus menjadi 100% Katolik dan 100% Indonesia. Artinya menjadi Katolik yang mau terlibat dan partisipatif, juga menjadi warga Indonesia yang terlibat dan partisipatif dalam kegiatan berbangsa dan bernegara.
Mengambil bagian
dalam Pemilihan Umum adalah cara partisipasi yang paling mudah, termasuk untuk
Pemilu 2024 yang sudah di depan mata.
Harus diakui
bahwa rangkaian Pemilu 2024 ini, berbeda dengan pemilu satu atau dua dekade
lalu. Paling tidak, Pemilu 2024 akan kita lalui dengan banjir informasi berkat
kehadiran media sosial yang makin akrab dengan masyarakat sejak Pandemi Covid19 lalu. Alhasil, sebagai pemilih, kita harus cermat dan cerdas
memilah informasi yang benar dan jangan sampai termakan hoaks.
Atas dasar
itulah, Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santa Bernadet, mengadakan
Seminar Menjadi Pemilih Cerdas: Kritis Menyikapi Isu Politik. Seminar yang
diadakan pada hari Minggu, 8 Oktober 2023 ini mengundang pembicara Mathias Toto
Suryaningtyas dari Litbang Kompas.
Dalam kesempatan tersebut, Toto juga menjelaskan bahwa dalam Pemilu 2024 Februari nanti, kita akan mencoblos 5 surat suara, dari DPRD II hingga Pemilihan Presiden.
”Kita
harus taktis memilih calon. Pilih dengan cermat,” jelasnya. Misalnya, untuk
wakil rakyat di tingkat II (Kabupaten atau Kotamadya), tidak ada salahnya
memilih sosok yang sudah kita kenal, atau punya kontribusi yang baik pada
lingkungan atau kehidupan kita.
Sesi tanya jawab
juga disambut antusias oleh peserta. Seminar Menjadi Pemilih Cerdas ini, memang
dihadiri mayoritas wanita, utusan dari ranting-ranting dalam wilayah Wanita Katolik RI Santa Bernadet, Pinang. Toh, pertanyaan yang
dilontarkan, sungguh menarik dan kekinian. Misalnya, salah satu Ibu bertanya, ”Mengapa
waktu itu, Capres Anies Baswedan langsung menentukan Muhaimin Iskandar jadi
Cawapres ya? Padahal waktu yang diberikan KPU kan masih lama dan Capres lain
juga masih belum menentukan Cawapres mereka.”
Atau pertanyaan
lain, ”Bagaimana jika wakil untuk DPRD yang ingin kita pilih, ternyata kita tidak
cocok dengan partainya.”
Toto menjawab
semua pertanyaan itu, dan tampaknya peserta cukup puas dengan jawaban yang diberikan.
Seminar ditutup menjelang
jam 13.00 dengan bekal pengetahuan bagi para peserta, bagaimana menjadi pemilih
yang cerdas pada Pemilu 2024 mendatang.
Organisasi Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santa Bernadet lahir dan bertumbuh seiring dengan keberadaan Paroki Santa Bernadet Pinang. Jika Paroki Pinang berulangtahun setiap bulan Februari, maka Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet secara resmi lahir pada 29 Juli 1990. Tahun ini, organisasi Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet Pinang genap berusia 33 tahun.
Perayaan Syukur atas ulangtahun ke 33 Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet ini, diujubkan dalam misa pada Minggu, 30 Juli 2023 pukul 16.30 di Gereja Santa Bernadet, Pinang. Misa dipimpin oleh Pastor Paroki sekaligus pendamping Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, Romo Lammarudut Sihombing CICM.
Selain umat, misa
juga dihadiri undangan, anggota dari 24 ranting, dan para mantan ketua Dewan
Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet. Koor pengiring misa
merupakan paduan suara dari anggota ranting, begitu pula dengan para petugas
tata laksana yang membantu umat selama misa berlangsung.
Dalam pidatonya usai komuni, Wakil Ketua I Dewan Pengurus Wanita
Katolik RI Cabang Santa Bernadet, Theresia Maya mengajak para wanita di kalangan Paroki Pinang untuk
ikut bergabung dalam organisasi. Saat ini, Wanita Katolik RI Cabang Santa
Bernadet terdiri dari 24 ranting dengan 613 anggota. “Dalam karya pelayanan,
kami berusaha menjangkau warga Masyarakat secara umum, terlebih mereka yang non
Katolik,” ujar Maya.
Lebih jauh Maya mengatakan, dasar pelayanan Wanita Katolik
RI adalah kasih Allah, sehingga Masyarakat luas bisa merasakannya. Beberapa
pelayanan yang sampai kini secara rutin dilakukan, misalnya menjadi orang tua
asuh untuk 9 siswa SMK non Katolik,
menjalankan program Peningkatan Perempuan Usaha Kecil (PPUK) untuk 24
binaan, serta memberikan makanan tambahan di posyandu sekitar anggota ranting
berada.
Adapun Romo Lamma CICM mengucapkan selamat ulangtahun yang
ke 33 untuk Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet. Romo juga berterimakasih
atas pelayanan para anggota selama ini.
Menurut Romo Lamma, organisasi ini sungguh-sungguh terjun
memberikan pelayanan secara langsung, dan menghadirkan wajah gereja Katolik di
masyarakat. “Tetaplah bersemangat, dan terus menjadi wajah gereja yang
bersahabat di masyarakat,” tutur Romo Lamma sebelum memberikan berkat penutup.
Setelah misa, ulangtahun Wanita Katolik RI Cabang Santa
Bernadet dirayakan secara sederhana di Aula Atas Pinang. Potong tumpeng dan
makan bersama ini dihadiri Romo Lamma CICM, para undangan, para anggota
ranting, serta jajaran Dewan Pengurus Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet.
Perayaan sederhana diawali dengan doa syukur,
sambutan-sambutan, kisah sejarah perjalanan Wanita Katolik RI Santa Bernadet
dari tahun 1990 hingga sekarang, serta penampilan anggota koor yang menyanyikan
Keroncong Jakarta.
Jalan Santai Ranting Isidorus
“Supaya tidak bosan, maka kami adakan pertemyan di luar
rumah anggota. Kami juga bisa sekaligus berolahraga, sekalian refreshing,”
jelas Maria Calliopha Iva, Ketua Ranting Isidorus.
Menurut Iva, pihaknya mendapat informasi ada acara JSN (Jalan Santai Nasional) yang diadakan pada 12 Maret 2023 oleh alumni Lemhanas.
“Acara ini terbuka untuk kelompok umum dan organisasi,” ujarnya.
Mereka lantas bergabung, dengan pertimbangan kegiatan ini
merupakan jalan santai yang relatif tidak memberatkan bagi anggota. Karena
lokasi acara cukup jauh, menurut Iva, tidak terlalu banyak yang berminat.
Maklum saja, mereka harus berangkat jam 5 pagi dari Halte Trans Jakarta di CBD
Ciledug.
“Jadi, ada 7 orang yang bergabung. Paling senior adalah Bu
Srimulyani, umur 76 tahun, tapi semangat dan kuat berjalan sampai sekitar 10
kilometer,” kata Iva.
Para anggota bersemangat mengikuti acara luar ruang ini,
sebagai ungkapan syukur pada Tuhan, karena mereka masih diberi kesehatan,
kekuatan, dan sukacita dalam usia yang tak muda lagi.
Tips Berbusana dari Ranting Yohanes
Workshop ini dibawakan oleh Syarindra Sofyan, yang merupakan Grooming Coach and Lifestyle Consultant.
Tujuan diadakannya workshop adalah untuk menambah manfaat dan pengetahuan
anggota ranting.
Workshop tentang penataan busana ini dihadiri kurang lebih
20 orang anggota ranting. Kegiatan workshop berbusana ini, dinilai memberi
banyak manfaat dan pengetahuan untuk ibu-ibu
agar dapat berbusana dengan baik dalam
setiap kesempatan.
Hal ini dibuktikan dengan snggota ranting yang sangat
antusias dan bersemangat mempraktekkan apa yang diajarkan oleh Mas Syarindra.
Para anggota ranting merasa mendapatkan ilmu baru dalam tata
busana. Misalnya saja memadu padankan pakaian untuk menambah rasa percaya diri
dalam berpenampilan. (Lina, Ranting Yohanes)
Pelatihan Membuat Bakpia di Ranting Monika
Pada pertemuan anggota Ranting Monika tanggal 17 Juli 2023 lalu, diselenggarakan pelatihan membuat bakpia. Pertemuan yang berlokasi di tempat tinggal Bu Nani ini dihadiri oleh 12 anggota ranting.
Adapun pelatihan
diadakan dengan tujuan untuk menambah ketrampilan ibu-ibu, dalam hal ini adalah
membuat bakpia. Selain itu, juga memberikan bekal untuk membuka usaha bakpia.
Pelatihan
membuat bakpia ini dipandu oleh Nani. Dalam praktik ini, dibuat tiga kelompok
memasak. Ada dua macam bakpia yang dibuat, yakni rasa cokelat dan kumbu hijau. Dan
rasanya, ternyata enak semua.
Masing -
masing kelompok memiliki keseruan sendiri. Ada kelompok yang mengadon kulit
agar bentuknya bagus, tidak hangus dan tidak bocor, jadi harus tampak mulus.
Ada pula kelompok yang memanggang dengan tepat, sehingga tidak gosong karena
setiap mau dibalik disemprot minyak lebih dulu.
Sebagai
catatan dari workshop kali ini, membuat bakpia perlu kesabaran, supaya adonan
tidak pecah dan mulus. Selain itu, juga diperlukan ketelitian dan ketelatenan
dalam menimbang bahan karena masing-masing bakpia ditimbang satu-satu. “Kami
semua yang hadir merasa senang dengan pelatihan ini dan mengucapkan terima
kasih Bu Nani,” ujar Martina
Widi Budi A. Ketua Ranting Monika. (Tim Humas Monika)
Bakti
Sosial Ranting Theresia
Di panti, Ranting
Theresia mengadakan acara berupa doa pembuka, bernyanyi bersama, dan saling
bercerita. Selain itu, ada tanda kasih dari para anggota ranting berupa sembako
dalam bentuk telur, beras, mie telur, gula, teh, kacang hijau, tepung terigu,
energen, minyak goreng, serta aneka macam biscuit bagi para oma. Anggota
Ranting Theresia juga menyerahkan sedikit dana untuk keperluan panti.
Ziarek Ranting
Yohanes ke Lembang, Bandung
Pada Sabtu 15 Juli 2023, diketuai Martha Yunita Sugiyanti, yang merupakan Ketua Bidang Kesejahteraan Ranting Yohanes Wanita Katolik mengadakan ziarah sekaligus rekreasi ke Lembang, Bandung. Ziarek kali ini mengambil tema "Kebersamaan Itu Indah"
Kegiatan
ziarek ini rutin diadakan setahun dua kali. Adapun ziarek kali ini, diikuti
oleh 35 peserta yang terdiri dari anggota ranting Yohanes dan beberapa peserta
di luar anggota ranting, Perjalanan ziarek dengan bus, diberangkatkan pada pukul
0430 pagi. Ziarek ini diharapkan makin mengakrabkan para anggota ranting
wilayah Yohanes.
Diawali
dengan Doa Jalan salib dan doa bersama di Pertapaan Karmel Lembang yang
sejuk, kegiatan ziarek dilanjutkan
dengan wisata ke Great Asia Afrika.
Di sini,
para peserta berkesempatan mengunjungi Asia Afrika dalam bentuk miniatur.
Walaupun medan wisata berkontur
perbukitan, ternyata tidak menyurutkan semangat peserta yang mencoba
mengeksplor hampir semua situs wisata di sana.
Acara dilanjutkan
dengan makan siang bersama di Darmaga Sunda, yang bertujuan menambah ikatan
kebersamaan.
Menjelang
sore sebelum kembali ke Jakarta, rombongan mampir ke toko oleh-oleh Prima Rasa
Bandung. Diharapkan dengan kegiatan rutin ini, para anggota ranting bisa
merasakan kedekatan satu sama lain. (Lina, Ranting Yohanes)
Bakti Sosial Cek Kesehatan Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet
Kesehatan merupakan hal yang sangat penting dalam hidup
kita. Itu sebabnya, dalam memperingati Hari Ulang Tahun Wanita Katolik RI
Cabang Santa Bernadet yang ke 33 tahun 2023 ini, Wanita Katolik RI Cabang Santa
Bernadet mengadakan bakti sosial untuk
tes kesehatan berupa cek angka kolesterol, asam urat, gula darah, serta
skrining mata untuk katarak.
Fransiska Minna, Ketua Bidang Kesejahteraan Dewan Pengurus
Cabang Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet yang menjadi penanggungjawab
acara bakti sosial, mengatakan ada beberapa alasan mengapa penyelenggara
memilih pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol.
“Karena masih banyak orang yang tidak tahu kondisi kesehatan
diri sendiri. Jika diminta cek darah ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan,
ada yang takut mengeluarkan biaya besar,” jelasnya. Ada pula kalangan yang
sudah tahu pentingnya pemeriksaan diri secara rutin, tapi takut mau
melakukannya atau justru meremehkan.
Menurut Minna, pemeriksaan gula darah, asam urat dan
kolesterol merupakan indikator yang
sering diremehkan karena gejala-gejalanya acapkali tidak berasa. Jika
sudah timbul gejala, ternyata penyakitnya sudah berat dan memerlukan penanganan
medis yang lebih lanjut.
Untuk cek kolesterol dikenai biaya Rp 25.000. Adapun cek
tekanan darah, kadar gula darah, asam urat serta skrining mata, gratis.
Pendaftaran untuk mereka yang berminat sudah dibuka melalui para ketua ranting
Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet pada 13 Juli 2023.
Dari deretan nama yang didaftarkan, 145 orang datang untuk menjalani pemeriksaan kesehatan tersebut. Beberapa peserta sudah siap di Gereja Santa Bernadet Pinang sejak pukul 8 pagi.
“Saya sudah lama sekali tidak periksa seperti ini,” ucap
seorang Ibu yang sudah lanjut usia, ketika menjalani pemeriksaan darah untuk
kolesterol, gula darah, dan asam urat. Saat tahu hasilnya bagus semua, langsung
ucapan syukur terlontar dari bibirnya. “Puji Tuhan, bagus semua ya,” kata dia.
Romo Lammarudut Sihombing CICM juga tampak bergabung sebagai
salah satu peserta bakti sosial kesehatan ini. Romo Lamma juga dengan ramah
menyapa para peserta lain yang sedang mengantri. “Wah, semoga bagus semua ya…”
ujar Romo saat menanti giliran untuk cek darah.
Satu orang Bapak tampak terhenyak ketika melihat hasil cek
gula darahnya ternyata jauh melebihi batas untuk bisa dibilang sehat. Dia hanya
diam, ketika Intan, petugas dari RS Brawijaya menjelaskan satu per satu angka
di monitor alat. “Ini kadar gula darahnya tinggi ya, Pak. Kalau asam urat dan
kolesterolnya masih di bawah normal,” kata Intan. Si Bapak tak berkata-kata,
hanya meraih kertas bertuliskan hasil tes dan memandanginya lama.
Bukan hanya Bapak tersebut yang kaget saat mendapatkan hasil
cek kesehatan, beberapa orang juga terkejut karena mendapati ternyata kadar
kolesterol, gula darah, asam urat, bahkan tekanan darahnya ternyata tinggi.
“Wah, kok kolesterol saya tinggi ya .. padahal saya tidak pernah makan masakan
yang pakai santan-santan,” kata seorang Bapak berusia 71 tahun sambil bangkit
dari kursi pemeriksaan.
Minna mengatakan, peserta bakti sosial yang diadakan Wanita
Katolik RI Cabang Santa Bernadet ini sangat antusias karena gratis. “Kalau pun
bayar, untuk cek kolesterol juga cukup terjangkau,” tuturnya. Ia juga bilang,
ternyata banyak peserta yang kaget dengan hasil pemeriksaan yang mereka
dapatkan, baik hasil yang bagus atau di atas ambang normal.
“Hasil ini bisa membantu peserta bakti sosial lebih
memperhatikan kesehatan diri sendiri, terutama dalam hal pola hidup,” tegas
Minna. **
Pada Sabtu, 18 Januari 2025, beberapa anggota Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santa Bernadet, mengikuti peray...