Wednesday, 31 July 2024

Kegiatan Ranting Juli 2024

 


Pertemuan rutin Ranting Albertus 3. Kali ini, pertemuan diisi dengan kegiatan penjualan peyek buatan anggota.








Pertemuan rutin Ranting Paulus 2, tanggal 21 Juli 2024


Sunday, 30 June 2024

Menjalankan Tugas dan Tanggung Jawab Dalam Organisasi dengan Iman Katolik

 Wanita Katolik Republik Indonesia mengalami dinamika sendiri, termasuk dalam tingkatan dasar yang menggerakkan keseluruhan organisasi ini, yakni ranting. Lingkup Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet diperkuat oleh 24 ranting, yang pasti mengalami pasang surut dalam berkarya.

Untuk itulah, secara periodik, Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI mengadakan seminar Peningkatan Kualitas Organisasi (PKO). Melalui seminar ini, para pengurus dan calon pengurus ranting diharapkan mendapat penyegaran dalam menjalankan organisasi.

Tahun ini, PKO diselenggarakan di Aula Besar Gereja Santa Bernadet, pada hari Minggu, 2 Juni 2024 dengan tema Menjalankan Tugas dan Tanggung Jawab Dalam Organisasi dengan Iman Katolik.

Acara dihadiri oleh perwakilan pengurus ranting, dan disemarakkan dengan beberapa pembicara, yakni Aloysia Ardianthy (Anggota Presidium 1 Dewan Pengurus Daerah Wanita Katolik RI Jakarta), A. Dwi Ana Nurhandayani (Bidang Organisasi Dewan Pengurus Daerah Wanita Katolik RI Jakarta), serta Penasehat Rohani Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, Romo Lammarudut Sihombing, CICM.

Pada sesi pertama, Aloysia mengingatkan kembali tentang spiritualitas Wanita Katolik RI dengan kilas balik berdirinya sejarah organisasi ini. Organisasi Wanita Katolik RI bermula dari keprihatinan sejumlah ibu Katolik pada diskriminasi upah buruh pabrik rokok di Jogja.

”Spirit awal dari para ibu ini adalah kepedulian dan keberpihakan pada yang lemah, yakni buruh perempuan,” jelas Wiwie, panggilan dari Aloysia.

Spirit tersebut tetap lestari dalam konteks jaman apapun, termasuk masa kini. Hal itu diwujudkan dalam visi dan misi organisasi, dan dilaksanakan dalam keseharian para anggotanya.

”Wanita Katolik RI berkewajiban untuk ambil bagian dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa melalui kiprahnya dalam medan pelayanan,” ujar Wiwie di tengah sesi I. Pelayanan tersebut mengacu pada Ajaran Sosial Gereja (ASG) untuk menegakkan harkat serta martabat manusia.

Pembicara kedua, yakni Ana, mengingatkan kembali tugas dan kewajian masing-masing pengurus, dari Ketua sampai anggota bidang. Ana berharap, masing-masing pengurus memahami fungsi mereka, sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) organisasi.

Soalnya, ”Berhasil tidaknya pelaksanaan tugas, ditentukan oleh pemahaman pada fungsi dan tugas masing-masing dalam menjalankan organisasi,” jelasnya.

Adapun sesi kedua, menghadirkan Romo Lamma sebagai pembicara. Romo mengangkat topik Sinergi yang Berkualitas dalam perjumpaan dengan jajaran Wanita Katolik RI kali ini.

Sinergi, menurut Romo, adalah panggilan untuk menjadi satu. Pemahaman ini juga bukan hal asing, karena dalam kacamata Gereja Katolik, kita semua berziarah dalam panggilan untuk menjadi satu. ”Semua orang bisa berbeda-beda, tapi tujuan kita sama,” jelas Romo.

Nah, sinergi adalah satu nilai yang harus menjadi pedoman bagi pelayanan umat di Gereja Santa Bernadet. Sinergi adalah semangat bergerak bersama agar dampak yang baik dari Gereja Katolik lebih bergaung dalam terdengar di masyarakat.

Sinergi diperlukan untuk menjaga kualitas pelayanan kita di masyarakat. Tantangan menjaga kualitas ini adalah seiring waktu, menurut Romo, sangat mungkin terjadi penurunan karena terdistorsi kelemahan kita sebagai manusia. ”Akhirnya hilang makna pelayanan, maka perlu penyegaran dan perjumpaan seperti ini,” kata Romo Lamma.

Romo juga mengingatkan, syarat agar sinergi berjalan baik adalah saling percaya, ada komunikasi, memahami tujuan yang sama, perlu keterlibatan semua anggota, dan selalu menghargai perbedaan.




Saturday, 1 June 2024

Workshop Berkain Wanita Katolik RI, Anti Ribet Bergaya Kasual

 Berkain untuk aktivitas sehari-hari, semakin familiar bagi perempuan Indonesia. Jika sebelumnya, berbusana dengan kain identik dengan moment istimewa, ribet, dan tidak praktis, maka kini, sudah biasa kita melihat perempuan berkain bebas bergerak, mengenakan sneakers dan nyaman menjalankan aktivitas.

Mengenakan kain untuk aktivitas harian juga punya makna lebih, yakni melestarikan budaya lokal, memberi ruang bagi pelaku usaha kecil dan menengah karena kebanyakan kain, kebaya, dan perlengkapannya adalah produk UMKM, sekaligus juga membuat perempuan tetap merasa cantik serta nyaman.

Dengan latar belakang tersebut, Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet Pinang, menyelenggarakan Workshop Berkain. Menurut Ketua Bidang Pendidikan DPC Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, FX. Aning Kristiyawati, workshop ini diselenggarakan bagi anggota Wanita Katolik RI serta masyarakat umum dengan tujuan agar mereka lebih percaya diri dalam berkain, sekaligus menghemat biaya untuk dandan, karena tidak perlu ke salon demi mengenakan kain dan kebaya. ”Ternyata berpenampilan menarik itu tidak harus ke salon,” ujarnya.


Workshop Berkain bersama pegiat fashion Andrea Asri ini, mengambil tema Belajar Memakai Kain Gaya Casual Sehari-Hari. Peserta yang berminat diminta kontribusi Rp 10.000 dengan membawa perlengkapan sendiri, seperti kain atau sarung, tali, obi jika punya, kebaya atau outer.

Perempuan di wilayah Paroki Pinang ternyata cukup antusias mengikuti workshop ini. Dalam waktu singkat, setelah pendaftaran dibuka, ada 70 peserta yang terdaftar. Workshop Berkain diadakan pada Kamis, 23 Mei 2024, pukul 09.30 hingga 12.00 di Ruang Gilbert, Gereja Santa Bernadet Pinang.

Asri, fasilitator untuk acara ini, mengaku senang berbagi ilmu seluk beluk mengenakan kain. ”Ibu-ibu yang ikut, tampak antusias,” ujarnya. Sayang, Asri bilang, ruang untuk workshop tidak dilengkapi panggung, sehingga ia kesulitan untuk berbagi secara optimal.

Sembari berbagi cara memakai kain, Asri juga menyampaikan tip-tip. Misalnya saja, untuk wanita yang badannya cenderung besar, sebaiknya jangan menggunakan kain berbahan katun. ”Pakai kain yang bahannya ’jatuh’, seperti paris, sifon,” katanya.

Asri juga menyarankan agar pengguna kain bebas berkreasi, tidak harus memadukan kain dan kebaya, tapi bisa juga dengan outer.  



Sunday, 5 May 2024

Cooking Class Pia Crispy Wanita Katolik RI

 Bertepatan dengan Hari Kartini, Minggu, 21 April 2024 lalu, Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet mengadakan Cooking Class di Balai Bernadet, Pinang. Acara tersebut diikuti oleh 21 orang utusan dari ranting-ranting yang ada di cakupan Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet.

 Cooking Class yang kali ini mengusung praktik membuat pia crispy, dibawakan oleh Handajani, seorang pengusaha kuliner dari Ranting Monika. Handajani, atau lebih sering dipanggil Nani, mempunyai hobi masak. Selama ini, Nani juga terkenal dengan produknya : Sambal Nani’s.


Untuk cooking class kali ini, Nani didampingi oleh 6 ibu-ibu dari Ranting Monika. Mereka membantu masing-masing kelompok dan langsung mempraktikkan langkah demi langkah membuat pia crispy.

 Cooking class yang dipandu oleh Dwi Ratnani ini, dimulai dengan menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini bersama-sama. Setelah doa pembukaan, ada kata sambutan dari Dewan Pengurus Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet yang diwakili oleh Bendahara, Ch. Yenny Christianita.


”Semoga cooking class kali ini bermanfaat bagi kita semua. Selamat mengikuti,” kata Yenny, sembari mengucapkan banyak terimakasih kepada Handajani dan ibu-ibu Ranting Monika yang berkenan membantu dan memfasilitasi acara ini.

 Para peserta cooking class dibagi menjadi enam kelompok dan mengelilingi meja yang sudah dilengkapi dengan kompor gas, pan, spatula, roller, serta bahan-bahan membuat pia crispy. Nani membawakan langkah demi langkah dengan jelas, sembari berkeliling memastikan para peserta melakukannya dengan benar. Terutama, saat menggiling dua jenis adonan, yakni adonan tepung dan mentega, sehingga membentuk lapisan pastry yang mulus dan tidak bocor. Alhasil, nantinya tercipa beberapa lapisan pia yang krispi.

 ”Menggilasnya harus pelan-pelan, agar adonan mentega tidak bocor,” pesan Nani berulangkali.

 Setelah bekerja selama dua jam, semua peserta pun berhasil menghidangkan pia crispy mereka. Pia dengan isian cokelat, nanas, kacang hijau ini bisa dikemas dengan plastik cantik dan layak dijual.


 Lusia Kristanti, peserta dari Albertus 1,2 menyatakan senang karena bisa menyelesaikan adonan dengan baik. ”Resepnya akurat!” kata dia. Saat melakukan pembakaran pia dengan wajan, Lusi mengaku menuang terlalu banyak minyak goreng. ”Bentuknya malah lebih cantik dan krispi, daripada yang minyaknya sedikit,” sambungnya.

 Sementara, menurut Eni, dari Fabiola 1,2,3,7, awalnya ia mengira cooking class ini membuat pia seperti dalam stoples. ”Ternyata beda. Ini rasanya enak, maknyusss...” kata dia.

 Bagi Yuliana dari Sesilia 1,3,4, cooking class ini memberinya ilmu yang baru. “Seneng banget. Isian pia  juga banyak, enggak kayak yang biasa dijual,” ujarnya.

 Nah, jika Anda tertarik untuk belajar memasak seperti ini, jangan lewatkan cooking class selanjutnya yang bakal digelar Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, ya! (ika)




Monday, 1 January 2024

MSN di Panti Wredha Marfati

Natal selalu kita rayakan dengan penuh sukacita. Banyak pula cara untuk berbagi sukacita Natal. Hal tersebut dilakukan oleh Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santa Bernadet, pada Natal 2023 lalu, dengan menyelenggarakan MSN di Panti Wredha Marfati, Tangerang.

”MSN diselenggarakan karena kami ingin berbagi sukacita Natal dengan orang-orang yang terpinggirkan yang kurang mampu, kurang diperhatikan sebagai bentuk solidaritas dan subsidiaritas,” ujar Fransiska Minna, Ketua Bidang Kesejahteraan Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet.



Panti Wredha Marfati Tangerang dipilih untuk lokasi MSN, menurut Minna, karena warga senior juga mesti merasakan sukacita Natal. ”Kami juga berharap bisa membawa suasana yang hangat bagi beliau-beliau, meski hanya sebentar,” sambungnya.

Pelaksanaan MSN 2023 ini disambut dan didukung oleh ranting-ranting yang ada di wilayah Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet. Sebanyak 14 ranting turut ambil bagian dalam MSN, dengan memberikan bermacam donasi, seperti uang dan barang-barang.

Makan Siang Nusantara (MSN) Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet diselenggarakan pada Rabu, 20 Desember 2023, diwakili oleh sembilan orang. Rombongan MSN ini membawa kipas angin meja, pembersih lantai, diapers, underpad, setrika listrik, goodie bag, makanan, dan berbagai macam barang kebutuhan yang biasa digunakan di panti.

Diawali dengan doa bersama, acara berlangsung meriah. Para warga senior dengan semangat ikut menyanyi beragam lagu, dari lagu natal hingga lagu nostalgia, seperti lagu-lagu Koes Plus dan Panbers. Beberapa warga senior juga menyumbangkan suara mereka dengan iringan karaoke.


”Puji Tuhan, semua acara bisa berlangsung dengan lancar, berkat kerjasama teman-teman dan sambutan oma opa yang beragam,” tutur Minna. Ia memperhatikan, banyak respon dari para warga senior. Ada yang tampak gembira, ada yang diam-diam saja tapi mengucapkan terimakasih karena sudah ditengok.

”Semoga tahun-tahun yang akan datang, kita bisa terus berbagi sukacita,” ujarnya.

Saat ini, Panti Wreda Marfanti, dihuni oleh 70 oma dan opa. ”Usia beliau-beliau mulai dari 60 tahun, yang tertua usia 90 tahun,” jelas Ronny Marentek, petugas administrasi kantor panti. Sekitar 90% penghuni panti, dibawa oleh keluarga mereka ke sana. Sedang sisanya, berada di panti karena kebijakan suster-suster FCJM yang mengelola panti.

Kegiatan di Panti Wredha Marfati ini juga cukup padat, menurut Ronny, dimulai dengan makan snack pada jam 5 pagi, lantas ada senam, kegiatan pribadi, dan doa bersama. ”Makan sore jam 18, lantas istirahat,” jelasnya. Masing-masing warga senior menempati satu kamar di panti ini. Adapula pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan seminggu dua kali oleh dokter, kendati ada perawat yang selalu standby di panti. Selain itu, ada misa yang diadakan satu bulan sekali.


Tidak semua warga senior yang tinggal di panti ini, sehat secara fisik. Beberapa warga senior tampak  menggunakan kursi roda untuk ikut berkegiatan di aula. Menurut Ronny, memang ada oma opa yang stroke. ”Di sini ada 20 pengasuh untuk oma opa,” kata Ronny yang menjelaskan kalau panti wredha tersebut total dibantu oleh 46 karyawan. ***

Tuesday, 26 December 2023

Meski Makin Terlibat di Masyarakat, Wanita Katolik RI Jangan Lupa Keluarga

Hari Minggu (17/12), Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet menyelenggarakan Rapat Koordinasi Cabang. Pertemuan ini diadakan sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus, atas kerja yang sudah digelar semenjak dilantik pada 8 Mei 2022, hingga saat ini. 

Rapat Koordinasia Cabang 2023 ini diselenggarakan di Aula Bawah Gereja Santa Bernadet Pinang, dan dihadiri oleh para ketua dan wakil Dewan Pengurus Ranting Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet. 


Dalam sambutannya, Agnes Widi Astuti, Ketua DPCWanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet mengucapkan terimakasih atas kehadiran para pengurus ranting serta berharap mendapatkan masukan atas paparan kerja yang akan disampaikan di sesi berikutnya. 


Adapun Romo Lammarudut Sihombing CICM, pembina Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, kembali mengapresiasi organisasi wanita ini, yang menjadi perpanjangan tangan gereja untuk berkarya di masyarakat. Hal ini sesuai dengan tema Rakorcab kali ini, yaitu Wanita Katolik RI Semakin Terlibat dalam Mewujudkan Solidaritas dan Kesejahteraan Bersama. Romo juga berpesan, agar sebagai Ibu, para anggota Wanita Katolik Indonesia Cabang Santa Bernadet tidak melupakan tanggungjawabnya kepada keluarga di rumah. 

Laporan pertanggungjawaban pengurus, dibacakan secara bergantian oleh Agnes Widi Astuti, Theresia Maya, dan Christina Gilar, yakni para pimpinan Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet. 

Pada sesi tanggapan, beberapa pimpinan ranting menanyakan tentang Gerakan Orang Tua Asuh, peruntukan dana dan kriteria pemilihan penerima beasiswa, serta beberapa hal seputar PPUK. 

Setelah makan siang, para peserta dibagi menjadi dua kelompok besar untuk pembahasan yang lebih mendalam mengenai pendanaan organisasi serta pengembangan anggota dan kaderisasi. Pembahasan di dua grup ini menarik karena topiknya sangat terkait dengan dinamika organisasi Wanita Katolik RI.

Dalam pleno selanjutnya, para ketua dan sekretaris kelompok memaparkan hasil diskusi mereka. Dari pemaparan didapatkan masukan untuk pengembangan anggota dan kaderisasi, organisasi perlu mengadakan kegiatan yang menarik sehingga memotivasi anggota baru. Misalnya mengadakan pelatihan yang bermanfaat dengan pembicara dari ranting. Selain itu, perlu ada pendekatan secara personal ke kalangan muda, agar tahu apa saja kegiatan Wanita Katolik RI.

Adapun pembahasan pendanaan organisasi mengusulkan beberapa aktivitas untuk mencari uang kas, seperti pengumpulan jureh, penjualan barang bekas, membuat bazaar, membuka jastip, serta membuka lapak Wanita Katolik RI di Gereja Pinang. 




Sunday, 22 October 2023

Bekal Pengetahuan dari Seminar Menjadi Pemilih Cerdas

Menjadi warga negara yang baik, sudah pasti harus melaksanakan kewajiban pula. Salah satunya adalah memberikan suara dalam Pemilihan Umum. Hal ini sesuai dengan semboyan yang dicetuskan Mgr. Soegijapranata, yaitu kita harus menjadi 100% Katolik dan 100% Indonesia. Artinya menjadi Katolik yang mau terlibat dan partisipatif, juga menjadi warga Indonesia yang terlibat dan partisipatif dalam kegiatan berbangsa dan bernegara.

Mengambil bagian dalam Pemilihan Umum adalah cara partisipasi yang paling mudah, termasuk untuk Pemilu 2024 yang sudah di depan mata.

Harus diakui bahwa rangkaian Pemilu 2024 ini, berbeda dengan pemilu satu atau dua dekade lalu. Paling tidak, Pemilu 2024 akan kita lalui dengan banjir informasi berkat kehadiran media sosial yang makin akrab dengan masyarakat sejak Pandemi Covid19 lalu. Alhasil, sebagai pemilih, kita harus cermat dan cerdas memilah informasi yang benar dan jangan sampai termakan hoaks.


Atas dasar itulah, Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santa Bernadet, mengadakan Seminar Menjadi Pemilih Cerdas: Kritis Menyikapi Isu Politik. Seminar yang diadakan pada hari Minggu, 8 Oktober 2023 ini mengundang pembicara Mathias Toto Suryaningtyas dari Litbang Kompas.


Seminar diikuti oleh sekitar 100 peserta ini, berlangsung dengan lancar. Toto memaparkan kondisi politik pada masa pemilihan tahun 2019 dan sekarang. Begitu pun, beliau kembali mengingatkan masa-masa Orde Baru dan awal reformasi, bagaimana situasi politik serta sosial pada saat itu.

Dalam kesempatan tersebut, Toto juga menjelaskan bahwa dalam Pemilu 2024 Februari nanti, kita akan mencoblos 5 surat suara, dari DPRD II hingga Pemilihan Presiden. 

”Kita harus taktis memilih calon. Pilih dengan cermat,” jelasnya. Misalnya, untuk wakil rakyat di tingkat II (Kabupaten atau Kotamadya), tidak ada salahnya memilih sosok yang sudah kita kenal, atau punya kontribusi yang baik pada lingkungan atau kehidupan kita.

Sesi tanya jawab juga disambut antusias oleh peserta. Seminar Menjadi Pemilih Cerdas ini, memang dihadiri mayoritas wanita, utusan dari ranting-ranting dalam wilayah Wanita Katolik RI Santa Bernadet, Pinang. Toh, pertanyaan yang dilontarkan, sungguh menarik dan kekinian. Misalnya, salah satu Ibu bertanya, ”Mengapa waktu itu, Capres Anies Baswedan langsung menentukan Muhaimin Iskandar jadi Cawapres ya? Padahal waktu yang diberikan KPU kan masih lama dan Capres lain juga masih belum menentukan Cawapres mereka.”

Atau pertanyaan lain, ”Bagaimana jika wakil untuk DPRD yang ingin kita pilih, ternyata kita tidak cocok dengan partainya.”

Toto menjawab semua pertanyaan itu, dan tampaknya peserta cukup puas dengan jawaban yang diberikan.

Seminar ditutup menjelang jam 13.00 dengan bekal pengetahuan bagi para peserta, bagaimana menjadi pemilih yang cerdas pada Pemilu 2024 mendatang.




Tuesday, 3 October 2023

Kegiatan Ranting September 2023

Hubertus 


Pertemuan bulanan diisi dengan kegiatan membuat minuman peach gum. Minuman ini dijual untuk menambah kas ranting


Kegiatan dari Cabang 
Beberapa anggota ranting mengikuti pelatihan Social Marketing dari Kementerian Perindustrian, tanggal 13 September 2023 - 20 September 2023. Peserta dari Ranting adalah Maria Dyah Retno SW, Anastasia Sumarni , dan Agnes Minarda Sutarsih





















Isidorus 
Mengikuti Jalan Santai dalam rangka Hari Ozon Sedunia di CFD Sudirman Thamrin, Jakarta 


Theresia 

Dalam pertemuan rutin, ada pelatihan membuat Jelly Cedok Mangga dari Bidang Pendidikan dan Bidang Usaha, Sabtu, 16 September 2023.  



















Agustinus 
Pertemuan Wanita Katolik RI Ranting Agustinus diisi dengan kegiatan merangkai daun palma 



Fabiola 1,3,6,7 
Pertemuan rutin diisi dengan kegiatan membuat empek-empek.





Thursday, 3 August 2023

Menjadi Wajah Gereja yang Bersahabat

Organisasi Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santa Bernadet lahir dan bertumbuh seiring dengan keberadaan Paroki Santa Bernadet Pinang. Jika Paroki Pinang berulangtahun setiap bulan Februari, maka Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet secara resmi lahir pada 29 Juli 1990. Tahun ini, organisasi Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet Pinang genap berusia 33 tahun.

Perayaan Syukur atas ulangtahun ke 33 Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet ini, diujubkan dalam misa pada Minggu, 30 Juli 2023 pukul 16.30 di Gereja Santa Bernadet, Pinang. Misa dipimpin oleh Pastor Paroki sekaligus pendamping Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, Romo Lammarudut Sihombing CICM.

Selain  umat, misa juga dihadiri undangan, anggota dari 24 ranting, dan para mantan ketua Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet. Koor pengiring misa merupakan paduan suara dari anggota ranting, begitu pula dengan para petugas tata laksana yang membantu umat selama misa berlangsung.

Dalam pidatonya usai komuni, Wakil Ketua I Dewan Pengurus Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, Theresia Maya mengajak  para wanita di kalangan Paroki Pinang untuk ikut bergabung dalam organisasi. Saat ini, Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet terdiri dari 24 ranting dengan 613 anggota. “Dalam karya pelayanan, kami berusaha menjangkau warga Masyarakat secara umum, terlebih mereka yang non Katolik,” ujar Maya.

Lebih jauh Maya mengatakan, dasar pelayanan Wanita Katolik RI adalah kasih Allah, sehingga Masyarakat luas bisa merasakannya. Beberapa pelayanan yang sampai kini secara rutin dilakukan, misalnya menjadi orang tua asuh untuk 9 siswa SMK non Katolik,  menjalankan program Peningkatan Perempuan Usaha Kecil (PPUK) untuk 24 binaan, serta memberikan makanan tambahan di posyandu sekitar anggota ranting berada.

Adapun Romo Lamma CICM mengucapkan selamat ulangtahun yang ke 33 untuk Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet. Romo juga berterimakasih atas pelayanan para anggota selama ini.

Menurut Romo Lamma, organisasi ini sungguh-sungguh terjun memberikan pelayanan secara langsung, dan menghadirkan wajah gereja Katolik di masyarakat. “Tetaplah bersemangat, dan terus menjadi wajah gereja yang bersahabat di masyarakat,” tutur Romo Lamma sebelum memberikan berkat penutup.

Setelah misa, ulangtahun Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet dirayakan secara sederhana di Aula Atas Pinang. Potong tumpeng dan makan bersama ini dihadiri Romo Lamma CICM, para undangan, para anggota ranting, serta jajaran Dewan Pengurus Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet.

Perayaan sederhana diawali dengan doa syukur, sambutan-sambutan, kisah sejarah perjalanan Wanita Katolik RI Santa Bernadet dari tahun 1990 hingga sekarang, serta penampilan anggota koor yang menyanyikan Keroncong Jakarta.



Tuesday, 1 August 2023

Kegiatan Ranting Februari-Juni 2023

 

Jalan Santai Ranting Isidorus

Pertemuan rutin sudah biasa diadakan oleh ranting-ranting Wanita Katolik RI di mana pun. Ada kalanya, pertemuan rutin yang diselenggarakan dari rumah ke rumah tiap bulan, terasa membosankan. Itu sebabnya, pada Maret 2023, Wanita Katolik RI Ranting Isidorus mengadakan pertemuan sekaligus olahraga di Gelora Bung Karno, Jakarta.

“Supaya tidak bosan, maka kami adakan pertemyan di luar rumah anggota. Kami juga bisa sekaligus berolahraga, sekalian refreshing,” jelas Maria Calliopha Iva, Ketua Ranting Isidorus.

Menurut Iva, pihaknya mendapat informasi ada acara JSN (Jalan Santai Nasional) yang diadakan pada 12 Maret 2023 oleh alumni Lemhanas. 

“Acara ini terbuka untuk kelompok umum dan organisasi,” ujarnya.

Mereka lantas bergabung, dengan pertimbangan kegiatan ini merupakan jalan santai yang relatif tidak memberatkan bagi anggota. Karena lokasi acara cukup jauh, menurut Iva, tidak terlalu banyak yang berminat. Maklum saja, mereka harus berangkat jam 5 pagi dari Halte Trans Jakarta di CBD Ciledug.

“Jadi, ada 7 orang yang bergabung. Paling senior adalah Bu Srimulyani, umur 76 tahun, tapi semangat dan kuat berjalan sampai sekitar 10 kilometer,” kata Iva.

Para anggota bersemangat mengikuti acara luar ruang ini, sebagai ungkapan syukur pada Tuhan, karena mereka masih diberi kesehatan, kekuatan, dan sukacita dalam usia yang tak muda lagi.

 

Tips Berbusana dari Ranting Yohanes


Pada hari Sabtu, 6 Mei 2023 pukul 15.30, bertempat di rumah anggota ranting Yohanes, Bidang Pendidikan yang diketuai Asri Yunianawati menggelar salah satu program kerja dalam tahun 2023 ini. Yakni  workshop "Tips Berbusana Dalam Setiap Kesempatan".

Workshop ini dibawakan oleh Syarindra Sofyan, yang merupakan  Grooming Coach and Lifestyle Consultant. Tujuan diadakannya workshop adalah untuk menambah manfaat dan pengetahuan anggota ranting.

Workshop tentang penataan busana ini dihadiri kurang lebih 20 orang anggota ranting. Kegiatan workshop berbusana ini, dinilai memberi banyak manfaat dan  pengetahuan untuk ibu-ibu agar dapat berbusana dengan  baik dalam setiap kesempatan.

Hal ini dibuktikan dengan snggota ranting yang sangat antusias dan bersemangat mempraktekkan apa yang diajarkan oleh Mas Syarindra.

Para anggota ranting merasa mendapatkan ilmu baru dalam tata busana. Misalnya saja memadu padankan pakaian untuk menambah rasa percaya diri dalam berpenampilan. (Lina, Ranting Yohanes)

 

Pelatihan Membuat Bakpia di Ranting Monika

Pada pertemuan anggota Ranting Monika tanggal 17 Juli 2023 lalu, diselenggarakan pelatihan membuat bakpia. Pertemuan yang berlokasi di tempat tinggal Bu Nani ini dihadiri oleh 12 anggota ranting.

Adapun pelatihan diadakan dengan tujuan untuk menambah ketrampilan ibu-ibu, dalam hal ini adalah membuat bakpia. Selain itu, juga memberikan bekal untuk membuka usaha bakpia.  

Pelatihan membuat bakpia ini dipandu oleh Nani. Dalam praktik ini, dibuat tiga kelompok memasak. Ada dua macam bakpia yang dibuat, yakni rasa cokelat dan kumbu hijau. Dan rasanya, ternyata enak semua.  

Masing - masing kelompok memiliki keseruan sendiri. Ada kelompok yang mengadon kulit agar bentuknya bagus, tidak hangus dan tidak bocor, jadi harus tampak mulus. Ada pula kelompok yang memanggang dengan tepat, sehingga tidak gosong karena setiap mau dibalik disemprot minyak lebih dulu.    

Sebagai catatan dari workshop kali ini, membuat bakpia perlu kesabaran, supaya adonan tidak pecah dan mulus. Selain itu, juga diperlukan ketelitian dan ketelatenan dalam menimbang bahan karena masing-masing bakpia ditimbang satu-satu. “Kami semua yang hadir merasa senang dengan pelatihan ini dan mengucapkan terima kasih Bu Nani,” ujar Martina Widi Budi A. Ketua Ranting Monika. (Tim Humas Monika)


Bakti Sosial Ranting Theresia


Hari Minggu, 26 Maret 2023, Ranting Theresia mengadakan bakti sosial ke Panti Wreda Stella Maris di Pamulang. Bakti sosial dimulai pada pukul 10.00, menuju panti wreda yang berpenghuni 17 orang lanjut usia wanita ini. Mereka, para oma yang tinggal di panti ini, dibantu oleh 14 karyawan. Adapun dari Ranting Theresia, ada 20 anggota yang berangkat bersama ke panti tersebut.

Di panti, Ranting Theresia mengadakan acara berupa doa pembuka, bernyanyi bersama, dan saling bercerita. Selain itu, ada tanda kasih dari para anggota ranting berupa sembako dalam bentuk telur, beras, mie telur, gula, teh, kacang hijau, tepung terigu, energen, minyak goreng, serta aneka macam biscuit bagi para oma. Anggota Ranting Theresia juga menyerahkan sedikit dana untuk keperluan panti.

 

Ziarek Ranting Yohanes ke Lembang, Bandung

Pada Sabtu 15 Juli 2023, diketuai Martha  Yunita Sugiyanti, yang merupakan Ketua Bidang Kesejahteraan Ranting Yohanes  Wanita Katolik mengadakan ziarah sekaligus rekreasi ke  Lembang, Bandung. Ziarek kali ini mengambil tema "Kebersamaan Itu Indah"

Kegiatan ziarek ini rutin diadakan setahun dua kali. Adapun ziarek kali ini, diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari anggota ranting Yohanes dan beberapa peserta di luar anggota ranting, Perjalanan ziarek dengan bus, diberangkatkan pada pukul 0430 pagi. Ziarek ini diharapkan makin mengakrabkan para anggota ranting wilayah Yohanes. 

Diawali dengan Doa Jalan salib dan doa bersama di Pertapaan Karmel Lembang yang sejuk,  kegiatan ziarek dilanjutkan dengan wisata ke Great Asia Afrika.

Di sini, para peserta berkesempatan mengunjungi Asia Afrika dalam bentuk miniatur. Walaupun medan wisata  berkontur perbukitan, ternyata tidak menyurutkan semangat peserta yang mencoba mengeksplor hampir semua situs wisata di sana.

Acara dilanjutkan dengan makan siang bersama di Darmaga Sunda, yang bertujuan menambah ikatan kebersamaan.

Menjelang sore sebelum kembali ke Jakarta, rombongan mampir ke toko oleh-oleh Prima Rasa Bandung. Diharapkan dengan kegiatan rutin ini, para anggota ranting bisa merasakan kedekatan satu sama lain. (Lina, Ranting Yohanes)

Friday, 28 July 2023

Bakti Sosial Cek Kesehatan Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet

Kesehatan merupakan hal yang sangat penting dalam hidup kita. Itu sebabnya, dalam memperingati Hari Ulang Tahun Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet yang ke 33 tahun 2023 ini,    Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet  mengadakan bakti sosial untuk tes kesehatan berupa cek angka kolesterol, asam urat, gula darah, serta skrining mata untuk katarak.

Fransiska Minna, Ketua Bidang Kesejahteraan Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet yang menjadi penanggungjawab acara bakti sosial, mengatakan ada beberapa alasan mengapa penyelenggara memilih pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol.

“Karena masih banyak orang yang tidak tahu kondisi kesehatan diri sendiri. Jika diminta cek darah ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan, ada yang takut mengeluarkan biaya besar,” jelasnya. Ada pula kalangan yang sudah tahu pentingnya pemeriksaan diri secara rutin, tapi takut mau melakukannya atau justru meremehkan.


Menurut Minna, pemeriksaan gula darah, asam urat dan kolesterol merupakan indikator yang  sering diremehkan karena gejala-gejalanya acapkali tidak berasa. Jika sudah timbul gejala, ternyata penyakitnya sudah berat dan memerlukan penanganan medis yang lebih lanjut. 

Nah,  kali ini, Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet bekerjasama dengan RS Brawijaya Hospital Tangerang serta membuka kesempatan cek kesehatan untuk 150 orang. Bakti sosial diadakan di ruang bawah Gereja Santa Bernadet Pinang, pada Sabtu, 22 Juli 2023 mulai pukul 9 pagi.

Untuk cek kolesterol dikenai biaya Rp 25.000. Adapun cek tekanan darah, kadar gula darah, asam urat serta skrining mata, gratis. Pendaftaran untuk mereka yang berminat sudah dibuka melalui para ketua ranting Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet pada 13 Juli 2023.

Dari deretan nama yang didaftarkan, 145 orang datang untuk menjalani pemeriksaan kesehatan tersebut. Beberapa peserta sudah siap di Gereja Santa Bernadet Pinang sejak pukul 8 pagi.

“Saya sudah lama sekali tidak periksa seperti ini,” ucap seorang Ibu yang sudah lanjut usia, ketika menjalani pemeriksaan darah untuk kolesterol, gula darah, dan asam urat. Saat tahu hasilnya bagus semua, langsung ucapan syukur terlontar dari bibirnya. “Puji Tuhan, bagus semua ya,” kata dia.

Romo Lammarudut Sihombing CICM juga tampak bergabung sebagai salah satu peserta bakti sosial kesehatan ini. Romo Lamma juga dengan ramah menyapa para peserta lain yang sedang mengantri. “Wah, semoga bagus semua ya…” ujar Romo saat menanti giliran untuk cek darah.

Satu orang Bapak tampak terhenyak ketika melihat hasil cek gula darahnya ternyata jauh melebihi batas untuk bisa dibilang sehat. Dia hanya diam, ketika Intan, petugas dari RS Brawijaya menjelaskan satu per satu angka di monitor alat. “Ini kadar gula darahnya tinggi ya, Pak. Kalau asam urat dan kolesterolnya masih di bawah normal,” kata Intan. Si Bapak tak berkata-kata, hanya meraih kertas bertuliskan hasil tes dan memandanginya lama.

Bukan hanya Bapak tersebut yang kaget saat mendapatkan hasil cek kesehatan, beberapa orang juga terkejut karena mendapati ternyata kadar kolesterol, gula darah, asam urat, bahkan tekanan darahnya ternyata tinggi. “Wah, kok kolesterol saya tinggi ya .. padahal saya tidak pernah makan masakan yang pakai santan-santan,” kata seorang Bapak berusia 71 tahun sambil bangkit dari kursi pemeriksaan.

Minna mengatakan, peserta bakti sosial yang diadakan Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet ini sangat antusias karena gratis. “Kalau pun bayar, untuk cek kolesterol juga cukup terjangkau,” tuturnya. Ia juga bilang, ternyata banyak peserta yang kaget dengan hasil pemeriksaan yang mereka dapatkan, baik hasil yang bagus atau di atas ambang normal.

“Hasil ini bisa membantu peserta bakti sosial lebih memperhatikan kesehatan diri sendiri, terutama dalam hal pola hidup,” tegas Minna. **

Mengikuti Ekaristi Penutupan Selebrasi 100 Tahun Wanita Katolik RI

Pada Sabtu, 18 Januari 2025, beberapa anggota Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santa Bernadet, mengikuti peray...